Anda di halaman 1dari 13

BAB I Pendahuluan

Green Building (juga dikenal sebagai Green Construction atau Sustainable Building - bangunan yang berkelanjutan) mengacu pada struktur dan menggunakan proses yang ramah lingkungan dan sumber daya yang efisien di seluruh masa pakai bangunan : dari penentuan tapak sampai desain, konstruksi, operasi, pemeliharaan, renovasi, dan pembongkaran. Bukan hanya menjaga lingkungan dan merawatnya. Kenajuan teknologi akibat dari kemajuan cara berpikir manusia terus berkembang sehingga menghasilkan pemikiran yang mampu menjadikan suatu konsep yang menguntungkan bagi manusia maupun lingkungan. Dengan semakin banyaknya populasi manusia, kebutuhan akan berbagai macam keperluanpun meningkat. Saat ini konstruksi hijau atau Green Construction memang menjadi terobosan penting dan sudah banyak dalam pengaplikasiannya. Di Indonesia pun sudah banyak bangunan dengan design dan materialnya yang ramah lingkungan, seperti : Perpustakaan di Universitas Indonesia. Green construction ialah sebuah gerakan berkelanjutan yang mencita-citakan terciptanya konstruksi dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemakaian produk konstruksi yang ramah lingkungan, efisien dalam pemakaian energi dan sumber daya, serta berbiaya rendah. Gerakan konstruksi hijau ini juga identik dengan sustainbilitas yang mengedepankan keseimbangan antara keuntungan jangka pendek terhadap resiko jangka panjang,dengan bentuk usaha saat ini yang tidak merusak kesehatan, keamanan dan kesejahteraan masa depan. Pemakaian material/bahan bangunan yang banyak digunakan seperti kaca, beton, kayu, asphalt, baja dan jenis metal lainnya ditengarai dapat menimbulkan efek pemanasan global yang signifikan dan menyebabkan perubahan iklim di dunia. Ingat kan penggunaan kaca gelap/ kaca yag dapat memantulkan cahaya matahari yang biasanya digunkan pada gedung-gedung tinggi/bertingkat yang biasa disebut dengan kaca film ribben. Jelas-jelas itu sangat merugikan karena menghantarkan cahaya matahari kembali ke atmosfer bumi dan terjadilah penumpukan sehingga suhu bumi semakin panas. ( sumber : http://www.pantonanews.com/1037-mengenal-green-construction- ) Page | 1

Green material adalah bagian dari green building sebagai penunjang bangunan tersebut menjadi green building. Green material, atau bahan bangunan ramah lingkungan adalah bahan bangunan yang berdasarkan pada konsep green building atau ramah lingkungan. Secara mendasar, boleh dikatakan bahwa material bangunan punya beberapa ciri. Yakni, pertama, proses produksinya meminimalkan pengurasan sumber daya alam seperti kayu di hutan. Kedua, material tersebut bisa didaur ulang. Selain itu, konsumen pun perlu memilih material yang, dalam proses pengiriman, tidak menggunakan banyak konsumsi energi (bahan bakar minyak). Maka, di sini sang konsumen perlu mengutamakan membeli material yang berlokasi dekat dengan propertinyabukan material yang diimpor dari negeri lain.

Lantas, apa saja sih material bangunan ramah lingkungan yang kini bisa diperoleh di pasar? Ada banyak sebagai berikutbeberapa di antaranya sangat mungkin tiada asing bagi Anda: 1. Rangka atap baja ringan. Bahan ini kian ngetren sebagai pengganti rangka atap kayu. Selain ramah lingkungan, rangka atap baja juga lebih kuat, ringan, dan mudah dipasang. 2. Kusen aluminium. Selain tak berperan menguras kayu hutan, kusen aluminium juga lebih awet karena tak bisa lapuk ataupun digerayangi gerombolan rayap. 3. Pintu PVC. Nah, material bangunan yang ini juga bisa tampil indah karena tersedia dalam banyak motif dan warna. Juga tak cepat lapuk dimangsa air dan rayaptak seperti pintu kayu. 4. Keran sistem pencet/tekan. Keran ini mencegah pemborosan penggunaan air. Maklum, sering, pengguna keran tidak mematikan keran secara rapat sehingga air terus mengucur percuma. Keran sistem pencet juga lebih kebal terhadap kemungkinan bocor. 5. Septic tank fiberglass dan berpenyaring biologis. Nah, ini merupakan septic tank yang ramah lingkungan karena punya sistem penguraian limbah bertahap, antirembes-bocor, tahan lama, dan hemat ruang.

Page | 2

6. Wall paper (kertas dinding) daur ulang. Wall paper tipe ini terbuat dari kertas yang bisa didaur ulang. Selanjutnya, tipe ini mudah dibersihkan, cukup diseka dengan lap kering. Berlainan dengan itu, wall paper berbahan vinyl tak bisa didaur ulang. 7. Batu bata darimaafkotoran sapi. Merupakan besutan mahasiswa Prasetiya Mulya Business School di tahun 2009, batu bata ini jelas sobat kental bagi lingkungan karena tak memerlukan teknik pertambangan nan menciderai alam. Sudah begitu, batu bata tersebut lebih kuat dan ringan ketimbang batu bata konvensional. 8. Cat ramah lingkungan. Dewasa ini, produsen cat mulai memasarkan produk yang tidak mengidap zat beracun ataupun berbahaya bagi lingkungan. Sudah tentu, Anda bisa menggunakan cat jenis ini. 9. Kaca dari material daur ulang. Di sini, sang produsen menggunakan limbahan pecahan kaca plus pasir silika sebagai bahan baku produksi. 10. Kayu dari komposit kayu plastik. Material ini bisa dikatakan belum lama hadir di Indonesia. Kayu ini terbuat dari serbuk kayu yang didaur ulang, serbuk bambu, kayu hasil penanaman di lahan pertanian, PVC, dan beberapa serbuk organik non-bahan kimia. (sumber:http://www.propertykita.com/artikel/green_living/beberapa_material_bangunan_sahaba t_lingkungan-544.html ) Bagian rumah yang memberikan sirkulasi udara dan pencahayaan alami adalah pintu dan jendela. Kedua bagian ini sangat penting, baik dalam hal, bentuk, posisi, jenis, dan bahannya. Suatu pintu dan jendela terdiri dari bagian kusen atau gawang dan daun nya. Pemasangan kusen bersifat tetap atau permanen didalam tembok, sedangkan daun pintu dan jendela digantungkan pada kusen dengan menggunakan engsel. Namun pada penerapannya ada jenis pintu atau jendela mati, dimana daun pintu dipasang tetap pada kusen dengan tujuan sebagai pencahayaan saja.

Pintu
Page | 3

Pintu pada rumah biasanya menggunakan standar 0,8 0,9 m dengan satu daun pintu, sedangkan untuk pintu lebar dengan dua daun biasanya memiliki lebar 1,3 1,4 m. Untuk Kamar mandi dipakai pintu dengan lebar 0,7 m. Tinggi pintu standar untuk rumah antara 2,1 2,2 m dan untuk garasi 2,3. Tinggi pintu dapat dikolaborasi tergantung keinginan pemilik. Ada beberapa jenis pintu antara lain:

1. Pintu Ayun - Pintu Solid Panel

- Pintu PVC Kamar Mandi

Page | 4

2. Pintu Geser (Sliding Door)

3. Pintu Lipat

Pintu lipat memiliki tingkat efisiensi yang tinggi namun rentan masalah pada lipatannya.

4. Pintu Lipat Geser (Folding Sliding Door)

Page | 5

- Jendela
Lebar Jendela biasanya antara 0,65 0,8 m untuk daun satu dan 1,3 1,4 m untuk daun dua. Tinggi jendela dibuat sama tinggi dengan sisi tepi atas pintu untuk visual yang baik. Sedangkan sisi bawahnya bisa dibuat sesuai keinginan pemilik. ( sumber : http://anstone.wordpress.com/2010/03/08/pintu-dan-jendela/ )

Jadi, defenisi dari pintu dan jendela yang ramah lingkungan adalah jenis pintu dan jendela yang memiliki konsep-konsep ramah lingkungan yang terlihan dari siklus hidup ( life cycle ) material tersebut. Evaluasi seluruh siklus hidup produk diperlukan untuk menentukan apakah itu benar-benar produk green building. Ini termasuk dari pembuatan produk, untuk pengiriman produk, penggunaannya, dan akhirnya, saat pelepasannya. Untuk produk yang akan sepenuhnya diklasifikasikan sebagai produk green building produk harus diproduksi dari bahan daur ulang. Misalnya, isolasi yang dibuat dari koran daur ulang akan memenuhi kriteria pertama dalam definisi menjadi produk bangunan hijau. Selain itu, produk yang diproduksi dari sumber daya terbarukan juga akan memenuhi kriteria pertama dalam definisi bahan bangunan hijau. Tahap berikutnya dalam siklus hidup produk yang perlu dievaluasi untuk menentukan apakah produk benar-benar memenuhi syarat sebagai produk green building adalah bagaimana hal itu dikirim, dan jarak antara fasilitas manufaktur dan situs membangun.Sebagai contoh, produk yang diproduksi di Cina yang perlu dikirim ke situs membangun di New England, mungkin tidak memenuhi kriteria dalam definisi produk green building. Tahap ketiga yang harus dipertimbangkan dalam menentukan apakah produk benar-benar memenuhi syarat sebagai produk bangunan hijau adalah penghematan energi operasional yang disediakan. (sumber : http://www.homeadditionplus.com/green-home/Definition-Green-Building-Product.htm )

