Anda di halaman 1dari 18

Penemuan Gelombang Elektromagnetik 1

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Arus listrik dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Ini
dikenal sebagai gejala induksi magnet. Peletak dasar konsep ini adalah Oersted
yang telah menemukan gejala ini secara eksperimen dan dirumuskan secara
lengkap oleh Ampere. Gejala induksi magnet dikenal sebagai Hukum Ampere.
Kedua, medan magnet yang berubah-ubah terhadap waktu dapat
menghasilkan (menginduksi) medan listrik dalam bentuk arus listrik. Gejala ini
dikenal sebagai gejala induksi elektromagnet. Konsep induksi elektromagnet
ditemukan secara eksperimen oleh Michael Faraday dan dirumuskan secara
lengkap oleh Joseph Henry. Hukum induksi elektromagnet sendiri kemudian
dikenal sebagai Hukum Faraday-Henry
Dari kedua prinsip dasar listrik magnet di atas dan dengan
mempertimbangkan konsep simetri yang berlaku dalam hukum alam, James
Clerk Maxwell mengajukan suatu usulan. Usulan yang dikemukakan Maxwell,
yaitu bahwa jika medan magnet yang berubah terhadap waktu dapat
menghasilkan medan listrik maka hal sebaliknya boleh jadi dapat terjadi.
Dengan demikian Maxwell mengusulkan bahwa medan listrik yang berubah
terhadap waktu dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Usulan
Maxwell ini kemudian menjadi hukum ketiga yang menghubungkan antara
kelistrikan dan kemagnetan.
Keberadaan gelombang elektromagnetik didasarkan pada hipotesis
Maxwell James Clark Maxwell dengan mengacu pada 3 fakta relasi antara
listrik dan magnet yang sudah ditemukan oleh para ilmuwan sebelumnya.
Beberapa percobaan awal mengenai hubungan antara listrik dan magnet
adalah:
1. Percobaan Oersted yang berhasil membuktikan : arus listrik dalam
konduktor menghasilkan medan magnet disekitarnya (jarum kompas
menyimpang bila di dekatkan pada kawat yang dialiri arus listrik)
Penemuan Gelombang Elektromagnetik 2

2. Percobaan Faraday yang berhasil membuktikan batang konduktor yang
menghasilkan GGL induksi pada kedua ujungnya bila memotong medan
magnet.
3. Percobaan Faraday yang menunjukkan perubahan fluks magnetik pada
kumparan menghasilkan arus induksi dalam kumparan tersebut
Didasarkan pada penemuan Faraday Perubahan Fluks magnetik dapat
menimbulkan medan listrik dan arus pergeseran yang sudah dihipotesakan
Maxwell sebelumnya, maka Maxwell mengajukan suatu hipotesa baru : Jika
perubahan fluks magnet dapat menimbulkan medan listrik maka perubahan
Fluks listrik juga harus dapat menimbulkan medan magnet . Hipotesa ini
dikenal dengan sifat simetri medan listrik dengan medan magnet.

I.2. Rumusan Masalah
Bagaimana sejarah ditemukannya gelombang elektromagnetik ?

I.3. Standar kompetensi, Kompetensi dasar dan Tujuan
Standar Kompetensi
Mahasiswa memahami pertumbuhan dan perkembangan gagasan serta
pandangan tentang alam melalui perkembangan konsep dan prinsip fisika.
Kompetensi Dasar
Agar mahasiswa dapat:
1. Mengetahui sejarah penemuan konsep gelombang elektromagnetik
2. Memahami penemuan konsep gelombang elektromagnetik

Tujuan :
1. Menyebutkan biografi Maxwell dan Hertz
2. Menjelaskan metode ilmiah : studi literatur gelombang elektromagnetik
Maxwell
3. Menjelaskan proses penemuan teori gelombang elektromagnetik Maxwell
Penemuan Gelombang Elektromagnetik 3

4. Menyebutkan produk penemuan teori gelombang elektromagnetik
Maxwell
5. Menjelaskan pemikiran awal Hertz mengenai teori Maxwell
6. Menjelaskan metode penemuan gelombang elektromagnetik Hertz
7. Menjelaskan proses penemuan gelombang elektromagnetik Hertz
8. Menyebutkan produk penemuan gelombang elektromagnetik Hertz
9. Menyebutkan pemanfaatan gelombang elektromagnetik dalam bidang
teknologi
10. Menyebutkan aplikasi gelombang elektromagnetik






















