Anda di halaman 1dari 8

Analisis Korelasi dan Regresi menggunakan Minitab 11.0 pindahan dari Http://nazhara.multiply.

com Pengertian analisis korelasi

Dalam sebuah riset, seringkali yang ingin diketahui adalah distribusi variabel-variabel yang berhubungan dan tingkat keeratan hubungan antara variabel-variabel tersebut, bukan estimasi harga dari variabelvariabel tersebut. Misalnya, dalam suatu percobaan kimia peneliti ingin mengetahui apakah banyaknya zat penyangga (buffer) yang dimasukkan ke dalam larutan berhubungan dengan kecepatan reaksinya. Atau misalnya seorang peneliti ingin mengetahui bagaimana pola keterkaitan antara jumlah jam kerja karyawan dan jumlah produk yang dihasilkan, dan sebagainya. Analisis korelasi digunakan untuk menyelidiki hubungan antarvariabel dan untuk membuat kesimpulan mengenai salah satu variabel dengan basis variabel lainnya. Perbedaannya dari analisis regresi adalah bahwa analisis korelasi menyatakan secara lengkap distribusi gabungan dari variabel-variabel yang terlibat dalam penelitian tersebut. Dua variabel dikatakan berkorelasi apabila perubahan pada variabel yang satu akan berpengaruh pada variabel yang lain secara beraturan, dengan arah yang sama atau berlawanan. Arah hubungan antara dua variabel dapat dibedakan menjadi: 1. Korelasi langsung (direct correlation /positive correlation) Perubahan nilai salah satu variabel diikuti perubahan variabel lain secara berarah. Jika nilai variabel X naik maka nilai variabel Y juga naik, jika nilai variabel X turun maka nilai variabel Y juga turun. 2. Korelasi berlawanan (inverse correlation /negative correlation) Perubahan nilai salah satu variabel diikuti perubahan variabel lain secara teratur dengan arah yang berlawanan. Peningkatan nilai variabel X diikuti oleh penurunan nilai variabel Y dan sebaliknya. 3. Tidak berkorelasi (nil correlation) Kenaikan nilai salah satu variabel kadang-kadang diikuti oleh penurunan nilai variabel yang lain tersebut. Arah hubungannya tidak teratur, kadang berlawanan, kadang searah. Dengan kata lain, koefisien korelasi merupakan ukuran besar kecilnya atau kuat tidaknya hubungan antara variabel-variabel apabila bentuk hubungan tersebut linier. Nilai koefisien ini paling sedikit -1 dan paling besar 1. Sehingga bila koefisien korelasi kita nyatakan dengan r, maka nilai r dapat dinyatakan sebagai berikut:

Dimana : r =1 (mendekati 1) berarti hubungan X dan Y sempurna dan positif r = -1 (mendekati -1) berarti hubungan X dan Y sempurna dan negatif r = 0 berarti hubungan X dan Y lemah sekali atau tidak ada hubungan (independen) Hubungan positif di atas berarti bahwa kenaikan /penurunan X umumnya diikuti oleh kenaikan / penurunan Y Hubungan negatif berarti naik-turunnya X diikuti oleh turun / naiknya nilai Y. A.M Tuttle mendefinisikan korelasi dengan kalimat sederhana: Sebuah analisis mengenai hubungan antara dua atau lebih variabel biasanya disebut korelasi. (Dermawan Wibisono:200) Contoh Penggunaan : Nah, sebagai contoh penggunaan analisis korelasi dalam kehidupan sehari-hari, tulisan kali ini akan membahas tentang tahapan-tahapan uji korelasi menggunakan software Minitab Versi 11.0 dengan 5 variabel bebas dan 1 variabel terikat. Misalkan kita akan mencari hubungan (seberapa kuat hubungan) antara variabel X1, X2, X3, X4, X5 dan variabel Y, dengan pendeskripsian variabel sbb : X1 = Hasil tes ke-1 X2 = Hasil tes ke-2 X3 = Hasil tes ke-3 X4 = Hasil tes ke-4 X5 = Hasil tes ke-5 Y = Hasil tes final

Hipotesis untuk analisis korelasi : H0 : tidak ada korelasi antara variabel X1, X2, X3, X4 , X5 dan variabel Y H1 : ada korelasi antara variabel X1, X2, X3, X4 , X5 dan variabel Y

Kriteria penolakan dan penerimaan hipotesis Analisis Korelasi: Lihat tabel output Minitab. H0 diterima jika sig > 5% (0,05)

Analisis Korelasi dan Regresi menggunakan Minitab 11.0 (bag.2)


pindahan dari Http://nazhara.multiply.com C. Analisis Korelasi menggunakan Minitab Versi 11.0 : Langkah-langkah Analisis Korelasi menggunakan Minitab Versi 11.0 adalah sebagai berikut: 1. Buka lembar kerja Minitab 11 for Windows >> Minitab pada computer Anda (lihat gambar 1)

Gambar 1. Open Minitab Worksheet in Minitab for Windows

2. Setelah keluar tampilan lembar kerja Minitab for Windows, masukkan data yang Anda punya (tes1, tes2, tes3. tes4, tes5, dan tesfinal) sehingga tampilan yang muncul adalah gambar 2.

Gambar 2 Masukkan data kedalam Worksheet Minitab 11.0

3. Klik Stat >> Basic Statistics >> Correlation (Lihat gambar 3)

Gambar 3. Analisis korelasi menggunakan Minitab 11.0

4. Setelah diklik , akan muncul tampilan berikutnya seperti gambar 4, masukkan semua variable yang ada, yaitu tes1, tes2, tes3, tes4, tes5, dan tesfinal, dengan memilih option SELECT, masukkan variabel tadi kedalam kotak VARIABLES, lalu klik OK.

Gambar 4. Dialog Box for Correlation

5. Sehingga akan muncul tampilan sebagai berikut (gambar 5)

Gambar 5. Masukkan semua variable yang akan diuji korelasinya

6. Maka akan diperoleh output analisis korelasinya sebagai berikut (gambar 6)

Gambar 6. Output data yang telah diuji korelasi

7. Cara membaca output uji korelasi yang telah diperoleh : Apakah ada hubungan antara variabel hasil tes1(X1), tes2(X2), tes3(X3), tes4(X4), tes5(X5) dan variabel hasil tesfinal (Y)? a) Kriteria penolakan dan penerimaan hipotesis Lihat tabel output Minitab, H0 diterima jika sig > 5% (0,05) b) Kesimpulan Setelah data dianalisis, diambil kesimpulan, dari tampilan output pada gambar 7 diatas, diperoleh nilai sig = 0.000 % < 5 %. Jadi, H0 ditolak dan H1 diterima : ada korelasi antara variabel X1, X2, X3, X4 , X5 dan variabel Y. Jadi Y akan meningkat sejalan dengan meningkatnya kelima variabel independent (X1, X2, X3, X4, dan X5). Ada hubungan positif dalam populasi antara keenam variabel.

Analisis Regresi Ganda menggunakan Minitab Versi 11.0(part 3)


1. Langkah-langkah Analisis Regresi menggunakan Minitab Versi 11.0 adalah sebagai berikut: Buka lembar kerja Minitab 11 for Windows >> Minitab pada computer Anda (lihat gambar1)

Gambar 1. Open Minitab in Minitab for Windows

2. Setelah keluar tampilan lembar kerja Minitab for Windows, masukkan data yang Anda punya (tes1, tes2, tes3. tes4, tes5, dan tesfinal) sehingga tampilan yang muncul adalah Gambar 2.

Gambar 2 Masukkan data kedalam Worksheet Minitab 11.0

3. Klik Stat >> Regression >> Regression (Lihat gambar 3)

4. Masukkan variable yang akan diolah ke dalam kotak dialog REGRESSION (Gambar 4 ). Pilih tesfinal (sebagai variable dependent), masukkan ke dalam kotak RESPONSE. Lalu, pilih juga test1 sampai test5 (sebagai variable independent), masukkan ke dalam kotak PREDICTOR dengan menekan tombol SELECT >> Klik OK Maka akan diperoleh output seperti gambar 5 berikut ini :

Gambar 4. Dialog Box for Regression

Gambar 5. Output Regression Analysis

5. Cara membaca output analisis regresi dan korelasi yang telah diperoleh (Lihat gambar 5 diatas) : a.) Persamaan regresi ganda Persamaan yang diperoleh adalah : Y = 97.9 - 0.74 X1-13.1 X2 + 63.0 X3 - 59.5 X4 1,81 X5 tesfinal = 97.9 - 0.74 tes1- 13.1 tes2 + 63.0 test3 - 59.5 tes4 1,81 tes5 b.) Koefisien korelasi Melihat nilai pada R Square, untuk melihat besar kontribusi X1, X2, X3, X4, X5 terhadap Y, maka hasilnya adalah variabel independent (X1 sampai X5) mempengaruhi variabel dependent (Y) sebesar 71,1 %. Daftar Pustaka: Mason, D., Lind A. Teknik Statistika untuk Bisnis dan Ekonomi Ed. Kesembilan Jilid 2. Jakarta: Erlangga Supranto, J. 2000. Statistik: Teori dan Aplikasi Ed. Keenam Cet. 1. Jakarta: Erlangga Wibisono, Dermawan. 2002. Riset Bisnis: Panduan bagi Praktisi dan Akademisi. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama