Anda di halaman 1dari 3

LATAR BELAKANG

Bangunan tinggi memiliki permasalahan diantaranya bagaimana menangani gaya lateral yang menimpa bangunan tersebut. Salah satu pemecahan masalahnya adalah dengan mendesain inti bangunan. Selain digunakan untuk menangani permasalahan gaya yang terjadi inti bangunan juga dapat digunakan untuk system utilitas bangunan.

PEMBAHASAN
INTI BANGUNAN

TATA LETAK INTI PADA BANGUNAN Tata letak inti bangunan tinggi dikelompokkan sebagai berikut: 1. Inti pada bangunan bentuk bujur sangkar Bentuk bujur sangkar banyak digunakan untuk bangunan perkantoran dengan koridor mengelilingi inti bangunan. Contoh: gedung indosat, wisma bumi putera di Jakarta. 2. Inti pada bangunan bentuk segitiga Hotel mandarin di Jakarta, gedung US steel di pittsburg, Amerika serikat, merupakan beberapa contoh bangunan yang menggunakan inti segitiga. 3. Inti pada bangunan bentuk lingkaran Menara berbentuk lingkaran biasanya digunakan pada fungsi hunian dengan koridor berada di sekeliling inti bangunan sebagai akses ke unit-unit hunian. Contoh: shin yokohama prince hotel di Jepang. 4. Inti pada bangunan bentuk memanjang Bangunan bentuk memanjang biasanya digunakan untuk hotel, apartemen, maupun perkantoran. 5. Init pada bangunan dengan bentuk silang Bentuk bentuk silang dengan variasi bentuk Y,T,H, atau V dimaksudkan untuk mendapatkan luas lantai tipikal yang cukup luas, tetapi bangunan tetap dapat memanfaatkan pencahayaan alamiah. Bangunan ini banyak digunakan untuk fungsi hotel, apartemen dan perkantoran. 6. Inti bangunan dengan bentuk acak Bangunan dengan inti yang di letakkan di luar titik berat masaa bangunan dan ditempatkan secara acak kurang menguntungkan bagi perencanaan bangunan tahan gempa. Contoh : gedung MBF tower di Penang, Malaysia. PERANCANGAN INTI BANGUNAN Inti bangunan digunakan sebagai bagian struktur yang memperkaku bangunan, terutama untuk menahan gaya lateral, seperti tiupan angina tau goncangan akibat gempa bumi.

Ruangan-ruangan yang dibutuhkan untuk transportasi vertikal dan distribusi arah vertikal bagi jaringan mekanikal elektrikal perlu dirancang sejalan dengan rancangan structural dan optimasi ruangan yang dapat dimanfaatkan untuk fungsi bangunan. Pada bangunan tinggi, luas lantai bersih, sirkulasi dan jaringan utilitas, serta pemanfaatan pencahayaan alamiah menjadi pertimbangan bagi letak inti bangunan. Penempatan letak inti bangunan akan memberikan pengaruh pada bangunan.

KESIMPULAN Inti bangunan pada bangunan tinggi sangat di perlukan untuk menanggulangi gaya yang menimpa bangunan ( gaya lateral ). Dan pertimbangan desain inti bangunan mengikuti desain bentuk bangunannya.

DAFTAR PUSTAKA Juwana, Jimmy: Pnaduan system bangunan tinggi, Jakarta, 2005: erlangga

PRODI TEKNIK ARSITEKTUR

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA

MATA KULIAH:

TEKNOLOGI BANGUNAN TINGGI


INTI BANGUNAN

DISUSUN OLEH: CHANDRA ARDI ASTRIAWAN 122090018