Penemuan Gelombang Elektromagnetik 4

II. PEMBAHASAN

2.1. Biografi James Clerk Maxwell dan Henrich Rudolf Hertz
James Clerk Maxwell (1831-1879)
James Clerk Maxwell dilahirkan pada 13 Juni
1831 di Edinburgh, Skotlandia. Kuliah di Universitas
Edinburgh dan tamat Universitas Cambridge. Maxwell
umumnya dianggap teoritikus terbesar di bidang fisika
dalam seluruh masa antara Newton dan Einstein.
Pekerjaan Maxwell yang penting yang dilakukan
ketika ia berumur duapuluhan memperlihatkan bahwa
cincin Saturnus harus terdiri dari partikel padat yang
kecil (teori-teori astronomi).
Kemudian ia mempelajari teori kinetic gas, dan ia berhasil memberikan
sumbangan yang mendasar dalam teori ini ketika ia mengajar di University
of London. Maxwell menyadari bahwa tidak semua molekul gas bergerak
pada kecepatan sama.
Kemasyhuran Maxwell yang paling menonjol terletak pada sumbangan
pikirannya yang dahsat di bidang elektromagnetik. Dalam tahun 1864 dan
1873 ia mengembangkan gambaran teoritis yang mengemukakan bahwa
kelistrikan dan kemagnetan muncul sebagai dua aspek dari gejala yang
sama. Atas dasar teorinya inilah ia meramalkan adanya gelombang
elektromagnetik yang menjalar dengan kelajuan cahaya. Ketika ia berumur
43 tahun, ia menjadi direktur Cavendish Laboratory di Cambridge, tempat
banyak ditemukannya cikal bakal fisika modern.
Henrich Rudolf Hertz
Henrich Rudolf Hertz atau yang lebih dikenal
dengan nama Hertz adalah Fisikawan Jerman yang
dilahirkan di sebuah kota kecil di Jerman pada tanggal
22 Februari 1857. Beliau merupakan fisikawan Jerman
yang menemukan pengiriman energi listrik dari dau
titik (point) tanpa kabel. Penemuan beliau yang paling
mutakhir adalah Elektric Change Jump (perpindahan
loncatan elektrik)
Penemuan Gelombang Elektromagnetik 5

Nama beliau diabadikan dalam satuan SI untuk frekuensi (f), yaitu: hertz..
Henrich Rudolf Hertz wafat pada tanggal 1 januari 1879.

2.2. Metode Ilmiah : Studi Literatur Gelombang Elektromagnetik Maxwell
a. Pengumpulan data
1. Konsep Hukum Coulomb
Hukum Coulomb mengemukakan Muatan listrik statik dapat
menghasilkan medan listrik. Pada Persamaan Hukum Coulomb,
Medan listrik memancar dari muatan listrik.
Persamaan matematisnya adalah
) . (
0
c

= V E

2. Konsep Hukum Biot & Savart
Hukum Biot & Savart mengemukakanAliran muatan listrik (arus
listrik) dapat menghasilkan medan magnet dan Tidak ada kutub-kutub
magnetik yang terpisah
Persamaan matematisnya adalah ( ) 0 . = V B

3. Konsep Hukum Ampere
Medan-medan magnetik melingkar dihasilkan oleh perubahan-
perubahan medan listrik dan oleh arus-arus listrik.
Persamaan matematisnya adalah
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
c
c
+ = V
t
E
J B x
0
c

4. Konsep Hukum Faraday
Hukum Faraday mengemukakan Perubahan medan magnet dapat
menghasilkan medan listrik
Persamaan matematisnya adalah
|
.
|

\
|
c
c
= V
t
B
E x

b. Analisis Data
Dari beberapa konsep yang berkaitan dengan listrik dan magnet yang telah
dikumpulkan, konsep hukum Faraday berhasil menginspirasi James Clarck
Maxwell untuk penemuan gelombang elektromagnetik. Maxwell memakai
operasi matematika, yaitu persamaan hukum Faraday dicurlkan.
Prosesnya adalah sebagai berikut :

