Anda di halaman 1dari 5

BAB 12 DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI PADA PROSES AUDIT Penggunaan TI  dapat meningkatkan pengendalian internal dengan menambahkan prosedur

pengendalian baru yang dilakukan oleh komputer dan dengan menggantikan kendali manual yang merupakan subyek bagi kesalahan manusia. Menilai resiko dari tekonologi informasi Berikut adalah resiko kunci yang khusus untuk lingkungan TI: - Kepercayaan pada kemampuan berfungsinya perangkat keras dan lunak - Jejak audit yang jelas - Mengurangi keterlibatan manusia - Kesalahan sistematis versus kesalahan acak - Akses tidak sah - Hilangnya data - Pengurangan pemisahan tugas - Ketiadaan otorisasi trandisional - Kebutuhan akan pengalaman TI PENGENDALIAN INTERNAL KHUSUS UNTUK TEKNOLOGI INFORMASI Dua kelompok pengendalian untuk sistem TI berdasarkan standar audit : 1. Pengendalian umum Berhubungan dengan semua aspek dari fungsi TI Dirancang untuk melindungi semua pengendalian aplikasi untuk memastikan bahwa pengendalian itu efektif 2. Pengendalian aplikasi Berlaku bagi pemrosesan transaksi individual Khusus untuk aplikasi perangkat lunak tertentu dan biasanya tidak mempengaruhi semua fungsi TI Pengendalian Umum Evaluasi pengendalian umum  diawal audit Enam kategori pengendalian umum : Administrasi dan fungsi TI Pemisahan tugas TI : Manajemen TI Pengembangan sistem Operasi Pengendalian Pengembangan sistem Keamanan fisik dan online Pengendalian fisik Pengendalian akses online Backup dan perencanaan darurat

ada potensi salah saji material pada setiap aplikasi akuntansi yang berbasis komputer. dengan mengabaikan mutu dari pengendalian aplikasi Efek Dari Pengendalian TI Aatas Resiko Pengendalian Dan Ujian Substantif Auditor mengidentifikasikan baik pengendalian manual dan pengendalian aplikasi yang dilakukan komputer dan kelemahan untuk masing-masing sasaran audit yang terkait dengan tranasaksi dengan menggunakan suatu matriks resiko pengendalian Dampak dari pengendalian umum dan pengendalian aplikasi pada audit  tergantung pada tingkat kompleksitas dalam lingkungan TI Mengaudit dalam Lingkungan TI yang Tidak Terlalu Rumit Penggunaan TI tidak terlalu berdampak pada jejak audit Mengaudit di Sekitar Komputer :  Auditor tidak melaksanakan ujian pengendalian komputer Auditor tidak menggunakan pengendalian komputer untuk mengurangi resiko pengendalian yang ditaksir BAB 13 .Pengendalian perangkat keras DAMPAK TI PADA PROSES AUDIT Pengaruh Dari Pengendalian Umum Atas Resiko Pengendalian  Auditor mengevaluasi efektivitas dari pengendalian umum sebelum mengevaluasi pengendalian aplikasi  Jika pengendalian umum tidak efektif.

Meminta keterangan dari personil klien 2. ukuran sample. yang mencakup semua prosedur audit. materi yang dipilih. Uji Pengendali an Test of controls (TOC) merupakan prosedur yang digunakan untuk menguji efektivitas kebijakan dan prosedur pengendalian yang diterapkan untuk menilai control risk (risiko pengendalian) Pengujian ini meliputi jenis prosedur audit sbb: 1. dan waktu pelaksanaannya.RENCANA AUDIT DAN PROGRAM AUDIT SECARA KESELURUHAN Tahap ini merupakan fase yang penting karena pada tahap inilah dihasilkan seluruh program audit yang direncanakan auditor untuk diikuti dalam audit. Menguji dokumen. arsip. Mengamati aktivitas yang terka it dengan pengendalian 4. Melaksanakan kembali prosedur klien Contoh: 1. Auditor memiliki lima jenis pengujian (testing) yang dapat digunakan untuk menentukan apakah laporan keuangan telah disa jikan secara wajar. dan laporan 3. Menyamakan invoice supplier dengan purchase order dan receiving report . Lima jenis prosedur audit yang berhubungan dengan pemahaman auditor terhadap pengendalian intern yaitu: • • • • • Memperbaharui dan mengevaluasi pengalaman auditor terdahulu Meminta keterangan dari personil klien Membaca manual sistem dan kebijakan klien Menguji dokumen dan arsip Mengamati aktivitas dan operas ional entitas 2. Prosedur untuk Memperoleh Pemahaman atas internal control Auditor harus memahami efektivitas aspek rancangan dan operasional dari pengendalian intern. Dalam mengembangkan keseluruhan rencana audit. Pengujian tsb meliputi: • Prosedur untuk Memperoleh Pemahaman atas Internal Control • Tes ts of Cont rols (Uji Pengend alian) • Subs tantive Test of Trans act ions (Uji Subs tantif atas Trans aksi) • Anality cal Proced ure (Pros edur Analitis) • Detai l Tes t of Ba lances (Pengu jian Terinci atas Saldo) 1.

