Anda di halaman 1dari 2

Apabila dari data geologi, data geokimia, dan data geofisika yang diperoleh dari hasil survey rinci

menunjukkan bahwa di daerah yang diselidiki terdapat sumberdaya panasbumi yang ekonomis untuk dikembangkan, maka tahap selanjutnya adalah tahap pemboran sumur eksplorasi. Tujuan dari pemboran sumur eksplorasi ini adalah membuktikan adanya sumberdaya panasbumi di daerah yang diselidiki dan menguji model system panasbumi yang dibuat berdasarkan data-data hasil survei rinci. Jumlah sumur eksplorasi tergantung dari besarnya luas daerah yang diduga mengandung energi panasbumi. Biasanya di dalam satu prospek dibor 3 5 sumur eksplorasi. Kedalaman sumur tergantung dari kedalaman reservoir yang diperkirakan dari data hasil survei rinci, batasan anggaran, dan teknologi yang ada, tetapi sumur eksplorasi umumnya dibor hingga kedalaman 1000 3000 meter. Menurut Cataldi (1982), tingkat keberhasilan atau success ratio pemboran sumur panas bumi lebih tinggi daripada pemboran minyak. Success ratio dari pemboran sumur panasbumi umumnya 50 70%. Ini berarti dari empat sumur eksplorasi yang dibor, ada 2 3 sumur yang menghasilkan. Setelah pemboran selesai, yaitu setelah pemboran mencapai kedalaman yang diinginkan, dilakukan pengujian sumur. Jenis jenis pengujian sumur yang dilakukan di sumur panasbumi adalah: Uji hilang air (water loss test) Uji permeabilitas total (gross permeability test) Uji panas (heating measurement) Uji produksi (discharge/ output test) Uji transien (transient test)

Pengujian sumur geothermal dilakukan untuk mendapatkan informasi/ data yang lebih persis mengenai : 1. Jenis dan sifat fluida produksi. 2. Kedalaman reservoir. 3. Jenis reservoir. 4. Temperatur reservoir. 5. Sifat batuan reservoir. 6. Laju alir massa fluida, entalpi, dan fraksi uap pada berbagai tekanan kepala sumur. 7. Kapasitas produksi sumur (dalam MW).

Berdasarkan hasil pemboran dan pengujian sumur harus diambil keputusan apakah perlu dibor beberapa sumur eksplorasi lain, ataukah sumur eksplorasi yang ada telah cukup untuk memberikan informasi mengenai potensi sumber daya. Apabila beberapa sumur eksplorasi mempunyai potensi cukup besar maka perlu dipelajari apakah lapangan tersebut menarik untuk dikembangkan atau tidak.

UJI SUMUR Tes ini dilakukan untuk menentukan zona potensi produksi dan permeabilitas efektif. Injeksi air dingin ke dalam lubang sumur adalah prosedur umum untuk tes baik dalam reservoir yang didominasi oleh air. 2 parameter yang dilakukan untuk pengukuran uji sumur adalah : 1. Water Loss, Lokasi dan karakteristik zona feed atau kerugian ditentukan dengan

mengukurprofil suhu dan aliran dalam lubang sumur. 2. permeability, Hal ini dimungkinkan untuk menentukan permeabilitas formasi dengan

menganalisis tekanan, catatan waktu setelah perubahan laju aliran.

Uji hilang air, Profil temperatur dari tes kehilangan air yang berhasil digunakan untuk menunjukkan bagian permeabel sepanjang lubang sumur.