Anda di halaman 1dari 44

KIMIA ANALISIS (MODUL 2)

Dr. WIDAYAT ST MT

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011

Silabi
Dasar-dasar Spektrofotometer Spektrofotometri sinar tampak, U V, dan I R. Spektrofotometri emisi nyala. nyala A A S. Potensiometri. Konduktometri. Kromatografi gas-cair. Kromatografi gas-padat. g g p

Daftar Pustaka
Vogels. A.I., 1989, Vogels Text Book of Quantitative Chemical Analysis . Day, RA dan AL Underwood,1994 Analisa Kimia Kuantitatif, Kuantitatif diterjemahkan oleh R Soedoro dkk Penerbit Erlangga

Prinsip Spektrofotometer
Spektrofotometer menghasilkan spektra Spektra: range dari semua frekuensi radiasi p g elektromagnetik Spektra suatu obyek atau materi adalah p y karakteristik distribusi radiasi elektromagnetik dari obyek atau materi tersebut Spektra dihasilkan karena adanya interaksi gelombang elektromagnetik dengan materi

Spektroskopi

Vogel 1989

Spektroskopi Konvensional

Perm ukaan p pertam a


Po Pa Pb

Cahaya (sinar) dengan tenaga radian P0 menabrak permukaan pertama sampel dengan Perm ukaan ketebalan k b l = b cm ke dua
P

R 1

R 2

Cahaya (sinar) dengan tenaga radian Pb menabrak permukaan kedua sampel dengan ketebalan = b cm Tenaga radian P ditransmisikan (diteruskan) Tenaga radian R2 dipantulkan
9

b
Harris, 1987

Ditransmisikan Diserap Dipantulkan Dihamburkan


Apabila sampel tidak menyerap cahaya, y p cahaya, y proses yang terjadi hanyalah : - pemantulan - transmisi (diteruskan)
11/23/2011 10

HUKUM LAMBERT-BEER

Asumsi:
1. 1 Radiasi sinar datang harus monokromatis. monokromatis 2. Spesi penyerap (molekul, atom, ion, dll) independen satu sama lain. 3. R di si sinar datang merupakan berkas 3 Radiasi sin d t ng me u k n be k s paralel yang teg k lurus lel y ng tegak lu us dengan permukaan media penyerap. 4. Radiasi sinar melintasi media penyerap dengan panjang yang sama. 5. Media penyerap homogen dan tidak menyebabkan penghamburan sinar. 6. Radiasi sinar datang mempunyai intensitas yang tidak terlalu besar yang menyebabkan efek saturasi.

11

Hukum Lambert

Hukum Beer

Hukum Beer-Lambert :
Absorbance = log( Io / I )
where : Io = incident intensity I = transmitted intensity This expression can be re-written as shown below.

(1)

Absorbance = abc
where : a = absorption coefficient b = length of the absorption path c = concentration of absorbing atoms.

(2)

Ideal (a & b constant)

(Relatively small conc. Range)

Upward

Asymptotic

Roll-over

(Above a certain conc., A does not increase at all)

(two different concs can give the same A, I conctant)

LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER

A = abc
Menurut Hk. Lambert-Beer, A berbanding lurus dengan panjang lintasan (b) dan konsentrasi (c), sehingga:
1. A tidak mempunyai limitasi terkait dengan b. Gunakan sel yang tipis untuk sampel dengan konsentrasi tinggi. Gunakan sel yang tebal untuk sampel dengan konsentrasi rendah. Contoh: Jika A = 0.410 dalam kuvet (b = 1.0 cm) (b Sehingga jika: b = 2.0 cm, A = 0.820 b = 0.1 cm, A = 0.041

15

LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER 2. Chemical Deviation A berbanding lurus dengan konsentrasi (c), kecuali: untuk konsentrasi yang terlalu tinggi atau jika terjadi reaksi kimia a. Biasanya, A menjadi nonlinier jika c > 0.10 M Pada konsentrasi diatas 0.10 M, jarak antar molekul analit menjadi cukup dekat, yang mempengaruhi distribusi muatan, sehingga k d k hi di ib i hi mengubah cara molekul melakukan serapan (mengubah ).

b. A menjadi nonlinier jika terjadi reaksi kimia.


Jika analit mengalami assosiasi, dissosiasi atau bereaksi dengan pelarut atau komponen lain dalam larutan, penyimpangan Hk. LambertLambert-Beer akan terjadi.

