LECTURE NOTES

METODE PENELITIAN SOSIAL
Anindita Kusuma Listya 1006664666
Dosen: Freddy Buhama Lumbuan Tobing

Semester 4 Tahun Ke-III, 2012

harus mengumpulkan review bahan bacaan hari itu 1 halaman  Toleransi keterlambatan 30 menit  Batas absen 2 (dua) kali  Bobot Penilaian Tugas UTS UAS Tes Responsi (Quiz) 25 % 30 % 30 % 5% . kalo hanya mengulang nilainya akan kurang dari atau sama dengan 80 Kalo nambah perspektif lain. durasi 30 menit tanpa dispensasi bagi yang terlambat  Tiap minggu review bahan bacaan Tiap minggu.1st Lecture Senin. di atas 80  2 (dua) kali Tes Responsi Mulai jam 08.00 tepat. 13 Februari 2012 KONTRAK PERKULIAHAN  Harus cari metode lain. selain yang diajarkan di kelas Dalam ujian.

tidak bisa diteliti .Sudah diketahui dan diyakini banyak orang.Mengapa  Kebenaran .Aksiomatis .Realita : Suatu kenyataan yang kita yakini. 13 Februari 2012 MENGAPA PERLU PENELITIAN? MANUSIA (Animal Rasional) HASRAT INGIN TAHU REALITA SOSIAL – KOMPLEKS:  Macrocosmos  Microcosmos APA? BAGAIMANA? MENGAPA? KEBENARAN:  Aksiomatis  Spekulatif  Empiris PERILAKU SOSIAL Penjelasan. rangkaian kejadian : Eksplanatis. sudah diuji. otentik  Kompleksitas. belum dibuktikan . analitis .Apa . Harus diketahui dulu untuk menjawab how dan why : Deskriptif..  Realita Sosial  Hal yang tidak real. eksploratif. sehingga tidak perlu lagi diuji .1st Lecture Senin.Biasanya ada di Ilmu Alam  Karena Ilmu Alam bersifat ajeg dan disiplin : Kognitif.Data : Sudah terlihat : Sudah ada jumlahnya. tapi belum tentu ada fakta dan datanya.Fakta . membuat makin sulit untuk memahaminya  Pertanyaan .Bagaimana .

contohnya international relations is anarchy Spekulatif Diyakini banyak orang.Premature Closure . sebagai sumber kebenaran Sistematis Kontrol Generalisasi Prediksi ILMIAH .  Over Generalisasi Mendapatkan satu kesimpulan (yang biasanya berasal dari pengalaman pribadi). ialah negara sebagai aktor.Akar dari positivism. bisa diuji kembali .Aksioma dalam Ilmu HI.Berbeda dengan empiris..Selective Observation . masih bisa digugat  Karena tidak ajeg . PENDEKATAN (UNTUK MENCAPAI KEBENARAN) NON ILMIAH Akal Sehat Otoritas Tradisi Mitos Media Personal Experience .. bisa jadi empiris.  Halo Effect Melihat reputasi dari sumber yang akan digunakan. Padahal itu sangat kasuistik. spekulatif bisa jadi adalah kebenaran yang tertua . Jadi.Sudah dibuktikan secara nyata. milih-milih  Premature Closure Penelitian belum selesai.Halo Effect Penjelasan.Over Generalisasi . diberlakukan kemana-mana atau ke segala hal.  Selective Observation Cenderung mencari data yang pro terhadap pikiran kita Contoh : Kalo cari kutipan.Kalau di Ilmu Sosial. Hingga selanjutnya dikenal pendekatan empiris  Perilaku Sosial Yang diteliti dalam Ilmu Sosial ialah perilaku sosial. tapi sebetulnya belum pernah diuji atau dibuktikan Empiris . Jika spekulatif teruji. tetapi sudah mengambil kesimpulan. akan berinteraksi dengan aktor lain. Perilaku sosial dalam Ilmu HI.

