Anda di halaman 1dari 23

PT.

SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

STATUS DOKUMEN

MASTER

COPY NO:

1 11

2 12

3 13

4 14

5 15

6 16

7 17

8 18

9 19

10 20

Disiapkan Oleh

Diperiksa Oleh

Disahkan Oleh

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

DAFTAR ISI Hal Lembar Pengesahan Daftar Isi


I. UMUM I.1 I.2 I.3 I.4 I.5 I.6

1 2 4 4 5 6 6 6 8

Profil Perusahaan Organisasi Tujuan Ruang Lingkup Definisi dan Istilah Referensi

II. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

PT.SKNARA WICAKSANA
II.1 Ketentuan Umum II.1.1 Proses Sistem Manajemen II.1.2 Kebijakan dan Kepemimpinan II.1.3 Perencanaan II.1.4 Penerapan dan Operasional II.1.5 Pengukuran dan Pemantauan II.1.6 Tinjauan Manajemen II.2 Elemen Pokok Sistem Manajemen K3

9 9 9 9 9 10 10 10 10 11 11 13 13 14 14

Elemen 1 : Kebijakan K3 PERENCANAAN Elemen 2 : Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Pengendalian Risiko Elemen 3 : Perundang-undangan dan Persyaratan Lainnya Elemen 4 : Sasaran dan Program K3 PELAKSANAAN DAN OPERASIONAL Elemen 5 : Sumber Daya, Tanggung Jawab, Tanggung Gugat, dan Wewenang

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

Elemen 6 : Pelatihan, Kepedulian, an Kompetensi Elemen 7 : Konsultasi, Komunikasi dan Partisipasi Elemen 8 : Dokumentasi Sistem Manajemen K3 Elemen 9 : Pengendalian Dokumen Elemen 10 : Pengendalian Operasi Elemen 11 : Kesiagaan dan Tanggap Darurat PEMERIKSAAN DAN TINDAKAN PERBAIKAN Elemen 12 : Pemantauan dan Pengukuran Elemen 13 : Evaluasi Pemenuhan Elemen 14 : Kecelakaan, Insiden, Ketidaksesuaian, serta Tindakan Perbaikan dan Pencegahan Elemen 15 : Pengendalian Rekaman Elemen 16 : Audit Internal TINJAUAN MANAJEMEN Elemen 17 : Tinjauan Manajemen Lampiran

18 18 19 19 20 21 21 21 22 22 22 22 23 23

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

BAB 1 UMUM 1.1 Profil Perusahaan 1.1.1 Data Umum Perusahaan Nama Perusahaan : PT.Sknara Wicaksana Bandung 40287 - Jawa barat 40287, Jawa Barat Indonesia Telepon Fax. : 62-022-5405918 : 022-7315489/5404176 Alamat Kantor Pusat : Jl:Tulip Raya Blok M3 No: 25 GBA2 Cipagalo

1.1.2 Uraian Singkat Kegiatan

Perusahaan PT.Sknara Wicaksana (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang pertanian dengan area kerja diseluruh Indonesia. Secara legal, PT.Sknara Wicaksana (Persero) didirikan berdasarkan Akta Notaris Indah Malasari nomor 154 tanggal 24 Desember 1965 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia nomor 46 tanggal 19 Juni 1970. PT. Sknara memiliki kantor pusat dan pusat produksi berkedudukan di Bandung, Jawa Barat merupakan distributor / agen penjualan merek Berlian NPK pupuk, dan Bahari merek NPL and TSO 36 diproduksi pleh CV Muda Perkasa Kujang/CV Jaya Tani Gresik. PT.Sknara Wicaksana memiliki karyawan yang terhitung sejak tahun 2000 sebesar 2.765 orang. PT. Sknara Wicaksana telah mengalami dua kali perubahan bentuk badan usaha. Perubahan pertama berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1964 yang mengubah statusnya dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perusahaan Negara (PN). Perubahan kedua terjadi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1969 dan dengan Akta Notaris Indah Malasari pada bulan Januari 1980, statusnya dikembalikan ke Perseroan Terbatas (PT). Dari aspek permodalan, PT. Sknara Wicaksana merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan pemegang saham tunggal adalah Pemerintah
Republik Indonesia. Mulai tahun 2000, PT. Skanara Wicaksana diberi tugas oleh