BAB II
Page | 6

Green Building Materials for Windows and Doors

Green building materials for windows and doors memiliki beberapa kriteria, yakni : Penutup jendela yang terisolasi (termal secara eksternal dan internal) yang dapat mengurangi keuntungan panas pada musim dingin dan mengurangi kehilangan panas pada musim dingin. Berkualitas tinggi, terisolasi, kedap udara luar, mengurangi pemanasan dan pendinginan, meningkatkan Kenyamanan dan memperkecil tagihan listrik (energy) Jika bahan dari kayu, bahan bakunya harus diproduksi secara berkelanjutan.

Ini adalah beberapa contoh kusen jendela dan pintu, atau beberapa contoh jenis pintu dan jendela yang termasuk dalam material yang ramah lingkungan :

Kusen jendela UPVC (FESIA)


Kusen jendela UPVC (FESIA) adalah kusen jendela yang bermaterial dasar alumunium. Kusen UPVC ini dikategorikan sebagai material yang ramah lingkungan karena memiliki beberapa kriteria seperti : Hemat energi (menjaga kesejukan ruangan) Penguncian ganda dengan sistem mushroom Fasilitas night vent Meredam kebisingan Material ramah lingkungan ( 100% bebas timbale ) Proteksi terhadap api Anti bocor (air tidak akan masuk ke dalam rumah) Tahan terhadap cuaca (tidak akan rapuh dan berubah warna) Bentuk sangan presisi (lebih kuat, kedap air dan suara) Bebas perawatan (tidak memerlukan pengecatan) Anti rayap

Aplikasi FESIA UPVC pada bangunan : Page | 7

Gambar : aplikasi FESIA UPVC pada bangunan Sumber : http://kusenpintujendelaupvc.peluangusaha.asia/kusen-pintu-jendela-upvc-fesia.html

Analisa

Daur

Hidup

Life

Cycle

Analysis

(LCA)

Banyak pakar sepakat bahwa untuk benar-benar memahami dampak lingkungan dari Page | 8

penggunaan suatu produk, seluruh daur hidup produk tersebut harus dievaluasi secara seksama. Inilah yang disebut Analisa Daur Hidup. Efek-efek lingkungan yang diakibatkan oleh proses produksi suatu produk dengan berjalannya waktu dapat dikompensasi atau diimbangi dengan usia pakai yang panjang, manfaat yang besar dari digunakannya produk tersebut serta dampak lingkungan yang rendah atas penggunaan produk tersebut. Misalnya, untuk kasus jendela PVC, emisi yang terjadi selama proses pembuatan produk ini ternyata tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan keuntungan yang didapat selama puluhan tahun karena penggunaan jendela PVC: penghematan energi.

Produk-produk dari bahan PVC unggul dalam efisiensi energi, kapasitas isolasi termal, kontribusi yang rendah terhadap efek rumah kaca, kemudahan perawatan dan usia pakai yang panjang (tahan lama).

Hasil studi terbaru tentang daur hidup produk PVC di sektor konstruksi bangunan menyatakan bahwa dampak lingkungan dan kesehatan dari digunakannya produk PVC sama atau lebih kecil dibanding kebanyakan bahan-bahan lain.

