Anda di halaman 1dari 7

Makalah

TINGKAT BUNGA DAN HARGA SEKURITAS

OLEH KELOMPOK II Sumarlin Dika Afrianti Kusmawati (20910050) ( (209100 ) )

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI 2012

Kata pengantar

Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahNya sehingga makalah ini bisa terselesai tepat pada waktunya. Salam dan salawat penulis sampaikan kepada Nabiullah muhammad SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya, serta pengikut-pengikutnya dimanapun berada.

Penyusunan makalah ini merupakan upaya penulis dalam memperkaya khasanah berpikir masyarakat bangsa dan negara. Makalah ini digunakan mahasiswa untuk mempelajari dan menambah wawasan tentang Sistem Manajemen Informasi. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari harapan pembaca yang mana didalamnya terdapat berbagai kesalahan baik dari sistem penulisan maupun isi dan desain penyajian. Oleh karena itu, penulis mengharapkan masukan berupa kritik dan saran yang bersifat membangun. Penulis dalam mengedit dan mendesain cover makalah ini serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, akhirnya semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua, amin.

Kendari, 3 April 2012 Penulis,

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Pada hakikatnya melelui penilaian proyek, kita dapat menarik dua kesimpulan. Pertama, melalui evaluasi proyek kita dapat menentukan apakah Benefit netto suatu proyek lebih besar atau lebih kecil daripada Benefit netto suatu peluang investasi marginal. Jika suatu proyek menghasilkan Benefit netto yang lebih besar daripada Benefit netto proyek marginal, pelaksanaannya dapat disetujui, jika lebih kecil, pelaksanaannya harusnya ditolak. Kesimpulan ini mendasari keputusan go/no go Idealnya tidak mungkin ada proyek yang secara strategis lebih bermanfaat bagi masyarakat daripada proyek marjinal, tetapitidak dapat dilaksanakan karena kekurangan dana. Proyek marjinal merupakan proyek yang menguntungkan tetapi dikecualikan ( atau ditunda ) pelaksanaanya karena terbentur pada masalah pembiayaan. Tetapi dalam kenyataannya, sebagian Negara berkembang mempunyai daftar proyek yang menunggu pembiayaan, yang akan diramalkan akan memberikan rate of return yang lebih tinggi daripada discount rate social yang akan ditentukan oleh rentabilitas proyek marjinal. Jadi, pihak yang berwenang di bidang penyusunan anggaran selalu dihadapkan pada perlunya mengurutkan berbagai proyek demi memilih proyek yang menguntungkan dari sudut pandang masyarakat yang tentunya memenuhi syarat criteria investasi. 1.2.Tujuan Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu: 1. Dapat mengetahui kriteria investasi dan pasar modal 2. Untuk dapat membedakan antara investasi dan pasar modal 3. Dapat mengklasifikasi investasi dan pasar modal 1.3.Rumusan masalah Adapun yang menjadi permasalahan dalam makalah ini yaitu: 1. Bagaimana fungsi ekonomi dalam perekonomian? 2. Bagaimana hubungan harga sekuritas dengan tingkat bunga? 3. Bagaimana hubungan yield dengan harga sekuritas?

BAB II PEMBAHASAN 2.1. Fungsi bunga dalam perekonomian 2.2. Kriteria investasi 1. Net Present Value dari Arus Benefit dan Biaya ( NPV ) Keuntungan netto suatu usaha adalah pendapatan bruto dikurangi jumlah biaya. Maka NPV suatu proyek adalah selisisih PV arus benefit dengan PV arus biaya.
NVP
t 0 n

1 i

Bt

t 0

1 i

Ct

t 0

Bt Ct

1 i t

Bt = benefit sosial bruto pada th t ( terdiri dari segala jenis penerimaan atau keuntungan non financial pada th t ) Ct = biaya sosial bruto pada th t ( terdiri dari segala jenis pengeluaran, baik yang bersifat modal maupun rutin ) yang dibebani kepada penyelenggara proyek pada t ( termasuk investasi semula dalam tahun ke nol dan seterusnya. n = umur ekonomis proyek i = social opportunity costof capital yang digunakan sebagai social discount rate. 2. Internal Rate of Return ( IRR ) Internal Rate of return adalah rate of return atau tingkat rendemen atas investasi netto. Bt dan Ct : Benefit/biaya social bruto dalam th t Bt-Ct : benefit netto dalam th t, dimana sisi negative merupakan investasi n : umur ekonomis proyek Ft : nilai investasi yang belum dikembalikan sampai akhir tahun t, setelah realisasi benefit atau biaya yang terjadi dalam th itu. Rt : rendemen implicit dalam th t, entah dibayarkan ( supaya betul diterima/dirasakan oleh penyelenggara proyek ) atau tidak. Jadi IRR adalah tingkat t yang memenuhi tiga syarat sebagai berikut : o Rendemen implicit dalam tiap tahun sama dengan hasil i kali nilai investasi pada akhir tahun sebelumnya, yakni : Rt = iFt-1. o Nilai investasi pada akhir tahun t = nilai pada tahun sebeumnya ditambah dengan sisa pengurangan benefit netto dan rendemen implisit, yakni : Ft = Ft-1+Rt- ( Bt-Ct ) = Ft-1+iFt-1 ( Bt-Ct ) = ( 1+i )Ft-1 ( Bt-Ct )

