Anda di halaman 1dari 8

Judul asli Penulis

: Antiaging therapies : Vedamurthy Maya Leprology:2006:72:183-86

Diambil dari : Indian Journal of Dermatology, Venerology and Penerjemah : Yael Esthi Nurfitri Kuncoro

TERAPI ANTIAGING
Seiring bertambahnya ledakan kelahiran bayi pada usia pertengahan, permintaan terapi antiaging semakin meningkat. Dipengaruhi oleh publikasi yang disertai dengan kemajuan tehnologi kesehatan untuk mengembalikan penampilan muda, terdapat kenaikan dalam jumlah besar akan kebutuhan dan persediaan obat estetika. Banyak pasien yang menginginkan kulitnya tampil muda kembali dimana kecantikan fisik dapat memberikan keuntungan psikologis berkaitan dengan interaksi sosial seseorang, status pekerjaan, kesan seseorang bahkan dapat juga secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan jangka panjang dan umur panjang. Saat ini dokter kecntikan memiliki lebih banyak persenjataan material dan tehnik yang dapat menutupi tanda yang menunjukkan penuaan wajah. untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Sangatlah penting bagi para dokter kecantikan untuk memilih terapi yang tepat bagi masing-masing kebutuhan pasien Terapi wajah yang mengalami penuaan menggambarkan pergeseran yang nyata dari yang berkaitan dengan penyakit dermatologi menjadi kebutuhan dermatologi. Wajah yang mengalami penuaan dipengaruhi oleh faktor penuaan intrinsik dan ekstrinsik. Faktor penuaan intrinsik dipengaruhi secara genetik dan di luar kontrol kita, sedangkan faktor penuaan ekstrinsik dipengaruhi oleh paparan matahari, pengaruh

lingkungan, stres, pola tidur, merokok, dan sebagainya. Terapi yang tersedia sebagian besar mempengaruhi faktor penuaan ekstrinsik, misalnya photoaging. Tujuan Utama Tujuan utama setiap terapi antiaging adalah untuk mendapatkan kulit yang halus, kencang, bebas noda-translusen, dengan topografi yang rata dan lebih cerah. Terapi Antiaging Terapi antiaging dapat dikelompokkan sebagai berikut : Perawatan kosmetologis Agen topikal Agen sistemik Prosedural Perawatan Kosmetikologis Pelindung matahari yang baik sangat diperlukan untuk menghindari kerusakan akibat matahari. Pemilihan yang tepat dan penggunaan pelindung matahari UVA dan UVB disarankan karena penyinaran ultraviolet mengurangi produksi prokolagen tipe I, struktur protein yang paling utama pada kulit manusia. Perawatan kulit harian secara rutin sebaiknya meliputi menghindari mandi air panas, frekuensi yang terlalu sering dan lama serta menghindari penggunaan sabun detergen dan berbusa yang dapat menyebabkan kekeringan pada kulit. Penggunaan pelembab dipercaya sebagai kunci sumber kemudaan, walaupun terdapat pertentangan pada literatur mengenai efek jangka panjang pelembab pada kulit.

Di toko kosmetik dikenal sebagai bioaktivator antiaging, berbagai komponen yang tersedia dinyatakan terapeutik, contoh krim estrogen untuk memperlambat atrofi kulit dan kehilangan kolagen; krim yang mengandung kolagen, elastin, dan asam lemak esensial, yang seharusnya meningkatkan khasiat melembabkan. Tetapi tidak satupun dari komponen tersebut telah terbukti secara jelas berefek demikian pada beberapa penelitian ilmiah yang baik. Preparat Topikal Terapi topikal mempunyai keuntungan besar dimana bersifat noninvasif tetapi memiliki periode latensi yang panjang, 3-6 bulan sebelum munculnya perubahan nyata yang dapat diobservasi; preparat topikal ini membutuhkan perawatan terus-menerus dan dapat menyebabkan iritasi/alergi akibat kontak serta biayanya mahal. Tretinoin: Bukti ilmiah dimana retinoid dapat membalikkan elemen penuaan kulit telah dikumpulkan seiring waktu. Semua asam trans retinoik menyebabkan perbaikan keriput dengan memacu sintesis kolagen I di dalam papila dermis dan menurunkan elastin dan melanin abnormal. Hanya tretinoin dan tazarotene yang diakui oleh FDA sebagai agen antiaging. Untuk mencegah dermatitis retinoid, yang direkomendasikan adalah pemberian dimulai dengan formulasi ringan 0,25% tiap 2 hari sekali atau 2 kali dalam seminggu. Dengan pemakaian reguler, pasien akan dapat mentoleransi peningkatan frekuensi pemakaian dan preparat yang lebih kuat seiring waktu. Baik faktor penuaan ekstrinsik dan intrinsik memberikan respon yang baik terhadap pemakaian retinoid luar. Vitamin C: Pemakaian vitamin C secara topikal mengawali masuknya antioksidan ke dalam perawatan kullit. Selain khasiat antioksidan, vitamin C telah menunjukkan dapat menstimulasi sintesis kolagen tipe I dan tipe II. Walaupun banyak preparat topikal

