Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN Jembatan merupakan struktur yang melintasi sungai, teluk, atau kondisi-kondisi lain berupa rintangan yang

berada lebih rendah, sehingga memungkinkan kendaraan, kereta api maupun pejalan kaki melintas dengan lancar dan aman. Jika jembatan berada di atas jalan lalu lintas biasa maka biasanya dinamakan viaduct. Jembatan dapat dikatakan mempunyai fungsi keseimbangan (balancing) sistem transportasi, karena jembatan akan menjadi pengontrol volume dan berat lalu lintas yang dapat dilayani oleh sistem transportasi. Bila lebar jembatan kurang menampung jumlah jalur yang diperlukan oleh lalu lintas, jembatan akan menghambat laju lalu lintas. Struktur jembatan dapat dibedakan menjadi bagian atas (super struktur) yang terdiri dari deck atau geladak, sistem lantai, dan rangka utama berupa gelagar atau girder, serta bagian bawah (sub struktur) yang terdiri dari pier atau pendukung bagian tengah, kolom, kaki pondasi (footing), tiang pondasi dan abutmen. Super struktur mendukung jarak horisontal di atas permukaan tanah. Pada perencanaan jembatan dapat dilakukakan menggunakan dua pendekatan dasar untuk menjamin keamanan structural yang diijinkan, yaitu rencana tegangan kerja(WSD) dan rencana keadaan batas (limit State). Struktur jrmbatan yang berfungsi paling tepat untuk suatu lokasi tertentu adalah yang paling baik memenuhi pokokpokok perencanaan berikut ini: 1. Kekuatan dan stabilitas struktur 2. Kenyamanan bagi pengguna jembatan 3. Ekonomis 4. Keawetan dan kelayakan jangka panjang 5. Kemudahan pemeliharaan 6. Estetika 7. Dampak lingkungan pada tingkat yang wajar dan cenderung minimal.

Bab II. Desain Jembatan Ukuran Sebenarnya Bentang 132 m 1. : a. Jembatan dengan prototipe busur, yang terdiri atas 1 bentang dengan jarak as ke as tumpuan/ perletakan pada kepala jembatan adalah (L) 132 m dengan tinggi busur puncak 22 m. b. c. d. Lebar jembatan 7 m. Konstruksi yang digunakan yaitu konstruksi jembatan bentang panjang Bahan yang digunakan adalah kayu sebagai gelagar dan rangka Data perencanaan struktur jembatan Bentang Panjang Busur

dengan prototipe jembatan busur. busurnya. 2. Konsep Desain Indonesia merupakan negari yang kaya akan hasil alamnya diantaranya kayu, rotan dan lain-lain. Dari hasil alam dapat kita gunakan untuk kepentingan hidup manusia, diantaranya rumah, jembatan dan lain-lain. Melihat dari beban yang ditetapkan yaitu jembatan pejalan kaki yang ramah lingkungan, dapat digunakan jembatan kayu sebagai alternativenya. Kayu merupakan hasil alam Indonesia sendiri yang mudah didapat. Dalam membangun sebuah jembatan kita perlu melihat nilai Estetika dan Ekonomis, berawal dari itu kita membangun jembatan kayu menggunakan jenis kelas dua, karena ekonomis serta kekuatannya tidak jauh dari kelas kuat satu. Dari segi estetika jembatan busur memiliki keindahan tersendiri, karena selama ini banyak jembatan yang menggunakan prototype biasa. Lantai pejalan kaki pada umumnya didukung pada tempat titik-titik buhul guna mencegah timbulnya momen-momen lengkung di dalam batang-batang, hanya pada pengecualian istimewa maka lantai pejalan kaki itu diletakkan diantara titik

buhul, hingga batang mendapat juga beban lengkung. Untuk menghindari pelengkung ini maka dibuat bidang-bidang jembatan persegi yang menyambung dengan busur untuk pembagian segmennya dan beban-beban yang timbul dikerjakan pada tiap-tiap titik buhul, dengan asumsi bahwa a. b. c. 3. Hubungan antar batang dan string dianggap sebagai sendi sempurna Batang-batang truss dianggap sebagai batang yang lurus sempurna. Gaya-gaya yang timbul pada truss hanya gaya aksial/normal saja. tanpa ada geseran/selip.

