Anda di halaman 1dari 2

Sistem telepon Ketika dua buah komputer yang dimiliki sebuah perusahaan atau organisasi yang posisinya berdekatan

satu sama lainnya perlu berkomunikasi, sering kali dapat dilaksanakan secara mudah dengan memasang kabel di antara kedua komputer tersebut. LAN bekerja dengan cara seperti ini. Akan tetapi, bila jaraknya jauh maka kondisi ini tidak dimungkinkan. Untuk itu maka dibuatlah fasilitas jaringan yang bisa digunakan untuk umum (publik). Fasilitas ini biasanya disebut dengan PSTN (Public Switched Telephone Network). Struktur Sistem Telepon Pada saat Alexander Graham Bell mendapatkan hak paten telepon pada tahun 1876, maka tumbuh pasar telepon yang sangat pesatnya. Akan tetapi, sistem yang dipasang pada saat itu menyebabkan infrastruktur kabel yang ada rumit dan kacau. Karena model pemasangan telepon yang ada ketika itu menyebabkan jaringan interkoneksi penuh. Selanjutnya Bell kemudian mendirikan perusahaan Bell Telephone Company, yang memberikan layanan yang pertama kali pada tahun 1878 (di kota New Haven, Connecticut). Perusahaan ini memasang sebuah kabel ke setiap rumah atau kantor pelanggan. Untuk menelepon, pelanggan perlu memutar suatu engkol yang akan terhubung ke sentral (kantor telepon) berbunyi sehingga menarik perhatian operator. Kemudian operator akan menghubungkan pemanggil dengan yang dipanggil secara manual dengan memakai kabel jumper. Dari sini maka jaringan menjadi berkembang, yaitu kantor-kantor switching yang saling terhubung satu dengan yang lain. Hubungan ini membentuk suatu hirarki-hirarki sesuai dengan tingkat/lokasi dari kantor sentral tersebut. Pada tahun 1890, yang menjadi tiga bagian utama sistem telepon adalah: kantor switching, kabel antara kantor switching dengan pelanggan dan hubungan inerlokal yang menghubungkan kantor-kantor switching. Model sistem telepon ini bertahan lebih dari 100 tahun. Saat ini, sistem telepon diatur sebagai hirarki yang sangat redundan dan multilevel. Setiap telepon memiliki dua kabel tembaga yang berhubungan langsung dengan end office (sentral lokal) terdekat. Umumnya jaraknya sekitar 10 km-an, jarak di daerah perkotaan lebih kecil dibandingkan dengan jarak di daerah pedesaan. Koneksi dua kabel antara setiap telepon pelanggan dengan end office dikenal sebagai loop lokal. Bila seorang pelanggan yang terhubung ke sebuah end office memanggil seorang pelanggan lainnya yang terhubung ke end office yang sama, maka mekanisme switching di dalam kantor akan membentuk koneksi elektris langsung antara kedua loop lokal. Hubungan ini tetap terjaga selam terjadi percakapan. Bila telepon yang dipanggil terhubung ke end office yang berbeda, maka perlu dilakukan prosedur lainnya. Masing-masing end office memiliki sejumlah saluran keluar satu atau lebih pusat switching yang berdekatan dan disebut dengan toll office (atau bila keduanya berada di wilayah lokal yang sama disbut tandem office). Kabel seperti ini disebut toll connecting trunk. Bila end office pemanggil dan yang dipanggil mempunyai toll connecting trunk ke toll office yang sama, maka koneksinya dapat dibentuk dalam toll office. Jaringan telepon

yang hanya terdiri dari telepon, end office dan toll office ditunjukkan dalam gambar dibawah ini.

Gambar 1. Hirarki dua tingkat. Bila pemanggil dan yang dipanggil tidak memiliki toll office yang sama,maka lintasannya harus dibuat dalam suatu hirarki yang lebih tinggi. Terdapat kantor primer, seksional dan regional yang membentuk jaringan yang mana toll office-toll office dihubungkan. Toll office primer, seksional dan regional saling berkomunikasi satu sama lain melalui bandwidth tinggi intertol trunk (interoffice trunk). Jumlah jenis pusat sitching dan topologinya berbeda dari satu negara dengan negara lainnya tergantung pada kepadatan teleponnya. Pada masa silam, pensinyalan melalui sistem telepon adalah analog, dimana sinyal suara adalah benar-benar sinyal yang dikirimkan sebagai tegangan listrik dari sumber ke tujuan. Dengan berkembangnya elektronik digital an komputer, pensinyalan digital bisa dilaksanakan. Dalam sistem ini, hanya dua macam tegangan saja yang diperbolehkan, misalnya 5 Volt dan +5 Volt. Dengan perkembangan teknologi digital, maka sistem telepon yang ada dirubah ke sistem digital terutama untuk trunk jarak jauh. Sistem telepon lama memakai transmisi analog melalui kabel tembaga; sedangkan sistem yang baru memakai transmisi digital dengan serat optik. Secara ringakas, sistem telepon terdiri dari tiga komponen utama yaitu: 1. Loop lokal (twisted pair, pensinyalan analog) 2. Trunk (serat optik atau gelombang mikro, yang umumnya digital) 3. Kantor swithing.