Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perkembangan pembangunan industri di Indonesia semakin meningkat. Kemajuan ini tampak dengan semakin banyak berdirinya pabrik yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi, serta meningkatnya industri barang untuk modal termasuk industri mesin dan peralatan. Istilah gliserol digunakan untuk zat kimia yang murni, sedang gliserin digunakan untuk istilah hasil pemurnian secara komersial (Kirk Othmer, 1966). Pada penganekaragaman industri kimia khususnya, gliserol adalah salah satu bahan yang penting di dalam industri. Gliserol adalah bahan yang dibutuhkan pada berbagai industri, misalnya: obat-obatan, bahan makanan, kosmetik, pasta gigi, industri kimia, larutan anti beku, dan tinta printer. Jika dilihat dari banyaknya kebutuhan gliserol di Indonesia, maka untuk mencukupi kebutuhan bahan gliserol di Indonesia masih didatangkan dari luar negeri. Pertimbangan utama yang melatarbelakangi pendirian Pabrik Gliserol ini pada umumnya sama dengan sektor-sektor industri kimia yang lain, yaitu

mendirikan suatu pabrik yang secara sosial-ekonomi cukup menguntungkan. Pendirian Pabrik Gliserol ini cukup menarik karena belum adanya Pabrik Gliserol di Indonesia, dan juga karena prospeknya yang menguntungkan di masa mendatang. Pengolahan minyak (Trigliserida) selain menghasilkan asam

menghasilkan gliserol juga akan menghasilkan asam lemak yang juga dapat diolah menjadi berbagai macam produk seperti : asam laurat, asam kaprat , asam stearat, dan lain-lain. Rumus molekul gliserol H H C OH

OH

C H

OH

Gambar 1.1 Rumus molekul gliserol

Universitas Sumatera Utara

Kegunaan gliserol antara lain : 1. Industri makanan : Penambah cita rasa makanan dan ekstrak makanan. 2. Industri obat-obatan : Pelarut bahan obat-obatan dan multivitamin. 3. Industri kosmetik : Pembuatan lotion kulit, sabun kecantikan, bedak cair dan pembersih mata. 4. Industri polimer : Pembuatan poliester dan alkil resin. 5. Industri pelumas, fotografi, anti beku, pengolahan karet, larutan pembersih.

Kebutuhan gliserol terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut sampai saat ini Indonesia masih mengimpor gliserol, oleh karena itu diperlukan suatu usaha agar dapat memenuhi permintaan dalam negeri yaitu dengan cara mendirikan pabrik gliserol. Hal ini didasari juga kebutuhan gliserol yang mengalami peningkatan seperti yang terlihat pada tabel 1.1 di bawah ini. Tabel 1.1 Kebutuhan gliserol Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 (Badan Pusat Statistik, 2009) Dari tabel di atas dari tahun ke tahun kebutuhan gliserol di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat. Maka sangat cocok apabila didirikan pabrik gliserol di Indonesia. Salah satu jenis minyak nabati yang memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan gliserol adalah minyak kelapa (CPO). Minyak Kelapa Sawit merupakan bahan baku pembuatan gliserol yang sanagat melimpah ketersediaannya di Indonesia. Perkembangan produksi minyak kelapa di indonesia terus meningkat khususnya di sumatera utara, seperti yang dilihat pada tabel 1.2 di bawah ini Tabel 1.2 Data Produksi dan Ekspor Minyak Kelapa Sawit Kebutuhan Gliserol ( Ton/Tahun) 28.995 30.919 32.439 33.712 34.829

Universitas Sumatera Utara

Tahun

Produksi Minyak Kelapa Sawit di Indonesia (1000 Ton/ Tahun)

Ekspor Minyak Kelapa Sawit di Indonesia (1000 Ton/ Tahun) 10.436 12.540 12.650 14.470 18110*

2005 2006 2007 2008 2009 Ket: *estimasi (http://iopri.org/, 2010)

14.100 16.050 17.100 19.330 21.500

1.2 Pra Rancangan Pabrik Dari tahun ke tahun kebutuhan gliserol di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat. Berdasarkan hal itu, maka didirikan pabrik gliserol dengan berbagai proses dan berbagai jenis bahan baku, salah satu adalah dengan proses continous fat splitting dan menggunakan CPO sebagaai bahan baku..

1.3 Tujuan Pra Rancangan Tujuan Perancangan Pabrik Pembuatan Gliserol dari CPO adalah untuk mengaplikasikan ilmu teknik kimia dalam pendirian pabrik pembuatan gliserol di Indonesia yang meliputi neraca massa, neraca energi, spesifikasi peralatan, operasi teknik kimia, utilitas dan bagian ilmu teknik kimia lainnya, juga untuk memenuhi aspek ekonomi dalm pembiayaan pabrik sehingga memberikan gambaran kelayakan pra rancangan pabrik pembuatan gliserol dari CPO.

1.4

Manfaat Pra Rancangan Manfaat atau kontribusi yang diperoleh dari oleh Pra Rancangan Pabrik

Pembuatan Gliserol Dari Crude Palm Oil (CPO). Jika didirikan di Indonesia adalah seperti berikut ini. 1. 2. Untuk memenuhi kebutuhan gliserol di Indonesia Sebagai bahan acuan untuk penelitian-penelitian dan perancangan selanjutnya tentang proses pembuatan gliserol

Universitas Sumatera Utara

3.

Sebagai aplikasi bagi mahasiswa dari teori-teori yang didapat dalam perkuliahan..

4.

Meningkatkan kesempatan kerja, yang berarti menurunkan jumlah pengangguran di Indonesia

5.

Membuka pemikiran masyarakat terhadap perkembangan sains dan teknologi.

Universitas Sumatera Utara