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

pemerintah melaksanakan distribusi dan pemasaran pupuk bersubsidi kepada petani sebagai bentuk pelaksanaan Public Service Obligation (PSO) untuk mendukung program pangan nasional dengan memprioritaskan produksi dan pendistribusian pupuk bagi petani di seluruh wilayah Indonesia. Sejalan dengan perundangan yang berlaku dan tuntutan pelanggan, perusahaan juga menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (SMK3) di seluruh kegiatan kerjanya. 1.2 Organisasi Organisasi tingkat pusat terdiri dari Dewan Direksi, yaitu terdiri atas Direktur Produksi, Direktur Pemasaran, Direktur Tehnik dan Pengembangan. Direktur Keuangan, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum, Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pada setiap bidang direktur dibantu oleh beberapa general manager, misalnya bidang produksi dibantu oleh general manager operasi dan general manager pemeliharaan, bidang pemasaran dibantu oleh general manager pemasaran dan general manager perencanaan, bidang tehnik dan pengembangan dibantu oleh general manager teknik dan jasa, general manager pengembangan usaha, serta general manager perkapalan (SBU), bidang keuangan dibantu oleh general manager keuangan dan korporasi dan holding, bidang SDM dan umum dibantu oleh general manager SDM dan general manager umum. Sebagai BUMN yang berperan penting dalam usaha kebutuhan hidup masyarakat, PT. Skanara Wicaksana meyakini pentingnya penerapan Tata Kelola Perusahaan dalam peningkatan profesionalisme dan memaksimalkan nilai Perusahaan. Dengan mengacu kepada Master Plan BUMN RI tahun 2002-2006, manajemen terus berupaya mewujudkan komitmen sepenuhnya dalam menjalankan praktek bisnis berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan kewajaran melaui penerapa Good Corporate Governance (GCG - Board Manual).

1.3 Tujuan

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

Kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja yang ditetapkan Perusahaan bertujuan mendukung pencapaian prestasi dan kenyamanan kerja karyawan. Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) yang dilandasi falsafah Sehat sebelum, selama dan setelah bekerja telah menunjang produktivitas dan meminimalkan angka kecelakaan kerja. sehingga menghasilkan kualitas dan kenyamanan hidup yang lebih baik. Perusahaan telah menyediakan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, termasuk fasilitas medical check-up yang dilakukan setiap tahun bagi karyawan dan keluarganya. Demikian pula sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, PT. Skanara Wicaksana juga memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya. 1.4 Ruang Lingkup Ruang lingkup penerapan SMK3 adalah kantor pusat PT. Skanara Wicaksana Bandung serta seluruh lokasi kegiatan yang diselenggarakan oleh PT. Skanara Wicaksana di seluruh Indonesia. Ruang lingkup audit sertifikasi SMK3 meliputi lokasi kegiatan di lingkungan kantor pusat PT. Skanara Wicaksana, yang mencakup bangunan perkantoran dan fasilitas operasional dan penunjang lainnya di gedung kantor pusat dan cabang. 1.5 Definisi dan Istilah
a. Kecelakaan: Kejadian yang tidak dioinginkan dapat menimbulkan cidera, sakit,

kerusakan atau kehilangan.


b. Audit: Pengujian sistematis untuk menentukan apakah kegiatan dan hasil yang

bersangkutan sesuai dengan pengaturan yang telah direncanakan dan apakah pengaturan ini diterapkan secara efektif dan sesuai dengan pencapaian kebijakan dan sasaran organisasi.
c. Peningkatan berkelanjutan: Proses untuk peningkatan system manajemen K3

untuk menvapai perbaikan kinerja secara keseluruhan dari kesehatan dan keselamatan kerja, searah dengan kebijakan K3 organisasi.

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

d. Bahaya: Keadaan atau situasi yang berpotensi menimbulkan kerugian seperti

sakit, luka, kerusakan harta benda, kerusakan lingkungan kerja dan gabungan dari keadaan-keadaanj tersebut.
e. Identifikasi bahaya: Proses mengenali bahaya-bahaya yang ada dan menetapkan

sifat-sifatnya
f. Kejadian/insiden: Peristiwa yang menyebabkan kecelakaan atau yang dapat

mengarah pada kecelakaan.


g. Pihak yang berkepentingan: Kelompok atau perseorangan yang memperhatikan

atau menerima dampak dari kinerja K3 perusahaan


h. Ketidaksesuaian: Segala penyimpangan dari standar kerja, tuntunan, prosedur,

peraturan, kinerja system manajemen dll, yang dapat secara langsung atau tidak langsung menyebabkan luka atau sakit, kerusakan harta/benda, kerusakan lingkungan kerja atau gabungan dari semuanya.
i.

