Anda di halaman 1dari 34

MOMEN LENTUR PADA BALOK-BALOK

I. TUJUAN 1. Memahami kelakuan momen tahanan pada balok 2. Mengukur momen lenturan pada penampang normal pada balok yang dibebani dan menguji kesesuaiannya dengan teori.

II. TEORI x P x

x RA RB a b l Gambar 1. Balok sederhana dengan beban P dan Potongan xx Pertimbangkan sebuah balok yang bertumpu pada perletakan A dan B dan menerima beban P. Bila balok dipotong pada penampang vertikal xx, dan supaya balok seimba ng, maka setiap bagiannya harus berada pada keseimbangan. Abaikan beban balok sendiri, se tiap kelebihan melalui yang terjadi di A untuk menjaga keseimbangan harus dipindahkan ke bagian B melalui potongan xx, dan sebaliknya. Juga gaya di A akibat B harus seba nding dan berlawanan arah dari gaya B akibat A. Bila hanya terdapat gaya vertikal dan berada pada bidang balok, maka tidak akan ada reaksi-reaksi horizontal, maka keseimbangan akan memenuhi kondisi-kondisi: 1. Keseimbangan vertikal 2. Keseimbangan momen Kondisi di atas digunakan untuk keseluruhan balok untuk menghitung reaksi di A d an B. Momen Lentur Untuk keseimbangan momen, ambil absis pada potongan xx kemudian menentukan persamaan momen dengan menggunakan perjanjian tanda pada balok bagian A.

Mx = RA . a Dan pada balok bagian B. Mx = [RB . b] [P (b-l)]

Dapat dibuktikan dengan mudah bahwa momen tersebut memiliki nilai yang sama deng an mensubsitusi untuk RB dan P.l sebagai berikut: Mx = [-b . (P- RB)] + [P.l] = RA . a III. PERALATAN 1. 1- HST.9a Rangkaian batang momen lentur 2. 3-HST.905 Penggantung beban 3. 2-HST.906 Tempat kedudukan 4. 1-HST.907 Balok besi paralel 5. 1-HST.908 Sifat datar gelembung udara

IV. CARA KERJA

a. Bagian 1: Beban langsung 1. Memasang balok seperti pada gambar. Menjaga kelurusan balok. Kemudian meletakkan penggantung beban pada jarak 10 cm dari A. Mencatat pembacaan awal alat ukur sebelum diberi beban. 2. Meletakkan beban langsung pada titik yang diminta. Mencatat pembacaan akhir a lat ukur. 3. Mengulangi percobaan dengan meletakkan beban yaitu: P= 5 N x= 10 cm dari A. P= 10 N x= 20 cm dari A. P= 15 N x= 40 cm dari A. P= 20 N x= 60 cm dari A.

b. Bagian 2: Garis Pengaruh

1. Memasang balok seperti pada gambar. Menjaga kelurusan balok. Kemudian meletakkan penggantung beban pada jarak 10 cm dari A. Mencatat pembacaan awal alat ukur sebelum diberi beban. 2. Meletakkan beban langsung 10 N pada titik 10 cm dari A. Mencatat pembacaan ak hir alat ukur. 3. Mengulangi percobaan dengan beban yang sama pada titik 10, 20, 30, 40, 50, 60 , 70, dan 80 cm dari A.

c. Bagian 3: Beban tak langsung 1. Memasang balok seperti pada gambar. Menjaga kelurusan balok. 2. Meletakkan balok beban tak langsung. Kemudian meletakkan penggantung beban pada jarak 10 cm dari A. Mencatat pembacaan awal alat ukur sebelum diberi beban. 3. Meletakkan beban tak langsung pada titik yang diminta. Mencatat pembacaan akh ir alat ukur. 4. Mengulangi percobaan dengan meletakkan beban yaitu: P= 5 N x= 10 cm dari A. P= 10 N x= 25 cm dari A. P= 15 N x= 65 cm dari A. P= 20 N x= 70 cm dari A.