Dasar Teori

Pekerjaan jembatan yang statis tertentu dimana jumlah batang-batang cukup untuk menyambungkan satu terhadap lainnya jumlah titik-titik buhul yang ada. Jika n jumlahnya titik-titik buhul, maka batang-batang yang dibutuhkan ialah 2n-3. Gayagaya batang pada satu pekerjaan jembatan yang ditentukan statis didalam, dapat dihitung secara anilisis menurut salah satu dari cara-cara yang tertera dalam Mekanika Teknik atau secara rumus dengan analisis keseimbangan titik. Pekerjaan statis tertentu di mana ada kelebihan-kelebihan batang-batang atau sambungan-sambungan yang kaku, sehingga pada umumnya gaya-gaya batang merupakan akibat dari beban-beban yang bekerja pada tiap titik buhul. Dalam mendesain penampang batang, analisis didasarkan atas gaya yang bekerja pada masing-masing batang. Namun untuk keseragaman penampang batang, tidak jarang pada kelompok batang yang bekerja pada satu titik buhul diambil berdasarkan gaya batang yang terbesar pada kelompok tersebut. Ini bertujuan agar memudahkan dalam pelaksanaannya dilapangan. 4. Analisis Struktur Beban Hidup (pejalan kaki) = 500 kg/m2 (Sesuai persyaratan) Beban Pejalan Kaki

Total

= 500 x 132 = 66000 kg/m / 4 gelagar = 16500 kg/m /gelagar

Beban Mati

Beban akibat berat sendiri struktur ( kayu kelas kuat II, G = 0,8 ) Beban gelagar a. Melintang = Menggunakan balok (20/35) = 89 x ( 7 x 0,2 x 0,35)x 800 ) = 34496 kg/4 gelagar = 8624 kg/gelagar b. Memanjang = Menggunakan balok (20/35)

= 4 ( 132 x 0,2 x 0,35)x 800 = 29568 kg/gelagar a m 0,1 x 0,15) 800 b. bresing, menggunakan balok (8/12), L = 7 m = 8 (7 x 0,08 x 0,12) 800 = 430,08 kg/gelagar beban plat lantai menggunakan deck (2,5/20),G=0,98 = (132 x 0,025 x 0,2) 980 = 646,8 kg/4 gelagar Beban rangka batang busur, menggunakan balok (10/15), L = 141 = 2 (141 x

= 161,7 kg/gelagar Kabel, menggunakan diameter 25 mm, L total = 163,2 m = (163,2 x 0.025) 800 = 24,67 kg/4 gelagar = 6,17 kg/gealagar Total berat sendiri struktur + sambungan 10 % PDL = 42173,95 kg/gelagar Beban total pada yang bekerja pada tiap bentangan gelagar adalah Ptotal = 42.173,95 + 16500 = 58673,95 58674 kg/gelagar Beban pada tiap buhul Reaksi tumpuan pada RAV = RBV Buhul tepi (P1) = 29.337 kg = 2.667 kg = 5.334 kg

Buhul tengah (P2) Perhitungan rangka batang :

Catatan: Gambar detail pembebanan, dapat dilihat dilampiran Pada buhul A

Fv = 0 - P1 + RAV+ F1 sin 33 = 0 - 2667 + 29337 + 0.55 F1 = 0 F1 = - 48490,91 kg

Fh = 0 F1 cos 33+ F2 = 0 F2 = 40667.9 kg

Pada buhul B

Fv = 0 F3 P2 = 0 F3 = 5334 kg Fh = 0 -F2 + F4 = 0 F4 = 40667.9 kg Pada buhul C Fv = 0 - F1 sin 33 + F5 sin 26+ F3 = 0 26410,04 + 0,438 F5 + 5334 = 0 F5 = -72474,98 kg Pada buhul D Fv = 0 F6 P2 = 0 F6 = 5334 kg Fh = 0 -F4 + F7 = 0 F7 = 40667.9 kg Pada buhul E

