Anda di halaman 1dari 6

KARANGAN FRASA-FRASA BERBUNGA

NAMA: ___________________________ KELAS: __________

PERASAAN KEGEMBIRAAN KESEDIHAN sinar gembira mengerlip di matanya dibayangi perasaan gembira rasa gembira meruap di dadanya rasa gembira dan syukur berbunga di lubuk hatinya hatinya melonjak gembira senyuman mesra terukir di mulutnya segaris senyuman terukir di bibir mengulum senyuman manis

air jernih mengalir di pipi air mata berlinangan bendungan air matanya pecah beberapa titik air jernih membasahi pipi air mata jatuh membasahi pipi kolam matanya sudah berkaca matanya berkaca dan kemudian berair berkaca-kaca linangan air jernih gugur dari sudut kelopak mata mata mula terasa basah sayup dan pilu menghambat perasaannya titisan air jernih jatuh berguguran dari sudut mata

KEMARAHAN

antara mereka masih membara api-api pertentangan perdebatan yang mulai hangat muka menjadi merah padam panas relung dadakuku bagaikan terbakar kebencian hatinya memuncak sekali segala bahasa kesat diluahkannya 2

bekas tapak tangan masih terlukis di pipi merah telinganya mendengar cercaan perasaan marahku semakin meluap-luap mendengar namanya cukup membangkitkan sejuta rasa benci dan geram matanya memancar api terbakar sepasang mata sinis ditujukan ke arahnya

KEBOSANAN kebosanan jelas terpancar di wajah mereka duduk termenung sambil menunggu masa berlalu

KEGELISAHAN ketenangan yang didambanya tak kunjung tiba perasaan berkecamuk melanda hatinya rasa gelisah menjamah hati resah dan gusar silih berganti diriku diganggu gelisah dan gelabah kerisauannya bertalu-talu melekat di pangkal fikirannya persoalan demi persoalan bersilih-ganti dan berlegar-legar di ruang benakku sudut otak ini dikerumuni oleh andaian-andaian yang merumitkan perasaan didera kebimbangan kepala sakit digayuti keserabutan fikiranku terhenti seketika, berpintal-pintal, lalu kusut hati berkocak hanyut dibawa arus resah bak makan hati berulam jantung

KETAKUTAN

mukanya pucat lesi bagaikan ditoreh tiada berdarah debar jantung memukul dada ketakutan mula bergayut di sudut hatinya segugus debaran menggoncang dadanya jantungku berdegup-degup kencang genting dan mengerikan diserang ketakutan sehingga lututnya lemah dan tangannya terkulai aku menggigil ketakutan 3

KEBIMBANGAN bunga-bunga kebimbangan menguntum di kelopak hatinya Kebimbangannya semakin membakar di wajahnya bergayut setompok kebimbangan perasaannya didera kebimbangan kepalanya sakit digayuti keserabutan badai kebimbangan merempuh-rempuh hatinya terbang keluar segala keyakinan muncullah keresahan yang menyeksakan hati kecilnya berbisik Fikiranku terhenti seketika, berpintal-pintal, lalu kusut

KEPANASAN bintik-bintik peluh bercambah di tubuhnya disebabkan kepanasan manik-manik peluh di dahinya wajahnya sudah diminyaki peluh panas yang membakar terasa berbahang peluh yang membasahi seluruh kulit tubuh mereka tidak hentihenti mengalir tubuhku tak ubah seperti ranting pokok yang hangus terbakar mentari tinggi di kepala kulitku yang rapuh dicakar-cakar oleh panahan terik mentari sang matahari menyimbahkan panasnya keringatnya semakin mengalir membasahi muka panas menembusi celah-celah daun keringatku berlumba-lumba keluar dari permukaan dahi lalu membasahi seluruh tubuh cuaca yang bertambah ganas dengan tiada awan-gemawan dirasakan menggigit-gigit kulit

KESEJUKAN

kesejukan yang menusuk tulang kesejukan yang menggigit hingga ke tulang membuka tingkap membiarkan angin menerjah masuk ke bilik angin malam bertiup berkali-kali menempiaskan kedinginan kelembapan embun dingin memang tiada tandingan sejuknya meresap ke tulangku yang semakin rapuh 4

kedinginan itu menggoyahkan jiwaku yang semakin pudar kesejukan angin bagaikan salji

CUACA HUJAN

sekali-sekali kelihatan cahaya kilat memanah langit awan hitam kelihatan berarak ditiup angin kilat sambar-menyambar disusuli bunyi guruh berdentum-dentam diterangi sesekali hanya oleh kilat yang disusuli guruh kilat mengenyit dua tiga kali petir memancar disusuli bunyi guruh yang menakutkan bunyi guruh di langit sahut-menyahut seolah-olah menggegarkan kamarku langit yang menumpahkan air matanya bertali-temali titik-titik hujan bertali-temali dari langit air hujan meleleh-leleh jenuh petir dan kilat sabung-menyabung hujan hari itu akan tetap kencang berguguran melunaskan tugasnya

ANGIN

angin bertiup sepoi-sepoi bahasa angin menjatuhkan daun-daun kering dari pohon-pohon yang berjejer di sepanjang jalan pohon-pohon yang menari-nari ditiup angin bagaikan berbisik angin yang menderu sesekali menampar dinding rumahku angin semilir menyapa lembut pipiku angin malam bertiup sayu melewati jendela, meyapa sepi wajahku daun berombak-ombak ditiup angin Derus sang angin terus meniup debu-debu gersang Aagin kencang membedal Gelenggong ketimuran yang menghembus dingin Sang bayu pula masih asyik menghelakan nafasnya yang panjang WAKTU

SIANG

siang terus bangun tujahan cahaya matahari pagi menampar dada bilik 5

suria muda memancarkan sinarnya ketika kokok ayam mula kedengaran, ketika lena tidur penduduk (nama tempat) masih panjang

MALAM

dalam kesamaran cahaya lampu kepekatan malam menggelapkan suasana malam pasti akan membungkus panorama alam butir-butir bintang yang menghias dada malam mengerdip cantik malam telah menyerkup selimut hitamnya ke seluruh kampung malam telah melampaui garisnya. Dinihari mula menjelma. Matahari semakin menghilang di ufuk barat. Warnanya kemerah merahan. Sebentar lagi malam akan bertakhta.

SENJA

warna senja mulai memamah suasana sinar mentari sore menyelinap masuk menerusi kaca