Sasaran: Target dibidang kinerja K3 yang ditetapkan oleh perusahaan untuk dicapai. Kesehatan dan keselamatan K3: Proses untuk meningkatkan system manajemen K3, untuk memperoleh peningkatan keseluruhan dari pekerja K3, searah dengan kebijakan K3 perusahaan.

j.

k. Sistem manajemen K3: Bagian dari system manajemen keseluruhan yang

memudahkan pengelolaan dari risiko-risiko K3 yang terkait dengan kegiatan perusahaan. Hal ini mencakup struktur organisasi, rencana kegiatan, tanggung jawab, turunan , prosedur, proses dan sumber daya untuk pengembangan, penerapan, pencapaian dan peninjauan.
l.

Perusahaan: PT. Pupuk A-Z dengan pengedalian organisasi terhadap risiko K3, didasarkan pada kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan.

m. Kinerja: Hasil yang dapat diukur dari system manajemen K3 yang berhubungan

n. Risiko: Gabungan dari kemungkinan dan konsekuensi dari bahaya yang telah

ditentukan bila terjadi.


o. Penilaian risiko: Proses mengukur besaran risiko secara menyeluruh dan

memutuskan apakah risiko dapat diterima atau tidak.

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

p. Keselamatan: Bebas dari risiko atau bahaya yang tidak dapat diterima. q. Risiko yang dapat diterima: Risiko yang telah dikurangi sampai tingkatan yang

dapat diterima oleh organisasi dalam upaya pemenuhan terhadap ketentuan hukum maupun kebijakan K3 yeng telah ditetapkan perusahaan. 1.6 Referensi a. Undang-Undang No. 1 tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja b. Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentangKetenagakerjaan c. Kepemenaker No.05 tahun 1996 tentang SMK3
d. OHSAS 18001: 2009: OHS Management System

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

BAB 2 SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PT. SKANARA WICAKSANA 2.1 Ketentuan Umum 2.1.1 Proses sistem manajemen Dalam rangka mencapai visi perusahaan menjadi perusahaan yang kuat dan tumbuh dalam industri pupuk di tingkat nasional maupun regional, dan melaksanakan misi perusahaan yaitu memproduksi, memasarkan pupuk dan produk agrobisnis dengan memperhatikan aspek mutu secara menyeluruh. Upaya untuk melaksanakan misi perusahaan diperlukan adanya suatu komitmen untuk menerapkan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang baik di lingkungan perusahaan dengan mengacu pada standar OHSAS 18001. 2.1.2 Kebijakan dan Kepemimpinan Manajemen K3 dimulai dengan menetapkan kebijakan yang menjadi landasan startegi penerapan K3 dalam perusahaan. Kebijakan ini ditandatangani oleh pimpinan tertinggi dalam perusahaan yang menunjukkan komitmen manajemen terhadap K3. 2.1.3 Perencanaan Setelah menetapkan kebijakan, disususn rencana penerapan system manajemen berdasarkan potensi bahaya atau risiko yang ada dalam kegiatan perusahaan. Identifikasi bahaya, penilaian dan rencana pengendalian risiko juga didasarkan kepada persyaratan perundangan yang berlaku khususnya di lingkungan jasa pupuk. Berdasarkan hasil tersebut, disusun sasaran program kerja K3 untuk mengendalikan semua potensi risiko yang ada. 2.1.4 Penerapan dan Operasional Berdasarkan sasaran dan program kerja dilaksanakan berbagai elemen kegiatan seperti pelatihan, komunikasi, pelanggan. dokumen tasi, pengendalian dokumen, pengendalian operasi, tanggap darurat dan lainnya sesuai dengan kebutuhan organisasi atau tuntunan