Fv = 0 - F5 sin 26 + F8 sin 19+ F6 = 0 31770,94+ 0,326 F8 + 5334 = 0 F8 = -113818,83 kg

Pada buhul F

Fv = 0 F9 P2 = 0 F9 = 5334 kg Fh = 0 -F7 + F10 = 0 F10 = 40667.9 kg Pada buhul G

Fv = 0 - F8 sin 19 + F11 sin 13+ F9 = 0 37055,79 + 0,225 F11 + 5334 = 0 F11 = -188399,07 kg Pada buhul H

Fv = 0 F12 P2 = 0 F12 = 5334 kg Fh = 0 -F10 + F13 = 0

F13 = 40667.9 kg Pada buhul I

Fv = 0 - F11 sin 13 + F14 sin 6+ F12 = 0 42380,57 + 0,105 F14 + 5334 = 0 F14 = - 454424,48 kg Pada buhul J

Fv = 0 F15 P2 = 0 F15 = 5334 kg Fh = 0 -F16 + F13 = 0 F16 = 40667.9 kg Pada buhul K

Fv = 0 - F14 cos 6 + F17 = 0 F17 = -451935.09 kg Tabel 1. Hasil perhitungan gaya batang No. Batang F1 = F32 F2 = F4=F7=F10=F13= F16= F19= F22= F25= F28= F31 F3 = F6= F9= F12= F15= F18= F21= F24= F27= F31 F5 = F29 F8 = F26 Gaya Batang (kg) Tekan - 48490,91 -72474,98 -113818,83 Tarik +40667.9 +5334

F11 = F23 F14 = F20 F17 5. Kontrol dimensi batang

-188399,07 -454424,48 -451935.09

Asumsi-asumsi : Tumpuan (pada masing-masing buhul) merupakan sendi rol. Pada batang berpenampang sama, diambil beban terbesar untuk dianalisis karena tegangan ijin kayu sejajar serat adalah sama (tk// = tr//) Kontrol dimensi: a. Penampang ganda (untuk gelagar induk) Tegangan ijin kayu kelas kuat II, tk// = tr// = 85 kg/cm Beban dari F16, Panjang batang, Dimensi penampang Pu L b/h
y x 350

= +40667.9 kg (terbesar) = 1200 cm = (20/35)cm

200

220

200

Gambar 3. Penampang batang ganda Luas penampang bruto (A) A = 4 x 20 x 35 = 2800 cm Momen lembam minimal satu tampang I1
Ix = 4 bd 20 x35 = 4x 12 12
3 3

= 285833,33 cm4

Menghitung imin ix = 0,289 h = 0,289 x 35 = 10,115 cm


hb 2 It = 2 + 2bh( 0,5a + 0,5b ) 12
3

It = 2 Ig = Ig =

35 x 20 2 + 2 x 20 x35( 0,5 x10 + 0,5 x 20 ) = 361.667 cm4 12


3

h(2b) 12

35(2 x 20) = 186.667 cm4 12

Iy = 0,25(It +3 Ig) Iy = 0,25(361.667 +3 x 186.667) = 230.417 cm4 y = Iy A =

230.417 1.400

= 12,83 cm

Jadi imin = ix = 10,115 cm Cek tegangan tekan: Angka kelangsingan =( Lk/ imin ) = 1200/10,115 = 118,64 = 118,64 = 5,66 (dari interpolasi)

ds = (P/A) = 5,66 x (40667.9/2800) = 82,21 < 85 kg/cm..OK b. Penampang ganda (untuk rangka busur)

