Anda di halaman 1dari 39

Scribd </> Upload a Document </upload-document> Search Documents <#> Explore </explore> Documents </explore> * * * * * * * * * * * * * Books - Fiction </explore/Books-Fiction>

Books - Non-fiction </explore/Books-Nonfiction> Health & Medicine </explore/Health-Medicine> Brochures/Catalogs </explore/BrochuresCatalogs> Government Docs </explore/Government-Docs> How-To Guides/Manuals </explore/HowTo-GuidesManuals> Magazines/Newspapers </explore/MagazinesNewspapers> Recipes/Menus </explore/RecipesMenus> School Work </explore/School-Work> + all categories </explore> Featured </explore> Recent </explore/Most-Recent> People </community> * * * * * * * * * * * * * Authors </community/authors> Students </community/students> Researchers </community/researchers> Publishers </community/publishers> Government & Nonprofits </community/government-%26-nonprofits> Businesses </community/businesses> Musicians </community/musicians> Artists & Designers </community/artists-%26-designers> Teachers </community/teachers> + all categories </community> Most Followed </community> Popular </community?t=trending>

* Sign Up </login> * | * Log In </login> You're looking at our new document page format. Have any thoughts? Leave us your feedback <#feedback>. inShare <javascript:void(0);>0 * Embed Doc * Copy Link * Readcast * Collections * CommentsGo Back

Download 1 LAPORAN AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn S DENGAN DIAGNOSAMEDIS CKS ( CEDERA KEPALA SEDANG ) DIRUANG BEDAHRUMAH SAKIT UMUM DR. R. SOEDJONO SELONGOLEHDEDI AGUS SANTOSONIM. 032001D08112AKADEMI PERAWAT KESEHATANDINAS KESEHATANPEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARATSAKRA2011 This is a collapser for unmonetizable languages 2 LAPORAN AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn S DENGAN DIAGNOSAMEDIS CKS ( CEDERA KEPALA SEDANG ) DIRUANG BEDAHRUMAH SAKIT UMUM DR. R. SOEDJONO SELONG Diajukan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Program Pada Akademi Perawat Kesehatan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Akademi 2010/2011 OLEHDEDI AGUS SANTOSONIM. 032001D08112AKADEMI PERAWAT KESEHATANDINAS KESEHATANPEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARATSAKRA2011 3 KATA PENGANTAR Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karenadengan limpahan Rahmat, Maghfirah dan Hidayah-Nya, sehingga penulis dapatmenyelesaikan Laporan Akhir ini dengan judul Asuhan Keperawatan pada klienTn S dengan diagnosa medis CKS ( Cedera Kepala Sedang ) diruang bedahRumah Sakit Umum Dr. R. Soedjono Selong . Selama penyusunan Laporan Akhir ini, penulis banyak menerima bantuan baik moril maupun materil dari berbagai pihak maka dalam kesempatanini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :1. Drs. Rusmawardi, SH.,MH, selaku Kepala Akademi Keperawatan PemerintahProvinsi Nusa Tenggara Barat. Yang telah memberikan izin kepada penulisdalam penyusunan Laporan Akhir ini. 2 . Dr. H. M. Hasbi Santoso, M.Kes, selaku direktur RSU Dr. R. Soedjono Selong beserta staf yang telah memberikan izin pengambilan data gunamenyelesaikan Laporan Akhir 3 . Sri Endang Kusrini, S, Kep.Ns, selaku Pembimbing I yang telah meluangkanwaktu untuk memberikan arahan dan bimbingan dalam penyelesaian dan penyusunan Laporan Akhir 4. Sri Wahyuningsih, S, Kep. Ns., selaku Pembimbing II yang telah memberikan banyak waktu dan pengetahuan dalam bimbingan penulisan. 45. Staf dan dosen beserta seluruh karyawan dan karyawati Akademi PerawatKesehatan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah membantudalam proses perkuliahan dan penyusunan Laporan Akhir.6.

Kedua Orang Tua serta saudaraku tercinta yang selalu memberikan dukungandan Doa yang tiada henti selama penulis mengikuti pendidikan di AkademiPerawat Kesehatan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.7. Rekan-rekan seangkatan yang selalu memberikan motivasi selama penulismengikuti pendidikan di Akademi Perawat Kesehatan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.Semoga amal diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan mendapatimbalan pahala dari-Nya. Dalam penyusunan Laporan Akhir ini penulismenyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan dimasa mendatang.Akhir kata semoga Laporan Akhir ini dapat bermanfaat bagi pembacaumumnya dan khususnya bagi penulis serta bagi perkembangan ilmu pengetahuandi bidang keperawatan.Sakra, Desember 20 1 0 Penulis 5 DAFTAR ISI HalamanHALAMAN SAMPUL DEPAN..... iHALAMAN SAMPUL DALAM iiHALAMAN PERSETUJUAN iiHALAMAN PENGESAHAN iiiKATA PENGANTAR.ivDAFTAR ISI ................................................................................ ................ viDAFTAR TABELviiDAFTAR GAMBAR..ixDAFTAR LAMPIRANxDAFTAR ISTILAH.xiBAB 1 PENDAHULUANA. Latar Belakang .......................................................................... 1B. Tujuan Penulisan ....................................................................... 3 C. Metode Penulisan ...................................................................... 4D. Sistematika Penulisan ................................................................ 4BAB 2 TINJAUAN TEORITIS .................................................................. 6A. Konsep Dasar Cidera Kepala ..................................................... 61. Pengertian .......................................................................... 6 2 . Anatomi Fisiologi persarafan .............................................. 7a.

Anatomi persarafan....................................................... 7 b. Fisiologi Persarafan .................................................... 1 3 6 3 . Etiologi ............................................................................. 154. Patofisiologi Cidera Kepala ............................................... 155. Klasifikasi Cidera Kepala .................................................. 186. Pathways...197. Tanda dan gejala... 20 8. Pemeriksaan Penunjang 20 9. Penatalaksanaan 2 11 0 . Komplikasi 30 B. Konsep Dasar Asuhan Keperawawtan Klien dengan Cidera Kepala1. Pengkajian ........................................................................ 32 2 . Diagnosa Keperawatan ...................................................... 4 2 3 . Rencana Keperawatan ........................................................ 4 3

4. Implementasi ..................................................................... 485. Evaluasi ............................................................................. 48BAB 3 TINJAUAN KASUS1. Pengkajian 51 2 . Diagnosa Keperawatan 6 2 3 . Intervensi Keperawatan ...654. Implementasi Keperawatan .7 0 5. Evaluasi 79BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN1. Kesimpulan ..88 2 . Saran 9 0 7DAFTAR TABELTabel 2 .1 Pengkajian51Table 2 . 2 Diagnosa Keperawatan.6 2 Tabel 2 . 3 Perencanaan Keperawatan4 3 Tabel 2 .4 Implementasi Keperawatan..88Tabel 2 .5 Evaluasi Keperawatan..88 8DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Anatomi Otak..8 9DAFTAR LAMPIRANLampiran 1 Surat Izin Pengambilan DataLampiarn

2 Format Pengkajian Keperawatan Medikal BedahLampiran 3 Lembar Konsul / Bimbingan Laporan Akhir 1 0 DAFTAR ISTILAHMRI ( Pencitraan resonans magnetic ) : Alat untuk mendapatkan gambarandaerah yang berbeda pada tubuh.CSS ( Cairan serebrospinal ) : Cairan yang berisi dan tidak berwarna dengan berat 1, 00 7,diproduksi didalam ventrikel dan disekitar otak dan medulla spinalismelalui system vaskuler.TIK ( Tekanan intracranial ) : Hasil dari sejumlah jaringan otak,volume darah intracranial, dancairan serebrospinal CSS di dalamtengkorak pada saat satuan waktu.CT Scan ( Computed Temografhy ) : Mengidentifikasi adanya hemoragik menentukan ukuran ventrikuler dan pergeseran jaringan otak.EEG ( Elektroensefalografi ) : Uji yang bermanfaat untuk mendiagnosis gangguan kejangseperti epilepsi 11BAB 1PENDAHULUAN1.1 Latar belakang masalahPada era globalisasi yang pesat saat ini, adanya kepadatan penduduk serta mobilisasi tidak diimbangi dengan meningkatnyasarana dan prasarana transportasi yang baik serta kendaraan berlalu-lintas. Hal ini di ikuti dengan berkembangnya Negara kita menuju Negara industrialisasi maka terjadinya kecelakaan semakin meningkatsetiap bulannya. Semakin meningkatnya kendaraan dijalan danmeningkatnya mobilitas penduduk mengakibatkan terjadinya cederakarena kecelakaan dapat menimbulkan luka disemua bagian tubuhtermasuk kepala baik yang ringan ( c omusio cerebri ) ataupun yang berat ( c ontusio cerebri ). Cedera kepala adalah gangguan fungsi otak normal karena trauma ( trauma tumpul atau trauma tusuk ). Defisitneurologis terjadi karena robeknya subtansi alba, iskemia dan pengaruh masa karena hemoragi, serta edema serebral disekitar jaringan otak.( Sandra M.Nettina. 200 1).Berdasarkan data yang diproleh dari rekam medik di RSUDDr.R.Soedjono Selong terdapat angka kejadian cedera kepala 3 tahunterakhir yaitu sebagai berikut: Pada tahun 200 8 sebanyak 515 klien,terdiri dari 141 ( 2 7,4 % ) pasien prempuan dan 3 74 ( 7

