Anda di halaman 1dari 3

sejarah asuhan kebidanan

Metode tradisional asuhan kehamilan sudah dihasilkan dan telah sukses sejak tahun 1940 sampai sekarang.di bawah penelitian yang seksama. Sejarah menunjukkan bahwa kebidanan merupakan salah satu profesi tertua sejak adanya peradaban manusia. Bidan terlahir sebagai wanita yang terpercaya dalam mendampingi ibu-ibu yang melahirkan. Pada awalnya ruang lingkup tugas bidan masih terbatas pada pengawasan kehamilan,pertolongan persalinan,pemeliharaan ibu nifas dan perawatan neonatus. Namun pengembangan selanjutnya sekitar tahun 1959 setelah diadakan Kursus Tambahan Bidan (KTB) oleh bagian KIA,kementrian kesehatan,ruang lingkup tugas bidan tidak saja berorientsi pada pelayanan kebidanan di rumah sakit melainkan juga mengemban tugas pelayanan kesehatan di masyarakat. Tempat pelayanan asuhan kebidanan,baik yang bersifat tugas mandiri dan kolaborasi adalah di rumah sakit,puskesmas,klinik bersalin atau dimasyarakat. Melalui asuhan antenatal diharapkan bidan dapat berkontribusi dalam melindungi hak reproduksi dan hak asasi manusia dengan cara mengurangi angka kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan.

tujuan asuhan kebidanan


Ada beberapa pengertian masa nifas, antara lain: 1. Masa nifas dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plascnta sampai dengan 6 minggu berikutnya (JHPEIGO, 2002). 2. Masa nifas tidak kurang dari 10 hari dan tidak lebih dari 8 hari setelah akhir persalinan, dengan pemantauan bidan sesuai kebutuhan ibu dan bayi (Bennet dan Brown, 1999). Pengertian dan tujuan asuhan masa nifas | Artikel Kesehatan 12 Jul 2010 ... TUJUAN ASUHAN MASA NIFAS Semua kcgiatan yang dilakukan, baik dalam bidang kebidanan maupun di bidang lain selalu mempunyai tujuan agar ... fkunhas.com Pengertian Dan Tujuan Asuhan Kebidanan | Artikel Kesehatan FKUNHAS.COM Artikel kesehatan terkait pengertian dan tujuan asuhan kebidanan di fkunhas.com 0. Contoh artikel tentang pengertian dan tujuan asuhan kebidanan dalam ... fkunhas.com Tujuan Asuhan Kebidanan | Artikel Kesehatan FKUNHAS.COM Artikel kesehatan terkait tujuan asuhan kebidanan di fkunhas.com 0. Contoh artikel tentang tujuan asuhan kebidanan dalam artikel kesehatan dan kedokteran ... fkunhas.com Tujuan Asuhan Kebidanan Masa Nifas | Artikel Kesehatan FKUNHAS.COM Artikel kesehatan terkait tujuan asuhan kebidanan masa nifas di fkunhas.com 0. Contoh artikel tentang tujuan asuhan kebidanan masa nifas dalam artikel ... fkunhas.com Makalah Tujuan Asuhan Kebidanan | Artikel Kesehatan FKUNHAS.COM Artikel kesehatan terkait makalah tujuan asuhan kebidanan di fkunhas.com 0. Contoh artikel tentang makalah tujuan asuhan kebidanan dalam artikel kesehatan ... fkunhas.com Tujuan Asuhan Kebidanan Komunitas | Artikel Kesehatan FKUNHAS.COM

Artikel kesehatan terkait tujuan asuhan kebidanan komunitas di fkunhas.com 0. Contoh artikel tentang tujuan asuhan kebidanan komunitas dalam artikel ... fkunhas.com Tujuan Asuhan Kebidan | Artikel Kesehatan FKUNHAS.COM Artikel kesehatan terkait tujuan asuhan kebidan di fkunhas.com 0. Contoh artikel tentang tujuan asuhan kebidan dalam artikel kesehatan dan kedokteran ... fkunhas.com Tujuan Kunjungan Dalam Asuhan Kebidanan | Artikel Kesehatan ... Artikel kesehatan terkait tujuan kunjungan dalam asuhan kebidanan di fkunhas.com 0. Contoh artikel tentang tujuan kunjungan dalam asuhan kebidanan dalam ... fkunhas.com

prinsip pokok asuhan kebidanan


2. 5 Prinsip Pokok/Utama Asuhan Kebidanan :

a.

Kehamilan dan kelahiran adalah suatu proses yang normal, alami dan sehat.

Sebagai bidan kita meyakini bahwa model asuhan kehamilan yang membantu serta melindungi proses kehamilan & kelahiran normal adalah yang paling sesuai bagi sebagian besar wanita. Tidak perlu melakukan intervensi yang tidak didukung oleh bukti ilmiah (evidence-based practice).

b.

Pemberdayaan.

Ibu adalah pelaku utama dalam asuhan kehamilan. Oleh karena itu, bidan harus memberdayakan ibu (dan keluarga) dengan meningkatkan pengetahuan & pengalaman mereka melalui pendidikan kesehatan agar dapat merawat dan menolong diri sendiri pada kondisi tertentu. Hindarkan sikap negatif dan banyak mengkritik.

c.

Otonomi.

Pengambil keputusan adalah ibu & keluarga. Untuk dapat mengambil suatu keputusan mereka memerlukan informasi. Bidan harus memberikan informasi yang akurat tentang resiko dan manfaat dari semua prosedur, obat-obatan, maupun test/pemeriksaan sebelum mereka

memutuskan untuk menyetujuinya. Bidan juga harus membantu ibu dalam membuat suatu keputusan tentang apa yang terbaik bagi ibu & bayinya berdasarkan sistem nilai dan kepercayaan ibu/keluarga.

d.

Tidak membahayakan

Intervensi harus dilaksanakan atas dasar indikasi yang spesifik, bukan sebagai rutinitas sebab test-test rutin, obat, atau prosedur lain pada kehamilan dapat membahayakan ibu maupun janin. Bidan yang terampil harus tahu kapan ia harus melakukan sesuatu dan intervensi yang dilakukannya haruslah aman berdasarkan bukti ilmiah.

e.

Tanggung jawab

Asuhan kehamilan yang diberikan bidan harus selalu didasari ilmu, analisa, dan pertimbangan yang matang. Akibat yang timbul dari tindakan yang dilakukan menjadi tanggungan bidan. Pelayanan yang diberikan harus berdasarkan kebutuhan ibu & janin, bukan atas kebutuhan bidan. Asuhan yang berkualitas, berfokus pada klien, dan sayang ibu serta berdasarkan bukti ilmiah terkini (praktek terbaik) menjadi tanggung jawab semua profesional bidan.