Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU HAMA TANAMAN GEJALA DAN KERUSAKAN TANAMAN AKIBAT SERANGGA

Oleh Ratri Kusuma Devi 0910480135

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Serangga mempunyai beberapa peranan dalam ekosistem. Beberapa contoh peranan serangga ialah sebagai musuh alami, pollinator, dan hama. Serangga akan

menguntungkan jika berperan sebagai pollinator dan musuh alami karena akan membantu petani dalam mengendalikan serangga hama. Serangga disebut hama jika menyerang tanaman budidaya sehingga menyebabkan pengurangan hasil produksi dan menurunkan kuantitas ekonomi. Hadirnya serangga pada areal pertanaman dapat dilihat dari gejala yang ditimbulkannya. Biasanya ada bekas gerekan pada daun ataupun batang tergantung pada tipe mulut setiap serangga. 1.2 TUJUAN Mengetahui pengertian dari hama Mengetahui pengertian dari gejala Mengetahui pengertian dari tanda Mengetahui tipe mulut serangga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 PENGERTIAN HAMA, GEJALA, TANDA, KERUSAKAN Hama Serangga mempunyai beberapa peranan penting dalam ekosistem, salah satu peranan serangga tersebut ialah sebagai hama. Hama adalah binatang yang merusak tanaman sehingga menyebabkan kerugian secara ekonomi (Beroza,1970). Tanaman yang diserang adalah tanaman budidaya, sehingga aktifitas serangga hama tersebut dapat menyebabkan kerugian secara ekonomis bagi manusia akibat kehilangan hasil pada tanaman yang sengaja dibudidayakan, baik secara kualitatif dan kuantitatif

(Djauhari,2010). Gejala Gejala yang tampak pada tanaman merupakan indicator serangan serangga hama. Gejala adalah setiap perubahan pertanaman yang mengarah pada pengurangan hasil kualitas dari hasil yang diharapakan akibat serangan hama (Djafarudin,1995). Sehingga setiap perubahan yang terjadi pada tanaman budidaya dan berakibat pada pengurangan hasil merupakan salah satu indicator serangan hama (Anonymous a,2010). Tanda Tanda adalah jejak atau bekas yang ditinggalkan hama yang terserang hama yang menunjukkan kehadiran hama tersebut pada suatu areal pertanaman (Djafarudin,1995). Bekas yang ditinggalkan dapat berupa bekas gigitan atau jejak hama (Anonymous a,2010). Kerusakan Kerusakan ialah setiap pengurangan kuantitas dari hasil yang diharapkan sebagai akibat dari gejala (Triharso,1996).

2.2 TIPE MULUT SERANGGA DAN GEJALA KERUSAKANNYA Serangga mempunyai beberapa tipe mulut, antara lain ; menggigit mengunyah, menusuk menghisap, meraut menghisap, menjilat, dan menghisap. Gejala yang ditimbulkan oleh serangga tergantung pada tipe mulutnya. Serangga dengan tipe mulut menggigit - mengunyah menyebabkan daun berlubang dari tepi daum hingga ke tengah daun tanpa memakan tulang daun. Serangga yang tipe mulutnya menusuk menghisap meninggalkan gejala bercak-bercak pada permukaan daun akibat tusukan alat mulutnya. Serangga dengan alat mulut meraut-menghisap biasanya berukuran mikroskopis dan gejala yang ditimbulkan umumnya berupa bercak hitam. Serangga dengan tipe mulut menghisap juga meninggalkan bercak coklat kehitaman akibat bekas hisapannya (Sastrodihardjo,1979).

BAB III METODOLOGI


3.1 ALAT DAN BAHAN

Alat yang digunakan meliputi lup dan petridish. Bahan yang digunakan meliputi tanaman yang terserang hama dan tipe mulut yang berbeda. Specimen yang dibawa antara lain; Sitophilus oryzae, Tribolium castaneum, Erionata thrax, Valanga nigricornis, Spodoptera litura. 3.2 CARA KERJA Amati tiap gejala kerusakan dan tanda pada tanaman yang terinfestasi hama dengan alat abntu yang diperlukan lalu digambar.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 HASIL a. Sitophilus oryzae

Anonymous b, 2012

b. Valanga nigricornis

Anonymous c, 2012

c. Tribolium castaneum

Anonymous d, 2012

d. Erionata thrax

Anonymous e, 2012

e. Spodoptera litura

Anonymous f, 2012

4.2 PEMBAHASAN Hama ialah organisme yang merusak tanaman dan menurunkan harga jual. Hama merupakan salah satu peranan serangga yang merugikan manusia. Hama menyerang tanaman budidaya dan menyebabkan pengurangan kuantitas sehingga petani mengalami kerugian. Ada beberapa gejala tanaman yang terserang hama, misalnya saja bercak hitam dan daun menggulung (Sastrodihardjo,1979). Gejala serangan hama tergantung pada tipe mulut serangga. Pada tipe mulut serangga yang menggigit mengunyah, gejala serangannya

