Anda di halaman 1dari 15

KOREKSI GEOMETRIK DATA CITRA QUICKBIRD SIMPANG LIMA DENGAN MENGGUNAKAN ER MAPPER 7.0 1.

Definisi Citra Penginderaan Jauh Menurut Hornby (Sutanto, 1994), citra merupakan gambaran yang terekam oleh kamera atau oleh sensor lainnya. Sedangkan Simonett mengutarakan dua pengertian tentang citra yaitu : a. The counterpart of an object produced by the reflection or refraction of light when focussed by a lens or a mirror. Gambaran obyek yang dibuahkan oleh pantulan atau pembiasan sinar yang difokuskan oleh sebuah lensa atau sebuah cermin. b. The recorded representation (cinnibkt as a ogiti unage) if object produced by optical, electro-optical, opical mechanical, or electrical means. It is generally used when the EMR menited or reflected from a scene is not directly recorded by film. Gambaran rekaman suatu obyek (biasanya berupa gambaran pada foto) yang dibuahkan dengan cara optik, elektro-optik, optik mekanik, atau elektronik. Pada umumnya ia digunakan bila radiasi elektromagnetik yang dipancarkan atau dipantulkan dari suatu obyek tidak langsung direkam pada film. (Sutanto, 1994). Pengolahan data citra merupakan suatu cara memanipulasi data citra atau mengolah suatu data citra menjadi suatu keluaran (output) yang sesuai dengan yang kita harapkan. Adapun cara pengolahan data citra itu sendiri melalui beberapa tahapan, sampai menjadi suatu keluaran yang diharapkan. Tujuan dari pengolahan citra adalah mempertajam data geografis dalam bentuk digital menjadi suatu tampilan yang lebih berarti bagi pengguna, dapat memberikan informasi kuantitatif suatu obyek, serta dapat memecahkan masalah. Data digital disimpan dalam betuk barisan kotak kecil dua dimensi yang disebut pixels (picture elements). Masing-masing pixel mewakili suatu wilayah yang ada dipermukaan bumi. Struktur ini kadang juga disebut raster, sehingga data citra sering disebut juga data raster. Data raster tersusun oleh baris dan kolom dan setiap pixel pada data raster memiliki nilai digital. Aplikasi pengolah data citra ada berbagai macam, diantaranya ER Mapper, Idrisi, Erdas Imagine, PCI dan lainnya. Namun, yang biasanya digunakan adalah ER Mapper. 2. Tujuh Kunci Interpretasi Ruang Berikut tujuh karakteristik dasar citra foto atau dikenal dengan 7 kunci interpretasi :

1. Bentuk Bentuk berkaitan dengan bentuk umum, konfigurasi atau kerangka suatu obyek individual. Bentuk merupakan factor yang penting dalam pengenalan obyek citra foto. 2. Ukuran Ukuran obyek pada foto akan bervariasi sesuai dengan skala foto. Obyek dapat disalah tafsirkan apabila ukurannya tidak dinilai/dihitung dengan cermat. 3. Pola Pola berkaitan susunan keruangan obyek. Pengulangan bentuk umum tertentu atau keterkaitan merupakan karakteristik bayak obyek, baik alamiah maupun buatan manusia. Dengan mempelajari pola obyek, penafsir dapat mengenali obyek apa yang terdapat dapa foto udara tsb. 4. Rona Rona mencerminkan warna atau tingkat kualitas kecerahan/kegelapan gambar obyek pada foto udara. Unsu ini berkaitan dengan pantulan sinar oleh obyek. 5. Bayangan Bayangan merupakan unsur penting bagi penafsir karena bentuk dan kerangka bayangan menghasilkan suatu profil pandangan obyek yang dapat membantu dalam menginterpretasikan suatu obyek. 6. Tekstur Tekstur adalah frekuensi perubahan rona dalam citra foto. Tekstur dihasilkan oleh susunan satuan kenampakan yang mungkin terlalu kecil untuk dikenali secara individual dengan jelas pada foto udara. Tekstur merupakan hasil bentuk, ukuran, pola, bayangan dan rona individual. 7. Lokasi Lokasi obyek dalam interpretasi berhubungan dengan kenampakan obyek tersebut ditempat/lokasi tertentu. 3. Definisi ER Mapper ER Mapper adalah salah satu software (perangkat lunak) yang digunakan untuk mengolah data citra atau satelit. Masih banyak perangkat lunak yang lain yang juga dapat digunakan untuk mengolah data citra, diantaranya adalah Idrisi, Erdas Imagine, PCI dan lain-lain. Masing-masing perangkat lunak mempunyai keunggulan dan kelebihannya sendiri. ER Mapper dapat dijalankan pada workstation dengan sistem operasi UNIX dan komputer PCs (Personal Computers) dengan sistem operasi Windows 95 ke atas dan Windows NT.