() (

)
Penemuan Gelombang Elektromagnetik 6

( ) ( ) ( )
s m x v
vakum as permitivit dan vakum tas permeabili oleh ditentukan
v
r shcrodinge gelombang umum persamaan
t
E
v
E
r shcrodinge gelombang umum persamaan dengan identik
t
E
E
t
E
t
E
Nabla operasi identitas dari diperoleh E B x
t
E E
/ 10 999 , 2
1
,
1
,
1
,
) ( . , .
8
0 0
0 0 0
2
2
2
2
2
0
2
0
2
2
= =
=
c
c
= V
c
c
= V
|
.
|

\
|
c
c
c
c
= V
V V V
c
c
= V V V
c
c c
c
c


2.3. Proses Penemuan Teori Gelombang Elektromagnetik Maxwell
Didasarkan pada penemuan Faraday Perubahan Fluks magnetik
dapat menimbulkan medan listrik dan arus pergeseran yang sudah
dihipotesakan Maxwell sebelumnya, maka Maxwell mengajukan suatu
hipotesa baru : Jika perubahan fluks magnet dapat menimbulkan medan
listrik maka perubahan Fluks listrik juga harus dapat menimbulkan medan
magnet . Hipotesa ini dikenal dengan sifat simetri medan listrik dengan
medan magnet.
Maxwell mengemukakan bahwa laju perubahan medan listrik sangat
mempengaruhi besar magnet yang dibangkitkan dan sebaliknya. Akan
dibangkitkan suatu medan magnet jika terjadi perubahan medan listrik.
Perubahan medan listrik ini akan menghasilkan medan magnet yang berubah-
ubah terhadap waktu dan demikian seterusnya terjadi proses berantai
pembentukan medan magnet dan medan listrik yang merambat ke segala
arah. Kemudian, Maxwell mengemukakan pula bahwa perubahan medan
listrik dan medan magnet akan menghasilkan suatu gelombang medan listrik
dan gelombang medan magnet yang dapat menyebar dan merambat dalam
ruang disebut sebagai gelombang elektromagnetik
Menurut Maxwell, kecepatan rambat gelombang elektromagnetik
dirumuskan sebagai berikut :


Penemuan Gelombang Elektromagnetik 7

Ternyata perubahan medan listrik menimbulkan medan magnet yang
tidak tetap besarannya atau berubah-ubah. Sehingga perubahan medan
magnet tersebut akan menghasilkan lagi medan listrik yang berubah-ubah.
Proses terjadinya medan listrik dan medan magnet berlangsung secara
bersama-sama dan menjalar kesegala arah. Arah getar vektor medan listrik
dan medan magnet saling tegak lurus. Jadi gelombang elektromagnetik adalah
gelombang yang dihasilkan dari perubahan medan magnet dan medan listrik
secara berurutan, dimana arah getar vektor medan listrik dan medan magnet
saling tegak lurus.


E = medan listrik (menjalar vertikal)
B = medan magnet (menjalar horizontal.)

Ketika terdapat perubahan medan listrik (E), akan terjadi perubahan medan
magnetik (B). Perubahan medan magnetik ini akan menimbulkan kembali
perubahan medan listrik dan seterusnya. Maxwell menemukan bahwa
perubahan medan listrik dan perubahan medan magnetik ini menghasilkan
gelombang medan listrik dan gelombang medan magnetik yang dapat
merambat di ruang hampa. Gelombang medan listrik (E) dan medan magnetik
(B) inilah yang kemudian dikenal dengan nama gelombang elektromagnetik
(GEM).

2.4. Produk Penemuan Teori Gelombang Elektromagnetik Maxwell
a. Fakta/ gejala
Apabila dua bola isolator bermuatan digetarkan, maka akan menghasilkan
gelombang elektromagnetik.
b. Konsep
Medan listrik (E), medan magnetic (B), kecepatan cahaya (c = m/s), laju
perubahan medan listrik, gelombang medan listrik, gelombang medan
magnet dan gelombang elektromagnetik.
Penemuan Gelombang Elektromagnetik 8

c. Prinsip
Medan listrik dan medan magnetic selalu saling tegak lurus dan keduanya
tegak lurus terhadap arah perambatan gelombang.
d. Teori
James Clerk Maxwell, seorang ahli Fisika dari Scotlandia menelusuri
masalah gejala-gejala kelistrikan dan kemagnetan yang erat hubungannya
satu sama lain. Faraday menemukan bahwa perubahan medan magnetic
haruslah menghasilkan medan listrik. Menurut Maxwell perubahan medan
listrik haruslah menghasilkan medan magnetic. Berdasarkan anggapan
itulah muncul hipotesis bahwa karena perubahan medan magnet dapat
menimbulkan medan listrik, maka sebaliknya perubahan medan listrik pun
akan dapat menimbulkan medan magnet.
Ketika medan listrik dan medan magnetic merambat dalam satu arah saja,
maka perubahan medan listrik dan medan magnetic menghasilkan
gelombang elektromagnetik (gambar 1), dan energi elektromagnetik terbagi
sama dalam bentuk medan magnetic dan medan listrik.

