Anda di halaman 1dari 11

J-02 TITIK LEMBEK ASPAL DAN TER ( PA-0302-76 ) ( AASHTO T -53 -81 ) ( ASTM D-36-95 )

1. MAKSUD
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menetukan titik lembek aspal dan ter yang berkisar antara 30o C sampai 200 o C. Yang dimaksud dengan titik lembek adalah suhu pada saat bola baja, dengan berat tertentu, mendesak turun suatu lapisan aspal atau ter yang tertahan dalam cincin berukuran tertentu, sehingga aspal atau ter menyentuh pelat dasar yang terletak dibawah cincin pada tinggi tertentu, sebagai akbat kecepatan pemanasan tertentu.

2. KEGUNAAN PRAKTIKUM
Aspal sebagai bahan viskoelastik tanpa penetuan titik lembek yang tepat, secara perlahan menjadi kurang viskos dan encer bila temperatur meningkat. Untuk alasan ini, maka

pengujian titik lembek harus diuji dengan cara uji yang baku. Titik lembek di dalam persyaratan aspal, untuk konsistensi dalam pengiriman atau suplai. Titik lembek dapat sebagai indikasi kecendrungan aspal melunak akibat kenaikan temperatur pada perkerasan jalan Berdasarkan SNI 06-2434-1991, mengenai Cara uji titik aspal lembek dengan alat cincin dan bola ( ring and ball), pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan angka dari titik lembek aspal yang berkisar antara 30oC sampai dengan 157oC. Untuk aspal yang biasa digunakan pada perkerasan jalan, yaitu aspal pen 60 mempunyai temperature titik lembek dari 48oC sampai dengan 58oC. Pengujian titik lembek ini penting dalam prasyarat aspal, yang mengindikasikan aspal cenderung melunak pada kenaikan temperature pada perkerasan jalan.

3. PERALATAN
a. Termometer sesuai gambar terlampir b. Cincin kuningan sesuai gambar terlampir c. Bola baja dengan diameter 9.53 mm, berat 3.45-3.55 gram d. Alat pengarah bola sesuai gambar terlampir e. Bejana gelas tahan pemanasan mendadak dengan diameter dalam 18.5 cm dengan tinggi sekurang-kurangnya 12 cm f. Dudukan benda uji seperti gambar terlampir g. Penjepit

4. BENDA UJI
a. Memanaskan contoh perlahan-lahan sambil diaduk terus-menerus hingga cair merata dan dapat dituang. Pemanasan dan pengadukan dilakukan perlahan-lahan agar gelembunggelembung udara tidak masuk. Suhu pemanasan ter tidak melebihi 56 oC diatas perkiraan titik lembeknya dan untuk aspal tidak melebihi 100oC. Waktu untuk pemanasan tidak boleh lebih dari 30 menit di atas kompor/hot plate atau tidak lebih dari 2 jam didalam oven . b. Memanaskan 2 buah cincin sampai mencapai suhu tuang dan letakan kedua cincin di atas pelat kuningan yang telah diberi lapisan dari campuran talc atau sabun. c. Menuangkan contoh kedalam 2 buah cincin. Diamkan pada suhu sekurang-kurangnya 8oC dibawah titik lembeknya selama minimal 30 menit. d. Setelah dingin, meratakan permukaan contoh dalam cincin dengan pisau yang telah dipanaskan

5. PROSEDUR
a. Memasang dan mengatur kedua benda uji yang telah disiapkan didalam cincin diatas dudukannya dan meletakan pengarah bola diatasnya. Kemudian memasukan seluruh peralatan tersebut kedalam bejana gelas. Bejana gelas diisi dengan air suling baru, dengan suhu ( 5 1)oC dan memasukkan thermometer ke dalam bejana gelas untuk mengontrol suhu 10 15 menit. b. Mendiamkan benda uji dan dudukannya di dalam bejana gelas selama c. Memanaskan bejana dengan kecepatan pemanasan 5oC per menit. Kecepatan pemanasan ini tidak boleh diambil dari kecepatan pemanasan rata-rata dari awal dan akhir pekerjaan ini. Untuk 3 menit berikutnya perbedaan kecepatan pemanasan per menit tidak boleh melebihi 0.5 oC