V. DATA PENGAMATAN DAN PENGOLAHAN DATA Panjang balok : 90 cm Panjang potongan dari A : 30 cm Jarak alat ukur terhadap potongan/lengan (h) : 16 cm

8 = 0 -VB . Balok langsung 5 N x 10 cm x VA VB 30 cm 60 cm 90 cm Dari data percobaan. praktikan mencari besarnya momen Mx pada potongan xx. 0.. 0. .9 P.16 m Jawab : Momen = Selisih x h = ( 14-13 ) x 0. yakni antara lain: 1. diadakan pengolahan data percobaan tersebut.Setelah mendapatkan data percobaan.1 = 0 VA = 8/9 (P) = 40/9 VB = 1/9 (P) = 5/9 Kontrol S V = 0 VA + VB 10 = 0 .9 + P.16 Nm Teoritis : Dik: P = 5 N Reaksi perletakan S MB = 0 .16 = 0. S MA = 0 S MB = 0 S MA = 0 VA . 0. 0. denga n cara sebagai berikut: Praktikum : Momen =Dial Selisih x h Contoh: Dik: P = 5 N Pembacaan awal = 13 N Pembacaan akhir = 14 N h = 0.

m Mpraktikum] x 100 % Kesalahan relatif = [ Mteoritis Mteoritis Contoh : Mteoritis = 0.33 Mpraktikum = 0.2 = 0.28 Nm .16)/ 0.16 Maka kesalahan relatif percobaan balok langsung ini yakni = (0.33 N.52 % 10 N x 20 cm x VA VB 30 cm 60 cm 90 cm Dari data percobaan.33-0.0. 0. praktikan mencari besarnya momen Mx pada potongan xx.16 m Jawab : Momen = Selisih x h = ( 22-14 ) x 0.33 x 100 % = 51..2 5.terbukti Potongan x-x (Lihat ke kiri ) S Mxx = VA . 0.3 = 40/9 . denga n cara sebagai berikut: Praktikum : Momen =Dial Selisih x h Contoh: Dik: P = 10 N Pembacaan awal = 14 N Pembacaan akhir = 22 N h = 0.16 = 1.3 P. 0.40/9 + 5/9 0 = 0 5 = 0 .

0.3 = 70/9 .2 = 0 VA = 7/9 (P) = 70/9 VB = 2/9 (P) = 20/9 Kontrol S V = 0 VA + VB 10 = 0 .1 10.1 = 1. 0.0. 0.9 P. 0.28 Maka kesalahan relatif percobaan balok langsung ini yakni = (1.9 + P.terbukti Potongan x-x (Lihat ke kiri ) S Mxx = VA . 0.33 x 100 % = 3.3 P.m Mpraktikum] x 100 % Kesalahan relatif = [ Mteoritis Mteoritis Contoh : Mteoritis = 1. S MA = 0 S MB = 0 S MA = 0 VA . 0.33-1.28)/ 1.33 N.33 Mpraktikum = 1.Teoritis : Dik: P = 10 N Reaksi perletakan S MB = 0 .76 % ..7 = 0 -VB . 0.. 10 = 0 70/9 + 20/9 0 = 0 .

0. 0. 0.9 P.16 m Jawab : Momen = Selisih x h = ( 31-14 ) x 0. S MA = 0 S MB = 0 S MA = 0 VA . denga n cara sebagai berikut: Praktikum : Momen =Dial Selisih x h Contoh: Dik: P = 15 N Pembacaan awal = 14 N Pembacaan akhir = 31 N h = 0.x 15 N 10 cm x VA VB 30 cm 60 cm 90 cm Dari data percobaan..72 Nm Teoritis : Dik: P = 15 N Reaksi perletakan S MB = 0 . 15 = 0 75/9 + 60/9 0 = 0 .terbukti .16 = 2. praktikan mencari besarnya momen Mx pada potongan xx.4 = 0 VA = 5/9 (P) = 75/9 VB = 4/9 (P) = 60/9 Kontrol S V = 0 VA + VB 10 = 0 . 0.5 = 0 -VB ..9 + P.

1 15.16 = 2. 0.Potongan x-x (Lihat ke kanan ) S Mxx = VB .5 N.5 Mpraktikum = 2.1 = 2.0. 0. denga n cara sebagai berikut: Praktikum : Momen =Dial Selisih x h Contoh: Dik: P = 20 N Pembacaan awal = 13 N Pembacaan akhir = 27 N h = 0.5 x 10 0 % = 8.6 = 60/9 .72-2.6 P.24 Nm .72 Maka kesalahan relatif percobaan balok langsung ini yakni = (2.16 m Jawab : Momen = Selisih x h = ( 27-13 ) x 0. praktikan mencari besarnya momen Mx pada potongan xx.m Mpraktikum] x 100 % Kesalahan relatif = [ Mteoritis Mteoritis Contoh : Mteoritis = 2.8 % x 20 N 30 cm x VA VB 30 cm 60 cm 90 cm Dari data percobaan. 0.5)/ 2.