Tegangan ijin kayu kelas kuat II, tk// = tr// = 85 kg/cm Beban dari F14, Panjang batang, Dimensi penampang Luas penampang bruto (A) A = 2 (10 x 15) = 300 cm Momen lembam minimal satu tampang, Imin
bd 10 x15 = 2x = 5625 cm4 Ix = 2 12 12
3 3

Pu L b/h

= -454424,48 kg (terbesar) = 1200,7 cm = 10/15 cm

Cek tegangan tekan: imin = 0,289 d = 0,289 x 15 = 4,335 cm Angka kelangsingan = 1200,7/4,335 = = 276,97 = 0,05 (dari interpolasi) ds = (P/A) = 0,05 x (454424,48 / 300) = 75,74 < 85 kg/cm..OK c. Main cable Pu = +5334 kg (terbesar)

=( Lk/ imin )

Beban dari F15,

Panjang, Diameter penampang Kapasitas beban

= 2179 cm = 2,5 cm = 37ton

Dari hitungan didapatkan beban dari F15 = 5334 kg < 37 tonOK

6. Perhitungan sambungan Asumsi-asumsi : Dipakai plat sisi 2 x 10mm, maka kekuatan sambungan ditambah 25 %. Bj kayu = 0.8 (klas kuat II), sambungan temasuk sambungan golongan II dan tampang II ( = 4,3 ). Konstruksi tak terlindung, = 5/6, Beban permanent, = 1 Baut yang digunakan adalah baut dengan diameter, d = 1 = 2,54 cm Pada buhul A

Gaya batang yang bekerja: F1 = - 48490,91 kg F2 = + 40667.9kg Untuk gelagar memanjang (F1 = - 48490,91 kg) Dimensi batang, b = 20 cm, sudut = 0 Menghitung kekuatan satu baut (P1) P1 = 100 x d x b1 x x x 1,25 = 100 x 2,54 x 20 x1 x 5/6 x 1,25 = 5291,67 kg P1 = 200 x d x b2 x x x 1,25 = 200 x 2,54 x 20 x1 x 5/6 x 1,25 = 10.583 kg

P1 = 430 x d2 = 430 x 2,542 x 1,25 = 3.468 kg Jadi kekuatan satu baut 2,54 mm adalah 3.468 kg (terkecil) Menghitung jumlah baut (n) n = F / P1 = 48490,91 / 3.468 = 13.98 dipakai 14 baut 1 = 2,54 cm

Untuk batang diagonal (F2= + 40667.9kg ,) Dimensi batang, b1 = 15 cm, sudut = 33 Menghitung kekuatan satu baut (P1) P1 = 100 x d x b1 x x (1-0,6 sin 33)1,25 = 100 x 2,54 x 20 x1 x 5/6 x 0,4 x 1,25 = 2116,95 kg P1 = 430 x d2 (1-0,6 sin 33)1,25 = 430 x 2,542 x 0,4 x 1,25 = 1387,094 kg Jadi kekuatan satu baut 2,54 mm adalah 1387,094 kg (terkecil) Menghitung jumlah baut (n) n = F/P1 = 40667.9/1387,094 = 29,32 dipakai 29 baut 1 = 2,54 cm

Bab III. Desain Model Jembatan Busur Pejalan Kaki Bentang 132 cm a. Dasar Teori Model Model merupakan suatu pola dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan. b. Kriteria Perancangan c. Jembatan dengan prototipe busur, yang terdiri atas 1 bentang dengan jarak as ke as tumpuan/ perletakan pada kepala jembatan adalah (L) 132 cm dengan tinggi busur puncak 22 cm. d. Lebar jembatan 7 cm. e. Konstruksi yang digunakan yaitu konstruksi jembatan bentang panjang dengan prototipe jembatan busur. f. Bahan yang digunakan adalah Rotan, senar gitar no. 5 dan multiplex g. Sistem struktur Sistem struktur yang digunakan adalah menggunakan system struktur h. Modelisasi Struktur i. Analisa Struktur Beban Hidup (pejalan kaki) = 5 kg (Sesuai persyaratan) = 5 kg / 2 gelagar = 2,5 kg /gelagar Beban Mati Total Beban Pejalan Kaki

