Anda di halaman 1dari 8

PENDAHULUAN

Transprotasi adalah sarana untuk memperlancar pembangunan yang bertujuan untuk mencapai cita-cita nasional masyarakat yang adil dan makmur. Jaringan jalan yang merupakan transportasi darat memang menjadi sangat penting adanya, karena jalan adalah urat nadi perekonomian, sedengkan perekonomian yang meningkat sangat diperlukan sebagai penunjang pembangunan. Selain untuk kepentingan ekonomi, pembangunan dan pertahanan, transportasi sangat penting pula bagi hubungan antara daerah untuk kepentingan pemerintah, pertukaran kebudayaan dan lain sebagainya. Terputusnya suatu daerah dari pemerintah pusat atau daerah lainnya menghabat kemajuan daerah tersebut. Jembatan merupakan sarana yang sangat penting untuk menghubungkan antara daerah satu dengan daerah lain melalui transportasi jalan. Dimana pembangunan jalan dan jembatan sebagai lalu lintas kendaraan. Seperti halnya jembatan sangat perlu pembangunannya sebagai alat penyebrangan yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman untuk melalui sungai, danau, tebing, dan segala penghalang. Sungai Lunggung yang terletak di Kabupaten Malinau yang menghambat kelancaran lalu lintas berkendara serta pembangunan di daerah tesebut, untuk memenuhi tuntutan sarana tersebut maka dibangunlah Jembatan Sungai Lunggung sebagai upaya untuk mempercepat kelancaran lalu lintas. Dengan berdasarkan dari tinjuan diatas saya selaku penulis mengadakan studi Perencanaan Struktur Atas Jembatan pada proyek pembangunan Jembatan Sungai Lunggung yang terletak di Kabupaten Malinau. Perencanaan harus berdasarkan pada suatu prosedur yang memberikan jaminan keamanan kenyamanan dan keawetan selama umur rencana jembatan.

Maksud dan Tujuan Penulisan

Dalam Pengerjaan Tugas Akhir, terdapat susunan maupun format penulisan yang merupakan pedoman pada Tugas akhir ini. Maksud penulisan Tugas Akhir adalah :
a. Untuk memahami perencanaan struktur atas Jembatan dengan menggunakan Rangka

Baja. b. Agar penulis mendapatkan gambaran dan acuan dalam merencanakan suatu Struktur Jembatan untuk penerapan dilapangan nantinya. Tujuan penulisan Tugas Akhir adalah : a. Tujuan secara umum Dalam penulisan Proposal Tugas Akhir ini bertujuan untuk melanjutkan ke tahapan Laporan Tugas Akhir dan sebagai persyaratan dalam menyelesaikan program Diploma IV (DIV). Jurusan Teknik Sipil DIV Rekayas Jalan dan Jembatan, Politeknik Negeri Samarinda.

b. Tinjauan secara khusus Merencanakan Strukutru Atas Jembatan Dengan Menggunakan Rangka Baja yang terletak di Kabupaten Malinau.

Permasalahan Permasalahan yang diambil adalah perencanaan Struktur Atas Jembatan Dengan Mengguanakan Rangka baja yang di rencanakan atau didesain ulang perhitungan dan gambarnya.

Batasan Masalah Adapun batasan masalah dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah hanya merencnakan struktur atas jembatan

Perhitungan perencanaan struktur atas tersebut meliputi : 1. Perhitungan Pembebanan 2. Bentuk dan pendimesian Rangka Baja 3. Perhitungan desain Rangka Baja 4. Perhitugan penulangan pada gelagar jembatan.

DASAR TEORI

A. Umum A.1. Definisi Jembatan Jembatan adalah suatu kombinasi yang gunanya untuk meneruskan suatu rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini biasanya jalan lain ( jalan air atau jalan lalu lintas ). Jika jembatan itu berdiri diatas jalan lalu lintas biasa makan dinamakan viaduct. Sedangkan jembatan untuk mengalirkan air disebut aquaduct.

A.2. Klasifikasi Jembatan Suatu konstruksi jembatan yang akan dibangun harus sesuai dengan kegunaannya jembatan tersebut, dan berdasarkan dari kegunaannya kontruksi jembatan dapat dibagi menjadi dalam berbagai jenis, antara lai : 1. Jembatan Jalan Raya 2. Jembatan Kereta Api 3. Lintasan Kereta Api 4. Lintasan Pipa Bila dilihat dari segi material yang dipakai jembatan dibagi dalam berberapa jenis, antara lain :

1. Jembatan Kayu 2. Jembatan Baja 3. Jembatan Beton 4. Jembatan Komposit Sedangka menurut bentuk struktur secara umum, antara lain : 1. Jembatan Balok atau Gelagar 2. Jembatan Lengkung 3. Jembatan Rangka 4. Jembatan Portal 5. Jembatan Gantung 6. Jembatan Kabel