terbukti Potongan x-x (Lihat ke kanan ) S Mxx = VB . 0.6 = 120/9 .m Mpraktikum] x 100 % Kesalahan relatif = [ Mteoritis Mteoritis Contoh : Mteoritis = 2 Mpraktikum = 2. 0.3 20.24 Maka kesalahan relatif percobaan balok langsung ini yakni = (2. S MA = 0 S MB = 0 S MA = 0 VA .3 = 0 -VB .6 P..Teoritis : Dik: P = 20 N Reaksi perletakan S MB = 0 .9 P.9 + P. 0..24-2)/ 2.24 x 100 % = 10.3 = 2 N.0. 0. 0. 0.71 % .6 = 0 VA = 3/9 (P) = 60/9 VB = 6/9 (P) = 120/9 Kontrol S V = 0 VA + VB 10 = 0 . 0. 20 = 0 60/9 + 120/9 0 = 0 .

33 51.759398 . Setelah itu. akan dipero leh hasil sebagai berikut: Beban Langsung No x (cm) P (N) awal akhir selisih momen perc momen teori kesalahan 1 10 5 13 14 1 0.28 1.51515 2 20 10 14 22 8 1.Demikian cara pengerjaan untuk besar gaya-gaya berbeda.33 3.16 0.

72 2.01864 2.24 2 12 Rata Rata 19.5 8.3 40 15 14 31 17 2.8 4 60 20 13 27 14 2. Balok tak langsung Dari data percobaan. dengan car a sebagai berikut: 5 N x 10 cm 20 cm . dapat dicari besarnya momen Mx pada potongan xx.

x VA VB 30 cm 60 cm 90 cm Contoh perhitungan : P= 5 N x= 10 cm Praktikum : Momen =Dial Selisih x h Contoh: Dik: P = 5 N Pembacaan awal = 18 N Pembacaan akhir = 20 N h = 0.16 m .

5) = 5/9 Kontrol S V = 0 VA + VB 2.5. 0. S MA = 0 S MB = 0 S MB = 0 VA .32 Nm Sehingga gaya pada balok tak langsung menjadi: 2. 0.0.5.9 + 2.5.5 2. 0.4 = 0.5) = 40/9 VB = 2/9 (2.33 N.2 = 0 VA = 16/9 (2. 5 = 0 40/9 + 5/9 0 = 0 .3 = 40/9 .Jawab : Momen = Selisih x h = (20 Teoritis 18) x 0..5 = 0 . 0.9 2.5 N 2.7= 0 -VB .m .5.3 2. 0.5..16 = 0. 0.9 2.1 2.3 2.terbukti Potongan x-x (Lihat ke kiri ) S Mxx = VA .5. 0.5 N x 20cm x VA VB 30 cm 60 cm 90 cm Reaksi perletakan S MB = 0 . 0.0.

5 N x 2.Dari data percobaan.44 Nm x VA VB 30 cm 60 cm 90 cm .16 = 1.5 N 20cm 20 cm 19) x 0. dapat dicari besarnya momen Mx pada potongan xx. dengan car a sebagai berikut: 10 N x 25 cm 20 cm x VA VB 30 cm 60 cm 90 cm Contoh perhitungan : P= 10 N x= 25 cm Praktikum : Momen =Dial Selisih x h Contoh: Dik: P = 10 N Pembacaan awal = 19 N Pembacaan akhir = 28 N h = 0.16 m Jawab : Momen = Selisih x h = (28 Teoritis Sehingga gaya pada balok tak langsung menjadi: 7.

0. 0.Reaksi perletakan S MB = 0 .7 2. S MA = 0 S MB = 0 S MA = 0 VA ..0.5.1 0.0.terbukti Potongan x-x (Lihat ke kiri ) S Mxx = VA .5= 0 -VB .5. 0. 0.75 = 1.3 7.3 = 65/9 ..5. dapat dicari besarnya momen Mx pada potongan xx.4 = 0 VA =65/9 VB = 25/9 Kontrol S V = 0 VA + VB 10 = 0 .42 N.9 +7.5.2 + 2. 0.5. 10 = 0 55/9 + 25/9 0 = 0 . dengan car a sebagai berikut: x 15 N 65 cm 20 cm x VA VB 30 cm 60 cm 90 cm Contoh perhitungan : P= 15 N x= 65 cm Praktikum : Momen =Dial Selisih x h Contoh: Dik: P = 15 N .9 7. 0.m Dari data percobaan. 0.