mengandung vitamin C mudah didapat, sebagian besar darinya memiliki masalah dalam stabilitas dan kegunaannya masih dipertanyakan. Topikal Antiaging yang lain: N-furfuryladine 0,1% merupakan sitokinin nabati (plant growth hormone) dengan khasiat antioksidan. Chlorella merupakan ekstrak tumbuhan air yang menyebabkan keseimbangan faktor pertumbuhan endotelial vaskuler/thrombospondin 1 mendesak efek antiaging. sintesis prokolagen. Alpha Hydroxy Acids (AHA): Pemakaian AHA secara topikal pada kulit yang Kompleks peptida-tembaga

digunakan untuk mencegah dan membalikkan photoaging. Zat ini membantu induksi

mengalami kerusakan akibat matahari telah secara klinis menunjukkan perbaikan keriput, kekasaran dan depigmentasi dengan pemakaian harian dalam beberapa bulan. Agen Sistemik Teori radikal bebas pada penuaan yang diusulkan pada tahun 1956 merupakan salah satu teori yang diterima secara luas untuk menjelaskan penyebab dari penuaan. Walaupun antioksidan terdapat pada sayuran dan makanan yang lain, banyak yang mempercayai bahwa level yang lebih tinggi dapat diperoleh dengan suplementasi. Sebagai konsekuensi, penggunaan produk yang menonjolkan antioksidan sebagai agen proteksi pada suplementasi oral sangatlah populer. Banyak antioksidan yang bekerja secara sinergis untuk saling memperbaiki dan meingkatkan kekuatan (network antioxidants). Antioksidan tersebut meliputi vitamin C dan E, glutation, asam lipoik alfa, koenzim Q10 (Co Q10), teh hijau (polifenol), melatonin dan selenium. Hormon: Penggunaan estradiol dan testosteron pada wanita post menopause seharusnya memperlambat kehilangan kolagen. Dum, dkk telah menunjukkan perbaikan signifikan pada kulit kering dan keriput dengan penggantian estrogen.

Prosedural Prosedural mengarah pada terapi berdasarkan jasa (office-based treatments) yang dapat berupa physician-performed atau device-driven procedures seperti terapi laser. Mikrodermabrasi: Merupakan suatu prosedur yang aman dan mudah dimana

permukaan kulit digosok dengan aluminium oxida kasar/kristal sodium klorida. Hasil yang diperoleh sebanding dengan pengelupasan asam gikoliat. Hal mendasar yang berkaitan dengan mikrodermabrasi adalah trauma superfisial, dimana merusak pertahanan kulit yang mengalami perbaikan dalam 24 jam dan juga menstimulasi fibroblas untuk memproduksi kolagen. Diketahui bahwa 15 mm kulit dihilangkan setiap kali dilewati. Pengobatan mingguan mempunyai efek yang paling baik dalam memperbaiki keriput halus, tekstur, ukuran pori, dan skar akne yang lebih sering terdapat pada kulit wanita yang cerah dibanding dengan kulit yang lebih tebal atau kulit pria. Prosedur ini memiliki efek simpang yang lebih rendah, yang meliputi perdarahan, infeksi dan hiperpigmentasi. Endermologie: Endermologie merupakan mekanisme pembentukan tubuh yang

noninvasif, yang digunakan untuk terapi selulit. Pada kasus ini, kulit yang terkena selulit disedot diantara roler dan diremas selama 34-45 menit. Cara ini sementara dapat menurunkan penampakan selulit dan keuntungan yang nampak, bila ada tidak bertahan lama. Pengelupasan kimiawi: Pengelupasan kimiawi digunakan untuk mengobati wajah

berkaitan dengan penuaan seperti keriput, dyschromias, dan keratosis. Untungnya individu berkulit gelap memiliki keriput dalam jumlah lebih sedikit dan keriput muncul pada usia lebih lanjut. Karena itu, pengelupasan superfisial dapat membantu jika dikombinasi dengan pelindung matahari. Pengelupasan superfisial dapat menyebabkan sisa hiperpigmentasi pasca inflamasi yang bersifat sementara, sedangkan pengelupasan

yang lebih dalam menyebabkan hiperpigmentasi awal yang diikuti dengan hipopigmentasi. Penggunaan pegelupasan kimiawi untuk mengobati penuaan wajah dibuktikan baik dan memiliki resiko rendah dengan tangan yang berpengalaman. Toksin botulinum: Terobosan terapi antiaging yang paling menantang saat ini adalah injeksi toksin botulinum. Daerah yang menjadi target meliputi dahi, regio glabela, dan crows feet. Faktor yang membatasi adalah biaya terapi. Tujuan dari terapi adalah hanya menghaluskan kerut halus, tidak paralisis. Hal ini merupakan alah satu terobosan utama pada terapi antiaging dan benar-benar merupakan facelift in a jar. Augmentasi jaringan lunak: Terdapat suatu kebangunan kembali minat terhadap