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

2.1.5 Pengukuran dan Pemantauan Hasil penerapan K3 tersebut diukur dan dipantau secara berkala untuk memastikan bahwa system manajemen telah berjalan baik sesuai harapan, dan jika perlu segera dilakukan tindakan koreksi atau perbaikan menuju peningkatan berkelanjutan. 2.1.6 Tinjauan Manajemen Secara berkala dilakukan tinjauan manajemen oleh manajemen puncak untuk memastikan bahwa sistem manajemen telah berjalan baik sesuai harapan, dan jika perlu segera dilakukan tindakan koreksi atau perbaikan menuju peningkatan berkelanjutan. 2.2 Elemen Pokok Sistem Manajemen K3 Elemen 1: Kebijakan K3 Sesuai dengan persyaratan standar system manajemen K3 perusahaan menetapkan kebijakan K3 untuk diterapkan secara menyeluruh dalam organisasi. Kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja yang ditetapkan perusahaan bertujuan mendukung pencapaian prestasi dan kenyamanan kerja karyawan. Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) yang dilandasi falsafah Sehat sebelum, selama dan setelah bekerja telah menunjang produktivitas dan meminimalkan angka kecelakaan kerja. sehingga menghasilkan kualitas dan kenyamanan hidup yang lebih baik. Perusahaan telah menyediakan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, termasuk fasilitas medical check-up yang dilakukan setiap tahun bagi karyawan dan keluarganya. Demikian pula sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, PT. Skanara Wicaksana juga memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya. Komitmen untuk melaksanakan kegiatan industri berwawasan lingkungan dan berkelanjutan diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien. Mengambil contoh pengendalian limbah pabrik, Perusahaan telah menerapkan pengurangan jumlah limbah yang dibuang ke media lingkungan berdasarkan empat prinsip, yaitu: pengurangan dari sumber (reduce), sistem daur ulang (recycle), pengambilan (recovery) dan pemanfaatan kembali (reuse) secara berkelanjutan menuju produksi bersih. Untuk mencapai sasaran tersebut, PT. Skanara Wicaksana juga telah mengadopsi Sistem Manajemen Lingkungan ISO-14001 dengan melibatkan seluruh karyawan untuk
10

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

berperan aktif dalam melakukan penyempurnaan mutu lingkungan. Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dalam hal keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan terkait, Perusahaan juga telah menjadi anggota Komite Nasional Responsible Care(r) Indonesia (KN-RCI). Kebijakan K3 dapat ditinjau ulang dan direvisi secara berkala minimal setahun sekali mengikuti tinjauan manajemen. PERENCANAAN Elemen 2: Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko Sebelum memulai menerapkan sistem manajemen K3 dilakukan kajian awal untuk mengidentifikasi potensi risiko K3 dari kegiatan PT. Skanara Wicaksana. Prosedur untuk mengkaji ulang risiko-risiko K3 tersebut dan sistem pengendaliannyan akan diterapkan secara rutin dengan didasarkan kepada persyaratan perundangan yang berlaku. Manajemen risiko didefinisikan sebagai serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakan untuk mengelola risiko, meliputi proses identifikasi risiko, pengukuran risiko, pengendalian risiko, dan pemantauan risiko dari setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh unit kerja. Oleh sebab itu, salah satu wujud komitmen implementasi GCG adalah dibentuknya Biro Manajemen Risiko di bawah Kompartemen Perencanaan dan Pengendalian Usaha, dibawah Direktur Keuangan. Dengan banyaknya ketidakpastian dan cepatnya perubahan lingkungan usaha, baik internal maupun eksternal, maka akan berdampak kepada makin kompleksnya risiko usaha yang harus dihadapi perusahaan. Dalam rangka menerapkan GCG serta meningkatkan kemampuan perusahaan di dalam menghadapi setiap perubahan, maka penerapan manajemen risiko menjadi kebutuhan mutlak guna mengurangi dan mencegah terjadi kerugian yang mengganggu kelangsungan usaha. Untuk dapat mengelola risiko usaha dengan baik, direksi menetapkan Kebijakan Manajemen Risiko yang harus dilaksanakan di setiap unit kerja dengan kegiatan sebagai berikut :
a. b.

Mendeteksi/mengidentifikasi risiko sedini mungkin pada setiap aktivitas Melakukan pengukuran tingkat/besarnya setiap risiko, dengan memperhitungkan besarnya dampak dan kemungkinan terjadinya peluang risiko

11

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

c.

Melakukan evaluasi terhadap sumber risiko dan penyebab terjadinya risiko, sebagai dasar untuk memetakan dan mengendalikan risiko yang signifikan. Menyusun rencana strategi pengendalian terhadap risiko yang mempunyai prioritas tinggi/risiko signifikan. Melakukan kegiatan strategi pengendalian risiko yang membahayakan

d.

e.

kelangsungan hidup perusahaan.


f.

