Anda di halaman 1dari 24

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 19 TAHUN 2007 TANGGAL 23 MEI 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH

SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

A. Perencanaan program 1. Visi sekolah/madrasah a. Sekolah/madrasah mengembangkannya. b. Visi sekolah/madrasah 1) Dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan dateng; 2) mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan; 3) dirumuskan berdasarkan masukan dari berbagai warga sekolah/ madrasah dan pihak-pihak yang berkepentingan, selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional; 4) diputuskan oleh rapatdewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah sekolah/madrasah; 5) disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan; 6) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. dengan memperhatikan masukan komite merumuskan dan menetapkan visi serta

2. Misi sekolah/madrasah a. Sekolah/madrasah mengembangkannya. b. Misi sekolah/madrasah 1) Memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah/madrasah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional; 2) merupakan tujuan yang akan diciptakan dalam kurun waktu tertentu; 3) menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah; 4) menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah/madrasah; 5) memuat pertanyaan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah/madrasah; 6) memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah/madrasah yang terlibat; 7) dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang merumuskan dan menetapkan misi serta

berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik ang dipimpin oleh kepala

sekolah/madrasah; 8) disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan; 9) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan masyarakat. Visi da Misi sekolah atau madrasah tersebut di atas dipandang telah beorientasi ke masa depan, konsisten dengan perkembangan pendidikan, dan mencerminkan standar keunggulan cita-cita. Visi da misi tersebut telah disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah/madrasah dan stakeholders melalui berbagai cara dan media, sehingga telah dipahami oleh seluruh staf dan telah dijadikan sebagai acua perencanaan kerja, baik pada bidang pada

pengembangan kurikulum, sarana dan prasarana, kesiswaan, hubungan dengan masyarakat, maupun pada bidang-bidang lainnya.1

3. Tujuan sekolah/madrasah a. Sekolah/madrasah mengembangkannya. b. Tujuan sekolah/madrasah: 1) Menggambarkan tingkah kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahun); 2) mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidakan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat; 3) mengacu pada standar kompetesi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah/madrasah dan pemerintah; 4) mengakomodasi masuka dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh rapat dewan pendidik yang dipimpi oleh kepala sekolah atau madrasah; 5) disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan. 4. Rencana kerja sekolah/madrasah a. Sekolah/madrasah membuat: 1) Rencana kerja jangka menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan; 2) Rencana kerja tahunan yang akan dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) diselesaikan berdasarkan rencana jangka menengah. b. Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah/madrasah: merumuskan dan menetapkan tujuan serta

Muhaimin,dkk.2009.Manajemen Pendidikan.Jakarta. Kencan Prenada Media Grup.hlm 233.

1) Disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah/madrasah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Pada sekolah/madrasah swasta rencana kerja ini disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah/madrasah; 2) Dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oelh pihak-pihak terkait. c. Rencana kerja empat tahun dan tahunan disesuaikan dengan persetujua rapat dewan pendidik dan pertimbangan komite sekolah/madrasah. d. Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaa sekolah/madrasah dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. e. Rencana kerja tahunan membuat ketentuan yang jelas mengenai: 1. kesiswaan; 2. kurikulum dan kegiatan pembelajaran 3. pendidik dan tenaga pendidik serta pengembangannya; 4. sarana dan prasarana 5. keuangan dan pembiayaan 6. budaya dan lingkungan sekolah; 7. peran serta masyarakat dan kemitraan; 8. rencana-rencana kerja lain yang mengarahkan kepada peningkatan dan pengembangan mutu.