2 ,6 % ) paseinlaki-laki, Pada tahun 200 8 pasien meninggal dunia sebanyak 11 orang. 1 2 Pada tahun 200 9 sebanyak 576 klien, terdiri dari 1 2 1 ( 2 1 % ) pasien prempuan dan 455 ( 79 % ) pasien laki-laki, pada tahun 200 9 pasienyang meninggal dunia sebanyak 1 3 orang. Pada tahun 20 1 0 dari bulan januari sampai dengan oktober sebanyak 554 klien, terdisi dari 1 0 4( 18,7 % ) pasien perempuan dan 45 0 ( 81, 3 % ) pasien laki-laki, padatahun 20 1 0 pasien yang meninggal dunia sebanyak 1 0 orang.Berdasarkan uraian diatas kasus cedera kepala semakin meningkatyang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, benda tumpul, bendatajam, maupun akibat kekerasan. dampak dari cedera kepala dapatmengakibatkan penurunan kesadaran, perdarahan otak, bahkankematian. maka tenaga keperawatan sebagai bagian dari pelayanankesehatan diharapkan dapat memberikan asuhan keperawatan secarakomprehensif dengan memandang manusia sebagai bio-psiko-sosio-spiritual, baik pelayanan keperawatan yang bersifat mandiri maupunkolaboratif.Mengingat dampak yang ditimbulkan cedera kepala dapatmengancam jiwa, perlu adanya penanganan yang lebih komprehensif dari petugas kesehatan, terutama dalam upaya perawatan dan penanganan dalam pencegahan penyakit melalui upaya-upayakesehatan melalui pencegahan ( preventif ), peningkatan kesehatan ( promotif ) , penyembuhan ( kuratif ) , pemuliahan( rehabilitative ) . upaya

preventif yang dilakukan dengan cara menggunakan pengamanseperti helm untuk melindungi kepala dari benturan baik tumpul 1 3 maupun tajam. sedangkan kuratif dan rehabilitative melalui penambahan wawasan perawat dalam memberikan asuhankeperawatan pada klien yang menderita cedera kepala serta bagaimanacara mencegah timbulnya komplikasi-komplikasi dari cedera kepalayang dapat mengancam jiwa.1. 2 Tujuan penulis1. 2 .1 Tujuan umum :Penyusun dapat menerapkan Asuhan Keperawatan pada pasiendengan diagnosa medis cedera kepala sedang melalui pendekatan proses keperawatan sesuai standar 1. 2 . 2 Tujuan khusus :Di harapkan penulis mampu memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan menggunakan pendekatan proses keperawatanyang meliputi tahap-tahap sebagai berikut :a. Menjelaskan tentang pengertian konsep dasar penyakit cederakepala sedang. b. Melakukan pengkajian pada klien Tn S dengan cederakepala sedang dengan benar.c. Merumuskan diagnosa keperawatan pada klien Tn S dengan cedera kepala sedang dengan benar.d. Menyusun rencana asuhan keperawatan pada klien Tn S cedera kepala sedang dengan benar. 14e. Melaksanakan tindakan asuhan keperawatan pada klienTn S dengan cedera kepala sedang dengan benar.f. Mengevaluasi asuhan keperawatan yang telah di berikan padaklien Tn S dengan cedera kepala sedang dengan benar.1. 3 . Tempat dan waktu1. 3 .1 WaktuPengambilan kasus direncanakan pada tanggal 02 Juni sampai 0 6Juni 20 111. 3 . 2

TempatRuang Bedah Rumah Sakit Umum Dr. R. Soedjono Selong1.4. Sistematika penulisanGuna mempermudah pemahaman atas Laporan Akhir ini, maka penulis menyusun sistematika penulisannya sebagai berikut :BAB 1 Pendahuluan membahas tentang latar belakang masalah,tujuan penulisan yang ingin di capai, tempat dan waktu serta sitematika penulisan.BAB 2 membahas tentang tinjauan penyakit cedera kepala sedangdengan sistem persyarafan dampak dari cedera kepala sedang berisi tentanganatomi fisiologi sitem persyarafan, etiologi, patofisiologi, tanda dan gejala, pemeriksaan penunjang, penatalaksanaan, komplikasi, dan konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan cedera kepala sedang yang terdiri 15dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan,implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan.BAB 3 Membahas tentang tinajuan kasus meliputi pengkajian,Diagnosa keperawatan, Intervensi keperawatan, Implementasi, Evaluasi.BAB 4 Penutup meliputi Kesimpulan dan Saran. 16BAB IITINJAUAN TEORI 2 .1 Konsep Dasar Penyakit 2 .1.1 PengertianCedera kepala merupakan salah satu penyebab kematian ataukecacatan utama pada kelompok usia produktif dan sebagian besar terjadi akibat kecelakaan lalu lintas ( Arif Mansjoer, 2000 ).Cedera kepala sering disebabkan oleh benturan pada kepala yangmenimbulkan berbagai derajat kerusakan, yaitu:Konkusio, tidak terjadi kerusakan structural, gejalanya berupa pingsan kurang dari 2 4 jam, paling sering hanya beberapa menit saja.Kontusio, terjadi kerusakan otak yang lebih serius, juga terjadi perdarahan walaupun sedikit. Gejalanya berupa pingsan yang lamaditambah dengan gangguan neurologis lain.Laserasi, jaringan otak robek sering disebabkan oleh patahtulang tengkorak atau tertembak, perdarahan biasanya hebatmenimbulkan naiknya tekanan dalam tengkorak, juga timbul oedemaotak. 17Cedera kepala adalah suatu trauma yang mengenai daerah kulitkepala, tulang tengkorak atau yang terjadi akibat injuri baik secaralangsung maupun tidak langsung pada kepala dengan GCS ( 9-1 2 ).( http://webcache.googleusercontent.com: Selasa Tanggal 14Desember jam 19. 00 )Cedera kepala adalah gangguan fungsi otak normal karena trauma( trauma tumpul atau trauma tusuk ). Defisit neurologis terjadi karenarobeknya subtansi alba, iskemia dan pengaruh masa karena hemoragi,serta edema serebral disekitar jaringan otak.( Sandra M.Nettina. 200 1). 2 .1. 2 Anatomi dan Fisologia. Anatomi persarafanSistem saraf merupakan jalinan

jaringan saraf yang saling berhubungan , sangat khusus, dan kompleks. sistem saraf inimengkoordinasikan, mengatur, dan mengendalikan interaksiantara seorang idividu dengan lingkungan sekitarnya.( LorranceMc Carty Wilson, 200 5 )Sistem saraf merupakan jaringan saraf yang terdiri darineuron. Neuron mempunyai badan sel yang mempunyai satuatau beberapa tonjolan. Dendrite adalah tonjolan yangmenghantarkan informasi menuju badan sel. Tonjolan yangtunggal atau kembar yang menghantarkan informasi keluar dari badan sel disebut akson. Bagian ujung akson mengalami sedikit pembesaran yang disebut kancing sinaps atau benjolan sinaps. 18 Neuron transmitter adalah zat kimia yang disentesis dalamneuron dan disimpan dalam gelembung sinaps pada ujungakson.Sistem saraf terdiri dari susunan saraf pusat dan saraf tepi.1. Susunan saraf pusata) Otak Otak merupakan bagian dari sistem saraf pusat. Otak merupakan alat tubuh yang sangat penting karenamerupakan pusat komputer dari semua alat tubuh, bagiandari saraf central yang terletak di dalam ronggatengkorak ( cranium ) yang dibungkus oleh selaput otak yang kuat.Gambar 1.1 Anatomi otak ( http://webcache.googleusercontent.com: Selasa Tanggal 14Desember Jam 19. 00 ) 19Otak terdiri dari tiga bagian utama yaitu :1. CerebrumBagian terbesar otak manusia adalah serebrum,yang terdiri dari atas dua hemisfer yang dipisahkanoleh fisura longitudinalis. Pada daerah basal cekungandalam ini terdapat korpus kalosum, suatu pita yangtertdiri atas 200 juta neuron yang menghubungkanhemisfer kanan dan kiri.Korteks cerebri menjadi dibagi menjadi lobusyang mempunyai nama yang sama dengan tulangtengkorak yang melingkupinya. Dengan demikian,masing-masing hemisfer mempunyai lobus frontalis,lobus paritalis, lobus temporalis, dan lobusoksipitalis. a). Lobus frontalisDidalam lobus frontalis, terdapat motorik yangmembangkitkan impuls untuk pergerakanvolunteer. Area motorik kiri mengatur pergerakansisi kanan tubuh, dan area motorik kanan mengatur pergerakan sisi kiri tubuh. b). Lobus parietalisArea sensorik umumnya dilobus parietalismeneriam impuls yang berasal dari reseptor 20 dikulit dan merasakan serta menginterprestasisensasi kutaneus tersebut. Impuls dari kuncup pengecap melintas menuju area pengecap, yangtumpang tindih antara lobus parietalis dantemporalis.c). Lobus temporalisMenerima input dari reseptor yang ada dibagiandalam telinga untuk pendengaran.d) Lobus oksipitalisImpuls dari retina mata berjalan melewati nervusoptikus ( pengelihatan ) menuju area visul.( Valerie C. Scanlon Tina Sanders, 200

6 ) 2 . CerebelumCerebelum terletak fosa posterior dan terpisahdari hemisfer serebral, lipatan dura meter, tentorium serebelum. Fungsi cerebelum pada umumnya adalahmengkoordinasikan gerakangerakan otot sehinggagerakan dapat terlaksana dengan sempurna,keseimbangan. 2 1 3 . Batang otak Batang otak terletak pada fossa anterior. Bagian- bagian batang otak terdiri dari otak tengah, pons danmedulla oblongata.Pusat dari batang otak keluar dua belas pasangsaraf cranial yaitu : ( Brunner & Suddarth, 200 1 ).a) Nervus I ( olfaktorius )Saraf yang berfungsi untuk penciuman. b) Nervus II ( optikus )Saraf ini penting untuk fungsi penglihatan danmerupakan saraf eferen sensori khusus.c) Nervus III ( okulomotorius )Saraf ini berfungsi sebagai saraf untuk mengangkat bola mata.d) Nervus IV ( trochlearis )Berfungsi memutar bola mata ke bawah dan keluar.e) Nervus V ( trigeminus )Berfungsi mengurus sensasi umum pada wajah dansebagian kepala, bagian dalam hidung, mulut, gigidan meningen.f) Nervus VI ( abdusen )Berfungsi menggerakkan mata ( lateral ). 22 g) Nervus VII ( facialis )Berfungsi untuk sensasi umum dan pengecapansedangkan saraf eferen untuk otot wajah ataummik.h) Nervus VIII ( statoakustikus )Saraf ini terdiri dari dua komponen, ialah saraf pendengaran dan saraf keseimbangan.i) Nervus IX ( glassofaringeus )Komponen motoris saraf ini mengurus salivasi,menelan, sensasi tenggorokan dan tonsil, pengecapan ( sepertiga lidah posterior ). j) Nervus X ( vagus )Berfungsi untuk menelan, berbicara, denyut jantung, peristaltik usus, sensasi tenggorokanlaring dan visera.k) Nervus XI ( accesorius )Berfungsi untuk menggerakkan bahu dan rotasikepala.l) Nervus XII ( hypoglosus )Berfungsi untuk pergerakan lidah.4. Susunan saraf tepi ( perifer )1.