Melakukan pemantauan risiko secara terus menerus, khususnya yang mempunyai dampak cukup signifikan terhadap kondisi perusahaan. Setiap pimpinan unit kerja bertanggung jawab atas dilaksanakannya kebijakan

manajemen risiko di unit kerjanya masing-masing, guna mewujudkan terciptanya suatu sistem pengelolaan risiko yang akurat dan komprehensif untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan. Elemen 3: Perundang-undangan dan persyaratan K3 lainnya Membuat dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi dan mengakses peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya. Peraturan perundang-undngan dan persyaratan lainnya yang diidentifikasi mencakup: a. Perundangan dan Persyaratan K3 Internasional b. Perundangan dan Persyaratan K3 Nasional c. Perundangan dan Persyaratan K3 Daerah d. Perijinan terkait lainnya e. Peraturan kegiatan lainnya f. Standar K3 yang berlaku Elemen 4: Sasaran dan Progran K3 Menetapkan dan memelihara sasaran dan program kerja K3 yang terdokumentasi pada tingkatan dan fungsi yang sesuai dengan organisasi. Sasaran dan program kerja ditetapkan dan ditinjau ulang pada kegiatan manajemen, bersamaan dengan perumusan program peningkatan. Dalam menetapkan dan mengkaji ulang sasaran, selalu mempertimbangkan:

12

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

a. Perundang-undangan dan peraturan terkait (ISO-14001) b. Hasil identifikasi bahaya dan penilaian risiko c. Pilihan teknologi yang digunakan d. Pertimbangan keuangan e. Persyaratan operasional dan bisnis f. Pandangan pekerja dan pihak terkait Sasaran K3 PT. Skanara Wicaksana adalah mewujudkan komitmen untuk melaksanakan kegiatan industri berwawasan lingkungan dan berkelanjutan diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien. Dalam upaya pencapaian sasaran tersebut dibuat suatu program kerja K3 sesuai dengan ISO-14001 misalnya dengan pengendalian limbah pabrik, perusahaan telah menerapkan pengurangan jumlah limbah yang dibuang ke media lingkungan berdasarkan empat prinsip, yaitu: pengurangan dari sumber (reduce), sistem daur ulang (recycle), pengambilan (recovery) dan pemanfaatan kembali (reuse) secara berkelanjutan menuju produksi bersih serta perusahaan telah menyediakan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, termasuk fasilitas medical check-up yang dilakukan setiap tahun bagi karyawan dan keluarganya. PELAKSANAAN DAN OPERASIONAL Elemen 5: Sumber Daya, Tanggung Jawab, Tanggung Gugat Dan Wewenang Menentukan dan mendokumentasikan serta mengkomunikasikan tentang peran, tanggung jawab dan wewenang untuk pelaksanaan SMK3 di seluruh lapisan pekerja. Pihak manajemen menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk penerapan dan pengendalian SMK3. Penyediaan sumber daya yang diperlukan (mencakup Sumber Daya Manusia, Teknis, Sarana dan keuangan) ditetapkan dalam rangka untuk

Menerapkan dan memelihara sistem manajemen K3 yang secara terus menerus diperbaiki kefektifannya. Selalu berupaya meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memenuhi persyaratan pelanggan. Pihak manajemen menunjuk seorang wakil manajemen (WM) yang memiliki

peran, tanggung jawab, wewenang untuk :

13

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

Memastikan bahwa, persyaratan SMK3 ditetapkan dilaksanakan dan dipelihara sesuai SMK3. Melaporkan Kinerja SMK3 kepada pucuk pimpinan untuk ditinjau ulang sebagai dasar perbaikan SMK3.

Struktur Organisasi PT. Skanara Wicaksana terdiri dari Dewan Direksi (Board of Directiors) dan Departemen Operasi yang juga menangani pertambangan batubara, Departemen teknik yang menangani rancang bangun dan pertambangan batubara. Departemen pemasaran yang menangani pemasaran. Untuk mendukung pelaksanaan K3 dibentuk Bagian K3 yang melapor langsung kepada Direktur Utama. Struktur Organisasi DEWAN DIREKSI dalam perusahaan,

Direktur Produksi

Direktur Pemasaran

Direktur Tehnik dan Pengem bangan.

Direktur Keuang an

Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum.

Keselamat an dan Kesehatan Kerja

Keterangan: A : General Manager Operasi


14

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

B : General Manager Pemeliharaan C : General Manager Pemasaran D : General Manager Perencanaan E : General Manager Teknik Dan Jasa F : General Manager Pengembangan Usaha G : General Manager Perkapalan (SBU) H : General Manager Keuangan I : Korporasi Dan Holding J : General Manager SDM K : General Manager Umum

Peran, Tanggung Jawab, Tanggung Gugat dan Wewenang mengenai K3 Direktur Utama

Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa sistem manajemen K3 telah berjalan dengan baik dengan memberikan komitmen dan menetapkan kebijakan termasuk memberikan sumber daya yang diperlukan.

Melakukan

tinjauan

manajemen

secara

berkala

untuk

melihat

kinerja

pelaksanaaan SMK3 serta memberikan arahan dan peningkatan yang diperlukan secara berkesinambungan. Management Representative (Direktur Operasi)

Memastikan proses yang diperlukan untuk SMK3 ditetapkan, diterapkan dan dipelihara. Melaporkan kepada direktur utama mengenai kinerja SMK3 dan peluang utnuk perbaikan . Memastikan kesadaran dari seluruh karyawan mengenai pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan. Bertanggung jawab terhadap pemecahan masalah / kendala dalam pembangunan dan penerapan SMK3 di semua unit kerja.

15

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

Memastikan penggunaan Standart Kerja/Acuan Kerja terkini untuk masingmasing unit kerja mewakili perusahaan untuk masalah SMK3 terutama pada pihak luar.

Merencanakan dan melaksanakan serta memantau Program Audit Internal serta Tinjauan Manajemen. Mengontrol dokumen seperti menerbitkan, perubahan, distribusi, penomoran dan pemusnahan. Memelihara dokumen seperti master dokumen Manual K3, formulir, catatan K3, Laporan Audit dan hasil Rapat SMK3. Sebagai penghubung perusahaanh dengan pihak luar yang berhubungan dengan SMK3. Prosedur K3,

Manager

Bertanggung jawab terhadap keselmatan dan kesehatan dari seuruh pekerja, tamu, dan masyarakat ketika berada di bidang kerjanya. Bertanggung jawab menyediakan sumber daya untuk penerapan SMK3 di lingkungannya masing-masing. Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa peraturan perundangan dibidang K3 yang berlaku bagi perusahaan telah dipenuhi. Berwenang untuk menentukan suatu kegiatan dapat diteruskan atau harus dihentikan berdasarkan penilaian risiko. Berwenang untuk mengeluarkan laporan ketidaksesuaian. Berwenang untuk mengambil tindakan tegas terhadap tindakan-tindakan yang dapat membahyakan K3. Berwenang untuk memberlakukan keadaan darurat (emergency).

Manajer K3

Bertanggung jawab terjaganya dokumentasi SMK3.

16

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

Bertanggung jawab untuk memastikan sistem diterapkan di seluruh bagian / fungsi. Bertanggung jawab untuk memastikan sistem berjalan efektif dan tetap sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. Bertanggung jawab mendapatkan informasi peraturan yang terbaru. Bertanggung jawab untuk mengaudit sistem dan melaporkan kepada Managing Director. Bertanggung jawab untuk melaksanakan komunikasi dengan eksternal. Bertanggung jawab untuk mengevaluasi bahaya-bahaya dari proses yang ada atau yang baru dan untuk menekan risiko-risikonya. Bertanggung jawab menetapkan dan mengembangkan rencana tanggap darurat. Berwenang untuk mengeluarkan laporan kecelakaan, ketidaksesuaian dan tindakan perbaikan.

Seluruh Pengawas

Bertanggung jawab untuk memastikan penerapan SMK3 ditempat kerjanya dan memastikan bahwa seluruh risiko yang ada di areanya telah diidentifikasi, terdokumentasi, direkam dan dikendalikan.

Memastikan bahwa program peningkatan K3 di area kerja mereka telah dijalankan dengan baik. Membina dan memastikan bahwa pekerja bawahannya termasuk pihak ketiga telah memahami dan mematuhi semua ketentuankeselamatan kerja yang berlaku.

Seluruh Pekerja

Bertanggung jawab untuk mematuhi persyaratan SMK3 setiap saat di dalam menjalankan pekerjaannya masing-masing. Bertanggung jawab melaporkan kecelakaan atau insiden atau tindakan yang dapat mengarah pada insiden (Unsafe Condition) kepada atasannya dan merekamnya dalam buku kecelakaan dan insiden.

17

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan keselamatan dan cara kerja aman yang berlaku untuk pekerjaannya masing-masing, termasuk penggunaan alat keselamatan yang sesuai.

Elemen 6: Pelatihan, Kepedulian, dan Kompetensi Mengidentifikasikan kebutuhan pelatihan serta mensyaratkan bahwa semua pekerja telah memperoleh palatihan yang memadai. Program latihan ini dituangkan dalam program tahunan dan dpastikan bahwa semua pekerja yang kegiataannya menimbulkan dampak penting pada K3 telah memperoleh pelatihan yang memadai. Menetapkan dan memelihara prosedur untuk meastikan bahwa pekerja pada tiap bagian serta tingkatan yang relevan menyadari:

Pentingnya kesesuaian dengan kebijakan, prosedur K3 dan persyaratan SMK3. Dampak penting terhadap K3 yang terjadi atau berpotensi untuk terjadi akibat kegiatan kerjanya serta manfaat K3 dari peningkatan kinerja perorangan. Peran dan tanggung jawab dalam mencapai kesesuaian dengan kebijakan, prosedur K3 dan persyaratan SMK3 termasuk persyaratan kesiagaan dan tanggap darurat.