B. Pelaksanaan rencana kerja 1. Pedoman sekolah/madrasah a. Sekolah/madrasah membuat dan memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dibaca oleh pihak-pihak terkait. b. Perumusan pedoman sekolah/madrasah: 1) Mempertimbangan visi, misi dan tujuan sekolah/madrasah. 2) Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan masyarakat. c. Pedoman pengelolaan sekolah/madrasah meliputi: 1) Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP);
4

2) kalender pendidikan/akademik; 3) struktur organisasi sekolah/madrasah; 4) pembagian tugas di antara guru; 5) pembagian tugas diantara tenaga kepedidikan; 6) peraturan akademik; 7) tata tertib sekolah/madrasah; 8) kode etik sekolah/madrasah 9) biaya operasional sekolah/madrasah d. Pedoman sekolah/madrasah berfungsi sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. e. Pedoman pengelolaan KTSP, kalender pendidikan dan pembagian tugas pendidik dan tenaga kependidikan dievaluasi dalam skala tahunan, sementara lainnya dievaluasi sesuai kebutuhan. 2. Struktur organisasai sekolah/madrasah a. Struktur organisasi sekolah/madrasah berisi tentang sistem

penyelenggaraan dan administrasi yang diuraikan secara jelas dan transparan. b. Semua pimpinan, pendidik, dan tenaga kependidikan mempunyai uraian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas tentang keseluruhan penyelenggaraan dan administrasi sekolah/madrasah. c. Pedoman yang mengatur tentang struktur organisasi

sekolah/madrasah: 1) Memasukan unsur staf administrasi dengan wewenang dan tanggung jawab yang jelas untuk menyelenggarakan

administrasi secara optimal; 2) dievaluasi secara berkala untuk melihat evektifitas mekanisme kerja pengelolaan sekolah; 3) diputuskan oleh kepala sekolah/madrasah dengan

mempertimbangkan pendapat dari komite sekolah/madrasah.

3. Pelaksanaan kegiatan sekolah/madrasah a. Kegiatan sekolah/madrasah: 1) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja tahunan; 2) dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatan yang didasarkan pada ketersediaan sumber daya yang ada. b. Pelaksanaan kegiatan sekolah/madrasah yang tidak sesuai dengan rencana ang sudah ditetapkan perlu mendapatkan persetujuan melalui rapat dewan didik dan komite sekolah/madrasah. c. Kepala sekolah/madrasah mempertanggung jawabkan pelaksanaan

pengelolaan bidang akademik pada rapat dewa pendidik dan bidang non akademik pada rapat komite sekolah/madrasah dalam bentuk laporan pada akhir tahun ajaran yang disampaikan sebelum penyusunan rencana kerja tahunan berikutnya.

4. Bidang kesiswaan a. Sekolah/madrasah menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai proses penerimaan peserta didik yang meliputi: 1) Kriteria calon peserta didik: a) SD/MI berusia sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun,

pengecualian terhadap usia peserta didik yang kurang dari 6 (enam) tahun dilakukan atas dasar rekomendasi tertulis dari pihak yang berkompeten, seperti konselor

sekolah/madrasah maupun psikolog; b) SDLB/SMPLB/SMALB berasal dari peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, intelektual, mental, sensorik, dan/atau sosial; c) SMP/MTs berasal dari lulusan SD, MI, Paket A atau satuan pendidikan bentuk lainnya yang sederajat; d) SMA/SMK, MA/MAK berasal dari anggota masyarakat yang telah lulus dari SMP/MTs, paket B atau satuan pendidikan lainnya yang sederajat.
6

2) Penerimaan peserta didik sekolah/madrasah dilakukan: a) Secara obyektif, transparan, dan akuntabel sebagaimana tertuang dalam aturan sekolah/madrasah; b) tanpa diskriminasi atas dasar pertimbangan gender, agama, etnis, status sosial, kemampuan ekonomi bagi SD/MI, SMP/MTs penerima subsidi dari pemeritahan dan/atau Pemerintah Daerah; c) berdasarkan kriteria hasil ujian nasional bagi SMA/SMK, MA/MAK, dan kriteria tambahan bagi SMK/MAK; d) sesuai dengan daya tampung sekolah/madrasah.

3) Orientasi

peserta

didik

baru

yang

bersifat

akademik

dan

pengenalan lingkungan tanpa kekerasan denga pengawasan guru.

b. Sekolah/madrasah: 1) memberikan layanan konseling kepada peserta didik; 2) melaksanakan kegiata ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik; 3) melakukan pembinaan prestasi unggulan; 4) melakukan pelacaka terhadap alumni.

5. Bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran a. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1) Sekolah/madrasah menyusun KTSP. 2) Penyusun KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan,

Standar Isi, dan peraturan pelaksanaannya. 3) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah, potensi atau karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik. 4) Kepala sekolah/madrasah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP.
7

5) Wakil kepala SMP/MTs dan wakil kepala SMA/SMK/MA/MAK bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP. 6) Setiap guru bertanggungjawab meyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Standar Isi, Standar Kompetesi Lulusan, dan Panduan Penyusunan KTSP. 7) Dalam penusunan silabus, guru dapat bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Lambang Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) atau Perguruan Tinggi. 8) Peyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi, disupervisi, dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB, SMPLB, SMALB, SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Khusus untuk penyusunan KTSP Pendidika Agama (PA) tingkat SD dan SMP dikoordinasi, disupervisi, dan difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama

Kabupaten/Kota, sedangkan untuk SDLB, SMPLB, SMALB, SMA dan SMk oleh Kantor Wilayah Departeme Agama. 9) Penyusun KTSP tingkat MI dan MTs dikoordinasi, disupervisi, dan difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota,

sedangkan MA dan MAK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi.

b. Kalender Pendidikan 1) Sekolah/Madrasah menyusun kalender pendidikan/akademik yang meliputi jadwal pembelajaran, ulangan, ujian, kegiatan ekstrakulikuler, dan hari libur. 2) Penyusunan kalender pendidikan/akademik: a) Didasarkan pada Standar Isi; b) Berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah/madrasah selama satu tahun dan dirinci secara semesteran, bulanan, dan mingguan;

c) Diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah. 3) Sekolah/Madrasah menyusun jadwal penusunan KTSP. 4) Sekolah/Madrasah menyusu mata pelajaran yang dijawabkan pada semester gasal, dan semester genap.

c. Program Pembelajaran 1) Sekolah/Madrasah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya. 2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi

Kelulusan, Standar Isi, dan Peraturan pelaksanaannya, serta Standar Proses dan Standar Penilaian. 3) Mutu pembelajaran di sekolah/madrasah dikembangkan dengan: a) Model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses; b) Melibatkan peserta didik secara aktif, demokratis, mendidik, memotivasi, mendorong kreativitas, dan dialogis; c) Tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan berpikir sehingga dapat melaksanakan aktivitas intelektual yang berupaya berpikir, berargumentasi, mempertanyakan,

mengkaji, menemukan, dan memprediksi; d) Pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara katif dalam proses belajar yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep, tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru. 4) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya agar peserta didik mampu: a) Meningkat rasa ingin tahunya;

b) Mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan; c) Memahami perkembangan pengetahuan dengan kemampuan mencari sumber informasi; d) Mengolah informasi menjadi pengetahuan; e) Meggunakan kepengetahuan untuk menyelesaikan masalah; f) Mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain, dan g) Mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan

proporsi yang wajar. 5) Kepala sekolah/madrasah sesuai bertanggungjawab peraturan terhadap yang kegiatan ditetapkan

pembelajaran pemerintahan. 6)

dengan

Kepala SD/MI/SDLB/SMPLB/SMALB, wakil kepala SMP/MTs, dan wakil kepala SMA/SMK/MA/MAK bidang kurikulum bertanggungjawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran.

7) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya dengan cara: a) Merujuk perkembangan metode pembelajaran mutakhir; b) Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, inovatif, dan tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran; c) Menggunakan fasilitas, peralatan, dan alat bantu yang tersedia secara efektif dan efisien; d) Memperhatikan sifat alamiah kurikulum, kemampuan peserta didik, dan pengalaman belajar sebelumnya yang bervariasi serta kebutuhan khusus bagi peserta didik dari yang mampu belajar dengan cepat sampai yang lambat; e) Memperkaya kegiatan pembelajaran memlalui lintas kurikulum, hasil-hasil penelitian dan penerapannya; f) Mengarahkan kepada pendekatan kompetensi agar dapat menghasilkan lulusan yang mudah beradaptasi, memiliki motivasi, kreatif, mandiri, mempunyai etos kerja yang tinggi,
10

memahami belajar seumur hidup, dan berpikir logis dalam menyelasikan masalah; d. Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik 1) Sekolah/Madrasah menyusun program penilaian hasil belajar yang berkendali, bertanggung jawab dan berkesinambungan. 2) Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada Standar Penilaian Pendidikan. 3) Sekolah/Madrasah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran, dan membuat catatan keseluruhan, untuk menjadi bahan program remedial, klasifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan, laporan kepada pihak yang memerlukan, pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan, dan dokumentasi. 4) Seluruh program penilaian hasil belajar disosialisasikan kepada guru. 5) Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik, berdasarkan data kegagalan/kendala pelaksanaan program termasuk temuan penguji eksternal dalam rangka mendapatkan rencana penilaian yang lebih adil dan bertanggung jawab. 6) Sekolah/Madrasah menetapkan prosedur yang mengatur transparansi sistem evaluasi hasil belajar untuk penilaian formal yang berkelanjutan. 7) Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang telah dinilai. 8) Sekolah/Madrasah mengatur menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional peserta didik yang dan

mekanisme

penyampaian

ketidakpuasan

penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar. 9) Penilaian meliputi semua kompetensi dan materi yang diajarkan. 10) Seperangkat metode penilaian perlu disiapkan dan digunakan secara terencana untuk tujuan diagnostic, formatif, dan somatif. Sesuai dengan metode/stretegi pembelajaran yang digunakan. 11) Sekolah/Madrasah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil belajar sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan.

11

12) Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau, didokumentasikan secraa sistematis, dan digunakan sebagai balikan kepada peserta didik untuk perbaikan secara berkala. 13) Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti kesahihan, keandaian, dan dievaluasi secara periodic utunk perbaikan matode penilaian. 14) Sekolah/Madrasah melaporkan hasil belajar kapada orang tua peserta didik, komite sekolah/madrasah, dan intitusi di atasnya.

e. Peraturan Akademik 1) Sekolah/Madrasah menyusun dan menetapkan Peraturan Akademik. 2) Peraturan Akademik berisi : a) Persyaratan minimal kehadiran siswa untuk mengikuti pelajaran dan tugas dari guru. b) Ketentuan mengenai ulangan, remedial, ujian, kenaikan kelas, dan kelulusan. c) Ketentuan mengenai hak siswa untuk menggunakan fasilitas belajar, laboratorium, perpustakaan, penggunaan buku pelajaran, buku referensi, dan buku-buku perpustakaan. d) Ketentuan mengenai layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran, wali kelas, dan konselor. 3) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.

6. Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan a. Sekolah/Madrasah menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. b. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidik. 1) Disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 2) Dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah, termasuk

pembagian tugas, mengatasi bila terjadi kekurangan tenaga, menentukan


12

system penghargaan, dan pengembangan profesi bagi setiap pendidik dan tengan kependidikan serta menerapakannya secara professional, adil, dan terbuka. c. Pengangkatan pendidikan dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah/madrasah. d. Sekolah/Madrasah perlu mendukung upaya : 1) Promosi pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan asas kemanfaatan, kepatutan, dan profesinalisme. 2) Pengembangan pendidikan dan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu, kebutuhan kurikuluk dan sekolah/madrasah. 3) Penempatan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan baik jumlah maupun kulaifikasinya dengan menetapkan prioritas. 4) Mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain didasarkan pada analisis jabatan dengan diikuti orientasi tugas oleh pimpinan tertinggi sekolah/madrasah yang dilakukan setelah empat tahun, tetapi bisa diperpanjang berdasarkan alas an yang dapat dipertanggungjawabkan, sedangkan untuk tenaga kependidikan tambahan tindakan ada mutasi. e. Sekolah/Madrasah mendayagunakan : 1) Kepala sekolah/madrasah melaksanakan tugas dan tanggungan jawabnya sebagai pimpinan pengelolaan sekolah/madrasah. 2) Wakil kepala SMP/MTs melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah. 3) Wakil kepala SMA/SMK, MA/MAK bidang kurikulum melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola bidang kurikulum. 4) Wakil kepala SMA/SMK, MA/MAK bidang sarana prasarana melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam memgelola sarana prasarana.