6. PERHITUNGAN
Percobaan ini dilakukan terhadap dua buah benda uji. Berikut ini merupakan tabel percobaan untuk kedua sampel yang digunakan :
Sampel I Waktu ( Menit) Suhu (C) 1 5 2 8 3 11,5 4 14 5 15,5 6 18,5 7 20 8 23 9 26 10 29 11 32 12 35 13 38 14 41 15 44 16,8 47

Sampel II Waktu ( Menit) Suhu (C) 1 5 2 8 3 11,5 4 14 5 15,5 6 18,5 7 20 8 23 9 26 10 29 11 32 12 35 13 38 14 41 15 44 16,23 47

Untuk sampel I, titik lembek ( saat dimana bola yang terletak di atas benda uji menyentuh pelat dasar ) terjadi disuhu 47oC dan terjadi saat waktu pemanasan 16 Menit 8 detik. Untuk sampel II, titik lembek terjadi disuhu 47oC dan terjadi disaat waktu pemanasan 16 menit 23 detik. Titik lembek rata-rata dari benda uji sebesar 47oC. Nilai rentang titik lembek aspal pen 60/70 berkisar antara 48oC sampai 58oC, sedangkan hasil yang diperoleh praktikan berbeda sedikit. Perbedaan hasil ini akan dibahas lebih lanjut pada bagian analisa kesalahan. Data hasil percobaan yang diperoleh, yaitu suhu wan waktu di plot menjadi grafik. Berikut ini merupakan grafik untuk aspal uji pertama :

Grafik waktu Vs suhu pada sampel I


60 50 Suhu (C) 40 30 20 10 0 0 5 10 Waktu ( Menit) 15 20

Gambar 1.1 Grafik waktu versus suhu untuk percobaan sampel I

Grafik waktu Vs suhu pada sampel II


50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 0 5 10 Waktu ( Menit) 15 20

Gambar 1.2 Grafik waktu versus suhu untuk percobaan sampel II

Suhu (C)

7. ANALISA 7.1 Analisa Percobaan


Percobaan Titik Lembek dan Ter yang dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2011 ini bertujuan untuk mengetahui titik lembek dari sampel uji aspal. Titik lembek menggambarkan kecenderungan aspal untuk melunak dalam suhu tertentu. Percobaan ini dilakukan untuk dua buah benda uji. Tahap aal percobaan yaitu menyiapkan benda uji yaitu aspal yang digunakan oleh pratikan saat itu telah disiapkan sebelumnya oleh pihak laboran. Selanjutnya meletakkan dua buah benda uji yang berada di dalam ring ke dudukannya dan meletakkan bola besi di atasnya. Kemudian disiapkan air dingin dalam bejana gelas dengan cara memasukan bongkahan es batu ke dalam air sampai mencapai suhu yang disyaratkan yaitu suhu 5oC yang dikontrol dengan menggunakan termometer Setelah suhu air dipastikan konstan 5oC maka tahap selanjutnya adalah memasukan peralatan yang berisi sampel kedalam air dingin dalam bejana gelas tersebut selama 10-15 menit. Pengontrolan suhu air tetap dilakukan selema perendaman benda uji. Apabila suhu air dingin naik, maka harus ditambahkan es batu ke dalam air dingin untuk mengembalikan suhu menjadi 5oC. Pengontrolan suhu dimaksudkan agar aspal memilik suhu awal yang sama dengan air sebelum dilakukan pemanasan. Setelah waktu perendaman 15 menit, maka tahapan selanjutnya adalah mengangkat bejana gelas yang berisi air dingin 5oC dan benda uji dan meletakkannyanya diatas tungku pemanas. Setelah itu tungku pemanas dinyalakan dan pemanasan dimulai. Proses pemanasan diteruskan sampai aspal melembek ke bawah dan menyentuh plat dasar dari dudukan benda uji. Selama pemanasan, diamati kenaikan suhu selama selang waktu 1 menit Suhu yang tercatat pada saat aspal mencapai pelat dasar disebut titik lembek. Untuk kedua benda uji yang digunakan suhu untuk menyatakan titik lembeknya menunjukkan nilai yang sama yaitu 47oC akan tetapi dalam waktu yang berbeda.