Segala sesuatu harus dipikir secara linier.Induktif (Khusus – Umum) . berdasarkan kenyataan yang telah diamati dan diuji. Mulainya harus dari A. Kalau dalam pendekatan kuantitatif.Deduktif (Umum – Khusus) .KARAKTER PENDEKATAN ILMIAH  Sistematis . disebut proyeksi. tidak acak-acakan. waktu yang tepat  Generalisasi Riset pada hakikatnya harus menghasilkan atau bertujuan menghasilkan kesimpulan umum  Prediksi Pendekatan ilmiah harus bisa menghasilkan prediksi. ilustrasi: A  Kontrol Harus terkontrol dalam dimensi ruang. ke B atau sebaliknya. yang diperoleh hari ini. B A B .

19 Februari 2012 COMMON SENSE SEBAGAI DASAR CARA BERPIKIR ILMIAH Karl Popper (1959) dalam The Logic of Scientific Discovery: “Common Sense merupakan dasar dari cara berpikir ilmiah” MENYANGSIKAN atau MEMPERTANYAKAN Common Sense COMMON SENSE (CS) KESENJANGAN CS >< REALITA NALURI MENCARI TAHU (Meneliti) KEBENARAN ILMIAH Penjelasan. 1998. hal. Hal itulah yang kemudian justru mendorong pikiran ilmiah manusia untuk meneliti kesenjangan (missing link) tersebut. tidak semuanya sama. sebenarnya terjadi kesenjangan antara CS dengan realita. 94 Quantitative Role of Quantitative Research Relations between Researcher and Subject Researcher’s Stance in Relation to Subject Preparatory Distant Outsider Qualitative Means to Explorations of Actor’s Interpretations Close Insider . Contoh CS dalam HI. seharusnya CS jangan diabaikan PERBEDAAN ANTARA QUANTITATIVE DAN QUALITATIVE RESEARCH Source: Alan Bryman.” sementara Sosiologi misalnya. selalu melhat persoalan secara “mendunia.. secara “kelompok masyarakat.2nd Lecture Senin. Quantitative and Qualitative in Social Research.” Dalam kenyataannya. ILMU (Body of Knowledge) Sejak kecil. common sense kita sebenarnya sudah terbentuk. Sehingga.

Hal ini dilakukan supaya sedapat mungkin perilaku subjek bisa natural dan apa adanya. 3. Karena mostly meneliti manusia. Close Hubungan antara peneliti dan subjek harus dekat.Preparatory Dalam persiapannya. menggunakan kualitatif dulu untuk mengetahui ruang lingkup penelitiannya. Role of Quantitative Research .Lebih abstrak .Means to Exlorations of Actor’s Interpretations . dalam persiapannya researcher membaca dulu bukubuku terkait. Khawatir jika tidak distant. sehingga peneliti bisa benar-benar paham. kehadirannya terhadap subjek Outsider . peneliti harus berjarak dari subjek.Ingin mengetahui bagaimana tiap aktor menginterpretasikan sebuah realitas 2. Contoh: Ingin melakukan penilitian tentang masyarakat ekonomi ASEAN. Relations between Researcher and Subject Subject Sesuatu yang diteliti. tidak dibuat-buat atau didramatisir. seperti dengan membaca atau berdiskusi. Reliable Emergent Unstructured Ideographic Processual and Socially Constructed by Actor Rich. dan manusia tidak bisa disebut “objek” Distant Dalam meneliti. Deep 1. Kalau jauh. atau berdiskusi langsung dengan researcher yang pernah meneliti hal terkait sebelumnya .Relationship between Theory / Concept and Research Research Strategy Scope of Findings Image of Social Reality Nature of Data Confirmation Structured Nomothetic Static and External to Actor Hard. ada efek dari peneliti yang bisa mempengaruhi subjek. Sehingga interpretasi aktor bisa dipahami (terkait dengan role pada poin 1). tidak akan terlihat yang sebenarnya. Researcher’s Stance in Relation to Subject Stance Perannya.