Saraf somatik 2 . Saraf otonom 23 a. Susunan saraf simpatis b. Susunan saraf para simpatis b. Fisiologi sistem persarafan Neuron adalah suatu sel saraf yang merupakan unitanatomis dan fungsional sistem saraf (Sylvia A. Price danLorraine M. Wilson, Patofisiologi 200 5). Neuron menyalurkan sinyal saraf keseluruh tubuh. Impulsneuron bersifat listrik disepanjang neuron dan bersifat kimiadiantara neuron. Pertemuan diantara dua neuron atau efektor disebut sinaps. Sinaps merupakan tempat satu-satunya dimanasuatu impuls dapat lewat dari satu neuron ke neuron lain.Celah sinapstik antar dua neuron. Neuron parasinaps adalahneuron yang menghantarkan impuls saraf menuju sinaps. Neuron yang membawa sinaps disebut neuron post sinapstik.Satu neuron dapat mengadakan kontak sinapstik dengan banyak neuron ( divergensi ) dan dapat menerima kontak sinapstik dari beberpa neuron ( konvergensi ) komponen listrik transmisi saraf. Komponen listrik dari transmisi impulsdisepanjang neuron berpermeabilitas membran sel neuronterhadap ion natrioum dan kalium bervariasi dan dipengaruhioleh perubahan kimia serta listrik di dalam neuron tersebut(terutama neuron transmitter dan stimulus organ reseptor). 2 4Dalam keadaan istirahat permeabilitas membran selmenciptakan kadar kalium intra sel yang cukup kadar natriumintra sel yang rendah, pada kadar natrium ekstra sel yang tingi.Impuls listrik timbul oleh pemindahan muatan akibat perbedaan kadar ion intra sel dan ekstra sel yang dibatasimembran sel.Bila rangsangan yang menimbulkan perubahan membransel neuron menyebabkan meningkatnya permeabilitas terhadapion kalium, maka neuron menjadi hiperpolarisasi danterhambat. Neuron yang mengalami hiperpolarisasi tidak sanggup meneruskan impuls saraf jika rangsanganmenyebabkan perubahan listrik yang menimbulkan peningktan permeabilitas ion natrium, neuron itu dikatakan dalam keadaanterangsang atau depolarisasi. Bila membran mengalamidepolarisasi sampai satu tingkatan kritis yang disebut ambangeksitasi maka terjadi perubahan permeabilitas membrandengan influks natrium secara mendadak, depolarisasi cepat,dan pembentukan potensial fisik pada tempat rangsangan.Potensial aksi bisa disalurkan melalui akson sebagai suatufenomena tuntas atau tidak sama sekali dan bukan sebagairespon bertahap. Bila potensial aksi tersebut mencapai ujung( terminal ) suatu akson maka tejadi pelepasan neurotransmitter gelembung sinapstik dengan eksositas ke dalam celah 2 5sinapstik. Transmitter itu melekatkan diri pada reseptor neuron post sinapstik atau membran efektor dan dapat atau tidak dapatmenimbulkan

potensial aksi. Pada membran post sinapstik setiap neuron diliputi oleh banyak sinaps. Apakah potensialaksi akan timbul atau tidak ditentukan oleh keseimbanganantara eksitsa dan inhibisi yang diterima oleh neuron pada saatitu dari semua hubungan sinapstik yang dimilikinya.Kenyataan ini merupakan bukti lain kemajemukan daninterkomunikasi yang luas pada sistem saraf manusia 2 .1. 3 Etiologi b. Kecelakaan lalu lintasc. Cedera akibat kekerasand. Trauma benda tajam atau trauma tumpule. Luka tembus peluru dan cedera tembus lainnya.( Arif Mansjoer, 2000 ). 2 .1.4 PathofisiologiKranium merupakan kerangka kaku yang berisi tiga komponen :otak, cairan serebro-spinal dan darah yang masing-masing tidak dapatdiperas. Kranium hanya mempunyai sebuah lubang keluar utama yaituforamen magnum. Ia juga memiliki tentorium kaku yang memisahkanhemisfer serebral dari serebelum. Otak tengah terletak pada hiatus dari 2 6tentorium Fenomena otoregolasi cenderung mempertahankan alirandarah otak (ADO) stabil bila tekanan darah rata-rata 5 0 -16 0 mmHg(untuk pasien normotensif, dan bergeser kekanan pada pasienhipertensi dan sebaliknya). Dibawah 5 0 mmHg ADO berkurang bertahap, dan diatas 16 0 mmHg terjadi dilatasi pasif pembuluh otak dengan akibat peninggian tekanan intrakranial. O toregulasi dapatterganggu pada cedera otak dengan akibat ADO tergantung secaralinear terhadap tekanan darah. Oleh karena hal-hal tersebut, sangat penting untuk mencegah syok atau hipertensi (perhatikan tekanandarah pasien sebelumcedera). Kompensasi atas terbentuknya lessiintrakranial adalah digesernya CSS dan darah vena hingga bataskompensasi, untuk selanjutnya tekanan intrakranial aka naik secaratajam.Pada lesi yang membesar cepat seperti hematoma, perjalananklinik dapat diprediksi. Bila fase kompensasi terlewati, tekananintrakranial meningkat. Pasien nyeri kepala yang memburuk oleh halyang meninggikan TIK seperti batuk, membungkuk dan terlentang,kemudian mulai mengantuk. Kompresi atau pergeseran batang otak berakibat peninggian tekanan darah, sedang denyut nadi dan respirasimenjadi lambat. Pupil sisi massa berdilatasi, bisa dengan hemiparesisisisikontralateral massa. Selanjutnya pasien jadi tidak responsif, pupiltidak bereaksi dan berdilatasi, serta refleks batang otak hilang.Akhirnya fungsi batang otak berhenti, tekanan darah merosot, nadi

2 7lambat, respirasi lambat dan tidak teratur untuk akhirnya berhenti.Penyebab akhir kegagalan otak adalah iskemia. Pada kenyataannya, banyak akibat klinis dari peninggian TIK adalah akibat pergeseranotak dibanding tingkat TIK sendiri. Edema otak yang terjadi olehsebab apapun akan meninggikan TIK yang berakibat gangguan yang berakibat memperberat edema sehingga merupakan lingkaran setan.TIK lebih dari 15 mm Hg harus ditindak. Triad klasik nyeri kepala,edema papil dan muntah ditemukan pada duapertiga pasien. Sisanyahanya dua gejala. Tidak satupun khas untuk peninggian TIK, kecualiedema papil, namun memerlukan waktu yang lama untuk timbulnya.Simtom lebih banyak tergantung penyebab dari pada tingkat tekanan.Tidak ada korelasi konsisten antara tingkat tekanan dengan beratnyagejala.Penurunan kesadaran adalah ciri cedera otak. Dua jenis cederaotak yaitu cedera korteks bilateral serta cedar pada sistem pengaktif retikuler batang otak disamping peninggian TIK dan penurunan ADOdapat menurunkan tingkat kesadaran.( http://webcache.googleusercontent.com: Selasa Tanggal 14Desember Jam 19. 00 ) 2 8KlasifikasiCedera kepala Cedera kepala diklasifikasikan berdasarkan mekanisme,keparahan dan morfologi cidera. ( Arif Mansjoer, 2000 ).1. Mekanisme: berdasarkan adanya peterasi durameter a. Trauma tumpul : kecepatan tinggi ( tabrakan otomobil )Kecepatan rendah ( terjatuh,dipukul ) b. Trauma tembus (luka tembus peluru dan cedera tembus lainnya) 2 . Keparahan cederaa. Ringan : Skala koma Glasgow ( Glasgow Coma Scale, GCS )14-15 b. Sedang : GCS 9-1 3 c. Berat : GCS 3 -8 3 . Morfologia. Fraktur tulang tengkorak : kranium : linear / stelatum; depresi /non depresi; terbuka / tertutup, basisi : dengan / tanpakebocoran cairan cerebrospinal, dengan / tanpa kelumpuhannervus VII. b. Lesi intra cranial : fokal : epidural, subdural, intra cerebral ,difusi: konkusi ringan, konkusi klasik, cidera aksonal difus.( Arief Mansjoer, 2000 )

2 9 2 .1.5 PathwaysCedera KepalaTulang Otak Cedera Otak Primer Cedera Otak Skunder Kontusio, Laserasi Kerusakan Sel Otak Ggn Autoregulasi rangsangan simpatis StressAliran darah keotak tahanan vaskuler katakolaminSistemik & TD sekresi asam lambungO 2 ggnmetabolisme Tek. Pem. Darah pulmonalis Mual, MuntahAsam laktat Tek. Hidrostatik Asupan Nutrisi KurangOedem otak kebocorancairan kapiler Oedema paru cardiac out putDifusi O 2 terhambatGangguan pertukaran gasGangguan pola nafas( http://webcache.googleusercontent.com: SelasaTanggal 14Desember Jam 19. 00 ) Nutrisi kurang darikebutuhan tubuhGgn perfusi jaringan CerebralGggn perfusi jaringan 30 2 .1.6 Tanda dan gejalaa. penurunan tingkat kesadaran b. nyeri kepalac. Mual dan muntahd. Pupil edemae. Dilatasi pupil ipsilateralf. peningkatan suhu.( http://webcache.googleusercontent.com: Selasa Tanggal 14 Desember Jam 19. 00 ) 2 .1.7 Pemeriksaan penunjanga. CT-Scan b. MRI ( M agnetik Resonance Imaging ) c. EEG ( Elektroensepalogram ) d. Pemeriksaan tulang belakang: deformitas, pembekakan , nyeritekan, gangguan gerakan ( terutam leher ). Jangan banyak manipulasi tulang belakang.e. Pemeriksaan radiologi: foto polos vertebral AP dan lateral. Padaservikal diperlukan proyeksi khusus mulut terbuka ( odontoid ).( Arief Mansjoer, 200

). 3 1 2 .1.8 Penatalaksanaan1. Pedoman Resusitasi dan penilaian awala. Menilai jalan nafas: bersihkan jalan nafas dari debris danmuntahan, lepaskan gigi palsu, pertahankan tulang servikalsegaris dengan badan dengan memasang kolar servikal, pasang guedel bila dapat ditolerir, jika cedera orofasial mengganggu jalan nafas, bila pasien harus diintubasi. b. Menilai penafasan: tentukan apakah pasien bernafas sepontanatau tidak. Jika tidak beri oksigen melalui masker oksigenJika pasien bernafas spontan, selidiki dan atasi cedera dada berat seperti pneumotoraks, pneumotoraks tensif,hemopneumotoraks .Pasang oksimeter nadi,jika tersedia,dengan tujuan menjaga satutasi oksigen minimum 95%. Jika jalan nafas pasien tidak terlindungi bahkan terancam ataumemperoleh oksigen yang adekuat ( PaO 2 > 95 mmHg danPaCO 2 < 4 0 mmHg serta saturasi O 2 > 95 % ) atau muntahmaka pasien harus diintubasi oleh ahli anestesi.c. Menilai s irkulasi: Otak yang rusak tidak mentolerir hipotensi.Hentikan semua perdarahan dengan menekan arterinya.Perhatikan secara khusus adanya cedera intraabdomen ataudada. Ukur dan catat frekuensi denyut jantung dan tekanandarah, pasang alat pemantau dan EKG bila tersedia. Pasangalur intravena yang besar, ambil darah vena untuk 32 pemeriksaan darah perifer lengkap, ureum, elektrolit,glukosa, dan analisis gas darah arteri. Berikan larutan koloid.Sedangkan larutan kristaloid ( dekstrosa atau dekstrosa dalamsalin ) menimbulkan eksaserbasi edema otak pascacederakepala. Keadaan hipotensi, hipoksia, dan hiperkapniamemperburuk cedera kepala.d. Obati kejang: kejang konvulsif dapat terjadi setelah cederakepala dan harus diobati. Mula-mula berikan diazepam 1 0 mgintravena perlahan-lahan dan dapat diulangi sampai 3 kali bila masih kejang. Bila tidak berhasil dapat diberikan fenitoin15 mg/kgBB diberika intravena perlahan-lahan dengankecepatan tidak melebihi 5 0 mg/menit.e. Menilai tingkat keparahan1. Cedera kepala ringan ( kelompok risiko rendah )a. Skor skala koma Glasgow 15 ( sadar penuh, atentif,dan orientatif ) b. Tidak ada kehilangan kesadaran (misalnya konkusi)c.

Tidak ada intoksikasi alkohol atau obat terlarangd. Pasien dapat mengeluh nyeri kepala dan pusinge. Pasien dapat menderita abrasi, laserasi, atauhematoma kulit kepalaf. Tidak adanya kreteria cedera sedang berat 33 2 . Cedera kepala sedang ( kelompok resiko sedang )a. Skor skala koma Glasgow 9-14 ( konfusi, latergi,atau stupor ) b. Konkusi ( tidak terjadi kerusakan struktural )c. Amnesia pasca-traumad. Muntahe. Tanda kemungkinan fraktur kranium ( tanda Battle,hemotimpanum, otorea ( keluar cairan dari telinga )atau rinorea ( keluar cairan dari hidung )f. Kejang 3 . Cedra kepala berat ( kelompok risiko berat )a. Skor skala koma Glasgow 3 -8 ( koma ) b. Penurunan derajat kesadaran secara progresif c. Tanda neurologis fokald. Cedra kepala penetrasi atau terba fraktur depresikaraniumTabel 1.1 Skala Koma Glasgow ( Glasgow Coma Scale, GCS )Buka mata( E )Respon motorik terbaik ( M )Respon verbalterbaik ( V )4.Spontan 3 .Dengan perintah 2 .Denganrangsangan nyeri1.Tidak reaksi6.mengikuti perintah5.melokalisir nyeri4.menghindar nyeri 3 .fleksi abnormal 2 .ekstensi abnormal1.Tidak ada gerakan5.orientasi baik dansesuai4.disorienasi tempatdan waktu 3 .bicara kacau 2 .mengerang1.tidak ada suara( Brunner & Suddart, 200

1 ) 3 4 2 . Pedoman Penatalaksanaana. Pada semua pasien dengan cedera kepala dan/atau leher,lakukan foto tulang belakang servikal ( proyeksi antero- posterior, lateral, dan odontoid ), kolar servikal baru dilepassetelah dipastikan bahwa seluruh tulang servikal C1-C7normal. b. Pada semua pasien dengan cedera kepalasedang dan berat,lakukan prosedur berikut :1. Pasang jalur interavena dengan larutan salin normal( NaCl 0 ,9% ) atau larutan Ringer laktat: cairan isotonislebih efektif mengganti volume intravaskuler daripadacairan hipotonis, dan larutan lain tidak menambahedema serebri. 2 . Lakukan pemeriksaan: hematokrit, periksa darah perifer lengkap, trombosit, kimia darah: glukosa, ureum, dankreatinin, masa protrombin atau masa tromboplastin parsial skrining toksikologi dan kadar alkohol bila perlu. 3 5c. Lakukan CT S can dengan jendela tulang: foto rontgen kepadatidak diperlukan jika CT S can dilakukan, karena CT S can inilebih sensitif untuk mendeteksi fraktur. Pasien dengan cederakepala ringan, sedang, berat, harus dievaluasi adanya:1. Hematoma epidural 2 . Darah dalam subaranoid dan intraventrikel 3 . Kontusio dan perdarahan jaringan otak 4. Edema serebri5. Obliterasi sisterna perimesensefalik 6. Pergeseran garis tengah7. Fraktur cranium, cairan dalam sinus, dan pneumosefalusd. Pada pasien yang koma ( skor GCS < 8 ) atau pasien dengantanda-tanda herniasi, lakukan tindakan sebagai berikut:1. Elevasi kepala 30

derajat 2 . Hiperventilasi: intubasi dan berikan venlilasimandatorik intermiten dengan kecepatan 1620 kali/menit dengan volume tidal 1 0 -1 2 ml/kg.Atur tekanan CO 2 sampai 2 832 mmHg.Hipokapnia berat( pCO 2 < 2 5 mmHg ) harus dihindari sebab dapatmenyebabkan vasokontriksi dan iskemia serebri 3 . Berikan manitol 20 % 1 g/kg interavena dalam 20 30 meni. Dosis ulang dapat diberikan 4-6 jam kemudian 3 6yaitu sebesar dosis semula setiap 6 jam sampaimaksimal 48 jam pertama4. Pasang kateter Foley5. Konsul bedah saraf bila terdapat indikasi operasi(hematoma epidural yang besar, hematoma, cederakepala terbuka, dan faktur impresi > 1 diploe ) 3 . Penatalaksanaan Khususa. Cedera kepala ringan: pasien dengan cedera kepala iniumumnya dapat dipulangkan kerumah tanpa perlu dilakukan pemerikasaan CT S can bila memenuhi kreteria berikut:1. Hasil pemeriksaan neurologis ( terutama status mini mentaldan gaya berjalan ) dalam batas normal 2 . Foto servikal jelas normal 3 . Adanya orang yang bertanggung jawab untuk mengamati pasien selama 2

4 jam pertama, dengan intruksi untuk segerakembali kebagian gawat darurat jika timbul gejala perburukanKriteria perawatan di rumah sakit:1. Adanya darah intracranial atau fraktur yang tampak pada CT S can 2 . Konfusi, agitasi, atau kesadaran menurun 3 . Adanya tanda atau dan gejala neurologis fokal 3 74. Intoksikasi obat atau alkohol5. Adanya penyakti medis komorbid yang nyata6. Tiadak adanya orang yang dapat dipercaya untuk mengamati pasien dirumah. b. Cedera kepala sedang: pasien yang menderita konkusi otak (komosio), dengan skala koma Glasgow 15 ( sadar penuh,orientasi baik dan mengikuti perintah ) dan CT S can normal,tidak perlu dirawat. Pasien ini dapat dipulangkan untuk observasi dirumah. meskipun terdapat nyeri kepala, mual,muntah, pusing atau amnesia. Resiko timbulnya lesiintracranial lanjut yang bermakna pada pasien dengan cederakepala sedang adalah minimal.1) Cedera kepala berat: setelah penilaian awal dan stabilisasitanda vital keputusan segera pada pasien ini adalah apakahterdapat indikasi intervensi bedah saraf segera ( hematomaintracranial yang berat ). Jika ada indikasi, harus segeradikonsulkan ke bedah saraf untuk tindakan operasi.Penatalaksanaan cedera kepala berat seyogyanyadilakukan diunit rawat intensif. Walaupun sedikit sekaliyang dapat dilakukan untuk kerusakan primer akibatcedera, tetapi setidaknya dapat mengurangi kerusakan otak sekunder akibat hipoksia, hipotensi, atau tekananintracranial yang meningkat. 3 8a. Penilaian ulang jalan nafas dan ventilasi: umumnya, pasien dengan stupor atau koma ( tidak dapat mengikuti perintah karena derajat kesadaran menurun ) harusdiintubasi untuk proteksi jalan nafas. Jika tidak ada bukti tekanan intrakranial meninggi, parameter ventilasiharus diatur sampai pCO 2 4 0 mmHg dan pO 2 9 0