13

5) Wakil kepala SMA/SMK, MA/MAK bidang kesiswaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola peserta didik. 6) Wakil kepala SMK bidang hubungan industry melaksanakan tugas dan tanggunga jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industry. 7) Guru melaksankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran yang memotivasi, memfasilitasi, mendidik, membimbing, dan melatih peserta didik sehingga menjadi manusia berkulaitas dan mampu mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya secara optimum. 8) Konselor melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada perserta didik. 9) Pelatih/instruktur melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya memberiakan pelatihan teknis kepada peserta didik pada kegiatan pelatihan. 10) Tenaga perpustakaan melaksanakan tugas dan tanggung

jawabnymelaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan. 11) Tenaga laboratorium melaksanakan tugas dan tanggunga jawabnya

membantu guru mengelola kegiatan praktikum di laboratorium. 12) Teknisi sumber belajar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempersiapkan, merawat memperbaiki sarana dan prasarana. 13) Tenaga admistrasi melaksanakan tugas dan tanggunag jawabnya dalam menyelanggarakan pelayanan administratif. 14) Tenaga kebersihan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan kebersihan lingkungan. 7. Bidang Sarana dan Prasarana a. Sekolah/Madrasah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana. b. Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal:

14

1) Merencanakan, memenuhi dan mendayagunakan sarana dan prasarana ; 2) Mengevaluasi dan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi mendukung proses pendidikan ; 3) Melengkapi fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah/madrasah; 4) Menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat; 5) Pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan . c. Seluruh program pengelolaan saran dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik. d. Pengelolaan sarana dan prasarana sekolah/madrasah: 1) Direncanakan secara sistematis agar selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademik dengan mengacu Standar Sarana dan Prasarana; 2) Dituangkan dalam rencana poko (master plan) yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya. e. Pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah perlu: 1) Menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya; 2) Merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pendidik; 3) Membuka pelayanan minimal enam jam sehari pada hari kerja; 4) Melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan, baik internal maupun eksternal; 5) Menyediakan pelayanan peminjaman dengan perpustakaan dari sekolah/madrasah lain baik negeri maupun swasta. f. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang
15

jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan kerusakan. g. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstrakulikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada Stamdar Sarana dan Prasarana. 8. Bidang Keuangan dan Pembiayaan a. Sekolah/Madrasah menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional yang mengacu pada Standar Pembiayaan. b. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional Sekolah/Madrasah mengatur: 1) Sumber pemasukan, pengeluaran dan jumlah dana yang dikelola; 2) Penyusunan dan pencairan anggaran, serta penggalangan dana di luar dana investasi dan operasional; 3) Kewenangan dan tanggungjawab kepala sekolah/madrasah dalam membelanjakan anggaran pendidikan sesuai dengan peruntukannya; 4) Pembukuan semua penerimaan dan pengeluaran serta penggunaan anggaran, untuk di laporkan kepada komite sekolah/madrasah, serta institusi di atasnya. c. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah/madrasah diputuskan oleh komite sekolah/madrasah dan ditetapkan oleh kepala sekoolah/madrasah serta mendapatkan persetujuan dari institusi di atasnya. d. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah/madrasah disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menjamin tercapainya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel. 9.Budaya dan Lingkungan Sekolah/Madrasah a. Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim dan lingkungan pendidikan yang kondusif untuk pembelajaran yang efisien dalam prosedur pelaksanaan. b. Prosedur pelaksanaan penciptaan suasana, iklim dan lingkungan pendidikan:

