Anda di halaman 1dari 11

STUDI KASUS MULTIVARIATE ANALYSIS OF VARIANCE (MANOVA) Phtalic anhydride (PA) merupakan bahan kimia dengan formula C6H4O3

dapat terbakar baik dalam bentuk cair maupun dalam bentuk padat, uapnya dapat membentuk campuran yang dapat meledak apabila kontak dengan udara pada konsentrasi tertentu. PA dihasilkan oleh oksidasi parsial ortho-Xylene dan udara pada tekanan yang disesuaikan dengan penurunan atau perbedaan off gas bersih yang lepas ke atmosfir. Proses produksi Phtalic anhydride melalui empat tahap utama yaitu proses oksidasi, desublimasi, destilasi, flaker dan bagging. Proses destilasi merupakan proses dimana dilakukan pemisahan komponen CPA yang menjadi PA murni dengan komponen Benzoid Acid (BA) dan Phthalide (PL). Pada proses ini diatur level suhu dan tekanan udara untuk mendapatkan 3 produk tersebut, dimana level suhu udara yang dimaksud adalah 220 0C, 230 0C dan 240 0C sedangkan level tekanan udara yang dimaksud adalah 0,1 Bar 0,15 Bar dan 0,2 Bar. Berdasarkan informasi diatas, pada studi kasus ini akan dianalisis mengenai pengaruh suhu dan tekanan udara dalam proses destilasi terhadap produk PA murni cair, Benzoid Acid (BA) dan Phthalide (PL). Data disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Data Hasil Pengamatan N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 Su hu 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Tekan an 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 BA 0,03 4 0,03 5 0,03 4 0,03 4 0,03 4 0,03 6 0,01 9 0,02 0,01 9 0,02 0,02 1 0,02 0,02 9 0,03 PL 0,05 5 0,05 5 0,05 6 0,05 6 0,05 5 0,05 4 0,04 5 0,04 6 0,04 4 0,04 5 0,04 5 0,04 6 0,05 9 0,06 PA 99,8 95 99,8 97 99,8 93 99,8 96 99,9 04 99,8 92 99,9 21 99,9 24 99,9 26 99,9 23 99,9 31 99,9 19 99,9 01 99,9 N o 2 8 2 9 3 0 3 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3 7 3 8 3 9 4 0 4 Su hu 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 Tekan an 2 2 2 3 3 3 3 3 3 1 1 1 1 1 BA 0,01 4 0,01 6 0,01 4 0,02 1 0,02 0,02 1 0,02 0,02 1 0,02 1 0,04 2 0,04 1 0,04 0,04 1 0,04 PL 0,02 1 0,02 0,02 2 0,04 9 0,05 0,04 9 0,04 8 0,04 9 0,05 0,04 9 0,05 0,04 9 0,04 8 0,05 PA 99,95 6 99,95 3 99,95 7 99,93 4 99,93 2 99,93 6 99,93 9 99,94 1 99,94 1 99,91 99,91 2 99,91 4 99,91 7 99,90 1

4 07 1 0,06 99,9 1 3 0,03 5 1 09 1 0,03 0,05 99,9 1 3 6 1 9 11 1 0,03 0,06 99,9 1 3 7 1 1 06 1 0,03 99,9 1 3 0,06 8 1 11 1 0,01 0,04 99,9 2 1 9 9 1 38 2 99,9 2 1 0,02 0,04 0 34 2 0,01 99,9 2 1 0,04 1 9 29 2 0,04 99,9 2 1 0,02 2 1 28 2 0,01 0,04 99,9 2 1 3 9 2 26 2 0,04 99,9 2 1 0,02 4 1 29 2 0,01 0,02 99,9 2 2 5 5 2 61 2 0,01 0,02 99,9 2 2 6 4 2 6 2 0,01 0,02 99,9 2 2 7 4 1 58 Sumber : Data Tugas Akhir Evy Chulaifah (2000)

1 4 2 4 3 4 4 4 5 4 6 4 7 4 8 4 9 5 0 5 1 5 2 5 3 5 4

3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3

0,04 0,02 5 0,02 6 0,02 5 0,02 5 0,02 4 0,02 5 0,02 9 0,02 9 0,03 0,02 8 0,02 8 0,03

0,05 0,03 8 0,04 0,03 9 0,03 9 0,04 1 0,03 8 0,04 9 0,05 0,04 9 0,04 9 0,04 7 0,04 5