-1 00 mmHg. b. Monitor tekanan darah: jika pasien memperlihatkantanda ketidakstabilan hemodinamik ( hipotensi atauhipertensi ), pemantauan paling baik dilakukan denganketeter arteri. Karena autoregulasi sering terganggu pada cedera kepal akut, maka tekanan arteri rata-rataharus dipertahankan untuk menghindarkan hipotensi( < 7 0 mmHg ) hipertensi ( > 1 30 mmHg ). Hipotensidapat menyebabkan iskemia otak sedangkanhipertensi dapat mengeksaserbasi serebri.c. Pemasangan alat monitor tekanan intracranial pada pasien dengan skor GCS < 8, bila memungkinkand. Penatalaksanaan cairan: hanya larutan isotonis ( salinnormal atau Ringer laktat ) yang diberikan kepada pasien dengan cedera kepala karena air bebas tambahandalam salain 0 ,45% atau dekstrosa 5 % dalam air (D5W) dalam menimbulkan eksaserbasi edema serebri. 3 9e. Nutrisi: cedera kepala berat menimbulkan responshipermetabolik dan katabolik, dengan keperluan 5 0 -1 00 % lebih tinggi dari normal. Pemberian makanan enteralmelalui pipa nasogastrik atau nasoduodenal harusdiberikan sesegera mungkin ( biasanya hari ke 2 perawatan )f. Temperatur badan: demam ( temperature > 1 0 1 derajatF ) mengeksaserbasi cedera otak dan harus diobatisecara agresif dengan asetaminofen atau kompresdingin. Pengobatan penyebab ( antibiotik ) diberikan bila perlu.g. Anti kejang: fenitoin 1520 mgkg BB bolus intravena,kemudian 300 mg/hari intravena mengurangi frekuensikejang pascatrauma dini ( minggu pertama ) dari 14 %menjadi 4 % pada pasien dengan perdarahanintracranial traumatik. Pemberian fenitoin tidak mencegah timbulnya epilepsi pascatrauma dikemudianhari. Jika pasien tidak menderita kejang, fenitoin harusdihentikan setelah 7-1 0 hari. Kadar fenitoin harusdipantau ketat karean kadar subtrapi sering disebabkanhipermetabolisme fenitoin.h.

Steroid: steroid tidak terbukti mengubah hasil pengobatan pasien dengan cedera kepala dan dapat 4 0 meningkatkan resiko infeksi, hiperglikemia, dankomplikasi lain. Untuk itu, steroid hanya dipakaisebagai pengobatan terahir pada herniasi serebri akut(deksametason 1 0 mg interavena setiap 4-6 jam selama48-7 2 jam ).i. Profilaksis thrombosis vena dalam: sepatu botkomprensif pneumatic dipakai pada pasien yang tidak bergerak untuk mencegah terjadinya thrombosis venadalam pada ekstremitas bawah dan resiko yang berkaitan dengan tromboemboli paru. Heparin 5. 000 unit subkutan setiap 1 2 jam dapat deberikan setelahcedera kepala pasien dengan imobilisasi lama, bahkandengan adanya perdarahan intracranial.( Arif Mansjoer, 2000 ). 2 .1.9 Komplikasia. Edema PulmonalisKomplikasi paru-paru yang serius pada cedera kepala adalahedema paru. Ini mungkin terutama berasal dari gangguanneurologis atau akibat dari sindrom distress pernapasan dewasa.Edema paru dapat akibat dari cedera otak yang menyebabkanadanya Refleks Cusihing. Peningkatan pada tekanan darah 41simtemik terjadi sebagai respons dari system saraf simpatis pada peningkatan TIK. b. KejangKejang terjadi kira-kira 1 0 % dari pasien cedera kepalaselama fase akut. Satu-satunya tindakan medis terhadap kejangadalah terapi obat. Diazepam merupakan obat yang paling banyak dipergunakan dan diberikan secara perlahan melalui intravena.c. Kebocoran Cairan SerebrospinalHal yang tidak umum pada beberapa pasien cedera kepaladengan fraktur tengkorak untuk mengalami kebocoran CSS daritelinga atau hidung. Hal ini dapat akibat dari fraktur pada fossaanterior dekat sinus frontal atau dari fraktur tengkorak basilar bagian petrous dari tulang temporal. ( Hudak,1996 ) 4 2 2 .1 Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Diagnosa MedisCKS ( Cedera Kepala Sedang )Proses keperawatan adalah: suatu metode dimana suatu konsepditerapkan dalam prktik keperawatan. Hal ini bisa disebut sebagai suatu pendekatan problem-solving yang memerlukan ilmu, teknik,

danketerampilan intrapersonal dan ditujukan utuk memenuhi kebutuhanklien/keluarga.( Nursalam, 200 1 )Asuhan keperawatan adalah factor penting dalam survival pasien dandalam aspek-aspek, rehabilitasi, dan preventif perawat kesehatan.( Marilynn E. Doenges, 1999 )Langkah-langkah dalam penerapan asuhan keperawatan meliputi : pengkajian, diagnose keperawatan, rencana tindakan keperawatan, tindakankeperawatan dan evaluasi keperawatan. 2 . 2 .1 PengkajianPengkajian merupakan tahap dari proses keperawatan danmerupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi statuskesehatan klien ( Nursalam, 200 1 ) 4 3 Langkah-langkah dalam pengkajian meliputi:a. Pengumpulan dataAda 2 tipe data pada pengkajian:1. Data Subyektif Data subyektif adalah data yang didapatkan dari klen sebagaisuatu pendapat terhadap suatu situasi dan kejadian. Informasitersebut tidak dapat ditentukan oleh perawat secara independentetapi melalui suatu interaksi atau komunkasi. 2 . Data obyektif Data obyektif adalah data yang dapat diobservasi dan diukur.Informasi tersebut biasanya diperoleh melalui senses : 2 S( sight,smell ) dan HT ( hearing dan touch atau taste ) selama pemeriksaan fisik.Pengumpulan data pasien baik subyektif maupun obyektif pada trauma kepala adalah sebagai berikut:1. Identitasa. Identitas Klien: nama, umur, jenis kelamin,agama/suku bangsa, status perkawinan, pendidikan, bahasa yang digunakan, alamat, pekerjaan, golongandarah, penghasilan. b. Identitas penanggung Jawab: nama, umur, jeniskelamin, agama/suku bangsa, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, hubungan dengan klein. 44

2 . Keluhan UtamaUmumnya keluhan utama saat klien dirawat/masuk rumahsakit penurunan tingkat kesadaran( GCS 9-1 2 ), pusing,sakit kepala, gangguan motorik, kejang, gangguansensorik dan gangguan kesadaran. Format PQRST dapatdigunakan untuk mempermudah pengumpulan data, penjabaran dari PQRST adalah :P (paliatif) : apa yang menjadi hal-hal yang meringankandan memperberat.Q (quantitas): seberapa berat keluhan, bagaimana rasanya? seberapa sering terjadinya ?R (radiasi) : dimanakah lokasi keluhan ?, bagaimana penyebarannya.S (skala) : dengan menggunakan GCS untuk gangguankesadaran, skala nyeri untuk keluhan nyeri.T (timing) : kapan keluhan itu terasa ?, seberapa seringkeluhan itu terasa. 3 . Riwayat penyakit sekarangmerupakan rangkaian kejadianmulai dari terjadinyatrauma sehingga klien masuk rumah sakit.4. Riwayat penyakit dahulumerupakan riwayat penyakit yang pernah diderita kliendan berhubungan dengan sistem persarafan. 455. Riwayat penyakit keluargaMeliputi susunan anggota keluarga khususnya yangkemungkinan biasa berpengaruh pada kesehatan anggotakeluarga yang lain.6. Pemeriksaan fisik pada dasarnya dalam pemeriksaan fisik menggunakan pendekatan secara sistematik yaitu : inspeksi, palpasi,auskultasi dan perkusi.a. Keadaan UmumMeliputi tanda-tanda vital, BB/TB, b. KesadaranSkala Koma Glasgow ( Glasgow Coma Scale, GCS )1. Respon membuka mata ( E )a. Membuka mata dengan spontan ( 4 ) b. Membuka mata dengan perintah ( 3 ) c. Membuka mat dengan rangsangan nyeri ( 2 )d. Tidak reaksi reaksi apapun ( 1 ) 2 . Respon motorik ( M )a. mengikuti perintah ( 6 ) b. melokalisir nyeri ( 5 )c.