Beban akibat berat sendiri struktur menggunakan Rotan jenis Manau (Calamus manan Miquel). kelas I, G = 0,55 Beban gelagar a. Melintang = Menggunakan rotan 3 cm, L = 9 cm

= 23 x ( 0,09 x x 3,14 x 0,032 x 550 ) = 0,804 kg/2 gelagar = 0,402 kg/gelagar b. Memanjang = Menggunakan penampang ganda (rotan

3 cm, L=132 cm) = 2 x 2 ( 1,32 x x 3,14 x 0,032 x 550) = 2,05 kg/2 gelagar = 1,03 kg b cm x 3,14 x 0,032) 550 = 1,096 kg/2 gelagar = 0,548 kg/gelagar d. bresing, menggunakan , Menggunakan rotan 2 cm, L = 7 cm = 8 (0,07 x x 3,14 x 0,032) 550 = 0,217 kg/2 gelagar = 0,1085 kg/gelagar beban plat lantai pelat lantai menggunakan multiplek tebal 3 mm, G = 0,6 = (1,32 x 0,003 x 0,07) x 600 = 0,166 kg/2 gelagar = 0,083 kg/gelagar Kabel, menggunakan string gitar no 5 0,36 mm, G= 0,13, L total = 1,632 cm Beban rangka batang busur, Menggunakan rotan 2 cm, L= 141 = 2 (1,41 x

= (1,632 x x 3,14 x 0,0132 ) 130 = 0,028 kg/2 gelagar = 0,014 kg/gelagar Beban alat penyambung Baut + paku + lem = 1,13 kg / 3 gelagar = 0,565 kg/gelagar Beban tumpuan (sendi rol) Beban untuk tumpuan menggunakan sendi rol yang terbuat dari kayu = 0,765 kg Beban aksesoris Beban untuk aksesoris Total berat sendiri struktur PDL = 6,421 kg < 12 kg.....ok Beban total pada yang bekerja pada tiap bentangan gelagar adalah Ptotal = 2,9155 + 2,5 = 5,4155 5,42 kg/gelagar Beban pada tiap buhul kg Buhul tengah (P2) = 0,493 kg Reaksi tumpuan pada RAV = RBV Buhul tepi (P1) = 2,71 kg = 0,2465 = 0,165 kg

Perhitungan rangka batang :

Catatan: Gambar detail pembebanan, dapat dilihat dilampiran Pada buhul A

Fv = 0 - P1 + RAV+ F1 sin 33 = 0 - 0,2465 + 2,71 + 0.55 F1 = 0 F1 = - 4,48 kg Fh = 0 F1 cos 33+ F2 = 0 F2 = 3,76 kg Pada buhul B

Fv = 0 F3 P2 = 0 F3 = 0,493 kg Fh = 0 -F2 + F4 = 0 F4 = 3,76 kg Pada buhul C

Fv = 0 - F1 sin 33 + F5 sin 26+ F3 = 0 2,44 + 0,438 F5 + 0,493 = 0 F5 = 6,7 kg

Pada buhul D

Fv = 0 F6 P2 = 0 F6 = 0,493 kg Fh = 0 -F4 + F7 = 0 F7 = 3,76 kg Pada buhul E

Fv = 0 - F5 sin 26 + F8 sin 19+ F6 = 0 2,94 + 0,326 F8 + 0,493 = 0 F8 = - 10,53 kg Pada buhul F

Fv = 0 F9 P2 = 0 F9 = 0,493 kg Fh = 0 -F7 + F10 = 0 F10 = 3,76 kg Pada buhul G

Fv = 0 - F8 sin 19 + F11 sin 13+ F9 = 0 3,43 + 0,225 F11 + 0,493 = 0

F11 = -17,43 kg Pada buhul H Fv = 0 F12 P2 = 0 F12 = 0,493 kg Fh = 0 -F10 + F13 = 0 F13 = 3,76 kg Pada buhul I