H + + In HIn Color C l 1

Color 2

16

LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER 3. Instrumental Deviation

a. Efek Radiasi Polikromatik


Idealnya, monokromator k n melew tk n di si Ide lny monok om to akan melewatkan radiasi monokromatis, tetapi kenyataannya monokromator akan melewatkan radiasi berupa pita. Bandwidth spektrometer akan mempengaruhi linieritas Hk. Lambert-Beer Hk Lambert-Beer. Pengukuran dilakukan pada max untuk memperkecil error.

B A
17

soal
5 ml larutan permanganat yang tidak ll d k diketahui konsentrasi mempunyai absorbansi 0,356 0 356 pada suatu panjang gelombang tertentu.Kemudian 1 ml larutan permanganat standar yang mengandung 5 g Mn/ml ditambahkan ke dalam larutan pertama dan absorbansinyamenjadi 0,333. Hitung konsentrasi larutan permanganat yang tidak diketahui dalam g Mn/ml .

Soal 2
Absorbans sebuah larutan mengandung 2,0 10-3 g/l suatu solut dengan BM 180 g/mol, dalam 2,0 sel adalah 0,800. Hitung a. daya serap; b. daya serap molar A = abc Hitung a A = bc Hitung

INSTRUMENTASI

Menurut konfigurasinya, dibagi dalam:


1. Single Beam 2. Double Beam 3. Multi Channel 1. Single Beam

INSTRUMENTASI 2. Double Beam Double-beam in time instrument

INSTRUMENTASI 2. Double Beam Double-beam in space instrument

INSTRUMENTASI 3. Multi Channel

INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER 1. Sumber (Source)

Argon Tungsten Deuterium Xenon

100 350 160 200

160 800 360 900

nm nm nm nm

INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER 1. Kuvet (Sample Container)

INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER 3. Monokromator

PRISMA

INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER 3. Monokromator

GRATING

INSTRUMENTASI KOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 4. Detektor

Photovoltaic Phototube Diode array

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis spektrofotometri UV-Vis


Pembentukan molekul yang dapat menyerap sinar UV Vis UV-Vis
Persyaratan pereaksi yaitu :
Reaksinya selektif dan sensitif. Reaksinya cepat, kuantitatif, dan reproduksibel. Hasil reaksi stabil dalam jangka waktu yang lama. Waktu operasional

Penggunaan Spektrometer
Persiapan sampel dan larutan standar /baku Penentuan waktu operasi, uv umumnya tidak perlu Pemilihan panjang gelombang Pembuatan kurva baku b k b k Pembacaan absorbance Perhitungan konsentrasi sampel

Panjang gelombang yang digunakan : max. a . Alasan : Kepekaan maksimal Hukum LambertLambert Beer terpenuhi Kesalahan akan kecil
32

Pemilihan panjang gelombang

Tampilan data

34

35

36

Pertimbangan colorimetri g (vogel, 1989)

Kriteria analisis colorimetri Vogel, 1989


Reaksi yang menghasilkan warna spesifik
Pembentukan ion /molekul komplek misal dengan Oksidasi g Pengendalian pH Penghilangan senyawa penganggu misal dengan ekstraksi dengan pelarut organik Isolasi senyawa yang akan dianalisis y y g dengan ekstraksi dan membentuk senyawa komplek

Kriteria analisis colorimetri Vogel, 1989


Separasi dengan volatilasi Elektrolisa denganelektroda merkuri g

Proporsinal warna dan konsentrasi Stabilitas warna Reproduksibilitas Larutan harus jernih Sensitifitas tinggi gg

Pemilihan Solvent Vogel, 1989


Pelarut yang bagus terhadap senyawa yang dianalisis Tidak berinteraksi /reaksi dengan senyawa yang dianalis Harus tidak menunjukkan absorpsi yang signifiakan pada panjang gelombang i ifi k d j l b yang dianalis

Pemilihan Solvent Vogel, 1989

Keuntungan Spektrofotometer
Penggunaannya luas, dapat digunakan untuk senyawa anorganik, organik dan biokimia yang diabsorpsi di daerah ultra lembayung atau daerah tampak. Sensitivitasnya tinggi, batas deteksi untuk mengabsorpsi pada jarak 10-4 sampai 10-5 M. 6 Jarak ini dapat diperpanjang menjadi 10-6 sampai 10-7 M dengan prosedur modifikasi yang pasti.

Keuntungan Spektrofotometer
Selektivitasnya sedang sampai tinggi, Ketelitiannya baik kesalahan relatif baik, pada konsentrasi yang ditemui dengan tipe spektrofotometer UV-Vis ada pada jarak dari 1% sampai 5%. spektrofotometer mengukur dengan mudah dan kinerjanya cepat dengan instrumen modern, daerah modern pembacaannya otomatis

TERIMA KASIH MATUR NUWUN

SELAMAT BERKREASI YANG KREATIF