Anda di halaman 1dari 3

KELENJAR PARATIROID Anatomi dan perkembangan Kelenjar paratiroid berkembang dari evaginasi endoderma pada sisi lateral usus

depan yang sidebut kantungpharyngeal atau kantungviscer al Pada manusia terdapat dua pasang kelenjar paratiroid, kelenjar inferior berkembang dari kantungphar yngeal III dan kelenjar superior berkembang dari kantung pharyngealIV. Kelenjar paratiroid selanjutnya memisahkan diri dari pharynx dan menempatkan diri dalam jaringan kelenjar tiroid pada aspek dorsal atau dorsomedial dari lobus lateral kelenjar tiroid Kelenjar paratiroid pada manusia dewasa berukuran kecil ( 0,25 inch, berat 1,6 g), berbentuk ovoid, dan berwarna merah kecoklatan. Warna dapat bervariasi menurut kandungan lemak dalam jaringan parenkimnya. Lemak pada jaringan parenkim pada saat pubertas dan orang lebih tua dapat mencapai 60-70% dari volume sel dalam kelenjar Masing-masing kelenjar paratiroid tertanam dalam jaringan kelenjar tiroid dikelilingi oleh kapsul jaringan ikat yang memisahkannya dari kelenjar tiroid. Septa dari setiap kapsul meluas ke dalam kelenjar dan membaginya menjadi lobula. Di dalam lobus terdapat dua tipe sel yaitu Chief cell dan oxyphil cell. Chief cell tertata dalam kolom atao korda dan menunjukkan aktivitas siklis terkait dengan sekresi hormon paratiroid yaitu parathyroid hormone (PTH). Chief cellyang sedang tidak aktif memiliki banyak glikogen dalam sitoplasmanya dan memperlihatkan retikulum endoplasma yang menyebar.

Chief cell yang sedang aktif memiliki aparatus golgi yang membesar dan aggregasi retikulum endoplasmik granuler yang sangat jelas. Oxyphil cell memiliki sedikit retikulum endoplasma dan sedikit aparatus golgi. Jumlah sel ini meningkat seiring dengan meningkatnya usia Fungsi hormon paratiroid Memacu osteoclasts, memacu pergantian mineral dan pelepasan Ca 2+ dari tulang. Menghambat osteoblasts, menurunkan laju deposisi kalsium dalam tulang Meningkatkan reabsorpsion Ca 2+ dalam ginjal, mengurangi pengeluaran lewat urin Sel C pada kelenjar tiroid Di dalam kelenjar tiroid terdapat populasi sel lain di samping sel-sel folikel, sel-sel tersebut berukuran lebih besar dari sel folikel dan terletak di antara sel-sel folikel dan membran basal

Sel-sel ini menghasilkan Calcitonin yang berperan dalam mengatur konsentrasi Ca2+ dalam tubuh dengan cara menurunkan kadar Ca2+ dalam cairan tubuh melalui tulang Memacu ekskresi Ca2+ melalui ginjal Calcitonin berperan sangat penting pada masa kanak-kanak untuk memmacu pertumbuhan dan deposisi Ca2+ ke dalam tulang Calcitonin juga berfungsi melindungi tulang dari kehilangan kalsium pada kondisi kelaparan dan pada ibu di akhir periode kehamilan

Komponen yang berperan dalam homeostasis kalsium PTH Calcitonin Vitamin D