Anda di halaman 1dari 8

Bisa Ular adalah zat racun yang dihasilkan oleh ular yang dapat menyebabkan luka, busuk, atau

mati bagi sesuatu yang hidup diproduksi oleh kelenjar khusus dari sejumlah spesies ular tertentu. Kelenjar yang mensekresikan zootoksin merupakan modifikasi kelenjar parotis vertebrata lain, dan bisanya terletak di setiap sisi kepala di bawah dan di belakang mata, terbungkus selubung otot. Jenis Bisa Ular Sebagai Berikut : 1. Neurotoksin Jenis racun yang menyerang sistem saraf. Racun jenis ini melumpuhkan sistem pernafasan dan merusak otak korbannya yang menyebabkan kematian. Jenis racun ini tidak menimbulkan rasa sakit pada gigitannya sehingga seringkali korban tidak mengetahui bahwa telah tergigit. 2. Hemotoksin Jenis racun yang menyerang sistem sirkulasi darah dalam tubuh, terdapat pula enzim pemecah protein (proteolytic). Akibatnya sel-sel darah akan rusak dan penggumpalan darah akan terjadi. Reaksi racun sangat cepat seiring dengan pembengkakan di daerah sekitar luka gigitan, beberapa menit saja korban akan merasakan sakit yang dan terasa panas yang luar biasa. Hal ini tidak seperti jenis racun neurotoksin yang tidak terasa sakit sama sekali. Bisa, venom, atau zootoksin (secara harfiah "racun hewan") adalah semua jenis toksin yang yang digunakan oleh beberapa kelompok spesies hewan, untuk keperluan pertahanan dan berburu mangsa. Bisa dibedakan dengan racun dengan definisi bahwa bisa adalah toksin biologis yang disuntikkan untuk menimbulkan efeknya, sedangkan racun adalah toksin biologis yang diserap melalui lapisan epitel (baik dari usus maupun melalui kulit). Hewan-hewan yang memiliki bisa antara lain adalah ular, labalaba, kalajengking, dan lebah. Bisa ular umumnya mengandung fosfolipase A2, sejenis enzim yang memicu proses lisis pada senyawa fosfolipid, sehingga bersifat toksik terhadapmembran sel. Banyak fakta mengenai kehidupan ular yang menakjubkan. Ular mampu hidup selama berbulan-bulan tanpa makan. Ular bisa terbang dengan membentuk huruf S. Ular juga bisa membidik mata manusia dengan tepat. Ular bisa bertahan tidak makan selama berbulan-bulan, dengan cara membakar lemak. Marshall McCue dari University of Arkansas melakukan penelitian dengan tidak memberikan makanan pada 62 macam ular selama enam bulan. McCue dan koleganya mendapati ular mampu mengurangi tingkat metabolisme untuk bertahan hidup, beberapa diantaranya hingga 72%. Yang menakjubkan meskipun tanpa makan, ular itu tetap bisa memanjangkan tubuhnya. "Binatang ini melakukan pengurangan energi hingga ke level paling rendah," kata McCue. Sementara ular jenis tertentu memakan anak-anaknya yang dirasa tidak mampu bertahan hidup. Penelitian mendapati, ibu ular memakan sekitar 11% dari telurnya serta anaknya yang mati. Mengapa ular melakukan itu? Ternyata untuk bertahan hidup bagi sang ibu. "Ular rattlesnake betina memakan anaknya untuk mengembalikan energinya setelah melahirkan tanpa perlu berburu, suatu aktifitas berbahaya yang membutuhkan waktu dan tenaga besar,” kata Estrella Mocino dan Kirk Setser, peneliti di University of Granada di Spanyol. Sementara ada ular yang mampu memakan ular lain yang tubuhnya lebih panjang. Bagaimana cara ular melakukan hal itu? Untuk memecahkan misteri lama itu, Kate Jackson dari University of Toronto dan koleganya memiliki penjelasan. Dalam penelitiannya mereka mendapati setelah ular korbanya ditelan, ususnya ditekan seperti akordion agar ular korbanya turun ke bawah dan diremas. Jika sudah selesai, ular akan

Ular berbisa memiliki sepasang taring pada bagian rahang atas. Bisa adalah suatu zat atau substansi yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsa dan sekaligus juga berperan pada sistem pertahanan diri. [inilah. Pada penelitian di 2005 ular ternyata sengaja menargetkan mata dengan semprotannya itu. Pada kenyataannya bukan hanya pangan atau bahan kimia saja yang dapat menyebabkan keracunan." jelas Jake Socha dari University of Chicago. “Gerakan huruf S itu untuk stabilitas dan mereka memipihkan tulang iganya. Pada taring tersebut terdapat saluran bisa untuk menginjeksikan bisa ke dalam tubuh mangsanya secara subkutan atau intramuskular. Untuk mendapat tekanan terbang. bahkan kematian.memuntahkan sisa-sisanya. ular memipihkan tubuhnya dan membuat gerakan huruf S. penyakit. Mengingat masih sering terjadi keracunan akibat gigitan ular maka untuk dapat menambah pengetahuan masyarakat kami menyampaikan informasi mengenai bahaya dan pertolongan terhadap gigitan ular berbisa. Salah satunya adalah gigitan ular berbisa yang sering terjadi di daerah tropis dan subtropis. Dan tidak hanya itu. ular harus berada di tempat yang lebih tinggi. Kelenjar yang mengeluarkan . yang dihasilkan oleh kelenjar khusus. Sedangkan ular kobra yang terlihat meludah sebenarnya bukan meludah.com] Penatalaksanaan Keracunan akibat Gigitan Ular Berbisa Ular Berbisa di Indonesia Racun adalah zat atau senyawa yang masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara yang menghambat respons pada sistem biologis dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Bisa tersebut merupakan ludah yang termodifikasi. Ular itu memaksa ototnya berkontraksi untuk mengeluarkan kelenjar racunnya menyemprot hingga 2 meter. Untuk mendapat jarak yang terjauh. Ular merupakan jenis hewan melata yang banyak terdapat di Indonesia. Spesies ular dapat dibedakan atas ular berbisa dan ular tidak berbisa. Jika mengenai mata neurotoxin bisa menyebabkan kebutaan pada manusia. Di sekeliling kita ada racun alam yang terdapat pada beberapa tumbuhan dan hewan. Tapi untuk terbang itu perlu teknik khusus. Ular itu terbang untuk menjangkau pohon di sebelahnya dengan lebih cepat. racun itu disemprotkan dengan pola geometris agar tepat mengenai mata. Keracunan sering dihubungkan dengan pangan atau bahan kimia. Ular tertentu yang hidup di pohon juga bisa terbang.

ular tali (Dendrelaphis pictus). yang memiliki aktivitas enzimatik. Crotalinae memiliki organ untuk mendeteksi mangsa berdarah panas (pit organ). Ular berbisa kuat yang terdapat di Indonesia biasanya masuk dalam famili Elapidae. dan ular bangkai laut (Trimeresurus albolabris). pawang . Hydropiidae. Beberapa contoh Viperidae adalah ular bandotan (Vipera russelli). ular sendok (Naja sumatrana). tetapi pada umumnya bisa yang dihasilkannya bersifat lemah. jenis kelamin. atau 2 Viperidae. ukuran ular. ular weling (Bungarus candidus). yang terletak di antara lubang hidung dan mata. tetapi merupakan campuran kompleks. Viperidae memiliki taring panjang yang secara normal dapat dilipat ke bagian rahang atas. terutama protein. ular tikus atau ular jali (Ptyas korros). dan ular king kobra (Ophiophagus hannah). serta banyaknya serangan yang terjadi. dan efisiensi mekanik gigitan (apakah hanya satu atau kedua taring menusuk kulit). dan ular serasah (Sibynophis geminatus).bisa merupakan suatu modifikasi kelenjar ludah parotid yang terletak di setiap bagian bawah sisi kepala di belakang mata. Bisa ular tidak hanya terdiri atas satu substansi tunggal. ular tanah (Calloselasma rhodostoma). Beberapa contoh anggota famili ini adalah ular cabai (Maticora intestinalis). Ular berbisa kebanyakan termasuk dalam famili Colubridae. Gambar 1. Organ pendeteksi panas (pit organ) pada Crotalinae terletak di antara lubang hidung dan mata. pekerja perkebunan. Contoh ular yang termasuk famili ini adalah ular sapi (Zaocys carinatus). Elapidae memiliki taring pendek dan tegak permanen. Bagaimanakah Gigitan Ular Dapat Terjadi? Korban gigitan ular terutama adalah petani. tetapi dapat ditegakkan bila sedang menyerang mangsanya. yaitu Viperinae dan Crotalinae. Efek toksik bisa ular pada saat menggigit mangsanya tergantung pada spesies. Ada dua subfamili pada Viperidae. nelayan. usia.