menghindar nyeri ( 4 )d. fleksi abnormal ( 3 )e. ekstensi abnormal ( 2 ) 46f. Tidak ada reaksi apapun ( 1 ) 3 . Respon verbal ( V )a. orientasi baik dan sesuai ( 5 ) b. disorienasi tempat dan waktu ( 4 )c. bicara kacau ( 3 )d. mengerang ( 2 )e. tidak ada reaksi papaun ( 1 )c. Pemeriksaan head to toe1. Kepala dan rambutDikaji bentuk kepala, kesemetrisan, keadaan kulitkepala 2 WajahStruktur wajah, warna kulit, ekspresi 3 MataBentuk bola mata,ada tidaknya gerakan kelainan pada bola mata4 HidungKesemetrisan, kebersihan5. TelingaKesemtrisan, kebersihan dan tidaknya kelainanfungsi pendengaran 476. Mulut dan bibir Kesemetrisan bibir, kelembaban, mukosa,kebersihan mulut.7. GigiJumlah gigi lengkap atau tidak, kebersihan, adatidaknya peradangan pada gusi, ada tidaknyacaries.8. Leher Posisi trakea ( deviasi trachea ), ada tidaknya pembesaran kelenjar tiroid atau vena jugularis.9. IntegumenMeliputi warna, kebersihan, turgor, tekstur kulit,dan kelembaban, perubahan bentuk dan warna pada kulit.1 0 . ThoraxDikaji kesemetrisannya, ada tidaknya suara redup pada perkusi, kesemetrisan ekspansi dada, adatidaknya suara ronchi dan whezzing.11. AbdomenAda tidaknya distensi abdomen. Asites, nyeritekan 481 2 . Ektremitas atas dan bawahKesemetrisannya, ada tidaknya oedema, pergerakan dan tonus otot, serta kebersihanDi dalam pemeriksaan fisik pada gangguan cedera kepalasedang ( Marilynn E. Doenges,1999 )a. Aktifitas / istirahatGejala : merasa lemah, letih, kaku, kehilangankeseimbangan.Tanda : perubahan kesadarn, letargie, hemiparese,kuadreplegia, ataksia, cara berjalan tak tegap, masalah

keseimbangan, cidera atautrauma, orthopedic, kehilangan tonus ototdan tonus spatik. b. SirkulasiGejala : normal atau perubahan tekanan darah.Tanda : perubahan frekuensi jantung (bradikaria,tahikardia yang diselingi disritmia.c. Integritas egoGejala : perubahan tingkah laku kepribadian(terang atau dramatis)Tanda : cemas mudah tersinggung, delirium,agitasi, bingung, depresi dan impulsive. 49d. EleminasiGejala : inkontinensia kandung kemih / usus ataumegalami gangguan fungsi.e. Makanan / cairanGejala : mual, muntah, dan mengalami perubahanselera.Tanda : muntah kemungkinan muntah proyektil,gangguan menelan (batuk, air liur keluar,disfagia).f. NeurosensoriGejala : kehilangan kesadaran, amnesia seputar kejadian, vertigo, sinkope, tinnitus,kehilangan pendengaran, baal padaekstremitas. Perubahan dalam penglihatanseperti ketajamannya, diplopia,kehilangan sebagian lapang pandang,fotopobia.Tanda : perubahan kesadaran bisa sampai koma, perubahan status mental (oreintasi,kewaspadaan, perhatian / konsentrasi, pemecahan masalah, pengaruh emosi atautingkah laku dan memori). Perubahan pupil (respon terhadap cahaya simetris), 5 0 deviasi pada mata. Ketidakmampuankehilangan pengideraan seperti pengecapan, penciuman dan pendengaran.Wajah tidak simetris, gengaman lemahtidak seimbang, reflek tendon dalam tidak ada atau lemah, apaksia, hemiparese,kuadreplegia, postur dekortikasi ataudeselebrasi, kejang sangat sensitiveterhadap sentuhan dan gerakan.g. Nyeri dan kenyamananGejala : sakit kepala dengan intensitas denganlokasi yang berbeda bisaanya sama.Tanda : wajah menyeringai, respon menarik padarangsangan nyeri yang hebat, gelisah,tidak bisa istirahat, merintih.h. PernafasanTanda : perubahan pada napas (apnoe yangdiselingi oleh hiperventilasi), napas berbunyi, stridor, tersendak, ronchi,mengi, kemungkinan karena konspirasi. 51i. KeamananGejala : trauma baru atau trauma karenakecelakaan.Tanda : fraktur dislokasi, gangguan penglihtan,kulit aserasi, abrasi, tanda battle disekitar telinga (merupakan tanda adanya trauma),adanya aliran cairan dari telinga / hidung,gangguan kognitif, gangguan rentanggerak, tonus otot hilang, kekuatan secaraumum mengalami paralysis, demam,gangguan dalam regulasi suhu tubuh. j. Interaksi sosialGejala : apasia motorik atau sensorik, bicara tanpaarti, bicara berulang-ulang, disartria dananomia.k. Penyuluhan dan pembelajaranGejala : penggunaan alkohol atau obat lain.1. Rencana pemulangan : membutuhkan bantuan pada perawatan diri, ambulasi, transportasi, menyiapkanmakan, belanja perawatan, pengobatan,

tugas-tugasrumah tangga, perubahan tata ruang atau fasilitaslainnya di rumah. 5 2 2 . 2 . 2 Diagnosa Keperawatan ( NANDA )Diagnosa keperawatan adalah cara mengidentifikasi,memfokuskan dan, mengatasi kebutuhan spesifik psien serta responterhadap masalah aktual dan resiko tinggi.( Marilynn E. Doenges, 1999 )Diagnosa keperawatan adalah suatu pernyataan yangmenjelaskan respons manusia ( status kesehatan atau resiko perubahan pola ) dari individu atau kelompok dimana perawatsecara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikanintervensi secara pasti untuk menjaga status kesehatanmenurunkan, membatasi, mencegah, dan merubah. ( Carpenito, 2000 ) NANDA menyatakan bahwa diagnose keperawatan adalahkeputusan klinik tentang respon individu, keluarga danmasyarakat tentang masalah kesehatan actual atau potensial,sebagai dasar seleksi intervensi keperawatan untuk mencapaitujuan asuhan keperawatan sesuai dengan kewenangan perawat.Adapun diagnosa keperawatan yang sering muncul antara lain : a. Ketidakefektifan jaringan serebral berhubungan dengan edemaserebral ( respon local atau umum pada cedera, perubahanmetabolik) penurunan tekanan darah/hipoksia hipolemiadisritmia jantung 5 3 b . Ketidakefektifan Pola Napas berhubungan dengan pertukaranudara eksipirasi dan inspirasi c . Ketidak seimbangan Nutrisi; lebih sedikit dari kebutuhantubuh berhubungan dengan intake, nutrisi tidak cukup untuk metabolisme tubuh d . Risiko Infeksi berhubungan dengan kerusakan pada jaringandan peningkatan risiko masuknya organisme pathogen 2 . 2 . 3

Rencana tindakan KeperawatanRencana tindakan keperawatan adalah desain spesifik intervensiuntuk membantu dalam mencapai kreteria hasil. Rencana tindakandilaksanakan berdasarkan komponen penyebab dari diagnosekeperawatan. Oleh karena itu rencana mendefinisikan suatuaktifitas yang diperlukan untuk membatasi fakto-faktor pendukungterhadap suatu permasalahan. ( Nursalam, 200 1 ).Rencana tindakan keperawatan adalah preskripsi untuk prilaku spesifik yang diharapkan dari pasien dan atau tindakanyang harus di lakukan oleh perawat.( Maritynn E. Doenges, !999 ). 54Tabel 2 . 2 Rencana Tindakan No DiagnosaKeperawatan Rencana Tindakan Tujuan dan Intervensi Rasional kreteria hasil 1 2 3 4 5 1 Ketidakefektifan Setelah dilakukan 1.Monitor status 1.Mengkaji adanya jaringan serebral tindakan kepera hemodinamik, kecenderungan berhubungan watan selama 2 x neurologi dan pada tingkat kesa dengan edema 2 4 jam diharapkan vital sign tiap 4 daran dan potensi serebral ( respon

perfusi jaringan jam peningkatan TIK dan local Atau umum serebral efektif bermanfaat dalam pada cedera, dengan kreteria menentukan lokasi, perubahan metab hasil : perluasan dan perkem olik ) penurunan a.Tidak ada edema bangan kerusakan tekanan darah/ perifer SSP hipoksia b.PertahankanTingkat kesadaran 2 .Monitor dan irama 2 .Nafas yang tidak terat pernafasan ur dapat menunjuk kan lokasi adanyagangguan sereberal/Peningkatan TIK danmemerlukan inter vensi yang lebihlanjut termasuk dukungan nafas buatan 3 .Monitor,ukur,ben 3 .Reaksi pupil diatur tuk,simetrifitasi Oleh saraf cranial oku pupil lomotor ( III ) dan berguna untuk menentikan apakah batang oatk masih baik 4.Catat intake dan 4.Bermanfaat sebagaioutput cairan indikator dari cairantubuh total tubuh yangterintegrasi dengan perfusi jaringan 551 2 3 4 5 2 Ketidakefektifan Setelah dilakukan 1.Auskultasi suara 1.Untuk mengidentifika pola nafas berhu tindakan keperaw pernafasan si adanya masalah bungan dengan atan selama 2 x 2 4 paru seperti,kongesti, pertukaran udara jam diharapkan atau obstruksi jalaninspirasi dan pola nafas efektif nafas yang membahaya ekspirasi dengan kreteria kan oksigenasi serebhasil : eral atau menandakana.Tidak ada terjadinya infeksisianosis dan paru.dyspneu b.Frekuensi perna 2 .Monitor hasil