16

1) Berisi prosedur tertulis mengenai informasi kegiatan penting minimum yang akan dilaksanakan; 2) Memuat judul, tujuan, lingkup, tanggungjawab dan wewenang, serta penjelasannya; 3) Diputuskan oleh kepala sekolah/madrasah dalam rapat dewan pendidik. c. Sekolah/Madrasah menetapkan pedoman tata tertib yang berisi: 1) Tata tertib pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik, termasuk dalam hal menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana pendidkan; 2) Petunjuk, peringatan, dan larangan dalam berperilaku di Sekolah/Madrasah, serta pemberian sangsi bagi wargayang melanggar tata tertib. d. Tata tertib sekolah/madrasah ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan masukan komite sekolah/madrasah, dan peserta didik. e. Sekolah/Madrasah menetapkan kode etik warga sekolah/madrasah yang memuat norma tentang: 1) Hubungan sesama warga di dalam lingkungan sekolah/madrasah dan hubungan antara warga sekolah/madrasah dengan masyarakat; 2) System yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi dan sangsi bagi yang melanggar. f. Kode etik sekolah/madrasah ditanamkan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menegakkan etika sekolah/madrasah. g. Sekolah/Madrasah perlu memiliki program yang jelas untuk meningkatkan kesadaran beretika bagi semua warga sekolah/madrasahnya. h. Kode etik sekolah/madrasah yang mengatur peserta didik memuat norma untuk: 1) Menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya; 2) Menghormati pendidik dan tenaga kependidikan; 3) Mengikuti proses pembelajaran dengan menjunjung tinggi ketentuan pembelajaran dan mematuhi semua peraturan yang berlaku;

17

4) Memelihara kerukunan dan kedamaian untuk mewujudkan harmoni sosial di antara teman; 5) Mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi sesame; 6) Mencintai lingkungan, bangsa, dan negara; serta 7) Menjaga dan memelihara sarana dan prasarana, kebersihan, ketertiban, keamanan, keindahan, dan kenyamanan sekolah/madrasah. i. Peserta didik dalam menjaga norma pendidikan perlu mendapat bimbingan dengan keteladanan, pembinaan dengan membangun kemauan, serta pengembangan kreativitas dari pendidik dan tenaga kependidikan j. Kode etik sekolah/madrasah yang mengatur guru dan tenaga kependidikan memasukkan larangan bagi guru dan tenaga kependidikan, secara perseorangan maupun kolektif, untuk: 1) Menjual buku pelajaran, seragam/bahan pakaian sekolah/madrasah, dan/atau perangkat sekolah lainnya baik secara langsunga maupun tidak langsung kepada peserta didik; 2) Memungut biaya dalam memberikan bimbingan belajar atau les kepada peserta didik; 3) Memungut biaya dari peserta didik baik secara langsung maupun tidak langsung yang bertentangan dengan peraturan dan undang-undang; 4) Melakukan sesutau baik secara langsung maupun tidak langsung yang mencederai integritas hasil Ujian Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional. k. Kode etik sekolah/madrasah diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.
10. Peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah/madrasah a. Sekolah/madrasah melibatkan warga dan masyarakat pendukung sekolah /madrasah dalam mengelola pendidikan. b. Warga sekolah/madrasah dilibatkan dalam pengelolaan akademik. c. Masyarakat pendukung sekolah/madrasah dilibatkan dalam pengelolaan non-akademik. d. Keterlibat peran serta warga sekolah/madrasah dan masyarakat dalam pengelolaan dibatasi pada kegiataan tertentu yang diterapkan.