Pengolahan data citra dimulai pada tahun 1960-an untuk memproses citra dari satelit yang mengelilingi bumi. Pengolahan data citra dibuat dalam bentuk disk to disk dimana kita harus menuliskan spesifikasi file yang akan diolah, kemudian memilih tipe pemrosesan yang akan digunakan, kemudian menunggu komputer mengolah data tersebut serta menuliskan hasilnya ke dalam file baru (gambar 2). Jadi sampai final file terbentuk baru kita dapat melihat hasil yang diharapkan, tetapi bila hasilnya jauh dari yang kita harapkan, maka kita harus mengulangnya dari awal kembali. Sampai tahun 1980-an proses tersebut masih digunakan oleh beberapa produk pengolahan data citra.

Gambar 2. Proses Pengolahan Data Citra Secara Tradisional ER Mapper mengembangkan metode pengolahan citra terbaru dengan pendekatan yang interaktif, dimana kita dapat langsung melihat hasil dari setiap perlakuan terhadap citra pada monitor komputer. ER Mapper memberikan kemudahan dalam pengolahan data sehingga kita dapat mengkombinasikan berbagai operasi pengolahan citra dan hasilnya dapat langsung terlihat tanpa menunggu komputer menuliskannya menjadi file yang baru (gambar 3). Cara pengolahan ini dalam ER Mapper disebut Algoritma.

Algoritma adalah rangkain tahap demi tahap pemrosesan atau perintah dalam ER Mapper yang digunakan untuk melakukan transformasi data asli dari hard disk sampai proses atau instruksinya selesai. Dengan Algoritma, kita dapat melihat hasil yang kita kerjakan di monitor, menyimpannya ke dalam media penyimpan (hard disk, dll), memanggil ulang, atau mengubahnya, setiap saat. Oleh karena Algoritma hanya berisi rangkaian proses, maka file dari algoritma ukurannya sangat kecil, hanya beberapa kilobyte sampai beberapa megabyte, tergantung besarnya proses yang kita lakukan, sehingga sangat menghemat ruang hard disk. Dan oleh karena file algoritma berukuran kecil, maka proses penayangan citra menjadi relatif lebih cepat. Hal ini membuat waktu pengolahan menjadi lebih cepat. Konsep Algoritma ini adalah salah satu keunggulan ER Mapper. Selain itu, beberapa kekhususan lain yang dimiliki ER Mapper adalah : 1. Didukung dengan 130 format pengimpor data 2. Didukung dengan 250 format pencetakan data keluaran 1. Visualisasi tiga dimensi Adanya fasilitas Dynamic Links 2. Penghubung dinamik (Dynamic Links) adalah fasilitas khusus ER Mapper yang membuat pengguna dapat langsung menampilkan data file eksternal pada citra tanpa perlu mengimportnya terlebih dahulu. Data-data yang dapat dihubungkan termasuk kedalam format file yang populer seperti ARC/INFO, Oracle, serta standar file format seperti DXF, DON dll. Selain kelebihan-kelebihan di atas, ER Mapper memiliki keterbatasan, yaitu : 1. Terbatasnya format Pengeksport data 2. Data yang mampu ditanganinya adalah data 8 bit. 4. Koreksi Geometrik Kesalahan geometrik timbul dikarenakan adanya gerakan satelit, rotasi bumi, gerakan cermin pada scanner dan juga kelengkungan bumi. Tujuan koreksi ini adalah melakukan pembetulan agar koordinat citra/image sesuai koordinat geografis. menyamakan posisi citra multispektral atau multitemporal dan melakukan transformasi koordinat citra/image ke peta sehingga dihasilkan dengan sistem proyeksi citra/image yang sudah sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dilapangan. 5. Langkah Langkah Melakukan Koreksi Geometric dengan Menggunakan ER Mapper a. Memulai ER Mapper

Untuk memulai ER Mapper, klik Start lalu klik All Programs lalu cari Earth Resource Mapping dan klik ER Mapper 7.0. untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar!

Gambar 3. Memulai ER Mapper 7.0 Maka akan muncul kotak dialog seperti gambar dibawah yang merupakan tampilan awal ER Mapper:

Gambar 4. Tampian awal ER Mapper 7.0

Untuk memulai lembar kerja, klik File lalu klik New, atau klik ikon New dialog ini merupakan lembar kerja ER Mapper 7.0.

Maka akan muncul kotak dialog ***1: Algorithm Not Yet Saved (gambar 5). Kotak

Gambar 5. Lembar Kerja ER Mapper 6. Memulai Koreksi Geometrik dengan ER Mapper Sebelum memulai koreksi geometric simpang lima, mari kita masukkan data ke lembar kerja dengan cara; klik kanan, lalu klik File lalu klik Open, maka akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini:

Arahkan directory ke C:\ lalu klik folder soal_take_home_cit ra, lalu akan muncul file simpang_5.tif,

lalu klik OK.