karna penelitiannya hanya untuk mengkonfirmasi teori yang sudah ada). baru bisa mengetahui strukturnya. Harus masuk dulu. Dengan demikian. alat untuk memastikan. Tiap realitas akan memiliki teorinya sendiri. hasil penelitiannya harus sesuai dengan teori. Kritik terhadap kuantitatif: Jika jadi outsider. kalo hasilnya beda sama teori. interview. Unstructured Prosedurnya berbeda-beda. bisa mudah dilihat dimana letak kesalahannya. maka penelitian dianggap tidak berhasil. menghasilkan banyak teori baru. Jadi. Insider Dalam bahasa penelitian. karena disebabkan oleh hal ini (tidak ada teori baru yang lahir. 5. Kecenderungannya. maka hasilnya bukanlah penelitian. Tradisi kualitatif. pada tahun 50an. bisa menggaransi netralitas dan objektivitas penelitian. sangat produktif. dan bisa lebih mudah untuk diperbaiki. Contoh metode untuk menelitinya bisa melalui kuesioner. Contohnya. Ilustrasi. dalam pembuatan kuesioner atau interview. CONCEPT THEORY PARADIGM Social Reality - A B C D Concept Concept Theory Theory Confirmation Fungsi dari teori / konsep sebagai alat konfirmasi. Yang diteliti dalam riset adalah realita sosial tersebut. dll. disebut partisipatori. .Tidak pernah mengklaim menjadi bagian yang diteliti. pertanyaannya harus berurutan. bisa diulang lagi dengan hasil yang seharusnya sama. 4. tetapi jadi “uraian si pelaku” saja. Realita sosial tersebut wujudnya konkret dan empiris. Relationship between Theory / Concept and Research Konsep Abstraksi dari realita sosial. sehingga jadinya bias. Research Strategy Structured Harus terstruktur. Menurut Gleyser. Contoh: Religion of Java oleh Clifford Geertz.. - Emergent Membentuk teori baru. Jadi jika ada proses yang salah. Sehingga bila ada kesalahan. quantitative research mengalami stagnansi teori.

Image of Social Reality Bagaimana mereka mencitrakan atau memahami realita sosial? Static and External to Actor Static : Yang dimaksud statis. penelitiannya tentang Religion of Java hanya berlaku bagi sebagian masyarakat di Jawa. bahkan ruang (budaya. Jadi. yaitu temuan yang bisa berlaku lintas waktu.) Ideographic Tidak bisa memastikan temuan tersebut bisa berlaku di mana saja. ialah dengan logika angka. “keras” Reliable Diulang-ulang pun akan menunjukkan hasil yang sama Rich Deep Diupayakan dalam bentuk numerik atau angka . Scope of Findings Nomothetic Berusaha menemukan temuan yang nomothetic. tempat. tidak di semua daerah di Indonesia. realita sosial lebih mudah dipahami dan lebih mudah digambarkan External : Hal yang internal aktor itu bukan realita (perasaan.6. 7. intuisi. Contoh: Geertz’s.) Processual and Socially Constructed by Actor Processual Constructed : Realita sosial akan terus berproses. tidak akan berhenti : Realita sosial dibentuk oleh konstruksi aktor 8. dll. Hasilnya pasti berbedabeda. etc. Nature of Data Sifat data yang harus dipahami Hard Terukur.

