Anda di halaman 1dari 4

Uji beda t-test digunakan untuk menentukan apakah dua sampel yang tidak berhubungan memiliki nilai rata

-rata yang berbeda. Uji beda t-test dilakukan dengan cara membandingkan perbedaan antara dua nilai rata-rata dengan standart error dari perbedaan rata-rata dua sampel atau dapat ditulis dengan rumus sebagai berikut : Standar error perbedaan dalam nilai rata-rata terdistribusi secara normal. Dapat disimpulkan bahwa uji beda t-test adalah membandingkan rata-rata dua grup yang tidak berhubungan satu dengan yang lainnya. Uji beda untuk statistik parametrik terdiri dari : 1. a. T test Paired sample test (variabel yang berhubungan)

Uji t berpasangan merupakan salah satu metode pengujian hipotesis dimana data yang digunakan tidak bebas atau berpasangan. Contoh kasus: Seorang peneliti ingin mengetahui ada tidaknya pengaruh terhadap obat tidur baru terhadap 10 pasien penderita gangguan tidur. Berikut datanya: Sebelum Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Menggunakan 5.1 6.2 4.7 5.7 6.2 4.3 3.7 6.5 3.4 3.8 Menggunakan 7 7 5.8 5.8 6.1 8.7 9.2 8.1 8 7.2 Sesudah

Sebelum melakukan analisis data dengan uji t berpasangan, terlebih dahulu data tersebut diuji data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Buka program SPSS Masukkan variable “sebelum” dan “sesudah” pada sheet variable view. Masukkan data tabel di atas ke dalam sheet data view. Klik Analyze > Descriptive Statistics > Explore. Kemudian masukkan variable yang akan diuji ke dalam kotak dependent list. Klik OK.

Sehingga data tersebut dapat dikatan sebagai data dengan distribusi normal. Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Error Mean Deviation Mean Lower Upper Pair 1 sebelum – sesudah 2. Masukkan kedua variable (sesudah dan sebelum) ke dalam kotak di sebelah kanan dengan klik tanda panah yang terdapat diantara kedua kotak tersebut.89768 3. Dari tabel tersebut dapat kita ketahui pula lama waktu tambahan tidur dengan mengkonsumsi obat tersebut antara 0.5.36338 . Sehingga dapat kita simpulkan bahwa selisih waktu tidur sebelum dan sesudah di beri obat untuk setiap responden tidak sama dengan nol. Paired Samples Statistics Std.200. (2-tailed) adalah 0.63317 3. seperti gambar berikut: Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa K-S Z = 0. Maka akan muncul output dari perintah tadi.29 jam.200 > 0.181 Dari tabel output Paired Samples Correlations tersebut di atas dapat kita ketahui bahwa korelasi antara sebelum dan sesudah menggunakan obat tidur sebesar 0.460 Sig. Klik Analyze > Compare Means > Paired Sample T-Test 2. (2df tailed) 9 . Maka akan muncul outputnya.76 jam dengan tingkat kepercayaan 95%. . Yakni dari 4.33000 2.897 sampai 3.680 Dari tabel Paired Samples Test di atas dapat kita ketahui bahwa sig.96 jam bertambah menjadi 7.460 sehingga terdapat hubungan signifikan. jadi obat tersebut terbukti dapat membantu penderita gangguan tidur.9600 10 1.00225 .005. Difference Std. Error Mean . Mean N Deviation 4.37755 Dari tabel output Paired Samples Statistics tersebut di atas dapat kita ketahui bahwa waktu tidur pasien mengalami kenaikan. 3.005 . Paired Samples Correlations N Correlation Pair 1 sebelum & sesudah 10 . Tingkat signifikan (? = 5%) maka 0. sebagai berikut: 1.05.langkah melakukan uji t berpasangan (paired sample test). Independen sample test (variable yang tidak berhubungan) .160 dengan sig = 0.76232 t Sig.2900 10 1.19392 Pair 1 sebelum sesudah Std. Klik OK.14911 7.05 (? = 5%). b. Langkah. Hal ini berarti nilainya lebih kecil dari 0.

Analisis dengan metode ini bertujuan untuk membandingkan dua rata-rata dua grup yang tidak berhubungan. Klik Define group. Contoh kasus : Seorang peneliti ingin membandingkan nilai suatu mata pelajaran antara dua kelas dengan menggunakan dua metode yang berbeda. Berikut ini adalah datanya Kelas A A A A A A A A A B B B B B B B B Metode Diskusi Diskusi Diskusi Diskusi Diskusi Diskusi Diskusi Diskusi Diskusi Ceramah Ceramah Ceramah Ceramah Ceramah Ceramah Ceramah Ceramah Nilai 37 53 68 44 39 48 62 57 55 52 87 76 62 81 71 55 67 Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:   Buka program SPSS Masukkan variabel “metode” dan “nilai” pada sheet variable view Tentukan value untuk variable medote yakni: 1 = diskusi 2 = ceramah    Masukkan angka-angka sesuai dengan tabel nilai tersebut di atas. . yakni diskusi dan ceramah. Klik Analyze > Compare Means > Independent Sample T-Test. Masukkan variable metode ke kotak grouping variable. Ketikkan angka 1 untuk Group 1 dan angka 2 untuk group 2. Maka akan muncul kotak dialog baru.

Error Mean Deviation Mean 9 51.55732 Dari hasil uji independent sample t test terdapat dua output yakni tabel group statistics dan independent sample tests.  Klik OK.006 -17.Klik Continue.823 . (2-tailed) yang memiliki nilai lebih besar daripada ? (0.05) maka dapat kita simpulkan bahwa kedua kelompok memiliki varian yang sama. Pada tabel group statistics dijabarkan hasil perhitungan tentang jumlah data.   Masukkan variabel nilai pada kotak test variable(s). t df (2Difference Difference Difference tailed) Lower Upper N .70962 29. Ketikkan angka 95 pada kotak Confidence Interval. nilai rata-rata.275 .170 15 .007 -17. Error Interval of the F Sig.29910 4.34839 Independent Samples Test Levene’s Test for t-test for Equality of Means Equality of Variances 95% Confidence Sig. Std.05). Karena nilai sig (0.49695 nilai Equal variances assumed nilai Equal variances not assumed -3.608) > ? (0. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut terlihat bahwa t hitung = – 3. standar deviasi dan standar error rata-rata pada masing-masing metode.8750 12.46054 8 68. Maka secara otomatis akan keluar output perintah tersebut.49904 29. Klik Continue.137 13.43056 5.170 dengan df = 15 maka dapat kita simpulkan bahwa terdapat perbedaan antara metode diskusi dan metode ceramah.4444 10. Mean Std. . Group Statistics metode diskusi ceramah Std. Pada tabel Independent Sample T test memaparkan uji apakah kedua kelompok memiliki varian yang sama.15149 5. Klik Option.608 -3. Selain itu dapat menggunakan perbandingan sig.38161 3.43056 5.36416 5.