2 .Melihat kembali venti pasan normal rongent lasi dan tanda-tandakomplikasi yang berkembang ( sepertiatelektasis atau bronkopneumonia ) 3 .Monitor respirasi 3 .Memaksimalkan O 2 dan status pada darah arteri danoksigen membantu dalam pencegahanhipoksia,jika pusat pernafasan tertekan,mungkin diperlukanventilasi mekanik.4.Lakukan suction 4.Pengisapan biasanya jalan nafas dibutuh jika pasienkoma atau dalamkeadaan imobilisasidan tidak dapatmembersihkan jalannafasnya sendiri.5.Posisikan pasien 5.Untuk mengetahuiuntuk memaksi ekspansi paru/malkan ventilasi ventilasi paru danmenurunkan adanyakemungkinan lidah jatuh yangmenyumbat jalanafas. 561 2 3 4 56.Pertahakan jalan 6.Mencegah ataunafas yang paten menurunkanatelektasis 3 Ketidakseimbangan Setelah dilakukan 1.Kaji kemampuan 1.Meningkatkan proses nutrisi dari kebu tindakan keperawa klien untuk men pencernaan dan tolera tuhan tubuh ber tan selama 2 x 2 4 dapatkan nutrisi nsi pasien terhadap hubungan dengan jam diharapkan yang dibutuhkan nutrisi yang di intake nutrisi tidak keseimbangan berikan dan dapat m cukup untuk meta nutrisi lebih dari meningkatkan kerjasa bolisme. kebutuhan tubuh ma pasien saat makandengan kreteriahasil : 2 . Monitor lingku 2 .Meskipun prosesa. Adanya peningk ngan selama pemilihan pasienatan BB sesuai makan memerlukan bantuandengan tujuan makanan atau mengg b.BB sesuai unakan alat bantu,dengan TB sosialisasi waktu c.Tidak ada tandamakan dengan orang tanda malnutrisi terdekat atau temandapat meningkatkan pemasukan danmenormalkan fungsimakan 3 .Monitor kadar 3 .Mengidentifikasialbumin, total defesiensi nutrisi, protein, Hb, fungsi organ, danrespon terhadapnutrisi tersebut4.Kolaborasi 4.Merupakan sumber dengan ahli gizi yang efektif untuk untuk memenuhi mengidentifikasi jumlah kalori kebutuhan kalori/dan nutrisi yang nutrisi

tergantungdibutuhkan pada usia, BB, ukuran pasien penyakit sekarang( trauma, penyakit jantung/masalahmatabolisme 571 2 3 4 55.Timbang BB 5.Mengavaluasisesuai indikasi keefektifan ataukebutuhan mengubah pemberian nutrisi6.Catat perubahan 6.Bermanfaat sebagaiBB indicator dari cairantotal tubuh yangterintegerasi dengan perfusi jaringan4 Resiko infeksi Setelah dilakukan 1.Cuci tangan 1.Cara pertama untuk berhubungan tindakan keperaw sebelum dan mengindari terjadidengan pening atan selama 2 x 2 4 sesudah tinda nya infeksi nosokokatan resiko jam diharapkan kan keperawatan mialmasuknya resiko infeksiorganism tidak terjadi 2 .Kaji temperature 2 .Dapat mengidentifik patogen dengan kreteria Klien tiap 4 jam asikan sepsis yanghasil : selanjutnya memerlua.Klien bebas dari kan tindakan segeratanda dan gejalainfeksi 3 .Tingkatkan 3 .Menurunkan kemung b.Menunjukan intake cairan kinan terjadinyakemampuan tubuh pertumbuhan bakteriuntuk mencegah atau infeksi yangtibulnya infeksi menambah naik c.Jumlah leokositdalam batas 4.Berikan terapi 4.Terapi profilaktif normal antibiotik sesuai digunakan pada kliend.Menunjukkan Instruksi yang mengalami prilaku hidup trauma ( perlukaan ),sehat kebocoran CSS atausetelah dilakukan pembedahan untuk menurunkan resikoterjadinya infeksi( Nanda Diagnosa,Nic & Noc, 200 8 ) 58 2 . 2 .4 Tindakan keperawatanPelaksanaan adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik, tahap pelaksanaan dimulai setelahrencana tindakan disusun dan diharapkan pada Nursing aders untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan yangmencangkup peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pemulihan kesehatan dan mempalisitai koping. Ada tiga tahapdalam tindakan keperawatan yaitu : Persiapan, intervensi, dandokumentasi.( Nursalam, 200 1 )Impelentasi keperawatan adalah inisiatif dari rencanatindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik. ( Nursalam, 200 1 ) 2 . 2 .5

Evaluasi keperawatnEvaluasi adalah tindakan intelektual untuk melengkapi proseskeperawatan yang menandakan seberapa jauh diagnosekeperawatan, rencana tindakan, dan pelaksanaannya sudah berhasildicapai. Melalui evaluasi memungkinkan perawat untuk memonitor kealpaan yang terjadi selama tahap pengkajian, analisa, perencanaan, dan pelaksanaan tindakan. ( Nursalam, 200 1 )Adapun komponen tahap evaluasi adalah pertama pencapaiankreteria hasil, kedua keefektifan tahap-tahap keperawatn, ketigarevisi atau terminasi keperawatn. 59Evaluasi perencanaan kreteria hasil tulis pada catatan perkembangan dalam bentuk SOAPIER :S ( Subyektif ) : Keluhan-keluhan klienO ( Obyektif ) : Apa yang dilihat, dicium, diraba dan dapatdiukur oleh perawat.A ( Analisa ) : Kesimpulan tentang keadaan klienP ( Plan of care ) : Rencana tindakan keperawatan untuk mengatasi diagnosa/masalah keperawatanklien.I ( Intervensi ) : Tindakan yang dilakukan perawat untuk kebutuhan klienE ( Evaluasi ) : Respon klien terhadap tindakan perawatR ( Ressesment ) : Mengubah rencana tindakan keperawatanyang diperlukan.Tujuan evaluasi ini adalah untuk melihat kemampuan kliendalam mencapai tujuan. Hal ini bias dilaksanakan denganmengadakan hubungan dengan klien berdasarkan respon klienterhadap tindakan keperawatan yang diberikan, sehingga perawatdapat mengambil keputusan:a. Mengakhiri rencana tindakan keperawatan ( klien telahmencapai tujuan yang ditetapkan ). b. Memodifikasi rencana tindakan keperawatan ( klienmengalami kesulitan untuk mencapai tujuan ) 6 0 c. Meneruskan rencana tindakan keperawatan ( kilenmemerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai tujuan ) 61 BAB 3TINJAUAN KASUSASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn S DENGAN DIAGNOSAMEDIS CKS ( CEDERA KEPALA SEDANG ) DI RUANG BEDAHRUMAH SAKIT UMUM DR. R. SOEDJONO SELONG1. Pengkajian a. Identitas Klien Nama : Tn. SUmur : 19 tahunJenis Kelamin : Laki-lakiAgama : IslamPendidikan : SMPSuku/Bangsa : Sasak/indonesiaAlamat : Karang Ranjong,Lenek AikmelPekerjaan : TaniRuangan : BedahPenanggung jawab biaya : JPS No RM : 157 0 6 3 Diagnosa medik : CKS ( Cidera Kepala Sedang )Tanggal masuk : 0 1 Juni 20 11Tanggal dikaji : 02 Juni

20 11 6 2 Keluarga yang bertanggung Jawab Nama : Tn. R Hub. dengan keluarga : Kakak kandungAlamat : Karang Ranjong,Lenek Aikmel b. Riwayat Kesehatan1. Keluhan utamaKlien mengatakan sakit kepala 2 . Riwayat kesehatan sekarangPada tanggal 0 1 Juni 20 11 jam 22 .45 WIB, klien mengalamikecelakaan lalu lintas di Lenek, dan terdapat luka robek di dahikanan + 6 x 3 cm kedalaman + 2 cm, dan klien mendapat pertolongan pertama di Puskesmas Aikmel, setelah mendapat pertolongan klien mengeluh nyeri dengan skala nyeri 5 ( 0 -1 0 )sehingga klien tidak bisa istirahat dan sulit bernapas, karena kliensulit bernafas klien di rujuk ke Rumah Sakit Dr. R. SoedjonoSelong untuk mendapat pertolongan selanjutnya, dan atas instruksidokter klien harus di rawat inap di ruang bedah untuk mendapattindakan selanjutnya. 3 . Riwayat kesehatan yang laluKlien mengatakan tidak pernah mempunyai riwayat penyakitseperti hipertensi, dan klien mengatakan klien hanya sakit batuk pilek.dan sembuh setelah meminum obat. 6 3 4. Riwayat penyakit keluargaKeluarga klien mengataktan ada anggota keluarganya yangmengalami penyakit tumor dan sudah di operasi 15 tahun yang lalu,dan tidak pernah mengalami penyakit yang di derita klien saat ini.GenogramKeterangan: Laki-laki/Perempuan: Laki-laki/Perempuan meninggal: Klien: Garis perkawinan: Garis keturunan-------- : Tinggal serumah 645. Pemeriksaan fisik a. Keadaan umum saat pengkajian : SedangKesadaran : ComposmentisGCS : Respon motorik : 6Respon verbal : 3 Respon membuka mata : 3 Jumlah : 1

2 b. Tanda-tanda vitalTekanan darah : 1 20 /8 0 mmHgSuhu : 3 6. 0 0 C Nadi : 8 0 x / menitPernafasan : 20 x / menitc. Pemeriksaan sistematis1). Kepala : Pada kulit kepala bulat, simetris, terdapat lukarobek di dahi kanan + 6 x 3 cm dan kedalaman+ 2 cm. 2 ). Mata : Bentuk simetris, palpebra oedema, conjunctivatidak anemis, sclera tidak ikterik, pupil isokor. 3 ). Hidung : Bentuk simetris, fungsi penciuman : klienmenghirup sesuatu yang di dekatkan, tidak ditemukan adanya perdarahan di hidung( rinore ). of 102 Leave a Comment Comment must not be empty. You must be logged in <http://www.scribd.com/login> to leave a comment. Submit Characters: 400 Comment must not be empty. You must be logged in <http://www.scribd.com/login> to leave a comment. Submit Characters: ... Askep Cks ( Cedera Kepala Sedang ) Download or Print /669 Reads/ Info and Rating Category: /Uncategorized./ Rating: Upload Date: 12/21/2011 Copyright: Attribution Non-commercial Tags: /This document has no tags./

