Anda di halaman 1dari 9

BAB I SIFAT BAHAN

1.1

NaOH Natrium hidroksida (NaOH), dikenal sebagai soda kaustik atau sodium

hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium Hidroksida terbentuk dari oksida basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Ia digunakan di berbagai macam bidang industri, kebanyakan digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas, tekstil, air minum, sabun dan deterjen. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia (Anonim, 2011). NaOH (Natrium Hidroksida) berwarna putih atau praktis putih, massa melebur, berbentuk pellet, serpihan atau batang atau bentuk lain. Sangat basa, keras, rapuh dan menunjukkan pecahan hablur. Bila dibiarkan di udara akan cepat menyerap karbondioksida dan lembab. Kelarutan mudah larut dalam air dan dalam etanol tetapi tidak larut dalam eter. Titik leleh 318 C serta titik didih 1390 C. Hidratnya mengandung 7; 5; 3,5; 3; 2 dan 1 molekul air (Daintith, 2005). NaOH membentuk basa kuat bila dilarutkan dalam air, NaOH murni merupakan padatan berwarna putih, densitas NaOH adalah 2,1 . Senyawa ini sangat mudah terionisasi membentuk ion natrium dan hidroksida (Keenan, dkk., 1989). 1.2 Na2CO3

Natrium karbonat, Na2CO3 adalah natrium garam dalam asam karbonat. Paling sering terjadi sebagai kristal heptahidrat, mengalami effloresces untuk membentuk serbuk putih. Natrium karbonat digunakan sehari-hari sebagai pelunak air. Memiliki pendingin alkali rasa, dan dapat diperoleh dari abu dari banyak tanaman. Natrium karbonat diproduksi dalam jumlah besar dalam proses yang dikenal sebagai proses Solvay (Anonim, 2011). Sebagai bahan pembuat kaca adalah kegunaan dari natrium karbonat yang paling penting. Ketika dikombinasikan dengan pasir (SiO2) dan kalsium karbonat (CaCO3) dan dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi, kemudian didinginkan dengan sangat cepat, sehingga menghasilkan kaca. Jenis kaca ini dikenal sebagai kaca kapur soda (Keenan, dkk., 1989).

1.3

Akuades Akuades merupakan cairan tidak berwarna atau bening, tidak memiliki bau

yang cukup khas, memiliki titik didih 100 oC, titik beku 0 oC, dan bersifat polar (Mulyono, 2005). Akuades merupakan pelarut universal, memiliki sifat adhesi dan kohesi, memiliki tegangan permukaan (Hidayat, 2010). Akuades memiliki istilah umum yaitu air. Air memiliki tegangan permukaan yang besar karena kohesi yang kuat antara molekul-molekul air. Contohnya, air

bergabung membentuk tetes air ketika diletakkan pada permukaan yang nonsoluble seperti polietilena. Tegangan permukaan dari air memungkinkan terbentuknya tetesan air yang lebih besar. Molekul air dapat bergabung dengan molekul air lainnya karena adanya gaya kohesi yang disebabkan oleh kepolaran air (Hidayat, 2010).

1.4

Albumin Albumin merupakan protein utama dalam plasma manusia ( kurang lebih

4,5 g/dl), berbentuk elips dengan panjang 150 A, mempunyai berat molekul yang bervariasitergantung jenis spesies. Berat molekul albumin plasma manusia 69.000, albumin telur 44.000 dan didalam daging mamalia 63.000 (Anonim, 2012). Kandungan albumin antara suatu spesies dengan spesies lainnya berbeda. Salah satu faktor yang menentukan kadar albumin dalam jaringan adalah nutrisi(Tandra dkk, 1988) menjelaskan bahwa faktor utama sintesa albumin adalah nutrisi, lingkungan, hormon, dan ada tidaknya suatu penyakit, lebih lanjut Lestiani dkk, (2000) menjelaskan bahwa kira kira 12 g albumin disintesa oleh hati setiap hari pada penderita sironis hepatitislanjut fungsi sintesis albumin menurun. Asam amino mempunyai peranan sangat penting bagi sintesa albumin dalam jaringan (Anonim, 2012).

BAB II PERHITUNGAN

1.1

NaOH 0,1 M, 200 ml V1 M1 200 ml. 0.1 M V2 M2 V2 6 M

V2

3,33 ml

1.2

Na2CO3 2%, 200 ml % Na2CO3 = Gram = x 100 %

=
= 4 gram

BAB III METODE PERCOBAAN

3.1

Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam proses pembuatan pereaksi dalam

percobaan ini adalah Natrium Karbonat (Na2CO3), Natrium Hidroksida (NaOH), albumin, dan akuades, aluminium voil, kertas label dan telur.

3.2

Alat Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah gelas piala, gelas

ukur, pipes tetes, neraca analitik, batang pengaduk, botol reagen dan sendok tanduk.

3.3

Prosedur Percobaan

3.3.1 NaOH 0,1 M, 200 ml Diukur 3,33 ml NaOH 0,1 M menggunakan gelas ukur. Dituang ke dalam gelas kimia. Ditambahkan 75 ml aquades, dihomogenkan. Dituang kedalam botol reagen dan diberi label.

3.3.2 Na2CO3 2 %, 200 ml Ditimbang 4 gram padatan Na2CO3 dengan menggunakan neraca analit. Dimasukkan ke dalam gelas kimia dan dilarutkan dengan NaOH 0,1 M.

Diencerkan dengan NaOH 0,1 M hingga volume 200 ml, dan dihomogenkan. Dituang kedalam botol reagen dan diberi label.

3.3.3 Albumin Dipisahkan kuning dan putih telur. Di ambil putih telur sebanyak 35 ml menggunakan gelas ukur. Dimasukkan ke dalam gelas kimia dan diencerkan dengan akuades hingga 500 ml, dihomogenkan. Dituang ke dalam botol reagen dan diberi label.

DAFTAR PUSTAKA

Daintith, J., 2005, Kamus Lengkap Kimia, Erlangga, Jakarta. Keenan, C. W., Kleinfelter, D. C., dan Wood, J. H., 1989, Ilmu Kimia untuk Universitas: Edisi Keenam, Erlangga, Jakarta. Anonim, E., 2012, Natrium Hidroksida, (http://www.wikipedia.org/natriumhidroksida), diakses pada tanggal 28 Februari 2012 pada pukul 17.08 WITA. Anonim, D., 2012, Natrium Karbonat, (http://id.wikipedia.org/wiki/natriumkarbonat), diakses pada 28 Februari 2012 pukul 17.21 WITA. Hidayat, H., 2010, Asam Amino Komponen Penyusun Protein (online) (http://hernandhyhidayat.wordpress.com/asam-amino-komponen-penyusunprotein/, diakses tanggal 28 Februari 2012 pada pukul 14.10 WITA. Anonym, 2012, Albumin, (online) (file:///F:/ALBUMIN%20 %C2%AB %20 Be% 20Smile %20Lah.htm), diakses pada 28 Februari 2012 Pukul 14.25 WITA. Mulyono, 2005, Kamus Kimia, Bumi Aksara, Jakarta.

LEMBAR PENGESAHAN

Makassar, 29 Februari 2012 Asisten Praktikan

Asman Kumik H311 08 010

Ibtisamatul Aminah H31110901

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMBUATAN PEREAKSI

NAMA : IBTISAMATUL AMINAH NIM : H311 10 901 KELOMPOK : 1 (SATU) HARI/ TGl. PERC : KAMIS/ 23 FEBRUARI 2012 ASISTEN : ASMAN KUMIK

LABORATORIUM BIOKIMIA JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012