0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan2 halaman

Pengaruh PMR pada Pasien Pasca Operasi

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap peningkatan nilai Lower Extremity Functional Scale (LEFS) pada pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah. Metode kuasi eksperimen menunjukkan bahwa kombinasi PMR dan latihan rentang gerak (ROM) secara signifikan meningkatkan fungsi ekstremitas pasien. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien merasa lebih siap dan mandiri dalam aktivitas sehari-hari setelah intervensi.

Diunggah oleh

Lies Fatma Khuzaemi
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan2 halaman

Pengaruh PMR pada Pasien Pasca Operasi

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap peningkatan nilai Lower Extremity Functional Scale (LEFS) pada pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah. Metode kuasi eksperimen menunjukkan bahwa kombinasi PMR dan latihan rentang gerak (ROM) secara signifikan meningkatkan fungsi ekstremitas pasien. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien merasa lebih siap dan mandiri dalam aktivitas sehari-hari setelah intervensi.

Diunggah oleh

Lies Fatma Khuzaemi
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IMRAD

A. Cara Mencari Jurnal


Jurnal ini diperoleh dari situs e-journal google scholar melalui pencarian
dengan kata kunci " Pengaruh Progresive Mudcle Relaxation Pada Pasien Post
Operasi” Lalu memfilter hasil pencarian dengan tahun terbaru, setelah itu
mencari jurnal yang sesuai dengan kriteria dengan kasus klinis.

B. IMRAD
1. Introduction
Pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah sering mengalami
ketakutan untuk bergerak, yang berdampak pada penurunan fungsi fisik
dan aktivitas sehari-hari. Ketakutan ini disebut kinesophobia, dan dapat
menjadi hambatan utama dalam proses rehabilitasi. Progressive Muscle
Relaxation (PMR) merupakan salah satu metode terapi nonfarmakologis
yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa cemas, nyeri, dan
meningkatkan kesiapan pasien dalam menjalani program rehabilitasi
seperti latihan rentang gerak (ROM). Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pemberian terapi PMR terhadap peningkatan nilai
Lower Extremity Functional Scale (LEFS) pada pasien pasca operasi
fraktur ekstremitas bawah.
2. Methods
Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan
pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilakukan di Poli
Bedah Ortopedi RSUD Jombang dengan jumlah sampel sebanyak 34
pasien yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi
dilakukan dalam beberapa sesi, yaitu terapi PMR pada pertemuan pertama
dan kedua, serta latihan ROM pada pertemuan ketiga dan keempat. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner LEFS dan dianalisis menggunakan
uji Wilcoxon Signed Rank Test.
3. Result
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor LEFS
setelah intervensi. Sebelum diberikan intervensi, mayoritas pasien
memiliki skor LEFS pada kategori terbatas (47%) dan moderat (53%).
Setelah intervensi, skor LEFS meningkat menjadi kategori moderat (62%)
dan baik (12%). Uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan
nilai p = 0,001 yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara terapi
PMR dan latihan ROM terhadap peningkatan nilai LEFS pasien pasca
operasi fraktur ekstremitas bawah.
4. Discussion

Peningkatan nilai LEFS menunjukkan bahwa terapi PMR yang


dikombinasikan dengan latihan ROM mampu memperbaiki fungsi
ekstremitas bawah pasien pasca operasi. PMR membantu menurunkan rasa
takut dan cemas pada pasien sehingga lebih siap menjalani latihan ROM.
Latihan ROM sendiri berperan penting dalam menjaga rentang gerak
sendi, mencegah kontraktur, dan meningkatkan kekuatan otot. Dengan
kombinasi kedua teknik ini, pasien menjadi lebih mandiri dalam
melakukan aktivitas sehari-hari.

Anda mungkin juga menyukai