Anda di halaman 1dari 14

Analisis

4.1. Gambaran Perekonomian Kota Tangerang


Pencapaian prestasi di bidang perekonomian suatu daerah dapat diukur dari besaran nilai PDRB yang mampu diperoleh pada suatu periode waktu tertentu. Nilai ini merupakan nilai tambah bruto dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan dari berbagai aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Secara agregat nilai PDRB Kota Tangerang atas dasar harga berlaku menunjukkan kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga dengan nilai PDRB atas dasar harga konstan 2000. Hal ini dapat menunjukkan bahwa kinerja perekonomian di Kota Tangerang mengalami pertumbuhan ke arah yang positif.
Tabel 4.1. PDRB Kota Tangerang Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan 2000, Tahun 2008 2010 (Milliar Rp) PDRB ADH Berlaku 2008 44.690,82 2009*) 49.332,26 2010**) 56.964,84 29.402,85

ADHK 2000 26.066,99 27.562,54 *) Angka Perbaikan; **) Angka Sementara

PDRB Kota Tangerang 2010

53

Analisis
Nilai PDRB atas dasar harga berlaku yang dihasilkan dari kegiatan produksi barang dan jasa selama tahun 2010 di Kota Tangerang adalah sebesar 56.964,84 milliar rupiah. Nilai ini mengalami peningkatan sekitar 15,47 persen jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Sedangkan berdasarkan nilai PDRB atas dasar harga konstan yang berasal dari total produksi barang dan jasa tahun 2010 dikalikan dengan harga dasar tahun 2000 adalah sebesar 29.402,85 milliar rupiah atau meningkat 6,68 persen dari tahun sebelumnya 27.562,54 milliar rupiah.

4.2.

Laju Pertumbuhan Ekonomi


Laju pertumbuhan PDRB Kota Tangerang atas dasar harga

berlaku tahun 2010 terhadap tahun 2009 sebesar 15,4 persen. Pertumbuhan ini jauh lebih besar dari laju pertumbuhan pada dua tahun sebelumnya yaitu tahun 2009 dan 2008 masing-masing sebesar 10,39 persen dan 13,55 persen. Laju pertumbuhan ini tidak dapat digunakan untuk melihat pertumbuhan ekonomi karena masih dipengaruhi faktor kenaikan harga. Untuk melihat laju pertumbuhan ekonomi yang sebenarnya, yaitu dengan cara menghilangkan pengaruh faktor harga dari

PDRB Kota Tangerang 2010

54

Analisis
penghitungan. Nilai laju pertumbuhan ekonomi (LPE) ini dapat dilihat dari laju pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan 2000. Nilai ini menunjukkan produksi/output riil dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh aktivitas ekonomi.
Gambar 4.1. Perkembangan nilai Laju Pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku dan PDRB atas dasar harga konstan 2000 (LPE) Tahun 2008 2010
20 15 10
LP adhb LPE

5
0 2008 2009 2010

Nilai LPE pada tahun 2010 menunjukkan peningkatan menjadi sebesar 6,68 persen, lebih besar dari dua tahun sebelumnya yaitu sebesar 5,74 persen pada tahun 2009 dan 6,37 persen pada tahun 2008.

