Anda di halaman 1dari 2

Tuli Mendadak

Last Updated Tuesday, 28 October 2008 01:01

Tuli mendadak (sudden deafness) ialah tuli yang terjadi secara tiba-tiba, bersifat sensorineural dan penyebabnya tidak dapat langsung diketahui.1 Beberapa ahli mendefinisikan tuli mendadak sebagai penurunan pendengaran sensorineural 30 dB atau lebih paling sedikit pada tiga frekuensi berturut-turut yang berlangsung dalam waktu kurang dari 3 hari. Tuli mendadak bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan gejala dari banyak penyakit.

Suckfull dkk mendefinisikan tuli mendadak sebagai berikut: tuli sensorineural yang berlangsung mendadak lebih dari 15 dB pada tiga frekuensi atau lebih dibandingkan dengan telinga yang sehat atau pemeriksaan audiometri sebelumnya, disertai dengan atau tanpa gejala tinitus dan vertigo ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI TULI MENDADAK Etiologi tuli mendadak sampai sekarang belum diketahui secara pasti.. Banyak ahli berpendapat bahwa tuli mendadak bukanlah suatu penyakit melainkan suatu gejala dengan banyak faktor penyebab Terdapat 4 teori utama penyebab tuli mendadak yang berkembang berdasarkan studi etiologi, yaitu: infeksi virus, autoimun, kerusakan membran telinga dalam dan gangguan vaskuler

GEJALA KLINIK Penderita mengeluh pendengarannya tiba-tiba berkurang pada satu atau kedua telinga yang sebelumnya dianggap normal. Biasanya keadaan ini disadari penderita ketika bangun tidur pagi hari ataupun setelah bekerja. Umumnya penderita dapat mengatakan dengan pasti saat mulai timbulnya ketulian. Ketulian dapat mengenai semua frekuensi pendengaran, tetapi yang sering pada frekuensi tinggi. Tuli mendadak biasanya disertai dengan tinitus (91,0%), vertigo (42,9 %), rasa penuh pada telinga yang sakit (40,7%), otalgia (6,3%), parestesia (3,5%), tuli saraf sebelumnya(9,2%), tinitus sebelumnya (4,2% dan gangguan vestibuler sebelumnya(5,0%). DIAGNOSIS Diagnosis tuli mendadak ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan THT, audiologi, laboratorium serta pemeriksaan penunjang lain. Anamnesis yang teliti mengenai proses terjadinya ketulian, gejala yang menyertai serta faktor predisposisi penting untuk mengarahkan diagnosis. Pemeriksaan fisik termasuk tekanan darah sangat diperlukan. Pada pemeriksaan otoskopi tidak dijumpai kelainan pada telinga yang sakit. Pada pemeriksaan audiologi didapatkan: 1. Tes penala : Rinne positif, Weber lateralisasi ke telinga yang sehat, Schwabach memendek. Kesan: tuli sensorineural.

1/2

Tuli Mendadak

Last Updated Tuesday, 28 October 2008 01:01

2. Audiometri nada murni: tuli sensorineural derajat ringan sampai sangat berat. 3. BERA (pada anak-anak atau pada pasien yang tidak kooperatif) : tuli saraf ringan sampai berat. 4. Tes SISI (short increment sensitivity index) skor 70-100%. Kesan : dapat ditemukan rekruitmen. 5. Tes Tone Decay : tidak ada kelelahan. Kesan : bukan tuli retrokoklea. 6. Audiometri tutur: speech discrimination score (SDS) kurang dari 100%. Kesan : tuli sensorineural 7. Audiometri impedans: timpanogram tipe A (normal), refleks stapedius ipsilateral. negatif atau positif, sedangkan kontralateral positif. Kesan : tuli sensorineural koklea. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan tuli mendadak sampai saat ini masih menimbulkan perdebatan. Adanya laporan perbaikan pendengaran secara spontan berkisar antara 47%-63% menyulitkan hasil evaluasi penatalaksanaan tuli mendadak. Belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa suatu obat secara bermakna dapat menyembuhkan tuli mendadak. Apabila penyebab tuli mendadak yang spesifik dapat diidentifikasi, penatalaksanaan yang rasional dapat diberikan. Pada sebagian besar kasus tuli mendadak, penyebab spesifik tidak dapat diidentifikasi, sehingga penatalaksanaan yang diberikan bersifat empiris. Penatalaksanaan dengan memberikan paduan obat untuk semua kemungkinan patofisiologi tuli mendadak mencakup kortikosteroid, vasodilator, diuretik, histamin, plasma ekspander, inhalasi karbogen, calsium channel blocker dsb

2/2