Fv = 0 - F11 sin 13 + F14 sin 6+ F12 = 0 3,92 + 0,105 F14 + 0,493 = 0 F14 = - 42,03 kg Pada buhul J

Fv = 0 F15 P2 = 0 F15 = 0,493 kg Fh = 0 -F16 + F13 = 0 F16 = 3,76 kg Pada buhul K

Fv = 0 - F14 cos 6 + F17 = 0

F17 = - 41,8 kg Tabel 1. Hasil perhitungan gaya batang No. Batang F1 = F32 F2 = F4=F7=F10=F13= F16= F19= F22= F25= F28= F31 F3 = F6= F9= F12= F15= F18= F21= F24= F27= F31 F5 = F29 F8 = F26 F11 = F23 F14 = F20 F17 Gaya Batang (kg) Tekan - 4,48 -6,7 -10,53 -17,43 -42,03 -41,8 Tarik +3,76 +0,493

j. Kontrol dimensi batang Asumsi-asumsi : Tumpuan (pada masing-masing buhul) merupakan sendi rol. Pada batang berpenampang sama, diambil beban terbesar untuk dianalisis karena tegangan ijin kayu sejajar serat adalah sama (tk// = tr//) Kontrol dimensi: a. Penampang ganda (untuk gelagar induk) Nilai Kekuatan rotan manau kelas I, tk// = tr// kg/cm Beban dari F16, Panjang batang, Dimensi penampang Luas penampang bruto (A) A = x 3,14 x 32 = 7,065 cm Pu L = + 3,76 kg (terbesar) = 12 cm = 3 cm = 421 834

Mencari memen lembam minimun, imin ix = 0,289 d = 0,289 x 3 = 0,867 cm Cek tegangan tarik: Angka kelangsingan = ( Lk/ imin ) = 12/0,867 = 13,84 = 34,6 =0,5184 (dari interpolasi) ds = (P/A) = 0,5184 x ( 3,76/7,065) = 0,276 kg/cm < 421 kg/cm..OK b. Penampang tunggal (untuk rangka busur) Tegangan ijin rotan manau kelas I, tk// = tr// = 85 kg/cm Beban dari F14, Panjang batang, Dimensi penampang Luas penampang bruto (A) A = x 3,14 x 22 = 3,14 cm Pu L = -42,03 kg (terbesar) = 12,7 cm = 2 cm

Mencari memen lembam minimun, imin ix = 0,289 d = 0,289 x 2 = 0,578 cm Cek tegangan tekan: Angka kelangsingan = ( Lk/ imin ) = 12,7/0,578 = 21,97

= 21,97 =0,33 (dari interpolasi) ds = (P/A) = 0,33 x ( 42,03/3,14) = 4,42 kg/cm < 421 kg/cm..OK e. Main cable

menggunakan string gitar no 5 0,36 mm, Beban dari F15, Panjang, Diameter penampang Kapasitas beban Pu L = +5334 kg (terbesar) = 2179 cm = 0,36 mm = 22 kg

Dari hitungan didapatkan beban dari F15 = 0,493 kg < 22 kgOK k. Perhitungan sambungan Asumsi-asumsi : Baut yang digunakan adalah baut dengan diameter, d = 2 mm Paku sebagai pengaku. Lem sebagai perekat. l. Disain komponen dan sambungan Gambar rencana sambungan, dapat dilihat dilampiran