adalah Identifikasi Masalah. Tidak boleh merupakan pengandaian  Langkah-langkah yang bisa membantu untuk memahami masalah dengan lebih tepat.. hal. yaitu: 1. 1997.. harus benar-benar ada faktanya. Pengalaman / Observasi 3. Harus sebanyak mungkin mengetahui masalah-masalah dalam hubungan internasional Contoh: Asia Timur | Mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di Asia Timur  Cari topik yang sifatnya post-facto. 1 Maret 2012 TAHAPAN – TAHAPAN / PROSES PENELITIAN KUANTITATIF Tahapan-Tahapan atau Proses Penelitian CHOOSE TOPIC INFORM OTHERS FOCUS RESEARCH QUESTION INTERPRET DATA DESIGN STUDY ANALYZE DATA COLLECT DATA Sumber: Neuman. Bahan bacaan 2. Wawancara dengan narasumber yang kompeten FOCUS RESEARCH QUESTION  Harus kuat di teori  Tidak boleh pertanyaan kognitif (contoh: Apa itu minyak?) .th Lecture Kamis. 11 MEMILIH TOPIC (CHOOSE TOPIC)  Yang harus diselesaikan dalam tahap ini. Yaitu: Mengenali permasalahan. Jangan membuat (create) sendiri.

Ilustrasi: X  Y | X mempengaruhi Y DESIGN STUDY  Ada 3 (tiga) tonggaknya: 1. baru bicara tentang 1 (satu) hal. Sementara Eksplanatif. mengkalkulasi waktu yang akan dibutuhkan Bisa mengetahui pertanyaan-pertanyaan yang masih sulit dipahami bagi responden Melihat sequence pertanyaan. Apakah alur pertanyaan sudah sesuai. gunanya adalah: Untuk memprediksi jumlah. agama. sudah enak atau belum. Hal ini membuat hanya penelitian eksplanatif lah yang bisa memberikan rekomendasi. bisa jadi 1 BAB.- Apa Bagaimana Mengapa : Eksploratif : Deskriptif : Eksplanatif / Analitis  Eksploratif dan deskriptif. Misalnya X. Kerangka teori 3. Permasalahan 2.) . yaitu di dalam bagian pendahuluan COLLECT DATA  Sebelumnya. Pembabakannya. kategorial (asal universitas. Metode Ketiga hal tersebut harus ada dan dikembangkan. misalnya daftar pertanyaan  Pre-Test. dll. di bagian atau pertanyaan yang mana? 2. Jangan sampai pertanyaannya meloncat-loncat ANALYZE DATA 1. Langkah Pertama: Apakah semua daftar pertanyaan sudah terisi? Kalau ada yang belum terisi. telah mengkaji hubungannya dengan suatu yang lain. harus dilakukan pre-test (di-uji coba)  Instrumen yang digunakan. Langkah Kedua: Menggambarkan kecenderungan data Contoh: Kecenderungan tengah Tipe data  Nominal : Horizontal.

dengan menggunakan teori yang digunakan sebagai landasan INFORM OTHERS Diseminasi hasil penelitian .. Upah rendah 5 – 10 | Upah sedang 11 – 13 | Upah tinggi >14 | dst. Rasio INTERPRET DATA Memaknakan setiap temuan analisis data.   Ordinal : Menunjukkan tingkatan Interval : Ada syarat nilainya untuk masuk dalam kategori tertentu Contoh.