7.2 Analisa Hasil


Dari percobaan ini, praktikan memperoleh data-data berupa suhu dalam satuan celcius dan waktu dalam satuan menit. Percobaan ini menggunakan dua benda uji aspal yang

bertujuan untuk mendapatkan titik lembek yang mendekati nilai sebenarnya Dari hasil uji yang dilakukan praktikan, diperoleh temperatur titik lembek aspal pertama sebesar 47oC dan aspal kedua sebesar 47oC. Kedua titik lembek dari masing-masing aspal tercapai pada waktu berturut-turut 16 menit 8 detik dan 16 menit 23 detik. Nilai rata-rata dari temperatur titik lembek untuk kedua benda uji adalah 47oC. Temperatur titik lembek untuk kedua benda uji adalah 47oC tidak mencapai rentang temperature sesuai spesifikasi aspal dengan pen 60/70, yaitu 48oC-58oC. Hal ini berarti terjadi kesalahan dalam praktikum yang menyebabkan ketidaktepatan nominal suhu sesuai acuan.

7.3 Analisa Kesalahan


Dalam percobaan ini terjadi beberapa kesalahan yang menyebabkan ketidak akuratan data. Pernyataan ini didukung dengan hasil data yang tidak sesuai acuan. Kesalahan yang terjadi dalam praktikum kali dianalisa dengan melakukan pendekatan praduga dan pembandingan antara prosedur pelaksanaan acuan dengan prosedur yang dilakukan praktikan. Kesalahan pertama terfokus kepada suhu air dingin saat awal percobaan. Selama masa perendaman benda uji beserta alatnya dalam air dingin tersebut, dapat terjadi kenaikan suhu karena terjadi aliran perpindahan panas antara benda uji dan alat dengan air dinginnya. Praktikan kurang teliti menjaga suhu air dingin tersebut, sehingga tidak terjaga sesuai acuan yang disyaratkan. Kesalahan juga bertambah ketika saat waktu perendaman, alat uji diangkat keluar dari air dingin untuk dipastikan jika aspal tersebut telah terpasang pada cincin kuningan. Hal ini menyebabkan alat uji bisa saja tidak terpasang lagi secara tegak lurus dan dapat mempengaruhi hasil percobaan. Pengaruh dari alat uji yang diletakan miring adalah pada kelembekan aspal yang ditiban bola baja dalam keadaan miring. Pada keadaan miring, aspal lebih cepat melembek karena terjadi ketidak seimbangan distribusi beban bola baja pada lapisan aspal.

8. KESIMPULAN
a. Uji titik lembek aspal dengan menggunakan metode ring and ball berguna untuk

menentukan titik lembek suatu aspal yang nantinya diapakai dalam perkerasan jalan. b. Aspal uji pada percobaan ini memiliki titik lembek 46.75oC

9. REFERENSI
Tim Dosen Teknik Jalan Raya. modul praktikum teknik jalan raya I. Departemen Teknik Sipil, Fakutlas Teknik, Universitas Indonesia, Depok, 2010. Badan Standarisasi Nasional Indonesia, . SNI 06-2434-1991 ; uji titik lembek aspal dengan alat ring and ball.

10. LAMPIRAN

Gambar 1. Air dingin 5oC dalam bejana untuk Perendaman alat uji.

Gambar 2. Perendaman alat uji selama

Gambar 3. Pemanasan alat uji beserta bejana

Gambar 4. Keadaan titik lembek benda uji

Gambar 5. Termometer dan spesifikasinya dalam uji titik lembek aspal

Gambar 6. Cincin Kuningan

Gambar 7. Alat Pengarah Bola

Gambar 8. Dudukan Benda Uji

Gambar 9. Alat Ring and Ball