Medan listrik dan medan magnetic selalu saling tegak lurus, dan
keduanya tegak lurus terhadap arah perambatan gelombang. Jadi,
gelombang elektromagnetik termasuk gelombang transversal.
Besarnya kecepatan rambat gelombang elektromagnetik sama dengan
besarnya kecepatan cahaya dapat ditentukan dengan rumus:
0 0
1
c
= c
c = cepat rambat cahaya dalam vakum
0
= permeabilitas magnet vakum
7
10 4 (

x t wb/Am)
0
c = permeabilitas listrik vakum ( 8,85418 x 10
-12
C
2
/Nm
2
)

Penemuan Gelombang Elektromagnetik 9

2.5. Pemikiran Awal Hertz Mengenai Teori Maxwell

Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali
dijelaskan pada 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal
Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik (bahasa Inggris: A
dynamical theory of the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja
penelitiannya antara 1861 dan 1865. Pada 1878 David E. Hughes adalah
orang pertama yang mengirimkan dan menerima gelombang radio ketika di
menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ke
telepon buatannya. Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal
Society pada 1880 tapi hanya dibilang itu cuma merupakan induksi.
Heinrich Rudolf Hertz, antara 1886 dan 1888, pertama kali
membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi
radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang
Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat
diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang.
Gelombang elektromagnetik ditemukan oleh Heinrich Hertz. Setiap muatan
listrik yang memiliki percepatan memancarkan radiasi elektromagnetik. Waktu
kawat (atau panghantar seperti antena) menghantarkan arus bolak-balik,
radiasi elektromagnetik dirambatkan pada frekuensi yang sama dengan arus
listrik. Bergantung pada situasi, gelombang elektromagnetik dapat bersifat
seperti gelombang atau seperti partikel.
Sebagai gelombang, dicirikan oleh kecepatan (kecepatan cahaya),
panjang gelombang, dan frekuensi. Kalau dipertimbangkan sebagai partikel,
mereka diketahui sebagai foton, dan masing-masing mempunyai energi
berhubungan dengan frekuensi gelombang ditunjukan oleh hubungan Planck

h ialah konstanta Planck ( 6.626 10
34
J s ) dan adalah frekuensi
gelombang. Einstein kemudian memperbarui rumus ini menjadi E
photon
= h.
Hertz mencoba membuat rangkaian pemancar sederhana dengan bantuan
trafo untuk memperkuat tegangan dan kapasitor sebagai penampung
muatannya. Karena ada arus pergeseran pada gap pemancar, diharapkan ada
radiasi gelombang elektromagnetik yang akan dipancarkan. Karena secara
teori, dari percikan yang muncul akan dihasilkan gelombang elektromagnetik.
Kemudian, pada rangkaian loop penerima yang hanya berupa kawat berbentuk
lingkaran yang tanpa diberikan sumber tegangan apapun, ternyata muncul
percikan listrik pada gap-nya. Ini membuktikan ada listrik yang mengalir
melalui radiasi suatu benda.yang akhirnya terhantarkan ke loop.
Penemuan Gelombang Elektromagnetik 10

Karena merasa belum puas, Hertz mencoba untuk menghitung frekuensi
pada loop. Ternyata frekuensi yang dihasilkan sama dengan frekuensi
pemancar. Ini artinya listrik pada loop berasal dari pemancar itu sendiri.
Dengan ini terbuktilah adanya radiasi gelombang elektromagnetik Maxwell.
Percobaan Hertz ini juga memicu penemuan telegram tanpa kabel dan radio
oleh Marconi. Rangkaian ini ada dalam kaca quartz untuk menghindari sinar
UV.

