Anda di halaman 1dari 25

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN

F.1.

Pendekatan Sesuai pemahaman konsultan dalam Kerangka Acuan Tugas, maka uraian dan penjelasan kegiatan yang telah dipaparkan di atas, dapat dirumuskan dalam suatu langkah-langkah pendekatan permasalahan dan aplikasi metode paling efektif sehubungan dengan pelaksanaan layanan jasa pada proyek termaksud. Pendekatan dan metodologi layanan jasa disimpulkan dalam bentuk rencana kerja Konsultan tersebut telah yang dilengkapi yang dengan

jadwal pekerjaan, jadwal penugasan personil, tugas masing-masing tenaga ahli, tempat tugas dan lain sebagainya dengan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Hal-hal yang pokok dalam penanganan masalah layanan jasa tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut : a. Disamping memberikan layanan jasa supervisi sesuai Kerangka Acuan Tugas, konsultan akan berusaha pula mengaplikasikan untuk melakukaan langkah-langkah efektif pengalamannya sehubungan

sehingga dapat memberikan hasil yang terbaik.


dokumen usulan teknis

|F-1

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN b. c. Melaksanakan pengawasan untuk pengendalian biaya proyek dan berusaha dalam hal efisiensi penggunaan biaya proyek. Selain melakukan monitoring kemajuan pekerjaan, juga akan senantiasa membuat metode pelaksanaan dan menyusun teknik penjadwalan kegiatan untuk mendapatkan penghematan waktu. d. e. Senantiasa berorientasi pada pelaksanaan program pengawasan kendali mutu secara efektif. Senantiasa menjalin kerjasama secara harmonis dengan kontraktor dalam memecahkan masalah-masalah pekerjaan dan pendaya-gunakan struktur organisasinya. F.2. Metodologi Supervisi Konstruksi Berhubung lokasi setiap ruas jalan pada proyek ini agak jauh dari Ibukota Propinsi, maka kemungkinan akan timbul hal-hal yang dapat menghambat penyelesaian proyek, terutama sistim pengawasan. Karena alasan tersebut diatas, maka sistim pengawasan dan supervisi konstruksi menjadi hal yang sangat penting sehingga diperlukan suatu wadah organisasi yang memadai dalam melakukan monitor terhadap segala aspek pekerjaan sedemikian rupa telah ditetapkan. Untuk memenuhi target di atas, kami telah menyiapkan program kerja dan menyusun satu tim memadai dalam jumlah teknik ini pada point lainnya. Dalam hal ini, kami yakin sepenuhnya bahwa jasa-jasa konstruksi yang akan kami berikan dapat menambah satu bagian dalam hal penanganan pekerjaan pembangunan jalan yang dapat diandalkan menjadi Jalan Nasional atau Jalan Propinsi serta jalan penghubung di Daerah-Daerah yang bersangkutan. dan kualitas yang terdiri dari tenaga-tenaga ahli seperti yang dipaparkan pada usulan sehingga proyek ini dapat selesai tepat pada waktunya sesuai spesifikasi yang ada dan dana yang pihak pelaksanaan

dokumen usulan teknis

|F-2

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN Pada prinsipnya, Konsultan lebih mengutamakan berkaitan a. langsung dengan pelaksanaan pekerjaan lapangan dengan asumsi-asumsi sebagai berikut : Menyusun langkah-langkah yang terencana baik dan efektif mengenai pembuatan Dokumen Kontrak yang tentunya dapat dipahami oleh kontraktor. b. Mengarahkan kontraktor dalam persiapan metode pelaksanaan untuk semua kegiatan pekerjaan dan membantu membuat revisi bila memerlukan peningkatan metode tersebut. c. d. e. f. Mengarahkan kontraktor untuk merencanakan dan jadwal pelaksanaan pekerjaan. Bekerjasama dengan kontraktor dalam optimalisasi hasil kerja dari tenaga kerjanya dan pendayagunaan peralatannya. Senantiasa melakukan monitoring persediaan material yang memadai selama pelaksanaan. Membentuk tim inspeksi lapangan yang bekerjasama dengan Tenaga Laboratorium untuk pengujian tanah dan material dengan tujuan utama adalah menjamin tercapainya pengawasan mutu yang baik dan sesuai spesifikasi yang disyaratkan. g. Secara periodik mengadakan Rapat Mingguan dengan pihak kontraktor guna membahas semua kegiatan pekerjaan, terutama mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk peningkatan dan efisiensi pelaksanaan di lapangan. Juga untuk membahas secara detail dan menyelesaikan setiap masalah yang timbul, kaitan dengan pengawasan mutu dan kemajuan pekerjaan. h. Menyusun suatu metode yang menjamin, sehingga gambar kerja kontraktor tidak terlambat dalam proses sejak pembuatan dan koreksi hingga mendapat persetujuan. i. j. k. Menyelesaikan Membimbing setiap perubahan dari kontraktor agar dapat perencanaan program, termasuk gambar rencana dan spesifikasinya. memproduksi aggregat dengan mutu sesuai spesifikasi yang telah disyaratkan. Memeriksa dan menandatangani sertifikat pembayaran Bulanan Kontraktor, sehingga penerimaan pembayaran dapat tepat pada
dokumen usulan teknis

hal-hal yang konstruksi di

menyusun

|F-3

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN waktunya, tanpa mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan selanjutnya. l. Membuat laporan kepada Direksi secara lengkap dan kontinyu tentang segala kemajuan pekerjaan melalui surat menyurat dan laporan kemajuan pekerjaan bulanan. Juga mengadakan rapat koordinasi sebulan sekali (harus dihadiri oleh staf utama dari Direksi dan Konsultan serta Kontraktor) untuk membahas dan memecahkan masalah pelaksanaan proyek. Senantiasa penting yang terjadi selama menjalin hubungan secara harmonis

dengan orang yang terlibat pada proyek ini. Dari uraian di atas, Konsultan berkeyakinan bahwa pekerjaan akan berjalan lancar dengan hasil selesai tepat pada waktunya. F.2.1. Pekerjaan Persiapan Apabila kontraktor telah mendapat Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) atau surat resmi lainnya, supervisi konstruksi. Dalam maka harus segera dilakukan langkahlangkah untuk memulai pekerjaan persiapan sebagai tahap pelaksanaan tahap persiapan ini, meliputi mobilisasi personil dan peralatan termasuk menyediakan kantor proyek dan perlengkapannya serta alat transportasi. Demikian pula untuk kebutuhan laporan, maka konsultan akan pekerjaan yang baik dan proyek akan

menyiapkan blanko standar dan membuat format laporan yang akan digunakan selama pelaksanaan supervisi konstruksi (laporan Inspector, laporan pengujian tanah dan bahan, blanko pengecekan topo-survey, blanko pengukuran volume pekerjaan, blanko persetujuan atas permohonnan pelaksanaan pekerjaan, surat menyurat antar instansi, blanko rekaman pengiriman dan pemakaian peralatan dan kendaraan dan lain-lain).

dokumen usulan teknis

|F-4

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN Hal-hal penting lainnya harus dilakukan oleh konsultan pada tahap

awal pekerjaan adalah pengujian ulang secara terinci dan evaluasi data yang telah ada seperti standar perencanaan, rencana spesifikasi, surat keterangan material, persyaratan kontrak, rencana aggaran biaya, rencana kerja, dan lain-lain. Hal yang bermanfaat pada setiap peningkatan palaksanaan pekerjaan yaitu menghilangkan keraguan atau mengoreksi kesalahan yang dapat ditemukan serta yang dapat mengurangi biaya proyek dan menghemat waktu pelaksanaan dengan pertimbangan yang dapat diterima secara teknis. Konsultan akan menyiapkan setiap tambahan, catatan tambahan

atau sejenisnya yang mungkin diperlukan setelah proses pengkajian ulang yang lebih detail dan evaluasi data yang telah ada. Jika telah disetujui oleh Bina Marga, hal tersebut selanjutnya diserahkan kepada kontraktor yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan. Jika waktu memungkinkan, maka dilakukan kajian ulang secara yang lebih detail dan evaluasi/studi atas data yang sudah ada, dapat dilanjutkan untuk menentukan kemungkinan tahap sebelum konstruksi. F.2.2. Pengaturan Lalu Lintas 1. Umum Arus lalu lintas selama periode konstruksi tentu akan akibat terganggu. pekerjaan Hal ini tidak dapat dihindari, konstruksi. Untuk itu disarankan sebagai

pengoperasian alat berat sepanjang jalur lalu lintas dan lokasi agar menjaga kelancaran arus lalu lintas selama pelaksanaan konstruksi dan konsultan akan mengusulkan metode sehingga kemacetan arus lalu lintas dihindari. 2. Usulan Pengaturan Lalu Lintas Konsultan akan mengusulkan pengaturan lalu lintas dengan pertimbangan secara matang dan teliti untuk memperkecil sedikit
dokumen usulan teknis

pelaksanaan pekerjaan selama konstruksi dapat

|F-5

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN mungkin gangguan lalu lintas dan ketidak dialamai oleh masyarakat. Dengan percaya bahwa dalam penyusunan demikian rencana nyamanan yang konsultan juga pelaksanaan

konstruksi telah menjadi bagian pertimbangan dalam hal ini. Sebagai tambahan, rencana secara terinci dalam pengawasan dan pengaturan lalu lintas harus disusun sebagai berikut : a. Selama tahap mobilisasi dan sebelum pekerjaan dimulai, lintas kontraktor harus menyiapkan rencana detail tentang metode yang terbaik untuk pengawasan dan pengaturan lalu selama setiap tahap periode konstruksi. Rencana pengaturan lalu lintas. b. Setelah Kontraktor merumuskan rencana awal, maka harus mengadakan rapat konsultasi dengan pihak konsultan, Proyek Manajer dan wakil dari instansi lain yang terkait secara langsung guna membahas seluruh aspek perencanaan dan memutuskan metode yang paling efektif yang akan digunakan dalam pengawasan dan pengaturan lalu lintas. Setelah rencana kontraktor tersebut sudah disiapkan, maka harus yang tersebut

harus meliputi semua kemungkinan metode pengawasan dan

diperiksa oleh konsultan (terkait dengan wakil kepada kontraktor untuk direvisi.

dari instansi

menghadiri rapat). Setiap perubahan dan tambahan akan diberikan

Setelah kontraktor menyelesaikan rencana tersebut, kemudian dikirim guna mendapat persetujuan. Setelah disetujui, maka disajikan menjadi rencana bagian pengawasan dan pengaturan lalu lintas. Selama pelaksanaan konstruksi, konsultan rencana harus senantiasa

mengarahkan

kontraktor untuk merevisi

pengawasan dan

pengaturan lalu lintas jika perlu.

dokumen usulan teknis

|F-6

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN F.2.3. Pengendalian Mutu Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa seksama konsultan pengawasan dan pengendalian mutu sebagai aspek proyek yang terpenting. Oleh karena itu harus dengan membentuk suatu tim lapangan, pelaporan, oleh yang dilaksanakan menyusun metode dan langkah-langkah serta sistem sehingga menjamin setiap pekerjaan

kontraktor telah sesuai yang disyaratkan atau spesifikasi yang ada. Konsultan akan senantiasa mengusahakan yang terbaik dengan

mencari metode dan langkah penyelesaian setiap masalah yang dialami kontraktor, sehingga hasil pekerjaan tersebut sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. Program pengendalian mutu, secara garis besarnya dengan uraian berikut : 1. Pengujian Bahan Konsultan akan melakukan pengujian secara rutin sesuai keperluan pengendalian bahan dengan peralatan laboratorium yang telah disyaratkan dalam Dokumen Kontrak sebagai data penunjang dari konsultan jika diperlukan. Standar mutu bahan yang dipakai dalam pekerjaan konstruksi akan dikontrol berdasarkan test/pengujian laboratorium dan test lapangan sesuai yang tercantum dalam Dokumen Kontrak. Setiap tentang pelaksanaan pekerjaan konstruksi pengetesan yang harus sebelum dan dimulai, jumlah kami usulkan

konsultan akan menyiapkan suatu langkah-langkah secara detail laksanakan pengetesan, dengan memberikan contoh pengetesan kepada kontraktor sehingga bisa dipahami secara benar. Pengujian akan dilakukan setiap hari atau secara berkala,

tergantung keperluan. Pengujian akan mencakup, tetapi tidak dibatasi seperti kepadatan, Analisa butiran, perkerasan, stabilitas,
dokumen usulan teknis

|F-7

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN penentuan kehancuran aggregat dengan mesin penetrasi dengan kekuatan aspal saluran dan pipa beton, dan test marshall. Test bahan akan dilakukan berkaitan dengan tahap kemajuan semen, ekstraksi Los Angeles, aspal serta test

portland cement,

pekerjaan. Hasil test akan segera diberikan ke kontraktor untuk memberikan tanggapan. Semua test harus pekerjaan kontraktor. Sistem pengujian didasarkan pada pengambilan contoh secara acak dan secara statistik akan dipakai jika memenuhi syarat dan tidak bertentangan dengan spesifikasi yang ada. Perhatian khusus adalah perlu diadakan pengujian secara berkesinambungan kontraktor di lokasi pengambilan batu. Jika kontraktor harus mempunyai quarry dan crusher merekomendasikan bahwa plant, di maka lokasi terhadap aggregat kasar dan halus yang dihasilkan dari alat pemecah batu dilaksanakan pada waktu yang tepat, sehingga dapat terhindar dari setiap penundaan

konsultan

bahan

pengambilan tersebut dapat diterima dan akan secara kontinyu mengadakan test terhadap aggregat yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ada. Hal ini secara khusus dapat diterapkan pada aggregat untuk perkerasan aspal semen. Konsultan harus pula melakukan test bahan yang diperoleh pada borrow-pit yang digunakan oleh kontraktor. 2. Program Inspeksi Salah satu dari tanggung jawab utama Konsultan adalah program Inspeksi dan monitoring. Konsultan akan senantiasa melaksanakan program ini untuk menjamin bahwa pelaksanaan pekerjaan kontraktor di inspeksi oleh tenaga yang handal dan diawasi secara profesional.

dokumen usulan teknis

|F-8

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN Inspeksi ini merupakan dasar untuk menjamin mutu sesuai pekerjaan

spesifikasi dan jika dijumpai bahwa telah terdapat

penyimpangan dan tidak sesuai spesifikasi, maka kontraktor secara resmi akan diberitahukan secara tertulis sehingga dapat diadakan perbaikan yang diperlukan. Dalam hal ini harus dijelaskan bahwa konsultan akan berusaha kesalahan sebanyak untuk membantu kontraktor memperbaiki yang telah terjadi.Dengan demikian mungkin selalu

kesalahanmengurangi

pengeluaran biaya dan penggunaan waktu

untuk perbaikan pekerjaan. Sebagai pekerjaan contoh kontraktor tidak diperbolehkan melanjutkan dari

tertentu, sebelum diperiksa oleh Inspector

konsultan. Setelah segala sesuatunya telah siap, maka dengan surat persetujuan secara tertulis, kontraktor menghindari kesalahan kendali mutu. Konsultan untuk tertulis akan menyiapkan serangkaian prosedur terutama setiap dapat dapat melanjutkan pekerjaan termaksud. Sistim prosedur ini sangat membantu untuk

inspeksi, kepada

yang harus menjadi pedoman Kontraktor, izin kontraktor

pada untuk

kegiatan lapangan meliputi pelaporan, pemberian perintah secara melaksanakan pekerjaan setelah permohonan kerja sebagainya telah disetujui. Juga seperti yang telah diterangkan, bahwa konsultan akan yang jenis dan lain

meminta kontraktor untuk menyusun metode pelaksanaan yang disiapkan dan disetujui untuk setiap butir penjelasan menerangkan cara pelaksanaan pekerjaan termasuk peralatan yang dibutuhkan dan test yang harus dilaksanakan. Selain dari metode pelaksanaan yang telah disetujui untuk tahap pekerjaan tertentu akan diberikan kepada mandor dari kontraktor dan Inspektor dari konsultan sebagai pedoman sehingga dapat
dokumen usulan teknis

|F-9

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN membantu melancarkan proses pekerjaan dan memberikan mutu sesuai yang diharapkan. Semua harian kerja, jenis tenaga dan Inspector akan menyiapkan laporan-laporan

disampaikan kepada Quantity Engineer yang yang bekerja dilapangan,

menyajikan tentang pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan, lokasi kondisi cuaca, jumlah tenaga dan jumlah peralatan yang digunakan dilapangan,

perkiraan hasil pekerjaan yang diperoleh dari setiap kondisi umum yang terjadi dan masih berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan. Program Inspeksi ini juga memberikan konsultan jaminan bahwa tenaga yang memadai dan peralatan dengan kondisi yang telah digunakan selama pelaksanaan pekerjaan. Konsultan akan secara rutin memeriksa peralatan kontraktor dan menyampaikan laporan tentang kondisi dan keadaannya. Tingkat produksi harus dibandingkan dengan jadwal yang telah diserahkan oleh kontraktor untuk memastikan kemajuan pekerjaan bahwa telah sesaui yang disyaratkan. Semua peralatan, pekerjaan sementara, dan pengoperasian dari kontraktor akan secara kontinyu di evaluasi untuk menentukan mutu produksi masih tetap dipelihara. fasilitas penting lainnya dari Demikian juga terhadap kontraktor harus diperiksa, untuk baik

menjamin bahwa telah sesuai dengan spesifikasi yang ada. Konsultan akan melakukan inspeksi secara rutin dan lolos test. 3. Persetujuan atau Penolakan Pekerjaan Pada setiap bagian pekerjaan yang sudah selesai, Konsultan akan mengadakan metode "Inspeksi merekam

bahan konstruksi yang disimpan di lapangan serta bahan yang telah

untuk

menerima

hasil

dokumen usulan teknis

|F-10

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN

pekerjaan" secara tepat. Jika pekerjaan sudah dilakukan secara


memuaskan dan sesuai dengan spesifikasi kepada Bina Marga untuk penerimaan pekerjaan. Pekerjaan yang tidak dapat diterima atau tidak sesuai dengan spesifikasi, bila mana penyimpangan kualitas sehingga ditolak penolakan ditolak. F.2.4. Monitoring Kemajuan Pekerjaan 1. Umum Walaupun lokasi pelaksanaan proyek berada di beberapa wilayah yang berbeda, namun demikian gangguan lalu lintas tidak akan menjadi faktor hambatan yang utama. Sedangkan dalam hal monitoring, sangat penting menggunakan sistem kendali/ kontrol untuk mengawasi kegiatan di berbagai pekerjaan walaupun tidak saling berkaitan tetapi tetap dibutuhkan perhitungan kemajuan jadwal pekerjaan. Oleh sebab itu Konsultan merencanakan pekerjaan akan mengendalikan (Critical dengan tetapi catatan akibat pelaksanaan alasan kepada yang buruk, pemakaian bahan yang rusak, atau akibat hal lain secara tertulis tersebut, sebelumnya diberitahukan dalam Dokumen Kontrak, konsultan akan membuat rekomendasi secara resmi

Direksi tentang hal yang berkaitan dengan setiap pekerjaan yang

kemajuan

konstruksi dengan CPM

Path

Methode)
Konsultan

dari jadwal pelaksanaan kerja. Dengan CPM jadwal (Supervision Engineer) akan melibatkan diri dengan

diperbaharui berdasarkan perbulan dengan Komputer. Sehingga semua aspek kegiatan pengendalian kemajuan kerja.

dokumen usulan teknis

|F-11

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN 2. Pengendalian Jadwal Pelaksanaan Salah satu hal yang harus dilaksanakan konsultan setelah Surat Perintah Mulai Kerja (SMPK) adalah melakukan bersama-sama menyusun jadwal tersebut. Berdasarkan proyek pengalaman dalam supervisi konstruksi bahwa pada jadwal diskusi dengan kontraktor mengenai jadwal pelaksanaan yang lebih terinci, untuk

yang sama, konsultan menyadari benar

membutuhkan evaluasi yang berkesinambungan untuk memantau kelemahan struktur organisasi kontraktor, metode pelaksanaan, penugasan personil, penggunaan peralatan dan lain sebagainya. Jadi konsultan secara periodik setiap minggu, mengevaluasi jadwal kontraktor tentang kemajuan dari kegiatan lapangan dan langkahlangkah perbaikan yang harus diambil untuk mengurangi keterlambatan yang dialami. Jika terdapat bahwa Critical Path pekerjaan akan konsultan dengan harus segera mengadakan masalah tersebut, rapat ditunda, khusus secara pekerjaan

sehingga

dengan kontraktor untuk mendiskusikan semua item berhubungan

menunjukkan

tepat apa permasalahannya, memberi pengarahan bagaimana mencari jalan keluarnya dan menginstruksikan kontraktor untuk mengambil tindakan segera. Perlu dicatat diambil bukan setelah Critical Path ditunda. 3. Evaluasi Ulang Terhadap Rencana Kerja Kontraktor Sebelum pekerjaan konstruksi, konsultan akan mengkaji ulang dan melakukan evaluasi tentang rencana kerja kontraktor yang pelaksanaan memperlihatkan metode usulan dan prosedur pekerjaan konstruksi. Rencana kerja ini menggambarkan secara detail kontraktor bahwa hal ini harus

seperti mobilisasi, jadwal pelaksanaan yang memperhitungkan lalu


dokumen usulan teknis

|F-12

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN lintas dan faktor keamanan, penggunaan peralatan kerja, (jika ada) dan lain-lainnya. Pertimbangan memerlukan a. b. Konsultan atas rencana kerja kontraktor akan perhatian khusus terutama pada beberapa pokok metodologi orgnanisasi pelaksanaan, program kerja, sub kontraktor

pengendalian mutu, metode pengadaan dan penyimpanan material,

persoalan berikut ini : Metode pelaksanaan untuk mendapatkan mutu kerja sesuai dengan spesifikasi dan syarat-syarat kontrak Jadwal pelaksanaan pekerjaan secara detail dengan Critical c. pekerjaan yang saling berkaitan Perhitungan pengendalian keselamatan, terutama keamanan lalu lintas yang ada dengan mempertimbangkan kenyamanan masyarakat d. Mobilisasi peralatan dan personil yang memadai. meminta bila metode item Path dan atas pertimbangan semua kegiatan

Berdasarkan hasil evaluasi di atas, konsultan akan kontraktor diperlukan. Setelah rencana kerja tersebut dengan pertimbangan konsultan, walaupun

untuk mengubah rencana kerja dan membantu

diperbaiki sesuai

telah disetujui akan

tetapi tetap dikaji ulang lebih jauh jika memang diperlukan. 4. Perencanaan dan Koordinasi Kemajuan Jadwal CPM Suatu yang proyek metode yang efektif untuk kemajuan pekerjaan atau bahkan untuk meningkatkannya, segi rapat koordinasi yang diadakan setiap hari Senin pagi) antara memerlukan perhatian terutama dari dan secara hal memuaskan, adalah

penjadwalan Minggu dan

setiap

(sebaiknya kontraktor.

konsultan

Dalam rapat ini harus dihadiri oleh personil utama dari kedua pihak, untuk rumusan rencana kerja selanjutnya.
dokumen usulan teknis

|F-13

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN Pada saat yang sama, setiap masalah yang timbul yang mempengaruhi metode CPM, akan dianalisa dengan dapat

langkah-

langkah yang tepat untuk mendapatkan pemecahannya. Dalam hal ini, sebelum diadakan rapat bersama staf pada setiap akhir Minggu (hari Sabtu) untuk membicarakan kegiatan Minggu tersebut dan menentukan bobot kemajuan yang dicapai. Kemudian kontraktor harus pula mempersiapkan sebuah jadwal BarChart sederhana yang memperlihatkan yang direncanakan pada jadwal Minggu pekerjaan berikut dan pada selanjutnya menunjukkan

Rapat Koordinasi Mingguan yang

diadakan

setiap hari Senin antara konsultan dan kontraktor. Walaupun namun jadwal Mingguan kontraktor bersifat sementara, maupun

tetap akan membantu secara efektif konsultan

kontraktor di lapangan terutama pengaturan personilnya guna menghilangkan keraguan, sehingga dapat dapat kemajuan yang lebih positif. Sepanjang koordinasi yang baik dan terpelihara antara mengakibatkan

konsultan dan kontraktor, maka akan memudahkan terutama dalam memperbaiki kesalahan-kesalahan, memecahkan masalah dan menghindarkan kesalah pahaman serta akan memungkinkan tercapainya pekerjaan yang maksimum. 5. Evaluasi Ulang Terhadap Gambar Pelaksanaan Kontraktor Kontraktor diharuskan menyerahkan gambar pelaksanaan kepada Konsultan untuk disetujui, dimana diperlihatkan secara lengkap dan lebih rinci seluruh bangunan/struktur yang harus dibangun sesuai Construction Plant yang digunakan, waktu untuk pekerjaan persiapan, pemeriksaan, perbaikan dan persetujuan keterlambatan kemajuan kerja. gambar pelaksanaan yang bisa dipertimbangkan dan jika tidak akan terjadi

dokumen usulan teknis

|F-14

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN Dengan menyadari akan hal ini, konsultan dengan menyusun jadwal proses gambar pelaksanaan dan path. F.2.5. Pengendalian Biaya Proyek 1. Umum Konsultan menyadari sepenuhnya dalam hal pengendalian semua biaya yang berhubungan dengan proyek dan akan membuat usaha pengendalian secara dini hingga akhir tahap konstruksi. Berbagai komputer cara untuk melakukan hal ini, seperti untuk pengolahan data penggunaan kontraktor dipersiapkan

untuk disetujui sesuai prioritas yang dapat mempengaruhi critical

pembiayaan, menghindari

keterlambatan kemajuan pekerjaan, mempertahankan pekerjaan tambah kurang seminimal mungkin, dan menjamin prosedur pelaksanaan konstruksi yang paling efisien. Dalam pegendalian biaya proyek yaitu meminimalkan biaya

operasi lapangan, menyiapkan sertifikat pembayaran secara teliti dan meyakinkan Kontraktor dengan membayar pekerjaan yang telah dikerjakan, menyiapkan perkiraan pekerjaan berkala sehingga jadwal pembayaran bisa sisa secara disesuaikan dengan

taksiran kemajuan pekerjaan yang tepat, dan menjamin bahwa pekerjaan telah diterima sesuai dengan spesifikasi. Sebagai ringkasan, cara terbaik untuk mengendalikan biaya proyek secara keseluruhan adalah mengoptimalkan pekerjaan yang telah selesai dan menjamin bahwa tanggal penyelesaian kontrak dapat dicapai tanpa adanya perpanjangan waktu. Pada sub bab ini berisi uraian singkat tentang penggunaan sistim komputer pengeluaran dalam pengendalian kontraktor biaya dan proyek, kontinyu pengolahan memeriksa rekening

keseimbangan jumlah bahan yang tersisa selama pelaksanaan.


dokumen usulan teknis

|F-15

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN 2. Sistem Komputer untuk Pengolahan Data Pembiayaan Proyek Menjaga data biaya proyek yang terbaru adalah bagian yang terpenting dari supervisi konstruksi tetapi kegiatan ini menjadi sulit dan memerlukan waktu, dengan akibatnya sering menjadikan kurang efektifnya metode ini. Tetapi pada proyek ini Konsultan akan menggunakan sistem

Komputer yang bisa beroperasi dilapangan tanpa memerlukan alat penunjang yang lebih memadai. Hal ini berarti bahwa konsultan harus dapat mengolah semua data yang berhubungan dengan pengontrolan biaya proyek secara cermat, teliti dan cepat. 3. Persiapan dan Pemrosesan Tagihan Kontraktor Konsultan akan memeriksa dan mengevaluasi hasil ketentuan perhitungan terpasang Dokumen Kontrak. dan Metode pengukuran dan akan material yang dapat diterima dan hasil pekerjaan sesuai dalam pengukuran diterima yang dipakai dalam menentukan jumlah hasil pekerjaan yang dapat material

ditunjukkan sesuai Dokumen Kontrak. Kegiatan ini penting, sehingga konsultan akan menempatkan akhir bulan

seorang Quality /Quantity Engineer pada setiap dapat diterima.

untuk memeriksa pengukuran hasil pekerjaan dengan teliti yang

Konsultan dengan cara tepat akan memeriksa pengukuran hasil pekerjaan menerima yang sesuai sudah disiapkan oleh kontraktor kemudian akan dan akan jumlah pekerjaan yang sebenarnya sesuai menyiapkan

dengan spesifikasi. Konsultan dan disetujui.

Sertifikat Pembayaran Bulanan atas pekerjaan yang telah selesai

dokumen usulan teknis

|F-16

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN Format blanko standar yang digunakan disiapkan khusus untuk sertifikat pembayaran bulanan yang telah disetujui Direksi. Jumlah pembayaran secara bertahap akan dihitung sebagaimana mestinya sesuai dengan harga satuan dan jumlah disetujui oleh Konsultan. Sertifikat bulanan ditanda tangani oleh wakil dari konsultan dan kontraktor kemudian Pimbagpro/Pimpro untuk pembayaran. Usaha khusus akan dilakukan selama dalam proses penagihan menerima senior supervisi diteruskan ke pekerjaan yang sudah

pemeriksaan akhir dan persetujuan

disiapkan dan diproses untuk kepastian kontraktor pembayaran atau ditunda.

4. Pemeriksaan Jumlah Material Sisa dan Perkiraan Biaya Berkala Konsultan akan mengkaji ulang dan memeriksa secara berkala pekerjaan sisa, sehingga dapat dibuat perkiraan biaya untuk semua pekerjaan yang telah dilaksanakan dan disampaikan kepada Direksi secara berkesinambungan tentang keadaan perkiraan keseimbangan pekerjaan yang harus diselesaikan. Untuk hal ini Konsultan akan menyiapkan jadwal secara berkala pula seiring pembayaran

berdasarkan kemajuan pekerjaan dengan taksiran dan secara rutin diperbaharui pekerjaan. F.2.6. Pengendalian Keselamatan Keselamatan personil adalah hal yang sangat penting dan menjadi bagian dipertimbangkan dalam setiap pekerjaan konstruksi, terutama yang berhubungan dengan proyek ini dan menyebabkan arus lalu lintas akan padat serta sejumlah besar pejalan kaki dalam lokasi proyek.
dokumen usulan teknis

dengan kemajuan perubahan jadwal

pekerjaan yang sebenarnya serta setiap

|F-17

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN

Sehingga

Konsultan akan memberikan

perhatian

khusus pada lalu lintas dan

keselamatan dan meminta kontraktor untuk mengambil tindakan sedapat mungkin untuk menghindarkan kecelakaan membahayakan kepada pejalan kaki dan terhadap pekerja sendiri. konsultan

Segera sesudah kontraktor melakukan kegiatan mobilisasi,

akan mengadakan rapat yang dihadiri wakil dari pemerintah, dengan maksud hanya untuk mengatasi masalah yang timbul berkaitan dengan keselamatan termaksud. Selama disusun dalam rapat, garis-garis besar pengendalian keselamatan dari keselamatan

sebagai persiapan

untuk

program

kontraktor dan harus dilakukan penyesuaian dengan persyaratan keselamatan rakyat Indonesia serta termasuk pula bagian keselamatan lalu lintas. Juga Konsultan akan meminta kontraktor untuk menunjuk salah salah seorang staf seniornya sebagai "Project Safety" dan secara resmi akan bertanggung jawab untuk mengatur dan melaksanakan program keselamatan. Kontraktor akan diberi waktu 30 hari untuk menyerahkan program keselamatannya secara terinci kepada konsultan pengawasannya, konsultan harus telah untuk selanjutnya program dikaji ulang dan disetujui. Sementara kontraktor merumuskan program memikirkan penggunaan sendiri dan juga menunjuk seorang staf untuk melakukan tugas tambahan pada tenaga pengamanan. Setelah program pengamanan selesai, dievaluasi untuk direvisi kembali oleh Supervision Engineer jika diperlukan, dengan penekanan tanda pada kantor pengamanan yang tepat dan secara jelas terlihat seluruh karyawan akan sadar pentingnya keamanan.

konsultan dan daerah pekerjaannya, dengan pendekatan yang dibuat

dokumen usulan teknis

|F-18

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN Saat program keamanan kontraktor diterima setelah direvis kembali, maka diadakan pertemuan penyusunan program. Setiap direkomendasikan. Direksi dapat melakukan untuk reviesi program keamanan kontraktor dengan ada kontraktor untuk membahas yang diperlukan untuk keamanan beberapa perubahan dan tambahan bila hal

perubahan program

kontraktor diselesaikan, dan diserahkan ke Direksi untuk di evaluasi dan

menjadi program keamanan proyek dan resmi dari kontraktor serta diperintahkan dilaksanakan secara efektif. Persiapan dan persetujuan program pengamanan proyek diselesaikan selama periode mobilisasi dan tepat pada saat dimulai dari waktu pekerjaan lapangan. Untuk keamanan pejalan kaki akan disusun dengan suatu pertimbangan khusus, terutama kegunaan dengan maksud dalam skala besar, tanda lalu lintas dan tanda pengatur, barikade, lampu seperti yang diperlukan malam hari dan pengaman yang sama. Peralatan rambu yang berwarna akan digunakan untuk lalu lintas pada lokasi yang berbahaya dan selama perjalanan jam puncak. Beberapa galian terbuka ditutup dengan barikade yang mempunyai reflektor dan bercahaya bila malam hari. Selama periode konstruksi, konsultan akan memberi tanda kontraktor akan

sederhana berdasarkan pertimbangan keamanan atau daerah yang ditentukan untuk diperbaiki keamanannya, dan mengambil langkah secara tepat keamanan proyek. Tentang keamanan akan dibahas selama pertemuan dalam koordinasi Mingguan antara konsultan dan kontraktor, atau suatu pertemuan khusus masalah keamanan dan dilaksanakan sekali sebulan. Jika terhadap kecelakaan terjadi kecelakaan, akan dilaporkan oleh Supervision Engineer setelah tugas pengamanan menyerahkan laporan detail dan cara pencegahannya untuk masa mendatang.
dokumen usulan teknis

termasuk memperbaharui program

|F-19

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN

Beberapa

kecelakaan memerlukan penanggulangan

(rumah sakit)

untuk korban dan akan dilaporkan ke Pimbagpro/Bina Marga. Juga komentar pada keamanan, termasuk daftar beberapa kecelakaan yang akan menjadi bagian dari laporan bulanan. F.2.7. Pekerjaan Tambah Kurang Walaupun pada prinsipnya bahwa perintah kerja tambah kurang tidak dinginkan karena dapat mengakibatkan perpanjangan waktu. Namun demikina penambahan biaya dan konsultan harus tetap

menyiapkan kemungkinan timbulnya perubahan perintah yang tidak diharapkan dan dapat saja terjadi selama periode pembangunan jalan. Sebelum membuat keputusan untuk merubah beberapa jenis pekerjaan, konsultan akan memberi catatan kepada Manajer Proyek setelah evaluasi melalui perhitungan dan analisa sebagai masukkan data penunjang yang disiapkan pada pekerjaan taksiran tambah kebutuhan kurang tenaga rencana pendahuluan atau sket sesuai tersebut, kuantitas pekerjaan

dan peralatan, serta waktu yang

dibutuhkan untuk persetujuan dan timbulnya perintah perubahan dan pengaruh apa yang akan timbul secara keseluruhan terhadap aktifitas proyek. Sepanjang jadwal waktu pelaksanaan, data tersebut harus yang akan untuk dilakukan

diperhatikan tentang bagaimana perintah perubahan dilaksanakan, kemudian diserahkan kepada Direksi revisi perencanaan.

Jika diputuskan untuk memerintahkan perubahan, kontraktor harus siap serta konsultan akan menyiapkan perintah perubahan (termasuk rencana penting secara keseluruhan, spesifikasi, dan data terkait lainnya) bila memungkinkan dan realisasi waktunya adalah bagian hal yang pokok. Juga Konsultan akan mengambil langkah untuk menekan biaya minimun.
dokumen usulan teknis

|F-20

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN Setiap perintah perubahan terjadi, harus disiapkan dan konsultan akan siap membantu kontraktor untuk memandu pada jenis pekerjaan yang baru dengan pekerjaan yang sedang berjalan penyelesaian yang cepat dan praktis. menyampaikan kepada Direksi tentang dengan metode juga tetap dari perintah Konsultan aspek utama

perubahan, terutama dalam hal kemajuan pekerjaan yang dicapai. F.2.8. Klaim dan Perselisihan 1. Umum Konsultan akan senantiasa mengutamakan aspek Sehingga situasi hubungan harmonis dalam musyawarah dan untuk dan Bina dalam penyelesain klaim dan perselisihan dengan kontraktor. pengawasan pola efisiensi proyek tetap terpelihara dan ditekan keseluruhan unsur terkait yaitu kontraktor, konsultan Marga setempat. Kejadian klaim atau perselisihan dapat saja terjadi, namun secara garis besarnya dapat ditanggulangi seperti langkah-langkah dalam bagian berikut. 2. Proses Klaim Jika klaim diajukan oleh kontraktor, maka konsultan akan yang menjaga etika profesional dengan memberikan evaluasi

bijaksana sesuai prosedur klaim yang ada dalam daftar dalam perjanjian kontrak. Evaluasi dimulai dengan review secara teliti isi dari klaim dan keseluruhan data pendukung. Data pendukung sangat penting, dengan demikian kontraktor harus menyerahkan tambahan data yang lebih detail. Konsultan acuan dari data yang dapat digunakan sistim yang digunakan untuk klaim juga akan melihat yang dengan berbagai seperti, surat-menyurat,

laporan, test/laboratorium, catatan survey, jadwal harian, dokumen kontrak, data cuaca, sertifikat pembayaran, perhitungan lalu lintas, dokumentasi dan sebagainya.

dokumen usulan teknis

|F-21

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN Setelah berkaitan seluruh data yang digunakan telah diperoleh, dengan klaim, sehingga penetapan maka

konsultan membuat studi pendekatan berdasarkan kejadian yang dapat dibuat, seperti validitas dari setiap kegiatan klaim. Konsultan kemudian akan menyiapkan laporan detail seluruh aspek dari klaim termasuk data pendukung, biaya/jadwal, dan hasil temuan serta rekomendasi. Setelah laporan lengkap, maka diserahkan kepada

Pimbagpro untuk dilaksanakan. Laporan konsultan tersebut, dipelajari dan dievaluasi ulang oleh Pimbagpro untuk selang beberapa waktu. Keputusan akan dilakukan setelah isi klaim sebagian/seluruhnya disetujui atau ditolak, sehingga konsultan akan menyampaikan ini. 3. Penyelesaian Perselisihan Jika perselisihan timbul, konsultan akan (sama dengan garis kepada Kontraktor tentang hal yang bersangkutan secara detail dari hasil keputusan

besar

metode

proses klaim di atas) tetap berupaya pada


musyawarah. Konsultan akan menerima pihak

penyelesaian secara penyerahan

alasan perselisihan secara tertulis dari

Kontraktor termasuk pertanyaan dan data penunjang sebagai data pendukung terjadinya perselisihan tersebut. Konsultan seluruh juga akan senantiasa tanggap untuk melakukan dalam dalam

review informasi yang dapat menimbulkan perselisihan permasalahan, petunjuk umum yang diberikan kondisi umum kontrak diikuti untuk menurunkan perselisihan. F.2.9. Tahap Penyelesaian Konstruksi Adanya kecenderungan aktifitas kontraktor terlalu lambat

pada

akhir masa konstruksi, dengan hasil tanggal penyelesaian sudah seharusnya selesai ternyata masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai (biasanya dihubungkan dengan kejadian alam yang tidak
dokumen usulan teknis

|F-22

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN begitu mengganggu). Untuk itu konsultan akan mengambil langkah

untuk meyakinkan agar hal ini tidak terjadi. Jadi untuk membantu tahap penyelesaian konstruksi secara efisien, maka kontraktor harus menyiapkan dan menyerahkan tentang rencana demobilisasi kepada konsultan sekurang-kurangnya telah dijadwalkan dan 30 hari sebelum penyelesaian demobilisasi yang yang tidak diisyaratkan dan

sempurna dari setiap uraian tidak diperbolehkan. Sekitar 4 minggu tanggal rencana penyelesaian, maka konsultan akan menangani kekurangan pemeriksaan selama pendahuluan, inspeksi untuk mendapatkan dilakukan. daftar ini kekurangan penyelesaian oleh kontraktor untuk mendapat koreksi akhir Metode memungkinkan inspeksi akhir bebas dari kekeliruan dan perselisihan. Pada maka saat kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan konstruksi,

konsultan akan melakukan inspeksi akhir untuk meyakinkan

seluruh pekerjaan etlah diselesaikan sesuai dengan kontrak. Inspeksi akhir direncanakan dan dilaksanakan dengan pola umum yang sama dengan inspeksi pendahuluan. Berdasarkan hasil dari petunjuk inspeksi pendahuluan yang telah ada, maka hanya kekurangan atau kecatatan pekerjaan yang dapat diamati selama dalam inspeksi ini. Konsultan kemudian akan menyerahkan daftar kekurangan yang

ditemukan selama inspeksi akhir kepada Kontraktor untuk mengoreksi setiap kekurangan dengan batas waktu khusus. Setelah inspeksi akhir dilakukan untuk mengkorfimasikan penyelesaian pekerjaan yang memuaskan, Konsultan akan memberikan rekomendasi ke Bina Marga (Pemimpin Bagian proyek) untuk penerimaan proyek.

dokumen usulan teknis

|F-23

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN F.3. Koordinasi Kegiatan Sehubungan dengan penyusunan rencana pelaksanaan, jika tenaga dan peralatan tidak dengan sesuai kondisi yang telah disyaratkan, maka pekerjaan proyek tidak akan selesai dalam pola yang terbaik. Demikian juga bila kegiatan yang berjalan tidak dalam koordinasi yang baik, maka tidak dapat pula dicapai hasil yang baik antara pemerintah, konsultan, dan kontraktor. Untuk itu konsultan akan mencurahkan segala usaha koordinasi selama dalam kegiatan proyek dengan mantap dan lancar. Salah satu sistim terbaik untuk menjaga koordinasi yang erat adalah mengadakan pertemuan secara teratur terutama antara konsultan dan kontraktor, seperti pada beberapa jenis pertemuan yang secara garis besar diuraikan di pertemuan di bawah mengikat. F.3.1. Pertemuan Mingguan Staf Konsultan Jenis pertemuan ini akan diadakan pada hari Sabtu dengan para peserta senior atau merupakan sebagai penanggungn jawab, Supervision Engineer dan Quality Engineer. Pertemuan personil akan membahas masalah penting seperti jenis permasalahan dari kegiatan yang dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan, quality control, kemajuan, keselamatan, dan lain lain. Konsultan akan memantau rencana kerja mingguan kegiatan mingguan yang telah lewat, mendatang dan menyiapkan agenda untuk seperti bawah ini. Perlu dipahami pula bahwa jenis bukanlah suatu keharusan dan ketetapan yang

pertemuan mingguan konsultan dan kontraktor, umumnya diadakan setiap hari Senin berikutnya. F.3.2. Pertemuan Mingguan Konsultan dan Kontraktor Seperti telah disinggung, bahwa pertemuan ini akan lebih baik bila diadakan pada waktu pada hari Senin yang dihadiri oleh senior tim
dokumen usulan teknis

|F-24

KONSULTAN SUPERVISI PEMBANGUNAN JALAN konsultan yaitu Site Engineer dan Project Manager dari kontraktor serta dari gugus kendali mutu. Selama pertemuan, harus kontraktor mempresentasikan tentang rencana kerja untuk seminggu berikutnya. Masalah lain yang akan dibahas dan diianggap penting adalah kontrol kwalitas, kemajuan, status/operasi peralatan, kontrol keamanan, dan memberikan agenda masalah lain dengan rencana yang dibuat dan cara mengoreksinya. Pada saat dimulai pertemuan konsultan akan secara garis besarnya uraian prinsip yang akan dibahas dan setelah itu disiapkan risalah dalam pertemuan pembagian rencana berikutnya kepada kontraktor dan pihak lainnya. Risalah pertemuan ini terbukti sangat berguna dalam meneliti dan mendapatkan data yang sering dibutuhkan untuk waktu mendatang. F.3.3. Pertemuan Bulanan Direksi, Konsultan dan Kontraktor Pertemuan ini diadakan pada akhir atau awal bulan, akan dihadiri oleh Pimpro, kontraktor serta beberapa staf senior yang ditunjuk dan Site Engineer dari konsultan. Sebelum pertemuan, konsultan akan menyiapkan agenda daftar draft point utama yang akan dibahas secara khusus dalam hubungannya dengan masalah kontrol kualitas, kemajuan, pengajuan rekening, keamanan hubungannya dengan masyarakat dan lain-lain. Selama pertemuan, jadwal CPM yang tepat dapat dipakai sebagai

acuan untuk memperlihatkan status terakhir dari kemajuan yang sedang dibuat. Risalah pertemuan akan disiapkan oleh konsultan dan dibagikan kepada peserta sebagai Seperti telah diuraikan, sangat penting. pedoman dan akan digunakan. pertemuan sering terbukti risalah-risalah

dokumen usulan teknis

|F-25