Gambar 6. Kotak dialog open Maka di dalam kotak dialog ***1 Algorithm Not Yet Saved akan muncul gambar yang telah di sisipkan.

Gambar 7. Gambar simpang 5 yang telah disisipkan Untuk memulai koreksi geometric, klik Process lalu klik Geocoding Wizard. Maka akan muncul kotak dialog Geocoding Wizard:1-5 Step. Seperti gambar di bawah ini:

Gambar 8. Kotak dialog Geocoding Wizard

Pada Step 1, terdapat pilihan input file, klik ikon open

, maka akan muncul kotak dialog

Geocoding Wizard Input Dataset or Algorithm seperti gambar dibawah ini:

Arahkan directory ke C:\ lalu cari folder tempat penyimpanan soal_take_home_citra \ dan akan muncul gambar simpang_5.tiff. klik OK. lalu

setelah memasukkan data, maka kotak dialog Geocoding Wizard Step 1 5 akan berubah menjadi seperti ini:

Jika data berhasil dimasukkan, maka kotak dalam dialog

Input File akan muncul file. nama

Kemudian,

ubah Geocoding Type menjadi

Polynominal.

Setelah itu, klik 2) Polynominal Setup, maka kotak dialog Geocoding Wizard Step 1-5 akan berubah menjadi seperti gambar dibawah ini:

Tandai linear pada polynominal order.

Lalu klik 3) GCP Setup pada kotak dialog Geocoding Wizard step 1-5 tersebut, maka kotak dialog akan berubah menjadi seperti ini:

Pada kotak dialog ini, ubah Output Coordinate Space yang terdiri dari To Geodetic Datum, To

geodetic projections, to coordinate tadinya keseluruhan type yang secara berbentuk

RAW, menjadi masing masing WGS84, SUTM49 dan RAW. Ubah koordinat space yang terdiri dari To Geodetic Datum, To Geodetic Projections dan To Coordinates Type yang semula semuanya berbentuk RAW, menjadi masing masing WGS84, SUTM49, dan RAW. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar: a. Klik tombol change pada Output Coordinates Space, maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut:

Pada datum, klik ikon open ini:

maka akan muncul kotak dialog datum chooser seperti

Ubah

nilai

datum

menjadi WGS 84. Lalu Klik OK.

Lalu pada projection, klik ikon ini:

maka akan muncul kotak dialog seperti di bawah

Ubah kotak nilai projection menjadi UTM dan pilih pilihan jenis koordianat

menjadi SUTM 49. Lalu klik OK.

Lalu pada Coordinate System Types, ganti typenya menjadi Northing/Easting. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar:

Klik

tombol

ini, pilih

kemudian

Eastings/Northing

Jika seluruh proses telah dilakukan, maka tampilan kotak dialog Geocoding Wizard Output Coordinate Space dan Output Coordinate Space akan berubah menjadi seperti gambar dibawah ini:

Kemudian klik 4) GCP Edit maka akan muncul kotak dialog Geocoding Wizard Step 4-5 seperti gambar dibawah ini. Kemudian, akan terbentuk dua layer baru yang merupakan geolinking pada ER Mapper, sehingga jika salah satu layer berubah, maka dua layer lainnya akan ikut berubah. Pada langkah ke empat inilah dilakukan koreksi geometric.

Hingga tampilan keseluruhan ER Mapper akan menjadi seperti ini:

Ketiga layer ini berhubungan satu sama lainnya, jika salah satu berubah, maka yang lainnya akan ikut berubah. Untuk memulai koreksi geometric, elemen elemen yang harus diperhatikan adalah tools Pointer, Zoom dan Hand.

Untuk menentukan titik koreksi, gunakan pointer, lalu msukkan koordinat pada Easting dan Northing pada kotak dialog Geocoding Wizard Step 4-5. Easting bernilai ratusan dan Northing bernilai ribuan. Berikut hasil pointernya:

Setelah selesai menentukan titik, masukkan angka koordinatnya ke dalam Easting dan Northing. Lalu aktifkan layer dengan meng-on-kan GCP. Seperti gambar dibawah ini:

Tahap terakhir yaitu merektifikasi hasil koreksi geometric tersebut, klik 5) Rectify, maka akan muncul kotak dialog seperti ini:

Beri nama file hasil koreksi geometric dengan nama recti_qb_simpang_5. Lalu klik Display Rectified Image lalu klik save file and start rectification. 7. Kesimpulan Er Mapper merupakan aplikasi pengolahh data citra yang membantu penggunanya untuk mengolah data citra serta melakukan analisis terhadap data citra.

REVIEW PRAKTIKUM MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI KOREKSI GEOMETRIK MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ER MAPPER 7.0
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Informasi

Oleh: Nur Sukma Suri 21040110110050

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG 2010