3 99,90 6 99,94 8 99,92 3 99,93 2 99,92 8 99,93 1 99,93 9 99,91 8 99,91 6 99,91 9 99,92 99,92 1 99,92 3

Pembahasan Pada multivariate analysis of variance (MANOVA) terdapat beberapa asumsi yang harus dipenuhi antara lain data berdistribusi normal dan homogenitas variance. Berikut adalah langkah pengujian multivariate analysis of variance (MANOVA) untuk data pada Tabel 1. 1. Uji data berdistribusi normal Hipotesis yang digunakan untuk asumsi data berdistribusi normal multivariate adalah, H0 : data berdistribusi normal multivariate H1 : data tidak berdistribusi normal multivariate
2 -1 Statistik Uji : d j = ( x j x ) S ( x j x ) T
2 2 Daerah Penolakan : d j p ( 0.5 ) kurang dari 50 %

Dengan =0,05 berikut ini diberikan hasil pengujian normal multivariate menggunakan perhitungan secara manual juga ditampilkan qq-plot. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Data
Data Display 2

K1

2,36597

MTB > let k2=29/54 MTB > print k2

Data Display
dj 0,537037

Sumber : Hasil Olahan Minitab

2 Hasil pengujian menunjukkan nilai 3 ( 0.5) sebesar 2,36597 sedangkan prosentase

d 2 2 ( 0.5 ) adalah 53,7037% (0, 537037). Data dikatakan memenuhi distribusi normal j p

multivariate apabila prosentase kenormalan data lebih besar dari 50,0%. Dengan prosentase yang dihasilkan sebesar 53,7037% maka dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan pada studi kasus ini telah memenuhi asumsi normal multivariate.

S ca tter pl ot of q v s dd
12 10 8 6 4 2 0 0 2 4 dd 6 8 10

Gambar 1. QQ-Plot Data


2. Uji homogenitas matrik variance covariance

Hipotesis yang digunakan untuk asumsi homogenitas matrik varian covarian adalah, H0 : Matrik variance covariance homogen ( 1 = 2 = 3 ) H1 : Matrik variance covariance heterogen ( 1 2 3 ) Dengan =0,05 berikut ini diberikan hasil pengujian matrik varian covarian menggunakan Boxs Test, Tabel 2 Hasil Uji Boxs M Test

Box's Test of Equality of Covariance Matrices(a) Box's M F df1 df2 Sig. 71,567 1,108 48 2951,417 ,284

Sumber : Hasil Olahan SPSS 13

Hasil uji Boxs M Test menunjukkan nilai Boxs M Test sebesar 71,567 dengan Fstatistik sebesar 1,108 dan nilai signifikansi Boxs M Test sebesar 0,284. Untuk menyimpulkan matrik variance covariance homogen dapat digunakan salah satu dari nilainilai pada Tabel 2 atau agar memudahkan digunakan saja nilai signifikansi Boxs M Test, karena apabila nilai signifikansi Boxs M Test > (0,05) maka hipotesis nol diterima dan demikian sebaliknya. Nilai signifikansi Boxs M Test sebesar 0,284 > (0,05) sehingga data yang akan dianalisis menggunakan metode MANOVA telah memiliki matrik variance covariance homogen. 3. Analisis MANOVA Berikut diberikan hasil pengujian MANOVA pada PA murni cair, Benzoid Acid
(BA) dan Phthalide (PL) yang diberi treatment suhu udara dan tekanan udara dengan

beberapa level berbeda. Tabel 3 Hasil Uji Multivariate Test


Effect Intercept Value Pillai's Trace Wilks' Lambda Hotelling's Trace Roy's Largest Root Pillai's Trace Wilks' Lambda Hotelling's Trace Roy's Largest Root Pillai's Trace Wilks' Lambda Hotelling's F 8696858713,29 9(a) 8696858798,97 8(a) 8696858798,97 8(a) 8696858798,97 8(a) 361,311 607,746(a) 1014,713 1932,657(b) 331,124 572,181(a) 980,281 Hypothesi s df 3,000 3,000 3,000 3,000 6,000 6,000 6,000 3,000 6,000 6,000 6,000 Error df 43,00 0 43,00 0 43,00 0 43,00 0 88,00 0 86,00 0 84,00 0 44,00 0 88,00 0 86,00 0 84,00 Sig. ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