PDRB Kota Tangerang 2010

55

Analisis
Nilai LPE yang positif menunjukkan adanya peningkatan produksi/output. Besarnya LPE tahun 2010 adalah 6,68 persen, hal ini berarti terjadi peningkatan output produksi barang dan jasa sebesar 6,68 persen pada tahun 2010 terhadap tahun 2009. Salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan produksi riil tahun 2010 adalah pada sektor Konstruksi/Bangunan sebesar 13,82 persen. Peningkatan pembangunan di sektor konstruksi/bangunan seperti bangunan tempat tinggal merupakan dampak positif dari posisi Kota Tangerang sebagai daerah penyangga ibukota sehingga menjadi alternatif tempat tinggal bagi penduduk yang bekerja di ibukota. Di sisi lainnya, banyaknya industri pengolahan yang ada di Kota Tangerang tentunya membutuhkan infrastruktur pendukung yang memadai, diantaranya jalan raya, jembatan, instalasi jaringan listrik, gas, air dan jaringan komunikasi serta bangunan lainnya. Pada tahun 2010 sektor yang mempunyai nilai LPE paling tinggi adalah sektor Konstruksi/Bangunan sebesar 13,82 persen, diikuti sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 13,03 persen dan sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih sebesar 8,71 persen. Sedangkan sektor Pertambangan & Penggalian tidak mempunyai kontribusi terhadap LPE, karena tidak tersedianya sumber daya alam bahan tambang di Kota Tangerang. Sektor yang mempunyai

PDRB Kota Tangerang 2010

56

Analisis
nilai LPE paling rendah adalah sektor Industri Pengolahan (3,58 persen) dan sektor Pertanian (4,79 persen). Nilai LPE Kota Tangerang pada tahun 2010 ini mengalami peningkatan sebesar 16,38 persen, setelah sebelumnya sempat mengalami perlambatan pada tahun 2009 akibat krisis ekonomi yang melanda hampir sebagian negara di dunia di awal tahun 2009.

4.3.

Struktur Perekonomian
Struktur perekonomian atau peranan sektor ekonomi di

Kota Tangerang dapat dilihat dari besarnya sumbangan ( share ) nilai PDRB atas dasar harga berlaku masing-masing sektor terhadap total PDRB Kota Tangerang pada tahun berjalan. Sektor yang memberikan share paling besar merupakan sektor yang dominan (

leading sector ) di wilayah tersebut.

PDRB Kota Tangerang 2010

57

Analisis
Tabel 4.2. Sumbangan ( share ) Sektor Ekonomi Kota Tangerang Tahun 2008 2010 (dalam persen) Sektor Ekonomi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan LGA Bangunan Perdag, Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan 9. Jasa-jasa Jumlah 2008 0,16 0,00 50,43 0,76 1,93 29,94 11,10 3,32 2,37 100,00 2009*) 0,16 0,00 47,54 0,71 2,11 31,06 12,17 3,60 2,66 100,00 2010**) 0,15 0,00 45,49 0,67 2,29 32,84 12,25 3,53 2,78 100,00

*) Angka Perbaikan; **) Angka Sementara

Di Kota Tangerang, sektor industri pengolahan masih memberikan kontribusi yang paling besar dalam perekonomian, diikuti sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor pengangkutan dan komunikasi. Total nilai tambah dari sektor industri pengolahan adalah 25.914,07 milliar rupiah, dengan share sekitar 45,49 persen. Sedangkan sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 18.709,35 milliar rupiah atau sekitar 32,84 persen, dan sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 6.980,26 milliar rupiah atau sekitar 12,25 persen.

PDRB Kota Tangerang 2010

58

Analisis
Sektor yang memiliki share paling kecil adalah sektor Pertanian dan sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih, masing-masing 0,15 persen dan 0,67 persen. Pada tahun 2010 ini hampir tidak terjadi pergeseran struktur ekonomi di Kota Tangerang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dari tabel 4.2. dapat dilihat dari tahun 2008 hingga tahun 2010, sektor Industri Pengolahan masih menjadi leading

sector meskipun dengan share yang semakin menurun. Berbeda


dengan industri pengolahan, sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran sebagai leading sector yang kedua memiliki share yang semakin meningkat.
Gambar 4.2. Peranan Sektor Ekonomi Tahun 2010 (dalam persen)
3,53 5,89

12,25 32,84
45,49
Lainnya
industri pengolahan

perdag,hotel&restor an angkutan & komunikasi

PDRB Kota Tangerang 2010

59

Analisis
4.4. PDRB per Kapita
Selain nilai laju pertumbuhan ekonomi dan struktur perekonomian, terdapat indikator lain yang diturunkan dari angka PDRB yaitu PDRB per kapita. Indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat produktivitas penduduk di suatu daerah dalam jangka waktu tertentu. PDRB per kapita dihitung dengan membagi besaran PDRB atas dasar harga berlaku terhadap jumlah penduduk pertengahan tahun suatu daerah pada periode waktu tertentu. Nilai PDRB per kapita Kota Tangerang tahun 2010 sebesar 31,67 juta rupiah meningkat 12,38 persen dibandingkan tahun 2009. Sedangkan berdasarkan harga konstan 2000, PDRB per kapitanya sebesar 16,35 juta rupiah atau meningkat 2,13 persen dibanding tahun sebelumnya.
Tabel 4.3. PDRB per Kapita Kota Tangerang Tahun 2008 -2010 (Juta Rp) Uraian PDRB per Kapita ADH Berlaku PDRB per Kapita ADH Konstan2000 * Angka Perbaikan 2008 26,31 15,34 2009*) 28,18 15,75 2010**) 31,67 16,35

** Angka Sementara

PDRB Kota Tangerang 2010

60

Analisis
PDRB per kapita tidak sama dengan pendapatan per kapita. PDRB per kapita hanya menggambarkan nilai tambah bruto (NTB) yang terbentuk di Kota Tangerang dibagi dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun. Sementara pendapatan per kapita benarbenar menggambarkan NTB yang dimiliki oleh penduduk Kota Tangerang, baik yang berada di dalam maupun di luar Kota Tangerang. Hingga saat ini nilai pendapatan per kapita penduduk belum dapat dihitung angkanya, tetapi nilai tersebut didekati dengan angka rata-rata pengeluaran penduduk per bulan, yang setiap tahun dihitung dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS).

4.5.

Gambaran Perekonomian Provinsi Banten


Posisi Provinsi Banten yang berbatasan dengan ibukota

Jakarta dan berdekatan dengan pulau Sumatera, membuat Provinsi Banten memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Wilayah ini berfungsi sebagai tempat alternatif investasi industri sekaligus sebagai distributor pemenuhan kebutuhan penduduk di pulau Sumatera. Maka tak heran jika kontribusi pembentukan PDRB Banten lebih didorong oleh aktivitas sektor industri pengolahan,

PDRB Kota Tangerang 2010

61

Analisis
sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor pengangkutan dan komunikasi. Industri pengolahan memiliki share terhadap pembentukan PDRB Provinsi Banten sebesar 42,52 persen, diikuti sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 20,75 persen, dan sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 10,39 persen. Perbedaan Banten, bagian karakteristik selatan yang dimiliki Lebak masing-masing dan Kabupaten

kabupaten/kota berpengaruh pada struktur perekonomian wilayah (Kabupaten Pandeglang) didominasi oleh sektor pertanian, sedangkan di bagian utara (Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang dan Kota Tangsel) sektor industri dan perdagangan. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku Provinsi Banten tahun 2010 mencapai 148.976,22 milliar rupiah sedangkan nilai PDRB atas dasar harga konstan 2000 mencapai 76.307,36 milliar rupiah. Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten tahun 2010 sebesar 5,94 persen. Hal ini menandakan adanya peningkatan output produksi barang dan jasa yang lebih tinggi dari tahun 2009, setelah sempat mengalami perlambatan laju pada tahun 2009. lebih didominasi

PDRB Kota Tangerang 2010

62

Analisis
Tabel 4.4. PDRB Provinsi Banten Tahun 2008 2010 (Milliar Rp) PDRB ADH Berlaku ADHK 2000 2008 122.490,65 68.802,91 2009*) 133.048,01 72.031,12 2010**) 148.976,22 76.307,36 5,94