p. selalu bersifat fisik.it exist "out there" and is waiting to be discovered. (Neuman. 5 Maret 2012 positivist social science is approach of the natural science kuantitatif approach bysanya dikenal sebagai pndekatan yg positivistik --> bysa dipake di ilmu alam ilmu sosial--> subjektivitas peneliti mkanya dulu sos bkan ilmu.4th Lecture Senin.. selalu berada di luar kita.what is the fundamental nature of soc. klo sos kan gak bisa diukur. rational individuals. people operate on the basis of external causes. X --> Y dalam ilmu sosial sebenrnya hmpir gak ada. empiris . reality are stable dan pengetahuan mngenai realita sosial selalu bertmbah.what is the basic nature of human beings? human are assumed to be self-interested.Xn.why should one conduct social scientific research? to discover and document universal laws of human behavior . krena klo djlaskan bisa X1. krna dianggap g ssuai dg ilmu yg hrusnya bsa diuji berulang-ulang. pleasure seeking. sosial dipaksakan pke tradisi ilmu alam bt mngukur perilaku2 sosial positivisme melihat ilmu sos sbgai swtu metode yg terorganisir dengan cara kombinasikan metode deduktif with precise empirical observation of individual behavior in order to discover and confirm a set of probabilistic causal laws that can be used to predict general pattern of human activity. bisa diukur dan hasilnya sama. tpi akhirnya diambil satu aja pnjelasan--> untuk pnjelasan prediksi --> klo ada X maka akan trjadi Y ciri umum: .umum--> sampel ambil beberapa perilaku sosial dari bbrapa anggota--> ukur perilaku individu --> memastikan serangkaian hukum2 kausal yg bsa dpke bt prediksi pola umum dari aktivtas mnusia. reality? realita sosial dan realiti fisik adalah real. sos pke pndekatan ilmu alam jg biar bsa diulang dengan hasil sama. with the same cause . 66) --> klo dibilang satu kelas-. akhirnya. ukurannya. gnti orang gnti hasil.

Penelitian Kuantitatif A. pnjelasan wktu clifford geertz --> santri priyayi abangan yg djelaskan sbgai nomothetic yg menyamakan smw daerah pke santri priyayi abangan. Replication is also needed. science as a special. or beliefs. . metode penelitian --> cara pengumpulan data.apa yang mendasari suatu pnjelasan teori tentang realita sos? its explanation is nomothetic (berlaku umum. unsystematic. permasalahan --> terbatas dan sempit cari tahu masalahnya --> identifikasi masalahnya 2. . kerangka teori --> tools of analysis = jawaban dugaan/pertanyaan 3.how does one determine whether an explanation true or false? they must find : (1) have no logical contradiction. logically inconsistent. and full of bias. logical reasoning. gak ada mnusia yg bsa lepas dari sospol. science borrows some ideas from common sense.what is the relationships between science and common sense? see a clear separation between science and non science. science is special the best way. opinions. two meanings of the term objective : the observer agree pn wht they see and that science is not based on values. perlu diulang2 klo bgus hasilnya konsisten) . data adalah amunisi penelitian. life with deductive logic. . political. any researcher can replicate or reproduce the result of others (untuk uji. .general law. (2) be consistent with observed facts. empirical facts exist apart from personal ideas or thought.having the same effects on everyone. attitudes.base on a system general laws. distinctive part of society that is free of personal. research connect causal laws and the specific facts observed about soc.where do sociopolitical values enter into science? positivist argue for a value free science that is objective. or religious values. pdhal aslinya cm d jawa doang ada bgtuan ) . that the law operat according to strict. ex. --> sulit. . terinspirasi dari akurasi pembuatan riset ilmu alam. but it replaces the part of common sense that are sloppy. Rancangan penelitian isi : 1.how does good evidence or factual information look like? positivism is dualist.