Konsekuensi potensial dari penyimpangnan terhadap prosedur operasi yang ditentukan Pekerja yang melaksanakan tugas yang dapat mengakibatkan dampak penting K3

harus berkemampuan atas dasar pendidikan,pelatihan dan atau pengalaman yang sesuai. Dokumen terkait :

Prosedur Pelatihan No.606.

Elemen 7: Konsultasi, Komunikasi dan Partisipasi Menetapkan prosedur informasi dan komunikasi sehubungan dengan K3, ke dan dari pekerja maupun bagian terkait, pekerja harus :

Terlibat dalam pengembangan maupun kaji ulang Kebijakan K3. Terlibat dalam proses identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko termasuk jika ada perubahan-perubahan di tempat kerja.

18

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

Beberapa bentuk komunikasi :


Melalui papan komunikasi. Pemasngan rambu peringatan. Komunikasi tertulis kepada pekerja dan pihak terkait. Majalah dan bulletin. Prosedur komunikasi internal dan eksternal No. 607.

Dokumen terkait:

Elemen 8: Dokumentasi Sistem Manajemen K3 Perusahaan menetapkan prosedur untuk sistem dokumentasi untuk memastikan bahwa semua dokumen yang berkaitan dengan SMK3 telah tersedia dan dipelihara dengan baik. Dokumentasi sistem manajemen K3 harus mencakup: Kebijakan dan objektif K3 Uraian lingkup sistem manajemen K3 Uraian elemen utama dari sistem manajemen K3, Interaksi dan referensi untuk dokumen terkait Dokumen, termasuk rekaman yang disyaratkan OHSAS 18001 Dokumen termasuk rekaman, yang ditentukan dan diperlukan oleh organisasi

Dokumen terkait:

Prosedur dokumentasi No. 608.

Elemen 9: Pengendalian Dokumen Semua dokumentasi dan data mengenai K3 perusahaan harus dikendalikan dengan baik sesuai dengan prosedur. Dokumen mengenai K3 meliputi data kecelakaan, pelatihan, inspeksi dan pengujian peralatan dan pemeriksaan kesehatan. Data tersebut sangat berguna dan diperlukan untuk mengukur kinerja K3, keperluan analisa dan untuk pencegahan di kemudian hari jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan Perusahaan menetapkan dan memelihara suatu prosedur untuk menentukan: Menyetujui kecukupan dokumen sebelum diterbitkan
19

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

Mengkaji dan menyempurnakan ulang dokumen Memastikan status perubahan dan revisi berjalan dari dokumen yang diidentifikasi Memastikan bahwa versi yang relevan dari dokumen yang berlaku tersedia pada tempat Memastikan bahwa dokumen masih berlaku Mencegah penggunaan dokumen yang kadaluarsa Memastikan bahwa dokumen dari eksternal yang dianggap diperlukan Prosedur pengendalian dokumen No. 609

Dokumen terkait :

Elemen 10 : Pengendalian Operasi Mengidentifikasi operasi dan aktivitas yang berkaitan dengan identifikasi risiko dimana pengendalian perlu diadakan perencanaan kegiatan, termasuk perawatan/harus sesuai dengan kondisi sebagai berikut:

Tersedianya prosedur yang terdokumentasikan untuk menghindari penyampaian dari kebijakan dan sasaran. Menetapkan kriteria operasi dalam prosedur. Menyediakan prosedur identifikasi risiko K3, dari barang-barang, peralatan dan jasa yang dibeli atau digunakan. Mengkomunikasikan prosedur tersebut ke suplier dan kontraktor. Menyediakan prosedur untuk desain tempat kerja, peralatan kerja, prosedur operasi dll, untuk menghilangkan atau mengurangi risiko.

Dokumen terkait :

Prosedur Pengendalian Operasi No.610.

Elemen 11: Kesiagaan dan Tanggap Darurat

20

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

Membuat dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi potensi dan respon terhadap insiden / situasi darurat dan untuk mencegah dan mengurangi kemungkinan sakit dan luka yang berhubungan dengan hal tersebut diatas :

Meninjau ulang dan merevisi (jika perlu)/ prosedur tersebut setelah terjadi situasi darurat. Melakukan uji coba secara berkala. Prosedur Kesiapan dan Tanggap Darurat No. 611.

Dokumen terkait:

PEMERIKSAAN DAN TINDAKAN PERBAIKAN Elemen 12: Pemantauan dan Pengukuran Membuat dan merawat prosedur utnuk pemantauan dan pengukuran kinerja K3. Prosedur tersebut mencakup:

Mengukur baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Memantau kesesuaiannya dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Mengukur dan merencanakan kesesuaiannya dengan program yang telah ditetapkan, kriteria operasi dan persyaratan peraturan perundangan. Mengukur dan memantau kecelakaan, sakit dan insiden. Mencatat semua hasilnya untuk tujuan tindakan perbaikan pencegahan dan alatalat ukur harus dikalibrasi dan dirawat rekaman harus dipelihara.

Dokumen terkait:

Prosedur Pemantauan dan Pengukuran No.612.

Elemen 13: Evaluasi Pemenuhan Perusahaan harus menetapkan, menjalankan dan memelihara prosedur untuk mengevaluasi secara berkala pemenuhan persyaratan hukum yang sesuai dengan ketentuan: Perusahaan harus menyimpan rekaman dari hasil evaluasi Perusahaan harus mengevaluasi pemenuhan persyaratan lainnya yang berlaku bagi perusahaan Perusahaan harus menyimpan rekaman hasil evaluasi berkala yang dilakukan

21

PT.SKNARA WICAKSANA Dokumen terkait:

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

Prosedur evaluasi pemenuhan no. 613 Elemen 14: Kecelakaan, Insiden, Ketidaksesuaian, serta Tindakan Perbaikan dan Pencegahan Menetapkan dan memelihara prosedur untuk menentukan :

Penanganan kecelakaan, insiden, ketidaksesuaian, serta tindakan perbaikan dan pencegahannya. Tindakan perbaikan dan pencegahan yang dilakukan untuk menghilangkan akar. Penyebab terjadinya kecelakaan insiden dan ketidaksesuaian termasuk batas waktunya.

Konfirmasi efektifitas tindakan perbaikan dan pencegahan. Prosedur kecelakaan, Insiden, Ketidaksesuaian, serta Tindakan Perbaikan dan Pencegahan No.614.

Dokumen terkait:

Elemen 15 : Pengendalian Rekaman Menetapkan dan memelihara prosedur untuk identifikasi, pemeliharaan dan penempatan rekaman K3, termasuk hasil audit dan kajian manajemen.

Rekaman dapat dibaca, diidentifikasi, mudah diambil, dan terhindar dari kerusakan atau kehilangan . Masa simpan ditentukan. Rekaman dipeliharabsebagai bukti terlaksananya persyaratan SMK3. Prosedur Pengendalian Rekaman No. 615.

Dokumen terkait:

Elemen 16: Audit Internal Menetapkan dan memelihara prosedur untuk mengadakan Audit Internal SMK3 secara berkala dengan tujuan:

Apakah pelaksanaan SMK3 sudah memenuhi peraturan yang direncanakan dan dilaksanakan secara effektif.

22

PT.SKNARA WICAKSANA

MANUAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

No Dok: 721 Revisi: 0

Tgl. Efektif: 18 Desember 2011 Halaman: 1 dari 23

Meninjau ulang hasil audit terdahulu. Memberi informasi hasilnya ke pimpinan puncak. Dibuat audit program, audit schedule berdasarkan hasil audit sebelumnya. Audit

harus dilakukan oleh personil yang independent semua rekaman dipelihara. Dokumen terkait:

Prosedur Internal Audit No. 616.

TIJAUAN MANAJEMEN Elemen 17: Tinjauan Manajemen Manajemen yang diwakili oleh Direktur Utama secara berkala, setiap 6 bulan akan meninjau SMK3 untuk memastikan pelaksanaan, kecukupan dan kefektifannya. Hasil kajian ini harus di dokumentasikan. Tinjauan manajemen ini mencakup kemungkinan perubahan pada kebijakan, sasaran dan unsur lain dari SMK3, khususnya merujuk hasil audit SMK3, keadaan yang berubah serta komitmen untuk perbaikan berkelanjutan. Mendokumentasikan seluruh hasilkajian manajemen untuk ditindak lanjuti. Dokumen terkait:

Prosedur Tinjauan Manajemen No. 617.

23