berupa daun yang diserang habis termakan dari tepian daun menuju tulang daun (Anonymous a,2011). Specimen yang dibawa menunjukkan beberapa perbedaan tipe mulut. Spodoptera litura pada fase larva mempunyai tipe mulut yang menggigit mengunyah ditunjukkan dengan gejala daun yang kerusakannya dimulai dari tepian daun menuju tulang daun. Sitophilus oryzae menunjukkan gejala beras yang terserang mengalami lubang pada tepian berasnya. Hal ini sesuai dengan tipe mulut serangga yang menggigit mengunyah. Tribolium castaneum juga merupakan salah satu serangga dengan alat mulut menggigit mengunyah. Gejala yang ditunjukkan adanya bekas gerekan pada tepung beras. Erionata thrax menyerang tanaman pisang dengan gejala daun menggulung yang berisikan larva hama tersebut. Dengan menggulungnya daun maka proses fotosintesi terganggu dan mengakibatkan kerugian hasil. Valanga nigricornis merupakan hama polifag yang menjadi hama penting tanaman budidaya. Gejala terserangnya suatu tanaman dapat ditunjukkan dengan adanya begas gigitan pada daun dan pada tulang daunnya juga (Djafarudin,1995). Pengendalian serangan hama masih terbatas sehingga diperlukan pengetahuan yang lebih mendalam tentang morfologi hama agar bisa dimanfaatkan untuk pengendalian di masa yang akan datang.

BAB V KESIMPULAN Hama adalah binatang yang merusak tanaman sehingga menyebabkan kerugian secara ekonomi (Beroza,1970). Sebagai indicator serangan hama, ada gejala yang

tampak pada tanaman. Gejala adalah setiap perubahan pertanaman yang mengarah pada pengurangan hasil kualitas dari hasil yang diharapakan akibat serangan hama (Djafarudin,1995).pada tanaman yang terserang hama selalu meninggalakan tanda. Tanda adalah jejak atau bekas yang ditinggalkan hama yang terserang hama yang menunjukkan kehadiran hama tersebut pada suatu areal pertanaman (Djafarudin,1995). Beberapa hama dapat diidentifikasi melalui tipe mulutnya. Serangga mempunyai beberapa tipe mulut, antara lain ; menggigit mengunyah, menusuk menghisap, meraut menghisap, menjilat, dan menghisap.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous a, 2010. http://wikipedia.com/hama-tanda-gejala//2986tangg70/ diakses tanggal 23 Oktober 2010 Anonymous b, 2012. http://www.google.co.id/#hl=id&sclient=psyab&q=sitophilus+oryzae&oq=sitophilus&aq =1&aqi=g4&aql=&gs_l=hp.1.1.0l4. Diunduh tanggal 25 maret 2012. Anonymous c,2012. http://www.google.co.id/#hl=id&sugexp=frgbld&gs_nf=1&pq=sitophilus%20oryzae&cp =8&gs_id=5y&xhr=t&q=valanga+nigricornis&pf=p&sclient=psy-. Diundug tanggal 25 maret 2012. Anonymous d, 2012. http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://mauritiusbeetles.myspecies.info/sites/mau ritiusbeetles.myspecies.info/files/imagecache/preview/images/Tribolium%2520castaneu m.tif&imgrefurl=http://mauritiusbeetles.myspecies.info/content/triboliumcastaneumtif&usg. diunduh tanggal 25 maret 2012. Anonymous e, 2012. http://www.google.co.id/search?q=erionata+thrax&btnG=Telusuri&hl=id&prmd=imvnsb &tbm=isch&tbo=u&sa=X&ei=SJBwT4SEEIfwrQe59_mgDg&ved=0CDEQsAQ&biw=1 366&bih=586. Diunduh tanggal 26 maret 2012. Anonymous f, 2012. http://www.google.co.id/search?q=erionata+thrax&btnG=Telusuri&hl=id&prmd=imvnsb &tbm=isch&tbo=u&sa=X&ei=SJBwT4SEEIfwrQe59_mgDg&ved=0CDEQsAQ&biw=1 366&bih=586. Diunduh tanggal 26 maret 2012. Beroza,M.,1970. Chemicals controlling pest. Acad,NY Djafarudin,1995. Dasar-dasar Perlindungan Umum. Edisi 1. Bumi aksara, Jakarta. Sastridihrdjo, 1979. Pengantar entomologi terapan. ITB, Bandung. Triharso,1996. Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. UGM Press, Yogyakarta.

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU HAMA TANAMAN GEJALA DAN KERUSAKAN TANAMAN AKIBAT SERANGGA

Oleh R. Ardian Iman P 0910480260

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU HAMA TANAMAN GEJALA DAN KERUSAKAN TANAMAN AKIBAT SERANGGA

Oleh R. Ardian Iman P 0910480260

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012