5/9 + 97.75 N 60 cm 20 cm 18) x 0.25 N. 37.0.16 m Jawab : Momen = Selisih x h = (27 Teoritis Sehingga gaya pada balok tak langsung menjadi: x 11.5/9 Kontrol S V = 0 VA + VB 15 = 0 . 0. 0.25 N 3.5/9 VB = 97. 0.m ..25.3.16 = 1.25.75.terbukti Potongan x-x (Lihat ke kanan ) S Mxx = VB .5 .6 .9 11..0. 0.75.75.44 Nm x VA VB 30 cm 60 cm 90 cm Reaksi perletakan S MB = 0 . 0.25.9 + 3.8 + 11.5/9 15 = 0 0 = 0 . 0. 0.Pembacaan awal = 18 N Pembacaan akhir = 27 N h = 0.3 = 1.11. S MA = 0 S MB = 0 S MA = 0 VA .3 3.1= 0 -VB .6 = 0 VA = 37.

dengan car a sebagai berikut: x 20 N 70 cm 20 cm x VA VB 30 cm 60 cm 90 cm Contoh perhitungan : P= 20 N x= 70 cm Praktikum : Momen =Dial Selisih x h Contoh: Dik: P = 20 N Pembacaan awal = 18 N Pembacaan akhir = 27 N h = 0. dapat dicari besarnya momen Mx pada potongan xx.16 = 1.Dari data percobaan.44 Nm x VA VB 30 cm 60 cm 90 cm .16 m Jawab : Momen = Selisih x h = (27 Teoritis Sehingga gaya pada balok tak langsung menjadi: x 10 N 10 N 60 cm 20 cm 18) x 0.

10. 0.0. S MA = 0 S MB = 0 S MA = 0 VA . 0..8 + 10.6 .3 10.3 = 1.33 N.6 = 0 VA = 40/9 VB = 140/9 Kontrol S V = 0 VA + VB 20 = 0 .m Beban Tak Langsung No x (cm) P (N) awal akhir selisih momen perc(Nm) momen teori(Nm) Kesalahan(%) 1 10 5 18 20 2 0. 0.0. 0.33 . 0.Reaksi perletakan S MB = 0 .terbukti Potongan x-x (Lihat ke kanan ) S Mxx = VB .5 .32 0.1= 0 -VB . 0.9 + 10. 40/9 + 140/9 20 = 0 0 = 0 . 0.9 10.10..

97738 .33 8.44 1.3.2 4 70 20 18 27 9 1.030303 2 25 10 19 28 9 1.44 1.42 1.25 15.44 1.270677 Rata Rata 6.40854 3 65 15 18 27 9 1.

.

M(x) = 1. M(x) = 0.. .. P = 10 N . .33 N. M(x) = 0. ..m x = 80 cm dari titik A.6 90xMxPNm . . M(x) = 2 N.m x = 60 cm dari titik A. Sehingga didapat nilai M(x) untuk tiap-tiap nilai x dan P sebagai berikut: x = 10 cm dari titik A.m .m x = 70 cm dari titik A..67 N. M(x) = 1 N.m x = 50 cm dari titik A. untuk beban yang berada di sebelah kiri potongan (x < 30 cm). P = 10 N .3 90xMxPNm .m x = 30 cm dari titik A.67 N.. M(x) = 1. Sedangkan untuk beban yang berada di sebelah kanan potongan (x > 30 cm).33 N. M(x) = 0..m x = 20 cm dari titik A. . M(x) = 1.. P = 10 N .m x = 40 cm dari titik A.0....900.. .3. P = 10 N . P = 10 N ....33 N.. P = 10 N . .67 N.. P = 10 N . Garis pengaruh P x x x VA = (90-X)/90 *P VB = (X/90)*P 30 cm 60 cm Secara teoritis. P = 10 N .

.

64 0. maka perhitungan garis pengaruh ditabelkan sebagai b erikut: Garis Pengaruh No x (cm) P (N) awal akhir selisih momen perc momen teori kesalahan 1 10 10 13 17 4 0.67 4.KR Dan didapat nilai kesalahan relatif untuk x = 10 cm dari titik A sebesar 4.477612 2 20 .47 % Dari hasil analisa diatas. . .Kesalahan Relatif Nilai kesalahan relatif dicari dengan rumus: %100analisaMomen praktikumMomen analisaMomen .