5,77 4,69 LPE (persen) *) Angka Perbaikan **) Angka Sementara

Tabel 4.5. Distribusi Persentase Sektor Ekonomi Provinsi Banten Tahun 2008 2010 (dalam persen) Sektor Ekonomi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan LGA Bangunan Perdag, Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan 9. Jasa-jasa Jumlah 2008 8,38 0,12 45,25 4,05 3,26 20,10 9,30 3,83 5,72 100,00 2009*) 8,42 0,13 43,17 3,96 3,50 20,79 9,96 4,10 5,96 100,00 2010**) 8,89 0,13 42,52 4,04 3,43 20,75 10,39 4,05 5,79 100,00

*) Angka Perbaikan **) Angka Sementara

PDRB Kota Tangerang 2010

63

Analisis
Ditinjau dari kontribusi wilayah kabupaten/kota maka

sumbangan terbesar nilai PDRB Provinsi Banten diperoleh dari Kota Tangerang (38,24% atau sebesar Rp 56,96 triliun), diikuti Kabupaten Tangerang (23,36% atau Rp 34,80 triliun), Kota Cilegon (14,97% atau Rp 22,31 triliun), Kabupaten Serang (8,49% atau Rp 12,64 triliun) dan terkecil dari Kota Serang (3,64% atau Rp 5,42 triliun).

Gambar 4.3. Besarnya Kontribusi Kabupaten/Kota dalam pembentukan PDRB Provinsi Banten Tahun 2010 (dalam persen)
Kota Serang; 3,64 Kota Cilegon; 14,97

Kota Tangsel; Kab 7,85 Pandeglang; 5,65

Kab Lebak; 5,22


Kab Tangerang; 23,36

Kota Tangerang; 38,24 Kab Serang; 8,49

PDRB Kota Tangerang 2010

64

Analisis
Tingkat kemakmuran penduduk di Provinsi Banten pada tahun 2010 dapat dicerminkan oleh besaran PDRB per kapita yang mencapai nilai 14,01 juta rupiah. Nilai ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2009 sebesar 12,83 juta rupiah dan tahun 2008 sebesar 12,13 juta rupiah. Pada tabel 4.6 dapat dilihat nilai PDRB per kapita dari seluruh kabupaten/kota dan PDRB per kapita Provinsi Banten tahun 2008 2010. Kota Cilegon memiliki nilai PDRB per kapita yang paling tinggi dari kabupaten/kota lainnya di Provinsi Banten yaitu sebesar 59,56 juta rupiah, dan kemudian diikuti oleh Kota Tangerang sebesar 31,67 juta rupiah. Sedangkan wilayah yang memiliki PDRB per kapita yang paling kecil adalah Kabupaten Lebak yaitu 6,46 juta rupiah. Nilai PDRB per kapita tertinggi adalah Kota Cilegon, diikuti oleh Kota Tangerang, dimana nilainya sangat tinggi di antara kabupaten/kota dan Provinsi Banten, hal ini karena nilai PDRB atas dasar harga berlakunya sangat tinggi dan lebih dari 40 persen Kabupaten Pandeglang dan struktur perekonomian wilayah ini disumbangkan oleh sektor Industri pengolahan. Sedangkan Kabupaten Lebak mempunyai nilai PDRB per kapita yang paling

PDRB Kota Tangerang 2010

65

Analisis
rendah. Perekonomian di Kabupaten Lebak lebih dari 30 persen ditunjang oleh sektor pertanian.
Tabel 4.6. PDRB per Kapita Kabupaten/ Kota di Provinsi Banten Tahun 2008 -2010 (Juta Rp) Wilayah Kabupaten Pandeglang Kabupaten Lebak Kabupaten Tangerang Kabupaten Serang Kota Tangerang Kota Cilegon Kota Serang Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten * Angka Perbaikan 2008 6,18 5,77 10,80 7,86 26,31 50,27 7,91 7,47 12,13 2009*) 6,57 6,13 11,28 8,30 28,18 54,48 8,51 8,14 12,83 2010**) 7,33 6,46 12,28 9,01 31,67 59,56 9,38 9,06 14,01

** Angka Sementara

PDRB Kota Tangerang 2010

66