augmentasi jaringan lunak seiring dengan bertambahnya pasien yang mencari perbaikan estetik tanpa intervensi operasi atau memakan banyak waktu. Sementara toksin botulinum hanya menghilangkan keriput dinamis, pengisi merupakan pilihan untuk keriput statis. Dengan banyaknya variasi material pengisi yang dapat digunakan, maka sangat membantu dalam memperbaiki bentuk wajah, keriput dan menyimpan tanda yang menunjukkan penuaan. Laser: Resurfasi kulit secara luas dapat dibagi menjadi ablative skin resurfacing (ASR), dapat dicapai dengan penggunan karbondioksida dan erbium:YAG; atau Nonablative Dermal remodeling (NDR), yang dapat dicapai dengan non-ablative neodymium: sistem YAG, radiofrekuensi, intensed pulsed light, fractional photothermolysis atau light emitting diode photomodulation. a) Non-ablative radiofrequency: Radiofrekuensi merupakan posedur

pengencangan jaringan yang non ablatif yang dijelaskan oleh FDA sebagai terapi noninvasif terhadap keriput periorbital dan rhytides. Mekanismenya dua sisi: kontraksi cepat fibil kolagen yang ada dan respon penyembuhan luka yang diperlambat yang menghasilkan produksi neokolagen karena stimulasi

fibroblas.

Keuntungannya adalah dapat menyembuhkan semua jenis kulit,

tetapi kerugiannya adalah biaya dan kebutuhan akan perawatan pemeliharaan tahunan. Beberapa efek sampingnya berupa mati rasa sementara pada kulit dan atrofi lemak. Baru-baru ini, radiofrekuensi dan laser dioda telah dikombinasi untuk meningkatkan kemanjuran dan mengurangi efek samping. b) Intense pulsed light: Merupakan sumber cahaya nonlaser yang digunakan dalam peremajaan kulit, cocok untuk semua jenis kulit.. Pada prakteknya, sesi terapi IPL yng multipel sering dibutuhkan dan karena kompleksnya pemilihan filter pemotong panjang gelombang, keseringan dan pulse durasi, terdapat resiko terbentuknya efek samping sekunder terhadap kerusakan akibat panas yang non spesifik seperti krusta, perubahan pigmen dan peningkatan pertumbuhaan rambut paradoksal. c) Fractional photothermolysis (fraxel): Sebuah konsep peremajaan kulit baru yang dinamakan Fractional photothermolysis menciptakan luka bakar mikroskopis, menggantikan jaringan sekitar luka. Pada prosedur ini terdapat pemanasan dermal yang terkontrol tanpa kerusakan dermal. Selama perawatan, suhu permukaan kulit dinaikkan sekitar 1-2C; dan kulit menjadi berwarna agak tembaga, yang akan menghilang dengan deskuamasi dalam 2 minggu. Resurfasi fraksional juga telah dibuktikan efektif dan aman dalam mencerahkan pigmentasi epidermal dan dermal pada melasma. d) LED photomodulasi: Efek photo-rejuvenation menggunakan stimulasi sel nontermal yang memerlukan energi rendah, cahaya dengan frekueni sempit dan rangkaian spesifik denyut dan durasi dinyatakan fotomodulasi, yang merupakan salah satu konsep terbaru dalam meperoleh penampilan epidermis yang lebih halus. Prinsipnya adalah menstimulasi kolagen yang paling superfisial dengan cara nontermal. Cahaya dihantarkan melalui light emitting diode (LED) untuk mengaktifasi fibroblas yang menyebabkan produksi kolagen dan elastin.

Tehnik ini merupakan modalitas terapi yang aman, efektif, tidak nyeri dan noninvasif untuk memperbaiki photoaging dan dapat digunakan pada semua jenis kulit Fitzpatrick tanpa efek simpang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh American Society for Dermatologic Surgery tahun 1999, dtemukan bahwa mayoritas wanita menyetujui semboyan you look as good as you feel. Wanita India tidak jauh berbeda, kecuali bahwa biaya untuk tampil bagus menjadi penghalang. Sebagian besar prosedur device-driven mahal dan karena itu prosedur berdasar jasa yang sederhana seperti pengelupasan kimiawi, mikrodermabrasi, bahan pengisi dan toksin botulinum terus menjadi arus utama terapi antiaging di India. Akan tetapi, kemajuan ilmu kulit dan ledakan tehnologi diharapkan dapat terus membuat terapi antiaging dapat dijangkau dan diterima oleh individu di masa depan. Telah dibacakan pada : Kamis, 5 Juni 2008 Moderator :

Dr. Dhiana Ernawati, SpKK (K)