1,000 ,000

606757590, 626 606757590, 626 1,922 ,001 144,959 131,772 1,915 ,001 140,040

suhu

tekanan

Trace Roy's Largest Root Pillai's Trace Wilks' Lambda Hotelling's Trace Roy's Largest Root 128,067 1,910 ,004 29,089 17,667 1878,316(b) 19,704 66,128 101,002 198,754(b) 3,000 12,000 12,000 12,000 4,000

suhu * tekanan

0 44,00 0 135,0 00 114,0 59 125,0 00 45,00 0

,000 ,000 ,000 ,000 ,000

Sumber : Hasil Olahan SPSS 13

Adapun hipotesis yang digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan ratarata variabel respon (BA, PL, PA) pada tiap treatment sebagai berikut : Treatment Suhu Udara H0 : 1 = 2 = 3 = 0 Yang berarti tidak ada perbedaan rata-rata variabel respon pada treatment suhu udara. H1 : paling sedikit ada satu i 0 untuk i = 1,2,3 (PA,BA,PL) Yang berarti paling sedikit ada satu rata rata variabel respon yang berbeda ketika diberi tretment suhu udara. Dengan =0,05 diambil keputusan tolak H0 karena nilai Wilk Lambda sebesar 0,001 atau lebih memudahkan nilai signifikansi Wilk Lambda yaitu sebesar 0,000 < =0,05 sehingga kesimpulan yang didapatkan terdapat perbedaan rata-rata variabel respon ketika diberi treatment suhu udara. Treatment Tekanan Udara H0 : 1 = 2 = 3 = 0 Yang berarti tidak ada perbedaan rata-rata variabel respon pada treatment tekanan udara. H1 : paling sedikit ada satu i 0 untuk i = 1,2,3 (PA,BA,PL) Yang berarti paling sedikit ada satu rata rata variabel respon yang berbeda ketika diberi tretment tekanan udara. Dengan =0,05 diambil keputusan tolak H0 karena nilai Wilk Lambda sebesar 0,001 atau lebih memudahkan nilai signifikansi Wilk Lambda yaitu sebesar 0,000 < =0,05 sehingga kesimpulan yang didapatkan terdapat perbedaan rata-rata variabel respon ketika diberi treatment tekanan udara. Interaksi Treatment Suhu Udara dengan Tekanan Udara H0 : 1 = 2 = 3 = 0
5

Yang berarti tidak ada perbedaan rata-rata variabel respon pada interaksi treatment suhu udara dengan tekanan udara. H1 : paling sedikit ada satu i 0 untuk i = 1,2,3 (PA,BA,PL) Yang berarti paling sedikit ada satu rata rata variabel respon yang berbeda ketika diberi interaksi treatment suhu udara dengan tekanan udara. Dengan =0,05 diambil keputusan tolak H0 karena nilai Wilk Lambda sebesar 0,004 atau lebih memudahkan nilai signifikansi Wilk Lambda yaitu sebesar 0,000 < =0,05 sehingga kesimpulan yang didapatkan terdapat perbedaan rata-rata variabel respon ketika diberi interaksi treatment suhu udara dengan tekanan udara. Informasi Pada Tabel 4 menjelaskan pengaruh treatment terhadap variabel respon.

Tabel 4 Tests of Between-Subjects Effects


Source Corrected Model Dependent Variable BA PL PA Intercept BA PL PA suhu BA PL PA tekanan BA PL PA suhu * tekanan BA PL PA Error BA PL PA Total BA Type III Sum of Squares ,003(a) ,006(a) ,016(b) ,037 ,111 539179,912 ,002 ,002 ,010 ,001 ,003 ,006 ,000 ,001 8,83E-005 2,53E-005 4,57E-005 ,001 ,040 df 8 8 8 1 1 1 2 2 2 2 2 2 4 4 4 45 45 45 54 Mean Square ,000 ,001 ,002 ,037 F 742,204 727,833 89,314 Sig. ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,428

64842,632 109534,67 ,111 2 239202392 539179,912 59,296 ,001 1539,474 ,001 ,005 ,001 ,001 ,003 8,72E-005 ,000 2,21E-005 5,63E-007 1,01E-006 2,25E-005 1183,431 216,717 1119,474 1440,949 138,580 154,934 143,476 ,979

PL PA Corrected Total BA PL PA

,117 539179,929 ,003 ,006 ,017

54 54 53 53 53

Seacara singkat dapat dijelaskan bahwa suhu udara berpengaruh signifikan terhadap komponen BA, PL dan PA. Tekanan udara juga berpengaruh signifikan terhadap komponen BA, PL dan PA. Dan interaksi antara suhu udara dengan tekanan udara berpengaruh signifikan terhadap komponen BA dan PL saja. Oleh karena terdapat perbedaan rata-rata variabel respon ketika diberi treatment suhu udara, tekanan udara dan interaksi keduanya maka dilakukan uji perbandingan berganda dengan menggunaan uji Tukey. Berikut diberikan hasil pengujian Tukey.