VEKA Systems
Produk kusen PVC ini merupakan produk yang berasal dari India. VEKA India berkomitmen untuk memberikan dunia jendela kelas & sistem pintu kepada pelanggan India. Kami senantiasa berupaya adalah untuk menyediakan produk yang tidak hanya terbaik dalam kinerja, tetapi juga aman dan meminimalkan dampak pada lingkungan kita. Dalam kelanjutan dari tujuan yang sama kami senang untuk mengumumkan bahwa seluruh rentang kami dari jendela upvc & sistem pintu tidak hanya Memimpin bebas serta mematuhi norma-norma di seluruh dunia. Semua Sistem Profil VEKA untuk jendela & pintu tidak hanya serupa dengan ketat standar internasional seperti AAMA (Norma Amerika), EN (Norma Eropa), BS (British Standard), DIN (Norma Jerman) & LEED (Kepemimpinan Efisiensi Energi dan Desain) serta memenuhi standar SHGC ditentukan oleh IGBC (India Green Building Council).

Page | 9

Gambar : ruang dalam profil jendela PVC diisi dengan busa polystyrene untuk mendapatkan efek insulasi suhu yang ideal Sumber : http://pvcindonesia.wordpress.com/

Fluxxlab ( amerika ) Fluxxlab telah merubah sebuah pintu putar (Revolving Door) yang biasa kita temui di gedung perkantoran/ hotel atau apartemen menjadi pemangkit listrik. Dengan memanfaatkan tenaga manusia (pengunjung) yang mendorong pintu tersebut untuk masuk atau keluar, maka "turbin" yang diletakkan di bagian pintu akan mengkonversikannya menjadi sumber listrik. Teori ini layaknya sebuah kincir air yang menghasilkan sumber listrik. Walaupun mungkin sumber listrik yang dihasilkan tidak besar tetapi pemilik gedung cukup senang karena mendapatkannya secara gratis dengan dibantu oleh setiap pengunjung yang ada.

Page | 10

Gambar : pintu Fluxxlab ( sumber : http://www.otakku.com/2008/02/09/generating-power-from-revolving-doors/ ) Pintu cahaya dan udara PintuCahaya & Udara adalah pintu sederhana dengan karaktermisterius yang menyediakan fitur fungsional yang mengejutkan. Jajaranlubang di pintu dapat dibuka dan ditutup dengan menggeser tombol, yangmengatur jumlah cahaya, udara dan kebisingan antara dua kamar. Pintudibangun dari inti berongga dengan panel interior yang bergeser darikiri ke kanan. Permukaan eksterior bisa berbahan dalam berbagai kayu,logam dan bahan kain.

Gambar : pintu dan jendela cahaya

Page | 11

Sumber http://reverendum.blogspot.com/2011/12/inilah-11-pintu-paling-

unik.html#axzz1qsuuMUz1

BAB III Kesimpulan

Green Building (juga dikenal sebagai Green Construction atau Sustainable Building - bangunan yang berkelanjutan) mengacu pada struktur dan menggunakan proses yang ramah lingkungan dan sumber daya yang efisien di seluruh masa pakai bangunan : dari penentuan tapak sampai desain, konstruksi, operasi, pemeliharaan, renovasi, dan pembongkaran. Bukan hanya menjaga lingkungan dan merawatnya. Kenajuan teknologi akibat dari kemajuan cara berpikir manusia terus berkembang sehingga menghasilkan pemikiran yang mampu menjadikan suatu konsep yang menguntungkan bagi manusia maupun lingkungan. Dengan semakin banyaknya populasi manusia, kebutuhan akan berbagai macam keperluanpun meningkat. Saat ini konstruksi hijau atau Green Construction memang menjadi terobosan penting dan sudah banyak dalam pengaplikasiannya. Di Indonesia pun sudah banyak bangunan dengan design dan materialnya yang ramah lingkungan, seperti : Perpustakaan di Universitas Indonesia. Untuk mendesain sebuah bangunan yang green building, maka kita juga harus memikirkan materialnya. Material yang green juga harus memiliki siklus hidup yang berembodied energy rendah.

Page | 12

BAB IV Daftar Pustaka

Chiras, Daniel D. The Ecological Home http://www.pantonanews.com/1037-mengenal-green-constructionhttp://www.propertykita.com/artikel/green_living/beberapa_material_bangunan_sahabat_lingkun gan-544.html http://anstone.wordpress.com/2010/03/08/pintu-dan-jendela/ http://www.homeadditionplus.com/green-home/Definition-Green-Building-Product.htm http://kusenpintujendelaupvc.peluangusaha.asia/kusen-pintu-jendela-upvc-fesia.html http://pvcindonesia.wordpress.com/ http://www.otakku.com/2008/02/09/generating-power-from-revolving-doors/ http://reverendum.blogspot.com/2011/12/inilah-11-pintu-palingunik.html#axzz1qsuuMUz1

Page | 13