18

e. Setiap sekolah/madrasah menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relavan, berkaitan dengan input,output, dan pemanfaatan lulusan. f. Kemitraan sekolah/madrasah dilakukan dengan lembaga pemerintah atau nonpemerintah. g. Kemitraan SD/MI/SDLB atau yang setara dilakukan minimal dengan SMP/MTs/SMPLB atau yang setara,serta dengan TK/RA/BA atau yang setara dilingkunganya. h. Kemitaraan SMP/MTs/SMPLB, atau yang dilakukan minimal dengan

SMA/SMK/SMALB,MA/MAK,SD/MI atau yang setara, serta dunia usaha dan dunia industry. i. Kemitraan SMA/SMK,MA/MAK, atau yang setara dilakukan minimal dengan perguruaan tinggi,SMP/MTs, atau yang setara, serta dunia usaha dan dunia industri di lingkungannya. C.PENGAWASAN DAN EVALUASI Monitoring dan evaluasi pada dasarya terdiri atas dua aspek kegiatan, yaitu monitoring dan evaluasi. Meskipun kedua istilah tersebut sering kali dipandang memiliki satu pengertian, sesungguhnya masing-masing memiliki makna dan fokus yang agak berbeda. Monitoring merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengawasi atau memantau proses dasn perkembangan pelaksanaan program sekolah atau madrasah untuk tujuan supervisi, untuk mengetahui apakah program sekolah atau madrasah berjalan sebagaimana yang direncanakan. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui apakah program sekolah / madrasah mencapai sasaran yang diharapkan.2 a. Sekolah/madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif, bertanggung jawab dan berkelanjutan. b. Penyusunaan program pengawasan di sekolah/madrasah didasarkan oleh standar nasional pendidikan c. Program pengawasan disosialisasikan keseluruh pendidik dan tenaga kependidikan d. Pengawasan pengelolaan sekolah/madrasah meliputi pemantauan, supervise, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut hasil pengawasaan. e. Pemantauan pengelolaan sekolah/madrasah dilakukan oleh komite sekolah/madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara

Muhaimin,dkk.2009.Manajemen Pendidikan.Jakarta. Kencan Prenada Media Grup.hlm 233.

19

teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi, efektifitas, dan akuntabilitas pengelolaan. f. Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah. g. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang di tujukan kepada kepala sekolah/madrasah dan orang tua wali peserta didik h. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang tujukan kepada

sekolah/madrasah,secara terus menerus melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan i. Kepala sekolah/madrasah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah/madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester j. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasaan di sekolah kepada bupati/walikota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan, setelah di konfirmasikan pada sekolah terkait k. Pengawas madrasahmelaporkan hasil pengawasaan di madrasah kepada kantor departemen agama kabupaten/kota dan madrasah yang bersangkutan, setelah dikonfirmasikan kepada madrasah terkait. l. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasaan menindak lanjuti laporan hasil pengawasaan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/madrasah, termasuk memberikan sanksi atau penyimpangan yang di temukan m. Sekolah/madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan,

supervise, evaluasi, dan pelaporan serta catatan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/madrasah, keseluruhan 2. Evaluasi Diri a. Sekolah/madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/madrasah b. Sekolah/madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur, menilai kinerja, dan melakukan perbaikan dalam pelaksanaan standar nasional pendidikan c. Sekolah/madrasah melaksanakan : 1) Evaluasi proses pembelajaraan secara periodik, sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun, pada akhir semester akademik 20 dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara

2) Evaluasi program kerja tahunan secara periodic sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun, pada akhir tahun anggaran sekolah/madrasah d. Evaluasi diri sekolah/madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data informasi yang sahih. 3. Evaluasi dan Pengembangan KTSP Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara : a. Koprensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir b. Berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta perubahan sistem pendidikan, maupun perubahan social c. Integratif dan monolik sejalan dengan perubahan dalam tingkat pelajaran d. Menyeluruh dalam melibatkan berbagai pihak meliputi : dewan pendidik, komite sekolah/madrasah, pemakai lulusan, dan alumni 4. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Evaluasi pendayagunaan pendidikan dan tenaga kependidikan direncanakan secara koprensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada standar pendidik dan tenaga kependidikan b. Evaluasi pendayagunaan pendidikan dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian, keseimbangan beban kerja, dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas c. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahanperubahan peserta didik 5. Akreditasi Sekolah/Madrasah a. Sekolah/madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku b. Sekolah/madrasah meningkatkan status akreditasi, dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi c. Sekolah/madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaanya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi.