2.6. Metode Penemuan Gelombang Elektromagnetik Hertz

1. Perencanaan Percobaan
Hertz membuat alat yang dapat menghasilkan elektromagnet jika
dihubungkan dengan lengkungan kawat yang akan menghasilkan tegangan atau
loncatan api.
Alat yang digunakan adalah sbb:



Cara Kerja :
Ketika sakelar S digetarkan, induktor (kumparan) Ruhmkorf menginduksikan
pulsa tegangan pada kumparan kedua yang terhubung pada dua buah elektrode
bola. Akibatnya, muatan listrik loncat secara bolak-balik dari satu bola ke bola
lainnya dan menimbulkan percikan. Ternyata, kedua elektrode bola pada cincin
kawat di sebelahnya juga menampakkan percikan. Ini menunjukkan bahwa
energi gelombang yang dihasilkan oleh gerak bolak balik muatan pada kedua
elektrode pertama telah berpindah kepada elektrode kedua pada cincin kawat.
Gelombang ini kemudian diukur kecepatannya dan tepat sama dengan hasil
perhitungan Maxwell, yakni 3 10
8
m/s

2. Pengumpulan Data
a. Elektromagnet dapat dihasilkan karena adanya getaran atau vibrasi dari
inti besi yang dialiri arus listrik.
b. Kawat dapat menghantarkan arus listrik dari inti besi menghasilkan
magnet berupa garis-garis gaya magnet.
Penemuan Gelombang Elektromagnetik 11

3. Menganalisa
Loncatan api dapat mengukur kecepatan rambat energi yang besarnya sama
dengan kecepatan cahaya

4. Menarik Kesimpulan
a. Loncatan api adalah gelombang elektromagnetik.
b. Kecepatan rambat energi loncatan api besarnya sama dengan kecepatan
rambat cahaya.

2.7. Proses Penemuan Gelombang Elektromagnetik Hertz
1. Observasi / Pengamatan
Medan Magnet dapat dihasilkan oleh muatan listrik.
2. Interpretasi
Rumus :

Dimana : E = Energi foton
h = konstanta Planck

(6,626 x 10
-34
J.s)
= frekuensi gelombang

Jadi : besarnya frekuensi gelombang elektromagnetik berbanding lurus
dengan energi foton yang didapatkan.
2.8. Produk Penemuan Gelombang Elektromagnetik Hertz
1. Konsep
a. Cahaya
b. Gelombang elektromagnetik
2. Prinsip
Cahaya adalah salah satu bentuk gelombang elektromagnetik
3. Teori
Gelombang elektromagnetik dicirikan oleh kecepatan (kecepatan cahaya),
panjang gelombang, dan frekuensi. Kalau ditimbangkan sebagai partikel,
gelombang diketahui sebagai foton, dan masing-masing mempunyai energi
berhubungan dengan frekuensi gelombang ditunjukkan oleh hubungan
Planck


Dimana : E = Energi foton
h = konstanta Planck

(6,626 x 10
-34
J.s)
= frekuensi gelombang

Penemuan Gelombang Elektromagnetik 12

2.9. Pemanfaatan Gelombang Elektromagnetik
Penemuan gelombang elektromagnetik pada akhir abad 19 merupakan cikal
bakal perkembangan teknologi di bidang komunikasi, kedokteran, penginderaan jarak
jauh maupun bidang industri.
1. Sinar gamma
Banyak digunakan dalam bidang industri pengawetan makanan, produk industri
dan lain-lain

2. Sinar X
Sinar X sangat berperan dalam mendapatkan informasi tentang mikroskopi
atom dan molekul seperti penentuan struktur molekul menggunakan sinar X
dengan panjang gelombang yang sangat pendek.

3. Sinar Ultra violet
Sinar ultraviolet sering digunakan pada kandungan unsure-unsur dalam suatu
bahan melalui teknik spektroskopi.

4. Sinar Tampak
Sinar tampak adalah sinar yang dapat membantu penglihatan manusia.

5. Sinar Inframerah
Digunakan untuk kegiatan pemotretan permukaan bumi oleh pesawat udara yang
terbang tinggi atau oleh satelit dan untuk mempelajari struktur molekul suatu zat
menggunakan alat yang disebut spretometer inframerah.

6. Gelombang Mikro
Gelombang mikro dalam bentuk gelombang televisi dan gelombang radar banyak
digunakan dalam sistem komunikasi, sistem deteksi dan system pertahanan.