D. ex : tentara. klo heterogen. sampel bisa banyak. ckup satu representasi jg cukup. Masalah Populasi dan Sampel # penelitian bertujuan membuat generalisasi # generalisasi = pengembalian temuan dalam sampel ke populasi # populasi = keseluruhan objek atau subjek yang menjadi sasaran akhir genralisasi # peneliti ambil sampel dan menelitinya karena tidak mampu meneliti semua populasi # bukan sampel yang diteliti.B. --> validitas --> akurat dalam pengukuran reliable --> konsisten dari waktu ke waktu validitas sering jadi masalah karena sosial gak pke alat ukur yg semestinya. hal yang penting dan menarik adalah Keterwakilan/representasi populasi dalam sampel. macem2. ex : warga sipil bnyak jenis. sampel gmpang. Prinsip Logika Deduksi > proses berpikir dari umum ke khusus > pengamatan --> hipotesis --> pengumpulan data --> pengujian hipotesis --> kesimpulan (the logical structure of science) > kesimpulan --> sama atau tidak dengan pengamatan awal/bisa gak jawab pertanyaan perilaku sosial gak bisa dihipotesiskan selalu sama C. >> populasi bisa dilihat secara heterogen VS homogen klo homogen. tidak fleksibel : variabel-variabel harus jelas dan rinci @perubahan pada metodologi penelitian berakibat serius pada hasil penelitian @validitas dan reliabilitas pengukuran sangat penting. . Metodologi Penelitian @ sifat : kaku. reliabilitas --> makin konsisten mkin bgus dalam penelitian. mlainkan populasi # sampel probabilita --> untuk generalisasi (probabilitas --> setiap unsur populasi punya kesempatan yg sama untuk jadi sampel) sampel non-probabilita --> bukan untuk generalisasi >> untuk menarik sampel dari populasi. semakin heterogen. sedikit juga boleh karena gak ada pmbedaan. semakin banyak sampel karena karakterisitik makin bnyak yg butuh diwakili. alat ukur adalah kuesioner --> daftar pertanyaan.

Namun baik ditulis secara eksplisit maupun tidak. Masuk ke dalam paten-nya metode kuantitatif. semua penelitian pasti berangkat dari suatu asumsi tertentu HIPOTESIS  Hipotesis yang baik pasti berdasarkan pada asumsi dan kerangka teoretik yang baik.8th Lecture Senin. Karena seringkali penelitian kuantitatif gagal menguji hipotesisnya melalui uji statistik. maka Y berkurang . karena juga memiliki pertanyaan pada awal penelitian. maka Y bertambah Negatif : Jika X bertambah. 26 Maret 2012 RANCANGAN PENELITIAN (LANJUTAN) ASUMSI  Anggapan dasar peneliti  Tidak untuk diuji  Dekat dengan kebenaran atau kenyataan teoritik. Positif : Jika X bertambah. karena terlalu banyak syarat dan kategori statistik yang tidak terpenuhi. bisa juga negatif. Tetapi seringkali metode kualitatif juga menggunakan hipotesis. lalu diuji secara statistik  Jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian. bukan untuk justifikasi Contoh: Asumsi dasar dalam Ilmu Hubungan Internasional. Contohnya. Hubungan antar variabel bisa positif. sistem internasional itu bersifat anarki  Asumsi tidak selalu dirumuskan dalam kata-kata secara eksplisit dalam rancangan penelitian. metode kualitatif tidak mengujinya secara statistik  Setiap temuan penelitian ilmiah pada hakekatnya adalah hipotesis yang siap diuji oleh peneliti berikutnya  Hipotesis tidak mutlak diuji secara statistik. syarat keterwakilan  Hipotesis harus diuji. bukan dibuktikan  Hipotesis bisa lebih dari satu  Statement yang berisi dari hubungan dua atau lebih variabel yang akan diuji kebenarannya. Namun.

dan pemberian suara  Statistical Hypothesis Uji Korelasi : Rxy > 0 (Korelasi antara variabel X dan Y harus lebih besar dari 0). menjelaskan proses yang terjadi setelah suatu fakta terjadi. sudah memiliki jawaban eksploratif) .CONTOH PERMASALAHAN “Faktor-Faktor Apakah yang Mempengaruhi Partisipasi Politik Individu?” KERANGKA TEORI  Theoretic Hypothesis Status Sosial-Ekonomi Individu Mempengaruhi Partisipasi Politik Variabel X  Conceptual Definitions Status sosial-ekonomi? Partisipasi politik? METODOLOGI  Research Hypothesis Variabel Tingkat Sosial-Ekonomi berhubungan positif dengan Tingkat Partisipasi politik. demonstrasi. Syaratnya. Sehingga semakin tinggi Status Sosial-Ekonomi. pendidikan dan jabatan pekerjaannya Partisipasi Politik Diberi skor. yang diberikan terhadap pengakuan verbal individu tentang frekuensi (tingkat keseringan) dan posisi keikutsertaan dalam kampanye pemilu. berdasarkan pengakuan verbal individu tentang penghasilan. Paling rendah tingkat kerumitannya) (Mulai agak rumit. aktivitas organisasi politik. semakin tinggi pula variabel Tingkat Pastisipasi Politik  Operational Definitions Status Sosial-Ekonomi Diberi skor. Hal ini yang terkadang membuat penelitian kuantitatif sulit melakukan uji hipotesis melalui statistik  Statistical Definitions Kedua variabel di atas diukur sebagai variabel interval Variabel Y PEMILIHAN METODE PENELITIAN  3 (Tiga) macam metode: Ekspolratif Deskriptif : Apa : Bagaimana (Hanya identifikasi. donasi.