21

D. Kepemimpinan Sekolah/Madrasah 1. setiap sekolah/madasah dipimpin oleh setiap kepala sekolah/madrasah 2. kriteri untuk menjadi kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah berdasarkan ketentuan dalam standar pendidik dan tenaga kependidikan 3. kepala SMP/MTs/SMPLB dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala

sekolah/madrasah 4. kepala SMA/MA di bantu minimal tiga kepala sekolah/madrasah untuk bidang akademik, sarana-Prasarana, dan kesiswaan. Sedangkan kepala SMK dibantu empat wakil

kepala sekolah untuk bidang akademik, sarana-prasarana, kesisewaan, dan hubungan dunia usaha yang dan dunia industri. taraf Dalam hal tertentu atau kepala

sekolah/madrasah

masih

dalam

pengembangan,

sekolah/madrasah dapat menugaskan guru untuk melaksanakan fungsi wakil kepala sekolah/madrasah. 5 Wakil kepala sekolah/madrasah dipilih oleh dewan pendidik, dan proses pengangkatan serta keputusannya, dilaporkan secara tertulis oleh kepala sekolah/madrasah sekolah/madrasah. 6 Kepala dan wakil sekolah/madrasah memilki kemampuan yaitu seperangkat penegtahuan,keterampilan, dan perilaku yang dimilki, dihayati, dikuasai, dan diwujudkannya dalam melaksanakan tugas keprofesional sesuai dengan Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan. 7 Kepala sekolah/madrasah : a. Menjabarkan visi ke dalam misi target mutu ; b. Merumuskan tujuan target mutu yang akan dicapai; c. Menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan swasta, institusi dimaksud adalah penyelenggara

sekolah/madrasah. d. Membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu. e. Bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekola/madrasah.

22

f. Melibatkan guru, komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah/madrasah. Dalam hal sekolah/madrasah swasta, pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggra sekolah/madrasah. g. Berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat. h. Menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik; i. Menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik; j. Bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum; k. Melaksanakan dan merumuskan program super visi, serta memanfaatkan hasil supervisi untuk menigkatkan kinerja sekolah/madrasah; l. Menigkatkan mutu pendidikan; m. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya; n. Memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan dan pelaksanaan visi

pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan dikung oleh komunitas sekolah/madrasah. o. Membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembeljaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan; p. Menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya

sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efesien dan efektif; q. Menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, komite sekolah/ madrsah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya masyarakat. r. Memberi contoh/ teladan/ tindakan yang bertanggung jawab. 8. Kepala sekolah/madrasah dapat mendelegasikan sebagian tugas dan

kewenangan kepada wakil kepala sekolah/madrsah sesuai dengan bidangnya.


23

E. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 1. Sekolah/madrasah : a. Mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif, efisien dan akuntabel; b. Menyediakan fasilitas informasi yang efesien, efektif dan mudah diakses. c. Menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi atau pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah/madrasah baik secara lisan maupun tertulis dan semuanya direkam dan didokumentasikan; d. Melaporkan data informasi/madrasah yng telah terdokumentasikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 2. Komunikasi antar warga sekolah/madrasah di lingkungan sekolah/madrasah dilaksanakan secara efisien dan efektif. F. PENILAIAN KHUSUS Keberadaan sekolah/madrasah yang pengelolaannya tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan dapat memperoleh pengakuan pemerintah atas dasar rekomendasi BSNP.3 1. Tenaga pendidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. 2. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen , konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kehususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggrakan pendidikan. 3. Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. 4. Kurikulum tinkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. 5. Pemerintahan adalah Pemerintahan Pusat. 6. Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang pendidikan.
3

M. Yuhan yusuf.2007.Standar pengelolaan pendidikan.Jakarta:BSNP.hlm 39.

24