Cont oh: untu k sebuah transaksi pen jualan. Pengujian Terinci atas Saldo Detaile d test of ba la nce (DTOB) mer upakan prosedur ya ng digunaka n untuk me nguji sa lah sa ji mone ter (monetarymissta tement) untuk mene ntuka n apa kah 9 balance-re lated auditobjec tive (t ujua n audit ter ka it dengan sa ldo) te lah ter penuhi. Subs tantive test of transact ions (STOT ) me rupakan pros edur yang digu nakan unt uk menguji salah s aji mon eter (monetary mis s tatement) un tu k menentu kan apakah 6 trans act ion-related aud it object ive (tujuan aud it terkait den gan trans aksi) telah terpenuh i. igo lon gkan secara tepat. dicat at pad a periode yang tepat. 5. (4) c las s ificat ion. STOT dila kukan untu k menguji apakah trans aksi ters ebut telah dicat at s ecara tepat. (2) mengurangi detailed test of balance. Diu ji ap akah telah dijurnal dan ju mlah yan g akurat. Subs tantive test terdiri dar i: ( 1) Subs tantive test of trans actions . ba ik untuk neraca maupun la ba-r ugi. (5) timing. dan (2) Detai l tes t of balances 1. 2.sebelum menyetujui pembayaran invoice 2. denga n pe neka nan uta ma pada a ngka-angka di neraca saldo. 4. Contoh: me liputi konf irmas i sa ldo ke pada pe langgan untuk piutang daga ng. DTOB berf okus pada sa ldo a khir ledger. Trans act ion-related aud it objective (tu juan aud it terkait den gan trans aks i) me liputi: (1) e xis tence. . (2) co mpletenes s . Memeriksa kart u absensi karyawan sebelum menyetujui pembayaran uang lembur 3. Uji substantif atas transaksi Pengujian subs tantif (Sub s tantive Test) adalah peros edur yan g digunakan un tu k mengu ji s alah s aji moneter (da la m satuan mata uang) yang secara langs ung me mpengaruhi ketepatan dari s aldo laporan keuangan. di-s umma rized dan dipos ting ke ledger yan g tepat. pengujian f is ik persediaa n. (3) accuracy. Prosedur Analitis Analytical Procedures (AP) meliputi perbandingan dari jumlah yang tercatat dengan dengan angka tertentu yang dikembangkan oleh auditor. (6) pos ting&s umma rization . Prosedur ini biasanya menggunakan kalkulasi rasio yang dibandingkan dengan rasio tahun sebelumnya atau rasio perusahaan sejenis ata u rasio average industri Tujuan utama dari AP dalam tahap perencanaan ini adalah (1) menunjukkan kemungkinan adanya salah saji dalam laporan keuangan.

terutama selama pengujian substantive.Pada tahap perencanaan audit. Tests of Details of Balances A. . . Prosedur analitik dapat dilaksanakan pada ketiga tahapan audit.Mengidentif ikasi pengendalian utama (key controls) yang dapat mengurangi control r isk pada setiap transaction-re lated audit objective.Tests of controls yang tepat disusun untuk seluruh internal controls yang digunakan untuk mengurangi penila ian awal terhadap control r isk dibawah maksimum (key controls). untuk membantu auditor memahami bisnis klien dan menentukan bukti audit la in yang diperlukan untuk menentukan acceptable audit r isk. . Tests of Controls and Substantive Tests of Transactions Empat langkah pendekatan ketika auditor merencanakan untuk mengurangi assessed control risk (risiko pengendalian): . .Pada tahap penyelesaian audit.Mendesain pengujian substantive tests of transactions dengan mempertimbangkan kelemahan internal controls dan hasil dar i tests of controls (tests of controls dan substantive testing dapat dilakukan secara simultan). Pelaksanaan prosedur analitik pada tahap pengujian substantive biasanya lebih fokus dan ekstensif dibandingkan pada tahap lainnya. sebagai pengujian akhir untuk meyakinkan kewajaran hasil audit. Tests of Controls dan Su bstanti ve Tests ofTransactions B. Analyti cal Procedures C. B.Menggunakan transaction related audit objectives (tujuan audit terkait transaksi) terhadap kelas transaksi yang diuji. misa lkan penjua lan. Analytical Procedures Karena murah (biaya pelaksanaan analytical procedures relatif rendah) banyak auditor melaksanakan prosedur analitik secara ekstensif pada semua tahapan audit. .Rancangan Au dit Program Umumnya audit mendesain sebuah audit program dalam 3 agian: A. ya itu: . .Pada tahap pelaksanaan audit.