92 1.08 2 4 4 40 10 14 26 12 1.33 51.8797 3 30 10 14 27 13 2.10 13 23 4 0.97006 5 50 10 14 23 .64 1.67 14.

64 0.44 1.16 0.67 4.96 1 4 7 70 10 13 17 4 0.270677 6 60 10 14 20 6 0.33 8.477612 8 80 10 13 14 1 0.9 1.33 .

06586 Grafik Garis Pengaruh Momen Teori dan Momen Percobaan .51.51515 Rata Rata 17.

.

pra ktikan meletakkan penggantung beban pada jarak 10 cm dari A dan juga mencatat pembacaan awal alat ukur sebelum diberi beban. praktikan mengukur panjang balok. praktikan memasang balok seperti gambar yang tertera pada data pengamatan dan praktikan juga menjaga kelurusan balok agar pembacaan m enjadi akurat . praktikan mengamati momen lentur yang terjadi pada balok. Kemudian. P= 15 N x= 40 cm dari A. serta untuk mengetahui garis pengaruh Momen pada p otongan xx. Selanjutnya. Pr aktikan melakukan tiga kali percobaan untuk membandingkan momen lentur pada pembacaan da n momen lentur secara teoritis. Pertama sekali p raktikan memasang balok seperti pada gambar dan menjaga kelurusan balok. Percobaan kedua yang dilakukan ialah garis pengaruh. Praktikan meletakkan beban langsung 10 N pada ti tik 10 cm . Pada percobaan balok langsung. ANALISIS PRAKTIKUM i. P= 20 N x= 60 cm dari A. P= 10 N x= 20 cm dari A. Kemudian praktikan melet akkan beban langsung pada titik yang diminta lalu mencatat pembacaan akhir alat ukur. balok tak langsung. Praktikan mengulangi percobaan dengan meletakkan beban yaitu: P= 5 N x= 10 cm dari A. panjang potongan dari A dan jarak a lat ukur terhadap potongan/lengan menggunakan meteran dan didapat data sebagai berik ut : Panjang balok : 90 cm Panjang potongan dari A : 30 cm Jarak alat ukur terhadap potongan/lengan (h) : 16 cm Selanjutnya. Percobaan tersebut yaitu pengamatan momen lentur b alok langsung. Analisis percobaan Pada percobaan ini. Garis pengaruh adalah suatu grafik dari pengaruh di titik yang dipilih pada suatu struktur.VI. praktikan meletakkan penggantung beban pada jarak 10 cm dari A lalu mencatat pembacaan awal alat ukur sebelum diberi beban.

20. dan 80 cm dari A.dari A dan mencatat pembacaan akhir alat ukur. 50. 40. Praktikan mengulangi percobaan de ngan beban yang sama pada titik 10. 60. 30. 70. Pada pe rcobaan ini .

ii. Praktikan mengulangi percobaan dengan meletakkan beban yaitu: P= 5 N x= 10 cm dari A. praktikan memperoleh 3 jenis data yaitu beban langsung. Praktikan memperoleh nilai momen percobaan d an momen praktikum untuk mencari nilai kesalahan relatif yang terdapat dalam percob aan ini. Pada grafik diatas. Praktikan meletakkan beban tak langsung pada titik yang diminta dan mencatat pembacaan akh ir alat ukur. Momen teori yang diberi warna hijau . P= 10 N x= 25 cm dari A. Pada percobaan ini. dan garis pengaruh. Seperti pada percobaan sebelunya. Sedangkan. Percobaan terakhir yakni percobaan menggunakan balok tak langsung. praktikan meletakkan balok beban tak l angsung. praktikan dapat mengetahui mengenai kesalahan relatif yang ditimbulkan dalam percobaan momen lentur. Analisis hasil Dalam percobaan ini. P= 20 N x= 70 cm dari A. beb an tidak langsung. praktikan pertama sekali harus memasang balok seperti pada gambar dan menjaga kelurusan balok. praktikan meletakkan penggantung beban pada jarak 10 cm dari A dan mencatat pembacaan awal alat ukur sebelum diberi beban. Nilai momen percobaan didapat dengan selisih dari pembacaan awal dan pembacaan a khir dan dikalikan dengan lengan h. secara teoritis. Selanjutnya. Setelah balok tak langsung dipasang. praktikan mengalami kesulitan dalam meletakkan balok tak langsung di reaksi perletakan.praktikan mengalami kesulitan dalam pembacaan alat ukur karena beban yang bervar iasi membuat pembacaan menjadi sulit. P= 15 N x= 65 cm dari A. nilai momen didapatka n dengan menggambarkan free body diagram sehingga perhitungan yang praktikan lakukan dapa t dibuktikan secara matematis.