Bekas gigitanan ular. Bagaimana Mengenali Ular Berbisa? Tidak ada cara sederhana untuk mengidentifikasi ular berbisa. meskipun tidak ada bisa yang diinjeksikan ke tubuhnya dapat menjadi panik. (B) Ular berbisa dengan bekas taring Sifat Bisa. bisa ular dapat dibedakan menjadi bisa hemotoksik. Mata dengan pupil vertikal Lubang hidung Organ pendeteksi panas 3 Gambar 2. Tidak semua ular berbisa pada waktu menggigit menginjeksikan bisa pada korbannya. kebiasaan dan suara yang dikeluarkan saat merasa terancam. yaitu bisa yang mempengaruhi jantung dan sistem pembuluh darah. Gigitan ular juga dapat terjadi pada penghuni rumah. ketika ular memasuki rumah untuk mencari mangsa berupa ular lain. Orang yang digigit ular. (A) Ular tidak berbisa tanpa bekas taring. warna. nafas menjadi cepat. dan kepala menjadi pening.ular. cicak. dan bisa sitotoksik. dan Tanda Gigitan Ular Berdasarkan sifatnya pada tubuh mangsa. dan penangkap ular. dan pada luka bekas gigitan terdapat bekas taring. Namun. atau tikus. tangan dan kaki menjadi kaku. ukuran gigi taring kecil. Beberapa ciri ular berbisa adalah bentuk kepala segitiga. bisa neurotoksik. pemburu. yaitu bisa yang hanya bekerja pada lokasi gigitan. Beberapa spesies ular tidak berbisa dapat tampak menyerupai ular berbisa. Gejala. Kebanyakan gigitan ular terjadi ketika orang tidak mengenakan alas kaki atau hanya memakai sandal dan menginjak ular secara tidak sengaja. Gejala dan tanda-tanda gigitan ular akan bervariasi sesuai spesies . katak. bentuk. beberapa ular berbisa dapat dikenali melalui ukuran. yaitu bisa yang mempengaruhi sistem saraf dan otak.

Penatalaksanaan Keracunan Akibat Gigitan Ular Langkah-langkah yang harus diikuti pada penatalaksanaan gigitan ular adalah: 1. melepuh. dengan cara yang aman dan senyaman mungkin. radang. memar. pendarahan lokal. Hindari pergerakan atau kontraksi otot untuk mencegah peningkatan penyerapan bisa. pertimbangkan pressure-immobilisation pada gigitan Elapidae. Korban harus segera dibawa ke rumah sakit secepatnya. infeksi lokal. 2.ular yang menggigit dan banyaknya bisa yang diinjeksikan pada korban. Metode . 4 Metode pertolongan yang dilakukan adalah menenangkan korban yang cemas. Kemudian segera bawa korban ke tempat perawatan medis. Pengobatan gigitan ular Pada umumnya terjadi salah pengertian mengenai pengelolaan gigitan ular. Gejala dan tanda-tanda tersebut antara lain adalah tanda gigitan taring (fang marks). Tujuan pertolongan pertama adalah untuk menghambat penyerapan bisa. Hal ini dapat dilakukan oleh korban sendiri atau orang lain yang ada di tempat kejadian. Pertolongan pertama. harus dilaksanakan secepatnya setelah terjadi gigitan ular sebelum korban dibawa ke rumah sakit. mempertahankan hidup korban dan menghindari komplikasi sebelum mendapatkan perawatan medis di rumah sakit serta mengawasi gejala dini yang membahayakan. pembengkakan kelenjar getah bening. 3. hindari gangguan terhadap luka gigitan karena dapat meningkatkan penyerapan bisa dan menimbulkan pendarahan lokal. dan nekrosis jaringan (terutama akibat gigitan ular dari famili Viperidae). nyeri lokal. karena pergerakan atau kontraksi otot dapat meningkatkan penyerapan bisa ke dalam aliran darah dan getah bening. imobilisasi (membuat tidak bergerak) bagian tubuh yang tergigit dengan cara mengikat atau menyangga dengan kayu agar tidak terjadi kontraksi otot.