7. Gelombang Radio
Gelombang radio banyak dimanfaatkan dalam sarana komunikasi, membawa
informasi dan berita dari stu tempat ke tempat lain.

2.10. Aplikasi Gelombang Elektromagnetik
1. RADAR
Sistem radar banyak dimanfaatkan oleh pesawat terbang dan kapal selam.
Dengan adanya radar, pesawat terbang dan kapal selam mampu mendeteksi
keberadaan objek lain yang dekat dengan mereka. Di saat cuaca buruk di
Penemuan Gelombang Elektromagnetik 13

mana terjadi badai dan gangguan cuaca yang dapat mengganggu pengelihatan,
keberadaan radar dapat membantu navigasi pesawat terbang untuk
mengetahui arah dan posisi mereka dari tempat tujuan pendaratan.
2. Komunikasi Satelit
Dengan gelombang mikro, yaitu: VHF (Very High frequency) dan UHF
(Ultra High Frequency). Biasanya dipakai pada siaran/ stasiun televisi.
3. Komunikasi Bergerak
4. Komunikasi Serat Optik
5. Penginderaan jarak jauh
6. Permasalahan kompatibilitas EM (EMC)














Penemuan Gelombang Elektromagnetik 14

III. PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Berdasarkan Hukum Faraday, Maxwell mengemukakan hipotesa
sebagai berikut: Perubahan medan listrik dapat menimbulkan medan
magnet. Hipotesa ini sudah teruji dan disebut dengan sifat simetri medan
listrik dengan medan magnet. Maxwell mengemukakan bahwa laju perubahan
medan listrik sangat mempengaruhi besar magnet yang dibangkitkan dan
sebaliknya. Akan dibangkitkan suatu medan magnet jika terjadi perubahan
medan listrik. Perubahan medan listrik ini akan menghasilkan medan magnet
yang berubah-ubah terhadap waktu dan demikian seterusnya terjadi proses
berantai pembentukan medan magnet dan medan listrik yang merambat ke
segala arah. Kemudian, Maxwell mengemukakan pula bahwa perubahan
medan listrik dan medan magnet akan menghasilkan suatu gelombang medan
listrik dan gelombang medan magnet yang dapat menyebar dan merambat
dalam ruang. Gelombang ini disebut gelombang elektromagnetik
Hertz mencoba membuktikan keberadaan gelombang
elektromagnetik tersebut melalui keberadaan gelombang listriknya yang
diradiasikan oleh rangkaian pemancar. Hertz membuat alat yang dapat
menghasilkan elektromagnet jika dihubungkan dengan lengkungan kawat
yang akan menghasilkan tegangan atau loncatan api. Ini membuktikan ada
listrik yang mengalir melalui radiasi suatu benda yang akhirnya terhantarkan
ke loop. Dengan ini terbuktilah adanya gelombang elektromagnetik Maxwell.










Penemuan Gelombang Elektromagnetik 15

DAFTAR PUSTAKA


Anonim. (2008). Manfaat Gelombang Elektromagnetik. [Online]. Tersedia :
http://giripp.blog.upi.edu/files/2010/11/Gelombang-Elektromagnetik.pdf
[12 April 2011]
Budiyanto, Joko. 2009. Fisika Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta : Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Arianto. (2008). Penemuan Gelombang Elektromagnetik. [Online]. Tersedia :
http://sobatbaru.blogspot.com/2008/06/penemu-gelombang-
elektromagnetik. [12 April 2011]
Beiser, Arthur. 2002. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga.
Handayani, Sri., dan Ari Damari. 2009. Fisika 3 : Untuk SMA/MA Kelas XII.
Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Kanginan, Marthen.2006. Fisika SMU Jilid 3 Untuk Kelas III. Jakarta: Erlangga.
Karyadi, Didit. (2011). Penemuan Gelombang Elektromagnetik. [Online].
Tersedia : http://didot4com.wordpress.com/2011/02/04/penemuan-
gelombang-elektromagnetik.html [ 6 April 2011 ]
Khanifan, Aziz. Teori Maxwell Berkaitan Dengan Elektromagnetik. [Online].
Tersedia : http://www.scribd.com/doc/48261624/Teori-Maxwell-
Berkaitan-Dengan-Elektromagnetik [12 April 2011]
Krane, Kenneth. 2008. Fisika Modern. Jakarta : Universitas Indonesia (UI Press).
Sears, Francis Weston dan Mark Zemansky. 1994. Fisika Untuk Universitas 3 :
Optika dan Fisika Modern. Bandung : Bina Cipta.