Sementara dari percobaan garis pengaruh. hasil percobaan yang didapatkan tidak akan pernah presisi dan akurat karena setiap percobaan yang dilakukan akan mengalami kesalah an.berbentuk garis linear yang beraturan. terdapat beberapa kesalahan yang terjadi. walaupun ada ada garis hijau dan merah yang tidak berhimpit. Dari percobaan balok tak langsung ditemukan bahwa gaya luar yang bekerja pada balok tak langsung akan menimbulkan reaksi dari ruas balok yang dikenai oleh gay a tersebut. sedangkan momen percobaan yang diberi war na merah berbentuk garis yang tidak beraturan. ditemukan bahwa momen maksimum terjadi pada jarak 0. baik itu kesalahan alat.9 % . human error. Kesalahan alat lainnya yakni pada mistar pengukur yang digunakan oleh praktikan untuk mengukur panjang x. Analisis kesalahan Dalam melakukan percobaan. dan lain sebagainya.Balok langsung : 19 % . baik itu natural error. Hal ini membuktikan bahwa kesalahan relatif yang di timbulkan cukup kecil. Kesalahan alat yang mungkin terjadi ialah kes alahan pada alat ukur yakni alat ukur yang tidak berfungsi dengan baik. garis warna merah ada kecenderunga n untuk mengikuti garis warna hijau. percobaan dengan kesalahan relatif terkecil yakni pada percobaan balok tak langsung dan kesalahan relatif yang terbesar yakni pada percobaan balok langsung.Garis pengaruh : 17. Kesalahan alat Kesalahan alat dalam percobaan ini cenderung sedikit karena kebanyakan alat-alat yang digunakan dalam keadaan baik. Adapun beberapa kesalahan yang terjadi dalam percobaan i ni antara lain: 1. dsb. human error. equipment error. mistakes. Demikian halnya dengan percobaan ini. iii. Tetapi. praktikan mendapatkan data sebagai berikut : .3 m dari A. Berdasarkan perhitungan kesalahan relatif rata-rata.Balok tak langsung : 6.1 % Jadi. di mana .

KESIMPULAN Dari percobaan diatas. 3. 2. Dari grafik diketahui bahwa nilai momen praktikum hampir mendekati nilai mome n teoritis.mistar memiliki koefisien kesalahan yang berarti ukuran yang akurat dan tepat it u sebenarnya tidak ada.1 % . Kesalahan paralaks ini tidak dapat dihindarkan dalam percobaan. 2. Kesalahan praktikan ini antara lain kurang melakukan pe mbacaan alat ukur dengan baik misalnya terlalu terburu-buru dalam membaca alat. Kesalahan paralaks Kesalahan paralaks merupakan kesalahan yang terjadi akibat adanya sudut paralaks pada mata sehingga menyulitkan praktikan untuk membaca alat ukur secara tepat da n benar.Balok tak langsung : 6. VII. Selain i tu. Kesalahan relatif masing-masing percobaan antara lain : . Kesalahan lain yang mungkin terjadi dalam praktikum ini ialah praktikan kurang menjaga kelurusan balok sehingga pembacaan menjadi ti dak akurat. Hal ini menimbulkan kesalahan pada percobaan.9 % . Kesalahan praktikan Kesalahan yang mungkin banyak terjadi dalam percobaan ini ialah kesalahan praktikan (human error). tanp a disengaja praktikan menyentuh bagian atau memberi penekanan pada suatu bagian di alat yang menimbulkan reaksi dari alat ukur itu. jika ditinjau dari sifat alat ukur yang sangat sensitif terhadap perubahan gaya.Garis pengaruh : 17.Balok langsung : 19 % . seperti pembacaa n alat ukur yang berpengaruh pada kesalahan relatif percobaan. maka praktikan dapat menyimpulkan bahwa : 1.

Pedoman Praktikum Mekanika Benda Padat Laboratorium Struktur dan Material Departemen Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia. REFERENSI Alwi. Garis Pengaruh Struktur Statis Tertentu. L. Kraige. 1994. Jurusan Sipil Fak ultas Teknik Universitas Indonesia. . Statika Jilid 1 Versi SI. 1999. J. Djunaedi.VIII.G. Jakarta : Penerbit Erl angga. Meriam.L.