Ft akan lebih kecil dari Ft-1 apabila benefit netto melebihi rendemen implicit, yaitu Bt-Ct >Rt yang berarti sebagian dari investasi dikembalikan pada th t. o Benefit netto pada akhir umur proyek ( tahun n ) adalah jumlah ( a ) nilai investasi yang masih berlaku pada akhir tahun sebelumnya, ditambah ( b ) rendemen implicit. Akibatnya, nilai investasi pada akhir tahun n menjadi nol. Bn Cn = Fn-1 + iFn-1 =(1 + i ) Fn-1 3. Net Benefit-Cost Ratio ( Net B/C ) Net B/C merupakan angka perbandingan antara jumlah present value yang positif ( sebagai pembilang ) dengan jumlah present value yang negative ( sebagai penyebut ). Secara umum rumusnya adalah :

NetB / C

1 i 1 i
t 0 t 0 n

Bt Ct
t

Ct Bt
t

4. Gross Benefit-Cost Ratio ( Gross B/C ) Dalam perhitungan Gross B/C, pembilang adalah jumlah present value arus benefit ( bruto ) dan penyebut adalah jumlah present value arus biaya ( bruto ). Jadi rumusnya adalah :

GrossB / C

1 i 1 i
t 0 t 0 n

Bt

Ct

5. Provitability Ratio ( PV K ) Kriteria ini dipergunakan untuk mengukur rentabilitas suatu proyek di atas titik netral sebesar 1,0 dimana NPV = 0. tetapi criteria ini dipahami sebagai indeks rentabilitas sehubungan dengan biaya modal saja, yakni membandingkan present value arus sisa benefit dikurangi dengan biaya rutin dan biaya modal. Rumusnya adalah:

1 i PV ' / K K 1 i
t 0 n t 0

Bt EP t
t

2.3. Tingkat Bunga pasar Salah satu alasan mengapa pemodal melakukan investasi dipasar modal adalah tingkat hasi dari keuntungan . dari segi lain debitur menyediakan imbalan tingakt bunga tertentu sebagai daya tarik kepada kreditur atau pemilik modal untuk melakukan investasi. Oleh karena itu, bunga mempunyai peranan penting dalam suatu pasar modal. Mengapa bunga mempeunyai peranan penting dalam pasar modal? Alasannya yaitu: 1. Suatu unit yang tersedia sekarang dan sutau unit yang tersedia pada masa yang mendatang adalah suatu item yang berbeda. Uang yang diterima sekarang mempunyai nilai yang lebih tinggi dari pada diterima masa yang akan datang. 2. Tingakat bunga adalah suatu harga investasi. Hal tersebut karena memperhitungkan antara harga sekarang dan masa mendatang. 3. Tingkat bukanlah suatu hal yang bersifat umum. Tingakat bunga bervariasi berdasarkan jenis sekuritas. Oleh karena itu, tingkat bunga suatu sekuritas dapat meningkat atau menurun sewaktu-waktu. 4. Karena sulit untuk membandingkan nilai barang-barang pada berbagai waktu, tetapi penggunaan uang lebih mudah untuk membandingkan nilai sekarang dan masa yang akan datang. Jadi, tingkat bunga menyesuaikan dengan nilai kekayaan suatu barang. Tingkat bunga umumnya positif sebab orang lebih memilih unit uang sekarang di bandingkan dengan unit uang yang diterima pada masa yang akan datang. Jadi penawaran remium dan tingkat bunga tertentu sebagai alat untuk mendorong untuk melakukan investasi (misalnya obligasi). Macam-macam bunga: a. Bunga kupon (coupon rate) Bunga kupon adalah tingkat bunga yang di janjikan oleh penerbit sekuritas sesuai dengan kontrak. Penerbit kontrak atau debitur menyetujui untuk melakukan pembayaran sejumlah bunga tertentu saat melakukan pertukaran obligasi atau sekuritas lain. Tingkat bunga kupon ini tertera pada halaman muka suatu sekuritas. Suatu contoh, obligasi dengan bunga kupon 10% tertera pada halaman muka berarti bahwa debitur menyanggupi kreditur atau investor dengan bunga 10% setiap tahunnya. Misalnya, nilai nominal sekuritas Rp 1000. Jumlah bunga di bayar hitung sebagai berikut : Tingkat bunga kupon x nilai nominal = bunga dibayar 10% x 1000 = 100

Bunga kupon bukanlah indikator hasil yang diberikan suatu sekuritas, kecuali apabila: 1. Debitur membayar sesuai dengan janji. 2. Investor membeli sekuritas sesuai dengan nilai nominalnya b. Metode bunga sederhana Metode bunga sederhana digunakan untuk membebankan debitur terhadap bunag pinjaman atau sekuritas selama jangka waktu pinjaman. Misalnya, seorang pinjam Rp 1000,- untuk satu tahun dengan tingkat bunga 10%