Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN INDIVIDU PENGUKURAN DAYA 3 PHASA DENGAN METODE 2 WATTMETER

I.

TUJUAN PERCOBAAN 1. Mahasiswa mampu merangkai rangkaian daya 3 phasa dengan metode 2 wattmeter. 2. Mahasiswa mampu mengukur besarnya daya yang dihasilkan pada rangkaian dengan metode 2 wattmeter. 3. Memahami arti daya serta besaran-besaran yang berpengaruh terhadap daya.

II.

DASAR TEORI Pada sistem tenaga listrik 3 fase, idealnya daya listrik yang dibangkitkan, disalurkan dan diserap oleh beban semuanya seimbang, P pembangkitan = P pemakaian, dan juga pada tegangan yang seimbang. Pada tegangan yang seimbang terdiri dari tegangan 1 fase yang mempunyai magnitude dan frekuensi yang sama tetapi antara 1 fase dengan yang lainnya mempunyai beda fase sebesar 120listrik, sedangkan secara fisik mempunyai perbedaan sebesar 60, dan dapat dihubungkan secara bintang (Y, wye) atau segitiga/delta ( ). Besarnya daya 3 phasa secara teori dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut : P = V.I.cos Pengukuran daya 3 phasa dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu dengan metode tiga wattmeter 1 phasa, dengan metode 2 wattmeter, dan metode 1 wattmeter 3 phasa. Untuk metode 3 wattmeter dan 2 wattmeter, nilai yang terukur pada setiap wattmeter dijumlahkan untuk mendapatkan nilai daya 3 phasanya. Pada praktek kali ini yang digunakan adalah metode 2 wattmeter.

III.

KOMPONEN PERCOBAAN 1. Wattmeter 2. Multimeter 3. Regulator 4. Sumber AC 3 phasa 5. Resistor hubung Y 6. kabel penghubung

IV.

GAMBAR RANGKAIAN PERCOBAAN

V.

L LANGKAH KERJA 1. Menyiapkan komponen percobaan dan pastikan alat dalam keadaan baik 2. Menentukan variasi nilai resistor yang akan digunakan dengan memutar select pada posisi tertentu. 3. Merangkai komponen seperti pada gambar rangkaian diatas. 4. Melaporkan pada pembimbing sebelum mengONkan saklar power supply. 5. Meng-ON-kan saklar power supply dengan mengatur keluaran pada slide regulator. 6. Membaca nilai yang terukur pada wattmeter dan akumulasikan nilai dari kedua wattmeter tersebut. 7. Memasukkan data pada tabel pengamatan. 8. Melakukan percobaan tersebut dengan nilai resistor yang berbeda.

VI.

DATA HASIL PERCOBAAN

No 1 2 3 4 5

R () 150 70 45 35 30

V (volt) 70 70 70 70 70

P1 (Watt) 20 30 45 60 70

P2 (Watt) 15 30 40 60 70

Ptotal (Watt) 35 60 85 120 140

VII.

ANALISA DATA Dari data hasil pengamatan, dapat dianalisa bahwa nilai R berbanding terbalik dengan nilai dayanya (P), semakin besar nilai tahanannya, semakin kecil nilai daya yang terukur dengan nilai tegangan keluaran tetap. Hal ini sesuai dengan persamaan: P= Nilai pengukuran dari 2 wattmeter terdapat perbedaan

walaupun tidak terlalu jauh, hal ini dapat disebabkan karena besarnya nilai tahanan tidak bisa benar-benar sama, yang berarti bahwa beban tidak seimbang, walaupun selisihnya hanya antara 1-5 dari tiap tahanan yang dirangkai hubung Y. Nilai daya totalnya merupakan akumulasi dari nilai yang terukur pada 2 wattmeter.

VIII.

KESIMPULAN Dari hasil praktek pengukuran daya 3 phasa dapat diambil kesimpulan bahwa pengukuran daya 3 phasa dapat dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya dengan metode 2 wattmeter. Nilai daya yang terukur merupakan penjumlahan dari nilai yang terukur pada setiap wattmeter. Nilai resistor berbanding terbalik dengan nilai dayanya, semakin besar nilai bebannya, maka makin kecil nilai daya yang terukur, sesuai dengan persamaan P=

Dosen Pembimbing

Semarang, 20 Oktober 2011 Praktikan

Drs. Teguh H.M.

Seto Margo Pramono