Diberi stimulus berupa bahan bacaan yang mutakhir. Saat diuji post-test. nilainya 6. dll. Contoh : Saat pre-test.  Penelitian Kualitatif Field Research  Etnografi  Participant Observation  FGD  Studi Dokumen Historical-Comparative Research . Biasanya ada kelompok eksperimen (yang diberi stimulan) dan kelompok kontrol. karena yang umum ada adalah hubungan multivariat)  Dua hal yang berkolerasi benlum tentu berhubungan sebab-akibat Deskriptif Eksplanatif  Korelasional (hanya mencari korelasi saja)  Kausalitas (membuktikan adanya hubungan kausalitas. Dalam ilmu sosial. Bisa digunakan untuk memberikan rekomendasi) TEKNIK PENGUMPULAN DATA  Penelitian Kuantitatif Eksperimen Biaya yang diperlukan mahal. Contoh: studi pustaka. sebenarnya tidak ada hubungan bivariat. Sehingga dapat diketahu bahwa penambahan tersebut dipengaruhi oleh stimulus yang diberikan Survei Pengumpulan data yang efektif dan efisien untuk wilayah geografis penelitian yang luas  Wawancara (syarat utamanya akurasi face to face)  Kuesioner (baik untuk penelitian yang sifatnya sensitif)  Observasi (baik untuk meneliti hal-hal yang non verbal) Teknik Reaktif Karena yang diteliti bisa langsung memberikan reaksi Observasi bisa dilakukan secara langsung (partisipatori). Ada treatment (stimulus) di antara pre-test dan post-test. Non Reaktif dan Analisis Sekunder Content Analysis. terjadi penambahan menjadi 9.- Eksplanatif : Mengapa (Menjelaskan hubungan sebab-akibat antara dua variabel. analisis isi dan penggunaan bahasa dari sumber tersebut. maupun tidak langsung.

Karena ada variasi nilai antara negara maju. Harus ada variasinya. selalu sama. Apa itu Reliabilitas? Seberapa sering data itu diulang-ulang.PENGEMBANGAN INSTRUMEN  Membuat matriks pengembangan instrumen  Membuat instrumen  Mengukur Reliabilitas dan Validitas instrumen Contoh Matriks Pengembangan Instrumen Pertanyaan Penelitian Variabel Status SosialEkonomi Indikator Harus lebih spesifik dari variabel. Ajeg Apa itu Validitas? Seberapa besar bisa memastikan. bahwa indikator yang digunakan merupakan indikator bagi konsep Konsep Variabel Indikator Sub Indikator Sub-Sub Indikator .Penghasilan Sumber Data Studi Pustaka? Observasi? Instrumen Kuesioner? Pedoman Wawancara? Apa itu Variabel? Bagian dari objek yang diteliti. Contoh: Negara adalah variabel. negara miskin. negara berkembang. konsep yang memiliki variasi nilai.Pekerjaan . Apa itu Indikator? Ukuran. dll.Pendidikan . Harus merujuk atau mengukur salah satu variabel. tolak ukur. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful