0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan20 halaman

Kompetensi Pedagogik Guru SD

Modul ini membahas pentingnya kompetensi pedagogik bagi guru sekolah dasar, yang merupakan salah satu dari empat standar kompetensi yang harus dimiliki. Kompetensi ini mencakup pengetahuan dan kemampuan dalam mendidik serta menyelenggarakan pembelajaran yang efektif. Selain itu, modul ini juga menjelaskan tujuan, fungsi, dan manfaat kompetensi pedagogik bagi pendidik dan peserta didik.

Diunggah oleh

ilham5218
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan20 halaman

Kompetensi Pedagogik Guru SD

Modul ini membahas pentingnya kompetensi pedagogik bagi guru sekolah dasar, yang merupakan salah satu dari empat standar kompetensi yang harus dimiliki. Kompetensi ini mencakup pengetahuan dan kemampuan dalam mendidik serta menyelenggarakan pembelajaran yang efektif. Selain itu, modul ini juga menjelaskan tujuan, fungsi, dan manfaat kompetensi pedagogik bagi pendidik dan peserta didik.

Diunggah oleh

ilham5218
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL 2

PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK


GURU SEKOLAH DASAR

A. Pendahuluan
1. Deskripsi Singkat
Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru, termasuk guru
sekolah dasar yaitu kompetensi pedagogik. Kompetensi ini merupakan modal
utama bagi seseorang yang akan menjalankan profesinya sebagai guru.
Kompetensi pedagogik merupakan pengetahuan dan kemampuan mendidik serta
kecakapan menyelenggarakan pembelajaran. Kompetensi pedagogik dikenal juga
dengan istilah strategi pembelajaran. Pedagogik kadang juga orang mengaitkan
dengan konsep penggunaan strategi yang tepat dalam mengajar. Selain strategi
pembelajaran, substansi atau materi yang disampaikan juga sangat penting
dikuasai oleh guru.

Kompetensi pedagogik merupakan salah satu dari empat standar kompetensi yang
harus dimiliki oleh seorang guru, khususnya di Indonesia. Pemerintah berupaya
meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah
dengan diterbitkannya UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen,
diantaranya mengatur tentang standar akademik, sertifikasi, dan kompetensi yang
wajib dipenuhi oleh seorang pendidik.

2. Petunjuk Belajar
Agar Bapak dan Ibu memiliki pemahaman yang utuh dan menyeluruh, perlu
memperhatikan beberapa petunjuk belajar berikut ini.
a. Membaca dengan cermat setiap uraian penting yang terdapat dalam masing-
masing kegiatan belajar.
b. Mengikuti aktivitas belajar dengan cermat.
c. Membaca dan mempelajari sumber-sumber lain yang relevan.
d. Mengerjakan tugas mandiri pada setiap kegiatan belajar.
e. Mengerjakan tes formatif yang tersedia dalam modul ini dengan baik.
f. Menuliskan refleksi perilaku baik yang telah dilakukan.
B. Inti
1. Capaian Pembelajaran
Setelah menyelesaikan modul ini, Bapak dan Ibu diharapkan memiliki kemampuan
berikut.
a. Menganalisis pengertian kompetensi pedagogik;
b. Menganalisis kompetensi pedagogik bagi guru sekolah dasar;
c. Mengalisis tujuan dan fungsi penerapan kompetensi pedagogik bagi guru
sekolah dasar;
d. Menguraikan manfaat kompetensi pedagogik bagi guru sekolah dasar;
e. Mengembangkan perencanaan memanfaatkan kompetensi pedagogik dalam
mengoptimalkan proses pembelajaran di kelas.

2. Uraian Materi
Kegiatan Pembelajaran 1
a. Pengertian Kompetensi Pedagogik
Beberapa ahli pendidikan mengemukakan pendapat tentang makna kompetensi
pedagogik. Mereka memiliki pandangan yang berbeda. Namun demikian secara
umum konsep dan pemahaman tentang makna kompetensi pedagogik memiliki
makna yang relatif sama. Berikut beberapa pendapat ahli yang dimaksud.
1) Danilov (1978)
Danilov mengartikan paedagogis sebagai sebuah proses interaksi terus-
menerus dan saling berasimilasi antara pengetahuan ilmiah dan
pengembangan siswa. Asimilasi yang dimaksud adalah pengetahuan siswa
berkaitan dengan antusiasme mereka untuk mengetahui, hal ini diverifikasi
dalam proses kerja yang intensif dan aktif. Danilov menekankan pada aspek
pengajaran secara terus-menerus dari proses asimilasi yang merupakan
upaya intelektual intensif pada diri siswa.
2) Sarworno
Sarworno mengartikan pedagogi sebagai suatu teori yang secara teliti,
objektif dan kritis mengembangkan konsep hakekat manusia, hakekat
anak, serta hakekat proses tujuan pendidikan itu sendiri.
3) Prof. Dr. J. Hoogveld (Belanda)
Hoogveld mengartikan pedagogik sebagai ilmu yang mempelajari tentang
masalah membimbing anak ke arah tujuan tertentu, yaitu “mampu secara
mandiri dalam menyelesaikan tugas hidupnya”, sehingga menurut
Hoogveld pedagogik merupakan ilmu untuk mendidik anak.
4) Langeveld (1980)
Langeveld mengartikan istilah “pedagogik“dengan istilah “pedagogi” yang
dimaknai sebagai sebuah ilmu mendidik, yang menitikberatkan pada
pemikiran, perenungan tentang pendidikan. Pemikiran yang dimaksudkan
adalah bagaimana membimbing anak, dan mendidik anak. Pedagogi
diartikan sebagai pendidikan yang menekankan pada praktik, menyangkut
kegiatan mendidik, dan kegiatan membimbing anak.
5) Ana Maria Gonzalez Soca
Ana Maria mendefinisikan “paedagogis” merupakan proses pendidikan
yang menyoroti hubungan antara pendidikan, pengajaran, dan
pembelajaran memiliki tujuan untuk mengembangkan kepribadian siswa
dalam mempersiapkan dirinya menjalani kehidupan.
6) Gladys Valdivia (1988)
Menurut Gladys Valdivia, paedagogis adalah suatu hubungan yang erat
kaitannya dengan tujuan sosial yang dikembangkan serta memiliki
berhubungan satu sama lain. Dialektik yang terdapat dalam pengajaran
dan pendidikan, serta sifat umum dari pendidikan itu sendiri, yang artinya
menunjukan bahwa pedagogik berada di dalam dan luar proses pendidikan.
7) Malcolm Knowles
Malcolm Knowles mengungkapkan adanya istilah lain yang serata dengan
pedagogi yaitu andragogi. Andragogi merupakan ilmu dan seni dalam
mendidik orang dewasa. Singkatnya, andragogi merupakan proses
melibatkan peserta didik orang dewasa dalam suatu struktur pengalaman
belajar.

Dikaji dari beberapa istilah kata “pedagogik” (bahasa Belanda: paedagogiek,


bahasa Inggris: pedagogy) kata pedagogik jika ditelusuri lebih jauh berasal dari
dua kata dalam bahasa Yunani kuno, yaitu paedos yang berarti anak dan
agogos yang berarti mengantar, membimbing atau memimpin. Merujuk pada
dua kata tersebut terbentuk beberapa istilah yang masing-masing kata memiliki
arti tersendiri. Istilah-istilah yang dimaksud yakni paedagogos, pedagogos
(paedagoog atau pedagogue), paedagogia, pedagogi (paedagogie), dan
pedagogik (paedagogik) yang berarti membimbing anak-anak.

Merujuk pada Undang-Undang No.14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen,
pengertian pedagogik adalah “kemampuan mengelola pembelajaran peserta
didik”. Secara yuridis definisi pedagogi tampak sangat jelas dan singkat.
Namun, kenyataannya mengelola pembelajaran itu sangatlah kompleks serta
tidak hanya kegiatan proses belajar mengajar saja. Menurut Payong (2011: 28)
pedagogi berarti segala usaha yang dilakukan oleh pendidik untuk membimbing
anak muda menjadi manusia yang dewasa dan matang. Merujuk pada pendapat
Payong bahwa pedagogik lebih mengutamakan pembimbingan karakter anak
untuk menjadi lebih dewasa.

Kata pedagogik sering berkaitan dengan kata lain yaitu kata “pendidikan”. Kata
pendidikan digunakan merujuk pada keseluruhan aktivitas pembelajaran,
belajar, serta berbagai aktivitas lainnya yang berhubungan. Pedagogik
merupakan ilmu yang mempelajari mempelajari upaya membimbing anak ke
arah tujuan tertentu, supaya kelak mampu secara mandiri menyelesaikannya.
Pedagogik adalah ilmu pendidikan anak. Istilah lain yang setara dengan konsep
pedagogik adalah andragogi, yaitu ilmu pendidikan orang dewasa.

b. Tujuan dan Fungsi Kompetensi Pedagogik


Tujuan dari kompetensi pedagogik adalah sebagai berikut:
1) Memanusiakan Manusia,
Maksud dari memanusiakan manusia adalah adalah berusaha membentuk
seorang manusia menjadi dewasa sehingga mampu menjalani
kehidupannya dengan mandiri dan bahagia.
2) Memahami Jati Diri,
Agar peserta didik memiliki kemampuan memahami dan menjalani
kehidupan serta mampu mandiri (menghidupi diri mereka sendiri), mampu
hidup secara bermakna, dan dapat turut memuliakan kehidupan.
3) Melatih Keberanian,
Melatih keberanian yang menjadi tujuan kompetensi pedagogik adalah
membantu peserta didik memiliki keberanian dalam mempertanyakan
permasalahan yang dihadapinya serta mencari tahu jawaban dari
pertanyaanya.
4) Mengembangkan Kepribadian,
Kompetensi pedagogik bertujuan mengembangkan kepribadian peserta
didik, sehingga memiliki kepribadian yang baik sehingga mampu membantu
dirinya untuk siap menghadapi kehidupan.

Sebagai ilmu, menurut Kurniasih (2017: 20) pedagogik memiliki fungsi sebagai
berikut:
1) Memahami fenomena pendidikan (situasi pendidikan) secara sistematis.
2) Memberikan petunjuk tentang apa yang seharusnya dilaksanakan oleh
pendidik.
3) Menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan dalam praktik mendidik anak,
yaitu kesalahan konseptual, teknis, dan kekeliruan yang bersumber dari
kepribadian pendidik.
4) Mengenal diri sendiri dan melakukan koreksi. Dari penjelasan di atas
pedagogik berfungsi untuk melakukan langkah-langkah yang bertujuan
meningkatkan pedagogik.

c. Manfaat Kompetensi Pedagogik


Manfaat kompetensi pedagogik dapat dilihat dari 2 (dua) aspek. Pertama
manfaat bagi pendidik dan tenaga kependidikan dan kedua adalah manfaat bagi
peserta didik.
1) Manfaat Kompetensi Pedagogik Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
a) Pendidik dan tenaga kependidikan (guru/kepala sekolah) dapat
memahami sifat-sifat, karakter, tingkat pemikiran, perkembangan fisik
dan psikis peserta didik. Melalui pemahaman sifat-sifat, karakter,
tingkat pemikiran, perkembangan fisik dan psikis peserta didik, maka
pendidik dan tenaga kependidikan akan dengan mudah memahami
kesulitan peserta didik dalam belajar dan mengembangkan dirinya
sehingga pendidik dan tenaga kependidikan akan lebih mudah
membantu berkembangnya peserta didik.
b) Pendidik dan tenaga kependidikan dapat menghindari atau
mengurangi kesalahan dalam proses pendidikan, karena pendidik dan
tenaga kependidikan memahami teori pendidikan, sehingga
memahami mana yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan.
c) Kompetensi pedagogik dapat membantu pendidik dan tenaga
kependidikan dalam menentukan tujuan dan arah pembelajaran yang
dilakukan.
d) Kompetensi pedagogik dapat menjadi tolak ukur seseorang dalam
keberhasilan melaksanakan tugas pendidikan.

2) Manfaat Kompetensi Pedagogik Bagi Peserta Didik


a) Peserta didik akan memiliki keberanian berpendapat dan kemampuan
menyelesaikan masalah.
Seorang pendidik harus mampu mengembangkan metode
pembelajaran sehingga peserta didik aktif berpendapat atau menjawab
permasalahan pengetahuan lengkap dengan alasannya.
b) Peserta didik dapat terpenuhi rasa ingin tahunya.
Pendidik harus mampu membangkitkan dan mengelola rasa ingin tahu
peserta didik dalam setiap kegiatan pembelajaran. Pendidik tidak
hanya menjelaskan konten mata pelajaran tetapi juga mampu
merangsang daya berpikir kritis peserta didik melalui keterampilan
bertanya dan uji coba.
c) Siswa merasa gembira dalam kegiatan belajarnya.
Pendidik harus menghormati imajinasi siswa, memanamkan tenggang
rasa, memasukkan nuansa pendidikan dengan humor serta
mengembangkan bakat yang dimiliki peserta didik, meskipun peserta
didik mempunyai kelemahan pada satu atau berbagai mata pelajaran.
Dengan demikian peserta didik akan memiliki rasa percaya diri dan
perasaan berharga dari bakat atau kemampuan yang menonjol yang
dimilikinya.
Kegiatan Pembelajaran 2
Standar Kompetensi Pedagogik Guru SD
Merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor
16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru,
standar kompetensi guru ini dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi
utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat
kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru. Setiap guru wajib memenuhi
standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang berlaku secara nasional.

Kompetensi pedagogik yang merupakan kemampuan seorang guru dalam


memahami peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran,
pengembangan peserta didik, dan evaluasi hasil belajar peserta didik untuk
mengaktualisasi potensi yang mereka miliki. Standar kompetensi pedagogik guru
sekolah dasar dibagi menjadi 10 (sepuluh) kompetensi inti, diantaranya sebagai
berikut:
1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural,
emosional, dan intelektual.
Terkait dengan kompetensi inti “Menguasai karakteristik peserta didik dari
aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual”, seorang guru
sekolah dasar hendaknya memiliki kompetensi:
a. Memahami karakteristik peserta didik usia sekolah dasar yang berkaitan
dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar
belakang sosial-budaya.
b. Mengidentifikasi potensi peserta didik usia sekolah dasar dalam lima mata
pelajaran SD/MI.
c. Mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik usia sekolah dasar dalam
lima mata pelajaran SD/MI.
d. Mengidentifikasi kesulitan peserta belajar usia sekolah dasar dalam lima
mata pelajaran SD/MI.

2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.


Penguasaan teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
sangatlah penting bagi guru dalam upaya mewujudkan pembelajaran yang
efektif, efisien, dan optimal. Teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
yang mendidik setidaknya guru dapat:
a. Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang
mendidik terkait dengan lima mata pelajaran SD/MI.
b. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik
pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam lima mata pelajaran
SD/MI.
c. Menerapkan pendekatan pembelajaran tematis, khususnya di kelas-kelas
awal SD/MI.

3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang


pengembangan yang diampu.
Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu
guru bukan hanya pelaksana kurikulum tetapi juga pengembang kurikulum,
sehingga sudah menjadi tugas guru untuk melaksanakan dan
mengembangkan kurikulum mata pelajaran yang diampu. Kompetensi yang
harus dikuasai seorang guru dalam pengembangan kurikulum setidaknya guru
padat:
a. Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
b. Menentukan tujuan lima mata pelajaran SD/MI.
c. Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan lima
mata pelajaran SD/MI
d. Memilih materi lima mata pelajaran SD/MI yang terkait dengan
pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran.
e. Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan
yang dipilih dan karakteristik peserta didik usia SD/MI.
f. Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.

4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.


Pembelajaran merupakan jantung dari proses pendidikan dalam suatu institusi
pendidikan. Kualitas pendidikan bersifat kompleks dan dinamis dapat
dipandang dari berbagai persepsi dan sudut pandang. Seorang pendidik
memiliki tanggung jawab dalam pencapaian kualitas Pendidikan. Oleh karena
itu dalam menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, seorang pendidik
hendaknya mampu:
a. Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik.
b. Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran.
c. Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di
dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan.
d. Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan
di lapangan.
e. Menggunakan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta
didik dan lima mata pelajaran SD/MI untuk mencapai tujuan
pembelajaran secara utuh.
f. Mengambil keputusan transaksional dalam lima mata pelajaran SD/MI
sesuai dengan situasi yang berkembang.

5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan


pembelajaran.
Teknologi komunikasi dan informasi menawarkan banyak sekali kemudahan,
salah satunya ialah memudahkan informasi menyebar tanpa dibatasi oleh
ruang dan waktu. Pendidik setidaknya memiliki kualifikasi mampu
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran,
sehingga dapat memberikan materi pembelajaran dengan lebih berkualitas.

6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan


berbagai potensi yang dimiliki.
Setiap peserta didik memiliki potensi diri yang berbeda satu dengan yang
lainnya. Potensi diri tersebut terdiri dari potensi fisik dan potensi psikis. Potensi
diri fisik merupakan kemampuan yang dapat ditingkatkan dengan dilatih
dengan baik sehingga menjadi suatu kecakapan, keahlian, dan ketrampilan
dalam bidang tertentu. Potensi psikis merupakan kekuatan diri secara
kejiwaan yang dimiliki seseorang dan memungkinkan untuk ditingkatkan dan
dikembangkan apabila dipelajari dan dilatih dengan baik. Seorang pendidik
untuk kompetensi inti “Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik
untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki” setidaknya harus
mampu:
a. Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta
didik mencapai prestasi belajar secara optimal.
b. Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan
potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya.

7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.


Salah satu standar kompetensi pedagogik yang harus dimiliki oleh seorang
pendidik adalah kemampuan berkomunikasi. Namun demikian tidak hanya
kemampuan berkomunikasi saja, tetapi seorang pendidik harus mampu
berkomunikasi yang efektif, empatik, dan santun dengan siswa. Komunikasi
pendidik yang efektif merupakan komunikasi dengan tujuan dalam komunikasi
pendidik dengan peserta didik atau sebaliknya dapat saling memahami pesan
yang disampaikan serta mampu memberikan umpan balik yang sesuai dengan
pesan.

Seorang dalam kapasitasnya sebagai pendidik setidaknya mampu melakukan


komunikasi dengan peserta didik, sebagai berikut:
a. Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik dan
santun, baik secara lisan maupun tulisan.
b. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun
secara siklikal dari
1) penyiapan kondisi psikologis peserta didik,
2) memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada
peserta didik untuk merespons,
3) respons peserta didik,
4) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya

8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.


Penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar peserta didik mencakup
kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara
berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap
peserta didik terhadap standar atau capaian yang telah ditetapkan. Seorang
pendidik setidaknya dalam hal menyelenggarakan penilaian dan evaluasi
proses dan hasil belajar, harus mampu:
a. Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar
sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI.
b. Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk
dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran
SD/MI.
c. Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
d. Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil
belajar.
e. Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara
berkesinambungan dengan menggunakan berbagai instrumen.
f. Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai
tujuan.
g. Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.

9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.


Penilaian dan evaluasi merupakan salah satu upaya dalam memantau
kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan
belajar peserta didik. Oleh karena itu seorang pendidik harus mampu:
a. Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan
ketuntasan belajar.
b. Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang
program remedial dan pengayaan.
c. Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku
kepentingan.
d. Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran.

10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.


Tindakan reflektif dalam proses pembelajaran adalah tindakan yang dilakukan
pendidik berupa aktivitas meninjau kembali proses pembelajaran yang telah
dilakukan. Melalui tindakan reflektif, pendidik dapat mengevaluasi proses
pembelajaran, termasuk media, metode, materi, peserta didik, bahkan
berkaitan dengan performa/penampilan guru sendiri yang telah dilakukan.
Sedangkan sistem pembelajaran reflektif (reflective learning) merupakan
sistem pembelajaran dimana pendidik memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk melakukan analisis atau pengalaman individual yang
dialami dan memfasilitasi pembelajaran dari pengalaman tersebut.

Melalui kompetensi kompetensi pedagogik “Melakukan tindakan reflektif untuk


peningkatan kualitas pembelajaran”, setidaknya seorang pendidik mampu:
a. Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
b. Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan lima
mata pelajaran SD/MI.
c. Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI.

Pengembangan Instrumen Penilaian dan Evaluasi Proses dan Hasil


Belajar
Secara etimologi "evaluasi" berasal dan bahasa Inggris yaitu evaluation dari akar
kata value yang berarti nilai atau harga. Secara terminologi, beberapa ahli
berpendapat tentang pengertian evaluasi diantaranya: Edwind (dalam Ramayulis,
2002) mengatakan bahwa evaluasi mengandung pengertian suatu tindakan atau
proses dalam menentukan nilai sesuatu. Thoha (1990) mendefinisikan evaluasi
merupakan kegiatan yang terencana untuk rnengetahui keadaan objek dengan
menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk
memperoleh kesimpulan. Pengertian evaluasi secara umum dapat diartikan
sebagai proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu (ketentuan, kegiatan,
keputusan, unjuk-kerja, proses, orang, objek dan yang lainnya) berdasarkan
kriteria tertentu melalui penilaian.

Evaluasi dalam konteks pembelajaran dan penilaian abad 21, peserta didik harus
mempelajari dan menguasai esensial keterampilan antara lain berpikir kritis dan
pemecahan masalah; berpikir kreatif dan inovatif; berkolaborasi; dan
berkomunikasi efektif. Berpikir kritis dan pemecahan masalah; dan berpikir kreatif
dan inovatif merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Pembelajaran dan penilaian atau evaluasi keterampilan berpikir tingkat tinggi pada
hakikatnya merupakan pembelajaran dan penilaian bermakna bukan sekadar
menghapal. Melalui pembelajaran dan penilaian atau evaluasi ini memungkinkan
peserta didik untuk dapat:
a. mentransfer, menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang sudah
dimilikinya ke konteks yang baru atau cara yang lebih kompleks;
b. berpikir kritis, menerapkan pertimbangan yang bijaksana (wise judgement)
atau menghasilkan kritik yang berdasar (reasoned critique);
c. menyelesaikan masalah, mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah dalam
kehidupannya.

Proses berpikir banyak dibahas para ahli. Klasifikasi atau taksonomi yang paling
dikenal dalam dunia pendidikan ialah Taksonomi Bloom. Taksonomi tersebut
digagas oleh Benyamin Bloom dan dipublikasikan bersama koleganya pada tahun
1956. Setelah 40 tahun, Taksonomi tersebut direvisi, terutama oleh Lorin Anderson
dan David Krathwol dan dipublikasi tahun 2001. Dalam Taksonomi Bloom yang
direvisi tersebut, dirumuskan 6 level proses berpikir, yaitu (1) mengingat
(remembering), (2) memahami (understanding), (3) menerapkan (applying), (4)
menganalisis (analyzing), (5) mengevaluasi (evaluating), dan (6) mengkreasi
(creating).

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Pusat Penilaian


Pendidikan mengkategorikan proses berpikir menjadi 3 level kognitif, yakni:
a. Level 1 (Pengetahuan dan Pemahaman) mengukur kemampuan untuk
mengingat dan memahami pengetahuan yang telah dipelajari.
b. Level 2 (Aplikasi) mengukur kemampuan menerapkan pengetahuan dalam
konteks atau situasi yang familier atau rutin.
c. Level 3 (Penalaran) mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, yang tidak
hanya sekedar mengingat dan memahami. Proses berpikir yang termasuk
dalam level ini seperti menganalisis, mengevaluasi, mengkreasi, berpikir logis,
berpikir kritis, berpikir kreatif, menyelesaikan masalah pada konteks baru atau
non rutin.
Prinsip Penyusunan Instrumen Penilaian Secara Umum
1. Menggunakan stimulus
Stimulus dapat berupa teks, gambar, skenario, tabel, grafik, wacana, dialog,
video, atau masalah. Stimulus berfungsi sebagai media bagi peserta didik
untuk berpikir.
2. Menggunakan konteks yang baru
Konteks yang baru yang dimaksud adalah konteks soal secara keseluruhan,
dapat berupa materi atau rumusan soal. Agar dapat berfungsi sebagai alat
yang mengukur berpikir tingkat tinggi, soal hendaknya tidak dapat dijawab
hanya dengan mengandalkan ingatan.
3. Membedakan tingkat kesulitan dan kompleksitas proses berpikir
Tingkat kesulitan dan proses berpikir merupakan dua hal yang berbeda. Soal
yang mengukur ingatan dapat mudah dan dapat juga sulit, demikian pula soal
yang mengukur berpikir tingkat tinggi juga dapat mudah dan dapat sulit,
tergantung pada kompleksitas pertanyaan atau tugas. Contohnya dapat dilihat
pada tabel berikut:
C. Penutup
1. Rangkuman
a. Para ahli pendidikan memiliki padangan yang berbeda tentang kompetensi
pedagogik, namun secara umum konsep dan pemahaman tentang kompetensi
pedagogik memiliki makna yang relatif sama.
b. Istilah kata “pedagogik” (bahasa Belanda: paedagogiek, bahasa Inggris:
pedagogy) kata pedadodik jika ditelusuri lebih jauh berasal dari dua kata
dalam bahasa Yunani kuno, yaitu paedos yang berarti anak dan agogos yang
berarti mengantar, membimbing atau memimpin.
c. Pedagogik berdasarkan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 berarti
kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik.
d. Tujuan dari kompetensi pedagogik adalah, (1) Memanusiakan Manusia, (2)
Memahami Jati Diri, (3) Melatih Keberanian, dan (4) Mengembangkan
Kepribadian.
e. Sebagai ilmu pedagogik memiliki fungsi (1) Memahami fenomena pendidikan
(situasi pendidikan) secara sistematis, (2) Memberikan petunjuk tentang apa
yang seharusnya dilaksanakan oleh pendidik, (3) Menghindari terjadinya
kesalahan-kesalahan dalam praktik mendidik anak, yaitu kesalahan
konseptual, teknis dan kekeliruan yang bersumber dari kepribadian pendidik,
(4) Mengenal diri sendiri dan melakukan koreksi.
f. Manfaat kompetensi pedagogik dapat dilihat dari 2 (dua) aspek. Pertama
manfaat bagi pendidik dan tenaga kependidikan dan manfaat bagi peserta
didik.
g. Merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi
Guru, standar kompetensi pedagogik terdiri dari:
1) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial,
kultural, emosional, dan intelektual.
2) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
3) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang
pengembangan yang diampu.
4) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan
pembelajaran.
6) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki
7) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
8) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
9) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan
pembelajaran.
10) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

2. Tes formatif
Pembelajaran 1
Pilihlah salah satu jawaban di antara a, b, c, atau d yang merupakan jawaban yang
paling tepat!
1. Perhatikan pernyataan berikut!
Pedagogik sebagai suatu teori yang secara teliti, objektif dan kritis
mengembangkan konsep hakekat manusia, hakekat anak, serta hakekat proses
tujuan pendidikan itu sendiri.
Pernyataan tentang pedagogik tersebut disampaikan oleh:
a. Danilov
b. Sarworno
c. Prof. Dr. J. Hoogveld
d. Ana Maria Gonzalez Soca

2. Tujuan dan fungsi dari kompetensi pedagogik adalah agar peserta didik
memiliki kemampuan memahami dan menjalani kehidupan serta mampu
mandiri (menghidupi diri mereka sendiri), mampu hidup secara bermakna, dan
dapat turut memuliakan kehidupan. Pernyataan ibi merupakan tujuan dan
fungsi kompetensi pedagogik ….
a. Mengembangkan kepribadian
b. Memanusiakan manusia
c. Memahami jati diri
d. Melatih keberanian
3. Kompetensi pedagogik bertujuan mengembangkan kepribadian peserta didik.
Kepribadian peserta didik dikuatkan guru melalui kegiatan ….
a. Ekstrakurikuler yang diikuti siswa
b. Intrakurikuler dan ekstrakurikuler
c. Pembelajaran di luar kelas
d. Penugasan terstruktur

4. Berikut adalah yang tidak termasuk kesalahan dalam praktik mendidik anak
yaitu ….
a. Kesalahan dari pendidik
b. Kesalahan konseptual
c. Kesalahan prosedur
d. Kesalahan teknis

5. Perhatikan daftar berikut!


1. Dapat memahami sifat-sifat, karakter, perkembangan fisik dan psikis peserta
didik.
2. Menghindari atau mengurangi kesalahan dalam proses Pendidikan
3. Memiliki keberanian berpendapat dan menyelesaikan masalah
4. Merasa gembira dalam kegiatan belajarnya.
Dari daftar di atas, yang merupakan manfaat kompetensi pedagogik bagi siswa
adalah ….
a. Nomor 1 dan 2
b. Nomor 1 dan 3
c. Nomor 2 dan 3
d. Nomor 3 dan 4

Pembelajaran 2
Pilihlah salah satu jawaban di antara a, b, c, atau d yang merupakan
jawaban yang paling tepat!

1. Guru harus mampu mengidentifikasi kesulitan belajar dalam lima mata pelajaran
SD. Kegiatan ini merupakan bagian dari kompetensi ….
a. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang
pengembangan yang diampu.
b. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural,
emosional, dan intelektual.
c. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
d. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.

2. Pembelajaran yang mendidik dapat terlaksana di area berikut ….


a. Kelas
b. Lapangan
c. Laboratorium
d. Ketiganya tepat

3. Guru wajib menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
Aspek yang dinilai dalam penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar adalah
….
a. Sikap
b. Kognitif
c. Keterampilan
d. A, B, dan C tepat

4. Guru harus mengupayakan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas


pembelajaran. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan refleksi guru
adalah ….
a. Melakukan penelitan pengembangan
b. Melakukan penelitian tindakan kelas
c. Melakukan penelitian studi kasus
d. Melakukan penelitian survei

5. Upaya guru dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk merefleksikan


pengalaman belajar yang telah dialami yang paling optimal adalah dengan cara
….
a. Guru mewawancarai siswa secara individual tentang capaian atau masalah
belajar yang dihadapi siswa dalam belajar
b. Guru menggunakan pertanyaan terarah maupun pertanyaan bersifat
penelusuran saat pembelajaran berlangsung
c. Guru menugaskan siswa untuk menuliskan kesulitan siswa dalam belajar
d. Guru memberikan tes atau pekerjaan rumah setiap akhir pelajaran

Kunci Jawaban
Latihan 1
1. B
2. C
3. B
4. C
5. D

Latihan 2
1. B
2. D
3. D
4. B
5. C

D. Rujukan
Tim Pusat Penilaian Pendidikan, Panduan Penulisan Soal HOTS Higher Order Thinking
Skills, Desember 2019

[Link]
[Link]#tujuan_kompetensi_pedagogik

[Link]

Anda mungkin juga menyukai