Tabel 5 Uji Tukey Pada Suhu Udara

M u ltiple Comparison s Tukey HSD Mean Dependent Va riab le suh u (J) suh u Difference (I-J) Std. Error (I) BA 1,00 1,0 0 2,00 3,00 2,0 0 1,0 0 2,00 3,00 3,0 0 1,0 0 2,00 3,00 PL 1,00 1,0 0 2,00 3,00 2,0 0 1,0 0 2,00 3,00 3,0 0 1,0 0 2,00 3,00 PA 1,00 1,0 0 2,00 3,00 2,0 0 1,0 0 2,00 3,00 3,0 0 1,0 0 2,00 3,00 Based on observed means. *. The mean d ifference is sign ificant at the ,05 level. ,0207* ,0119* -,0207* ,00158 ,00158 ,00158 ,000 ,000 ,000 ,01 68 ,00 81 -,0245 ,024 5 ,0157 -,016 8 -,0326* -,0119* ,0326* ,00158 ,00158 ,00158 ,000 ,000 ,000 -,0364 -,0157 ,0287 -,0287 -,008 1 ,036 4 -,0084* -,0079* ,0084* ,00034 ,00034 ,00034 ,000 ,000 ,000 -,0093 -,0087 ,00 76 -,007 6 -,007 1 ,0093 ,0163 * ,0079* -,016 3 * ,00034 ,00034 ,00034 ,000 ,000 ,000 ,01 55 ,00 71 -,0171 ,0171 ,0087 -,015 5 -,0133 * ,0033 * ,0133 * ,00025 ,00025 ,00025 ,000 ,000 ,000 -,0139 ,0027 ,0127 -,01 27 ,0039 ,0139 ,0100* -,0033 * -,0100* ,00025 ,00025 ,00025 ,000 ,000 ,000 ,00 94 -,0039 -,0106 ,0106 -,00 27 -,009 4 95% Confidence In terval Sig. Lower Bound Upper Bound

Informasi Tabel 5 menunjukkan uji Tukey pada treatment. Adapun hipotesis yang digunakan sebagai berikut : H0 : i = j H1 : i j
8

i , j : level treatment

Suhu Udara Pada komponen BA diperoleh nilai signifikansi antara level 1 dengan level 2 sebesar 0,000 . Artinya komponen BA yang diberi treatment suhu udara dengan level 1 (220 0C) berbeda dengan komponen BA yang diberi treatment suhu udara dengan level 2 (230 0C). Nilai signifikansi komponen BA yang diberi treatment suhu udara pada level 1 dengan level 3 sebesar 0,000 . Artinya komponen BA yang diberi treatment suhu udara dengan level 1 (220 0C) berbeda dengan komponen BA yang diberi treatment suhu udara dengan level 3 (240 0C). Nilai signifikansi komponen BA yang diberi treatment suhu udara pada level 2 dengan level 3 sebesar 0,000 . Artinya komponen BA yang diberi treatment suhu udara dengan level 2 (230 0C) berbeda dengan komponen BA yang diberi treatment suhu udara dengan level 3 (240 0C). Pada komponen PL dan komponen PA diperoleh penjelasan yang sama seperti pada komponen BA. Hal tersebut dikarenakan nilai signifikansi yang diperoleh juga sebesar 0,000 < 0,005. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komponen BA, PL dan PA yang diberikan treatment suhu udara dengan level yang tidak sama menghasilkan perbedaan yang signifikan.

Tabel 6. Uji Tukey Pada Tekanan Udara

M u ltiple C om par is o n s Tu k e y HS D 9 5 % C o n fid e n c e In te r v a l S ig . ,0 0 0 ,0 0 0 ,0 0 0 ,0 0 0 ,0 0 0 ,0 0 0 Lo w e r B o u n d p p e r B o u n d U ,0 1 1 2 ,0 0 4 3 -,0 1 24 -,0 0 7 5 -,0 0 5 5 ,0 0 6 3 ,0 1 24 ,0 0 5 5 -,0 1 1 2 -,0 0 6 3 -,0 0 4 3 ,0 0 7 5

Mean D e p e n d e n t V a ria b I) te k a n a n(J ) te k a n a n iffe r e n ce ( I-J ) td . E rro r ( le D S BA 1 ,0 0 1 ,0 0 2,0 0 3,0 0 2,0 0 1 ,0 0 2,0 0 3,0 0 3,0 0 1 ,0 0 2,0 0 3,0 0 PL 1 ,0 0 1 ,0 0 2,0 0 3,0 0 2,0 0 1 ,0 0 2,0 0 3,0 0 3,0 0 1 ,0 0 2,0 0 3,0 0 PA 1 ,0 0 1 ,0 0 2,0 0 3,0 0 2,0 0 1 ,0 0 2,0 0 3,0 0 3,0 0 1 ,0 0 2,0 0 3,0 0 B a s e d o n o b s e r v e d m e a n s. *. Th e m e a n d iffe re n c e is s ig n ific a n t a t th e ,0 5 le v e l. ,0 1 6 9 * ,0 0 9 0 * -,0 1 6 9 * ,0 0 1 5 8 ,0 0 1 5 8 ,0 0 1 5 8 -,0 25 9 * -,0 0 9 0 * ,0 25 9 * ,0 0 1 5 8 ,0 0 1 5 8 ,0 0 1 5 8 -,0 1 7 * 2 ,0 0 4 0 * ,0 1 7 2 * ,0 0 0 34 ,0 0 0 34 ,0 0 0 34 ,0 1 32 * -,0 0 4 0 * -,0 1 32 * ,0 0 0 34 ,0 0 0 34 ,0 0 0 34 -,0 0 6 9 * -,0 0 4 9 * ,0 0 6 9 * ,0 0 0 25 ,0 0 0 25 ,0 0 0 25 ,0 1 1 8 * ,0 0 4 9 * -,0 1 1 8 * ,0 0 0 25 ,0 0 0 25 ,0 0 0 25

,0 0 0 ,0 0 0 ,0 0 0 ,0 0 0 ,0 0 0 ,0 0 0

,0 1 24 -,0 0 4 8 -,0 1 4 0 -,0 1 8 0 ,0 0 32 ,0 1 6 4

,0 1 4 0 -,0 0 32 -,0 1 24 -,0 1 6 4 ,0 0 4 8 ,0 1 8 0

,0 0 0 ,0 0 0 ,0 0 0 ,0 0 0 ,0 0 0 ,0 0 0

-,0 29 8 -,0 1 28 ,0 221 ,0 1 31 ,0 0 5 2 -,0 20 8

-,0 221 -,0 0 5 2 ,0 29 8 ,0 20 8 ,0 1 28 -,0 1 31

Tekanan Udara

10

Pada komponen BA diperoleh nilai signifikansi antara level 1 dengan level 2 sebesar 0,000 . Artinya komponen BA yang diberi treatment tekanan udara dengan level 1 (0,1 Bar) berbeda dengan komponen BA yang diberi treatment tekanan udara dengan level 2 (0,15 Bar). Nilai signifikansi komponen BA yang diberi treatment tekanan udara pada level 1 dengan level 3 sebesar 0,000 . Artinya komponen BA yang diberi treatment tekanan udara dengan level 1 (0,1 Bar) berbeda dengan komponen BA yang diberi treatment tekanan udara dengan level 3 (0,2 Bar). Nilai signifikansi komponen BA yang diberi treatment tekanan udara pada level 2 dengan level 3 sebesar 0,000 . Artinya komponen BA yang diberi treatment tekanan udara dengan level 2 (0,15 Bar) berbeda dengan komponen BA yang diberi treatment tekanan udara dengan level 3 (0,2 Bar). Pada komponen PL dan komponen PA diperoleh penjelasan yang sama seperti pada komponen BA. Hal tersebut dikarenakan nilai signifikansi yang diperoleh juga sebesar 0,000 < 0,005. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komponen BA, PL dan PA yang diberikan treatment tekanan udara dengan level yang tidak sama menghasilkan perbedaan yang signifikan. Namun, interaksi treatment suhu udara dengan tekanan udara tidak menghasilkan perbedaan pada rata-rata komponen PA sehingga uji berganda tidak dapat dilanjutkan. Artinya interaksi treatment suhu pada level yang berbeda dengan treatment tekanan udara pada level yang berbeda tidak menghasil perbedaan yang signifikan terhadap setiap variabel respon.

11