b. penatalaksanaan sirkulasi. 4. Pemberian tindakan pendukung berupa stabilisasi yang meliputi penatalaksanaan jalan nafas. penatalaksanaan fungsi pernafasan. tetapi ikatan jangan terlalu kencang agar aliran darah tidak terganggu. Gambar 3. pemberian antihistamin dan kortikosteroid harus dihindari karena tidak terbukti manfaatnya. panjang 45 m. c. Bungkus rapat dengan perban seperti membungkus kaki yang terkilir. mulai dari ujung jari kaki sampai bagian yang terdekat dengan gigitan. pengisapan tempat gigitan. Terapi yang dianjurkan meliputi: a.penggunaan torniket (diikat dengan keras sehingga menghambat peredaran darah). . Bersihkan bagian yang terluka dengan cairan faal atau air steril. penatalaksanaan resusitasi perlu dilaksanakan bila kondisi klinis korban berupa hipotensi berat dan shock. shock perdarahan. yang dibalutkan kuat di sekeliling bagian tubuh yang tergigit. 5 Penggunaan torniket tidak dianjurkan karena dapat mengganggu aliran darah dan pelepasan torniket dapat menyebabkan efek sistemik yang lebih berat. pendinginan daerah yang digigit. insisi (pengirisan dengan alat tajam). Imobilisasi bagian tubuh menggunakan perban. Untuk efek lokal dianjurkan imobilisasi menggunakan perban katun elastis dengan lebar + 10 cm.

HP. Serum antibisa ini hanya diindikasikan bila terdapat kerusakan jaringan lokal yang luas. f. 081310826879 Fax. 021-42889117 Email: pusatiomker@cbn. World Health Organization.go. Di Indonesia. Percetakan Negara No. serta kerusakan ginjal dan komplikasi nekrosis lokal. Pemberian serum antibisa. atau bila korban pernah mendapatkan toksoid maka diberikan satu dosis toksoid tetanus. (Penulis: Sentra Informasi Keracunan Nasional Badan POM) Sentra Informasi Keracunan Nasional (SIKer Nas) Jl.go. . informasi@pom. Pemberian suntikan penisilin kristal sebanyak 2 juta unit secara intramuskular. antibisa bersifat polivalen. Pedoman Pertolongan Keracunan untuk Puskesmas. d. 021-4259945. yang mengandung antibodi terhadap beberapa bisa ular. g. Pemberian suntikan antitetanus. 2002. kondisi yang tiba-tiba memburuk akibat terlepasnya penekanan perban. Karena bisa ular sebagian besar terdiri atas protein. e.id Pustaka: Guidelines for the Clinical Management of Snakes bites in the South-East Asia Region. maka sifatnya adalah antigenik sehingga dapat dibuat dari serum kuda.pom. 23 Jakarta Pusat 10560 Telp.net. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. hiperkalaemia akibat rusaknya otot rangka.id.id Website: www. 2005.kelumpuhan saraf pernafasan. Pemberian sedasi atau analgesik untuk menghilangkan rasa takut cepat mati/panik.

March. 28. Number 3. .Snake Venom: The Pain and Potential of Poison. The Cold Blooded News Vol. 2001.