Bagian-Bagian Jembatan Secara umum jembatan dapat dibagi menjadi dua bagian bangunan utama, yaitu : 1. Bangunan Atas ( Super Structure ) 2. Bangunan Bawah ( Sub Structure ) Banguna Atas ( Super Structure ) Bangunan atas dengan istilahnya bagian ini berada dibagian atas jembatan yang fungsinya menampung beban-beban yang ditimbulkan oleh lalu lintas, beban sendiri, beban angin, dan lain-lain selanjutnya disalurkan ke bagian bawah jembatan. Adapun bagian dari bangunan atas jembatan ( Super Structure ) adalah : 1. Lantai kendaraan 2. Gelagar memanjang atau balok utama

3. Gelagar melintang 4. Trotoar 5. Rangka Baja 6. Tumpuan 7. Bangunan pelengkap Lampu penerang jalan Drainase Expansion Joint Railing

Bangunan Bawah ( Super Structure ) Bangunan bawah jembatan yang terletak pada bagian bawah bangunan jembatan, yang berfungsi menyalurkan beban dari bangunan atas langsung disalurkan ke tanah. Adapun bangunan bawah jembatan ( Sub Structure ) adalah : 1. Abutment 2. Pondasi ( pancang ) Istilah dan definisi Istilah dan definisi yang digunakan dalam Standar Perencanaan Struktur baja untuk jembatan adalah sebagai berikut : 1. Aksi 2. Fatik 3. Gelagar hybrid 4. Jembatan penting 5. Jembatan lainnya

6. Kategori detail 7. Kejadaian pembebanan nominal 8. Kekuatan nominal 9. Kekuatan rencana 10. Kekuatan tarik 11. Kurva S-N 12. Las tumpul penetrasi penuh 13. Las tersusun 14. Panjang 15. PBKT ( perencanaan berdasarkan beban dan factor ) 16. PBL ( perencanaan berdasarkan beban layan ) 17. Pen 18. Penampang kompak 19. Penampang tidak kompak 20. Pengaruh aksi atau beban 21. Pengaruh beban atau beban rencana 22. Siklus tegangan 23. Tegangan berulang 24. Tegangan leleh Persyaratan umum perencanaan struktur baja : 1. Dasar umum perencanaan Perencanaan harus berdasarkan pada suatu prosedur yang memberikan jaminan keamanan dan keawetan selama umur rencana jembatan.

Perncanaan kekuatan elemen baja sebagai komponen struktur jembatan yang diperhitungkan terhadap lentur, geser, aksial, punter, serta kombinasinya, harus berdasarkan pada cara perencanaan. Dalam perencaan kekuatan elemen baja sebagai komponen struktur jembatan harus memperhatikan factor integritas komponen-komponen structural maupun keseluruhan struktur jembatan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor : a. Kontinuitas dan Redundansi b. Ketahan komponen struktur jembatan yang terjamin terhadap kerusakan dan instabilitas sesuai umur jembatan yang direncanakan. c. Aspek perlindungan terhadap kemungkinan adanya beban yang tidak direncanakan atau beban berlebih. 2. Asumsi dan anggapan perencanaan Perencanaan kekuatan elemen baja sebagai komponen struktur jembatan harus didasarkan pada persyaratan yang berlaku didalam standar ini. Dalam perencanaan tersebut harus mempertimbangkan pengaruh terhadap jembatan yang mungkin terjadi, yaitu kondisi pembebanan yang tidak direncanakan seperti dalam kondisi perang. Setiap jenis pembebanan yang tidak direncanakan seperti dalam kondisi perang. Setiap jenis pembebanan yang mungkin terjadi tersebut harus dapat diramalkan sebelumnya secara rasional. Untuk prosedur dan asumsi dalam perencanaan serta besarnya beban serta besarnya beban rencana harus mengikuti ketentuan berikut : a. Struktur direncanakn untuk menahan semua beban yang mungkin berkerja. b. Beban kerja dihitung berdasrkan kepada besarnya aksi rencana yang bekerja. c. Perencanaan beban angin dan gempa, dimana seluruh bagian strukur yang membentuk kesatuan harus direncanakan untuk menahan beban lateral total.

d. Pertimbangan lain yaitu gaya prategang beban crane, gaya rem, kejut, susut,

rangkak, perubahan suhu, perbedaan penurunan, dan beban-beban khusus lainnya yang mungkin bekerja. 3. Perencanaan berdasarkan beban dan kekuatan terfaktor. Perencanaan komponen struktur jembatan harus didasarkan pada cara Perencanaan Beban dan Kekuatan Terfaktor (PBKT), yang harus memenuhi criteria keamanan untuk semua jenis gaya dalam. Kekuatan rencana tidak kurang dari pengaruh aksi rencana sebagai berikut :

Rn dampak dari