Bab IV. Metode Perakitan Model Jembatan 1. Umum Sebagai tindakan untuk menyelaraskan semua anggota tim dalam kegiatan pelaksanaan, serta agar semua anggota dapat bekerja sama dengan maksimal dan baik guna mencapai ketepatan, ketelitian dan keakuratan hasil kerja, maka perlu dilakukan koordinasi dan tindakan oleh ketua tim. Karena dilapangan, tidak menutup kemungkinan terjadinya perubahan desain maupun metode pelaksanaan baik karena keinginan pemberi tugas, pelaksana ataupun secara teknis tidak dapat dilaksanan Tindakan tersebut antara lain : 1. Mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan. 2. Mendistribusikan tanggung jawab dan wewenang. 3. Memberi pengarahan, penugasan dan motivasi. Manfaat dari fungsi pelaksanaan ini adalah terciptanya keseimbangan tugas, hak dan kewajiban masing-masing bagian dalam tim dan untuk mendorong terciptanya efisiensi serta kebersamaan dalam kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. 2. Pelaksanaan Model Jembatan Tahap-tahap dalam perancangan dan pemasangan model jembatan ini antara lain : a. Persiapan, Identifikasi dan Pemberian Simbol Setiap elemen batang rangka jembatan diberi tanda untuk menunjukan rencana penempatan komponen sturktur, agar setiap batang yang akan disusun dapat diketahui dengan cepat dan tepat dalam waktu ini tim hanya memerlukan waktu 20 menit. b. Penginstalan rangka jembatan

Setelah semua bahan terkumpul dalam satu meja atau lahan yang cukup luas, tim mulai merakitnya. Adapun langkah-langkah dalam pemasangan model jembatan sebagai betrikut : 1) Rangkai batang Rotan yang sudah diberi tanda dengan komponenkomponennya sehingga berbentuk bentang, terutama pada sambungan buhul tepi alokasi waktu yang diperlukan adalah 30 menit. 2) Kaitkatkan sambungan jembatan tersebut antara satu dengan lainnya 15 menit. 3) Pasang tali pemancang yang ada di dalam busur 15 menit. 4) Pasang jembatan pada tumpuan dan/atau abutmentnya 2 menit. 5) Setelah jembatan terpasang, periksa kembali hubungan antara

sambungannya dan media-media lainnya agar jembatan menjadi satu kesatuan yang utuh, estetis, serta kuat secara struktural 2 menit. 6) Pasangkan plat lantai jembatan yang terbuat dari multiplex 3 mm 1 menit . 7) Pasangkan pengaman, sandaran, dan ornamen-ornamen pelengkap lainnya 15 menit. Alokasi waktu yang digunakan untuk merakit model jembatan dari mulai persiapan sampai perakitan selesai dibutuhkan waktu 100 menit( 1 jam 40 menit).

Bab V Rencana Anggaran Biaya Pembuatan Model Jembatan No. Bahan 1 Rotan 3 cm 2. Rotan 2 cm 3. Senar gitar No.5 Volume Sat. m m buah Harga Rp. 13.500 Rp. 10.000 Rp. 7.000 Jumlah Rp. Rp. Rp.

4. Baut 2 mm 5. Multiplex 3 mm 6. Cat 7. Lem kayu 8. asesoris Total Pembulatan Terbilang

0.0924 0.25 0.5 0.5

biji m2 kg kg kg

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

500 22.200 35.000 40.000 50.000

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

BAB VI PENUTUP 2. Kesimpulan Dari hasil perencanaan Jembatan baik model maupun sebenarnya, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
a.

Perencana

dapat

mengetahui

perhitungan

perencanaan jembatan. b. c. Perencana dapat mengetahui dimensi dan jenis Perencana dapat mengetahui kebutuhan material profil berdasarkan data-data perhitungan. yang diperlukan dalam perencanaan jembatan. 3. Saran Sehubungan dengan kurangnya pengalaman perencana dalam

merencanakan jembatan, maka jika ada kesalahan yang disebabkan oleh kekurang telitian perencana atau disebabkan oleh hal-hal lainnya, harap dimaklumi. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi perbaikan selanjutnya.

Daftar pustaka

Jahnel Franz. 2000.Manual of gitar Technologi. The Bold Strummer Ltd. Westport,CT.