Penemuan Gelombang Elektromagnetik 16

Lampiran
CATATAN PERTANYAAN DISKUSI
1. Bagaimana percobaan Hertz itu dapat menghasilkan rumus
0 0
1
c
= c
2. Bagaimana proses percobaan Hertz sampai Hertz bisa menemukan
kesimpulan bahwa loncatan api itu merupakan gelombang elektromagnetik ?
3. Bagaimana kaitan dari beberapa konsep hukum coulomb, Biot-savart, Gauss
dan Faraday sehingga menghasilkan cepat rambat cahaya
0 0
1
c
= c
Penyelesaian :
1. Percobaan Hertz bertujuan untuk membuktikan teori maxwell mengenai
gelombang elektromagnetik bahwa kecepatan rambat cahaya adalah
0 0
1
c
= c
,
namun bukan menghasilkan rumus
0 0
1
c
= c
.

Hertz menggunakan rumus kecepatan cahaya itu sebagai interpretasi dari
percobaannya agar loncatan api yang dihasilkan terbukti merupakan
gelombang elektromagnetik yang memiliki kecepatan rambat cahaya sebesar
3 x 10
8
m/s.

2. Hertz membuat alat yang dapat menghasilkan elektromagnet jika
dihubungkan dengan lengkungan kawat yang akan menghasilkan tegangan
atau loncatan api.
Alat yang digunakan adalah sbb:


Penemuan Gelombang Elektromagnetik 17

Cara Kerjanya :
Pada saat saklar S diaktifkan, maka arus pada sumber tegangan akan mengalir
ke kumparan primer , di kumparan primer akan menghasilkan medan magnet,
pada kumparan primer berlaku hukum ampere dimana arus listrik akan
menghasilkan medan magnet. Medan magnet dihasikan karena adanya
muatan listrik yang mengalir dengan kecepatan tertentu. Ketika pada
kumparan primer menghasilkan medan magnet, maka medan magnet tersebut
akan ditransmisikan ke kumparan sekunder. Di kumparan sekunder akan
terjadinya perubahan medan magnet yang akan menghasilkan gaya gerak
listrik (GGL). Dari GGL induksi inilah akan menghasilkan arus listrik. Pada
kumparan sekunder berlaku hukum faraday, dimana medan magnet akan
menghasilkan arus listrik. Ketika kumparan sekunder menghasilkan arus
listrik maka akan terjadi loncatan elektoron dari kawat A ke kawat B
Loncatan electron tersebut menurut Maxwell disebut dengan gelombang
elektromagnetik.
3. Untuk menemukan gelombang elektromagnetik, Maxwell melakukan metode
ilmiah dengan melakukan kajian literatur mengenai listrik dan magnet dari
beberapa ilmuan yaitu konsep hukum coulomb, Biot-savart, Gauss dan
Faraday. Setelah melakukan kajian literatur dari beberapa konsep hukum
listrik dan magnet, Maxwell terinspirasi dari konsep Faraday untuk penemuan
gelombang elektromagnetik. Maxwell memakai operasi matematika yaitu
persamaan hukum Faraday dicurlkan.
Prosesnya adalah sebagai berikut :

() (

)
Penemuan Gelombang Elektromagnetik 18

( ) ( ) ( )
s m x v
vakum as permitivit dan vakum tas permeabili oleh ditentukan
v
r shcrodinge gelombang umum persamaan
t
E
v
E
r shcrodinge gelombang umum persamaan dengan identik
t
E
E
t
E
t
E
Nabla operasi identitas dari diperoleh E B x
t
E E
/ 10 999 , 2
1
,
1
,
1
,
) ( . , .
8
0 0
0 0 0
2
2
2
2
2
0
2
0
2
2
= =
=
c
c
= V
c
c
= V
|
.
|

\
|
c
c
c
c
= V
V V V
c
c
= V V V
c
c c
c
c

Sehingga, Maxwell merumuskan bahwa cepat rambat cahaya pada
gelombang elektromagnetik adalah
0 0
1
c
= c

dimana c = v = 3 x 10
8
m/s.