Flag document for inapproriate content This is a private document. </static/help?type=private> <http://www.scribd.com/eapologize> Uploaded by E-Mank Apologize <http://www.scribd.com/eapologize> Follow </login> Download * Embed Doc * Copy Link * Add To Collection * Comments * Readcast * Share Share on Scribd: Readcast Search TIP Press Ctrl-F F to quickly search anywhere in the document. Search *Search History: * Searching... Result 00 of 00 00results for result for # p. More from This User Related Documents More From This User 5 p. <http://www.scribd.com/doc/78392115/KELAINAN-HEMATOLOGI-Suriati> KELAINAN HEMATOLOGI (Suriati) <http://www.scribd.com/doc/78392115/KELAINAN-HEMATOLOGI-Suriati> 102 p. <http://www.scribd.com/doc/76229032/Askep-Cks-Cedera-Kepala-Sedang> Askep Cks ( Cedera Kepala Sedang ) <http://www.scribd.com/doc/76229032/Askep-Cks-Cedera-Kepala-Sedang> 7 p. <http://www.scribd.com/doc/47383983/SYOK> SYOK <http://www.scribd.com/doc/47383983/SYOK> Next 7 p. <http://www.scribd.com/doc/47173699/SYOK> SYOK <http://www.scribd.com/doc/47173699/SYOK> 26 p.

<http://www.scribd.com/doc/38942331/ced-mt-docstoc> ced+mt+docstoc <http://www.scribd.com/doc/38942331/ced-mt-docstoc> Prev Related Documents 15 p. <http://www.scribd.com/doc/42742397/Gangguan-Alam-Perasaan-Menerik-Diri> Gangguan Alam Perasaan Menerik Diri <http://www.scribd.com/doc/42742397/Gangguan-Alam-Perasaan-Menerik-Diri> From hamsyah23 <http://www.scribd.com/people/view/32138988> 13 p. <http://www.scribd.com/doc/69743315/cth-kasus> cth kasus <http://www.scribd.com/doc/69743315/cth-kasus> From Candra Rukmana <http://www.scribd.com/people/view/71465917> 6 p. <http://www.scribd.com/doc/38298994/Asuhan-Keperawatan-Pada-Ny-n> Asuhan Keperawatan Pada Ny n <http://www.scribd.com/doc/38298994/Asuhan-Keperawatan-Pada-Ny-n> From Fajri Mif Shitskikh <http://www.scribd.com/people/view/28026414> Next 26 p. <http://www.scribd.com/doc/69691335/Askep-Curiga-Kelompok-1> Askep Curiga (Kelompok)1 <http://www.scribd.com/doc/69691335/Askep-Curiga-Kelompok-1> From anon_872357313 <http://www.scribd.com/people/view/105970599> 36 p. <http://www.scribd.com/doc/61339117/BAB-III-Karisnoma-Dermis> BAB III Karisnoma Dermis <http://www.scribd.com/doc/61339117/BAB-III-Karisnoma-Dermis> From Gokil Gak <http://www.scribd.com/people/view/91590872> 46 p. <http://www.scribd.com/doc/51034798/9/Faktor-Presipitasi-Faktor-Pencetus> 2) Faktor Presipitasi (Faktor Pencetus) <http://www.scribd.com/doc/51034798/9/Faktor-Presipitasi-Faktor-Pencetus> From Gunk Deep <http://www.scribd.com/people/view/29875169> Prev Next 46 p. <http://www.scribd.com/doc/51034798/13/Diagnosa-Keperawatan> 4) Diagnosa Keperawatan <http://www.scribd.com/doc/51034798/13/Diagnosa-Keperawatan> From Gunk Deep <http://www.scribd.com/people/view/29875169> 46 p. <http://www.scribd.com/doc/51034798/LP-kerusakan-integritas-sosial> LP kerusakan integritas sosial <http://www.scribd.com/doc/51034798/LP-kerusakan-integritas-sosial> From Gunk Deep <http://www.scribd.com/people/view/29875169> 13 p. <http://www.scribd.com/doc/46360097/Askep-PK> Askep PK <http://www.scribd.com/doc/46360097/Askep-PK> From ultra_lord <http://www.scribd.com/people/view/15843129> Prev Next 74 p. <http://www.scribd.com/doc/56867229/Askep-Menser> Askep Menser <http://www.scribd.com/doc/56867229/Askep-Menser> From Lp Askep Cuii Eaty <http://www.scribd.com/people/view/78493984> 4 p. <http://www.scribd.com/doc/55949078/Jiwa-Dan-Raga-1>

Jiwa Dan Raga 1 <http://www.scribd.com/doc/55949078/Jiwa-Dan-Raga-1> From Arya Bima <http://www.scribd.com/people/view/74357301> 24 p. <http://www.scribd.com/doc/54134539/Maklah-Jiwa-Isolasi-Sosial-Baruuuuuu> Maklah Jiwa Isolasi Sosial Baruuuuuu <http://www.scribd.com/doc/54134539/Maklah-Jiwa-Isolasi-Sosial-Baruuuuuu> From Same Ender <http://www.scribd.com/people/view/53008359> Prev Next 12 p. <http://www.scribd.com/doc/61510484/Untitled> Untitled <http://www.scribd.com/doc/61510484/Untitled> From Jenyjoong Way <http://www.scribd.com/people/view/69257456> 20 p. <http://www.scribd.com/doc/73262622/Tugas-Kelompok-7-Halusinasi-an> Tugas Kelompok 7 Halusinasi an <http://www.scribd.com/doc/73262622/Tugas-Kelompok-7-Halusinasi-an> From Dian Safitri <http://www.scribd.com/people/view/93292008> 121 p. <http://www.scribd.com/doc/64251049/askep-jiwa> askep jiwa <http://www.scribd.com/doc/64251049/askep-jiwa> From Kuntum Khaira Kimkunbum <http://www.scribd.com/people/view/53359123> Prev Next 5 p. <http://www.scribd.com/doc/54829723/Dx-keperawatan> Dx keperawatan <http://www.scribd.com/doc/54829723/Dx-keperawatan> From Rizka Yunita <http://www.scribd.com/people/view/65609520> 15 p. <http://www.scribd.com/doc/38438740/askep-lansia> askep lansia <http://www.scribd.com/doc/38438740/askep-lansia> From 123dfjkl <http://www.scribd.com/people/view/23543523> 67 p. <http://www.scribd.com/doc/34702427/KTI-HALUSINASI> KTI HALUSINASI <http://www.scribd.com/doc/34702427/KTI-HALUSINASI> KTI ini dengan kasus yg diambil di ruang beerry di RS Duren Sawit Jakarta Timur From Hazzan_Saz__340 <http://www.scribd.com/people/view/24547903> Prev Next 29 p. <http://www.scribd.com/doc/56234636/ASKEP-ISOS> ASKEP ISOS <http://www.scribd.com/doc/56234636/ASKEP-ISOS> From Sigit Purbo <http://www.scribd.com/people/view/76964521> 28 p. <http://www.scribd.com/doc/14742935/Lampiran-3-Rencana-Tindakan-Keperawatan-Jiw a> Lampiran 3 Rencana Tindakan Keperawatan Jiwa <http://www.scribd.com/doc/14742935/Lampiran-3-Rencana-Tindakan-Keperawatan-Jiwa > From mrgie <http://www.scribd.com/people/view/10932319> Prev You Must be Logged in to Download a Document Use your Facebook login and see what your friends are reading and sharing. Other login options Login with Facebook <javascript:void(0);>Spinner_mac_white

Signup I don't have a Facebook account email address (required) create username (required) password (required) Send me the Scribd Newsletter, and occasional account related communications. Sign Up Privacy policy </privacy> Spinner_mac_white You will receive email notifications regarding your account activity. You can manage these notifications in your account settings. We promise to respect your privacy. Why Sign up? 1. 1. Discover and Connect With people of similar interests 2. 2. Publish Your Documents Quickly and easily 3. 3. Share Your Reading Interest On Scribd and social sites like Facebook and Twitter Already have a Scribd account? email address or username password Log In Spinner_trans_gray Trouble logging in? <javascript:void(0);> Login Successful Now bringing you back... Spinner_large_mac_white Reset Your Password Back to Login <#> Please enter your email address below to reset your password. We will send you an email with instructions on how to continue. Email Address: You need to provide a login for this account as well. Login Submit Spinner_mac_white

Upload a Document </upload-document> Search Documents <#> * * * * Follow Us! scribd.com/scribd </scribd> twitter.com/scribd <http://twitter.com/scribd> facebook.com/scribd <http://www.facebook.com/pages/Scribd/6978454082>

* * * * * * * * * * * * *

About </about> Press </static/press> Blog <http://blog.scribd.com/> Partners </partners> Scribd 101 </scribd101> Web Stuff </webstuff> Support <http://support.scribd.com> FAQ </faq> Developers / API </developers> Jobs </jobs> Terms </terms> Copyright </copyright> Privacy </privacy>

Copyright 2012 Scribd Inc. Language: English <#> Choose the language in which you want to experience Scribd: * English </language?destination=http%3A%2F%2Fwww.scribd.com%2Fdoc%2F76229032%2FAskepCks-Cedera-Kepala-Sedang&id=en> * Espaol </language?destination=http%3A%2F%2Fwww.scribd.com%2Fdoc%2F76229032%2FAskepCks-Cedera-Kepala-Sedang&id=es> * Portugus (Brasil) </language?destination=http%3A%2F%2Fwww.scribd.com%2Fdoc%2F76229032%2FAskepCks-Cedera-Kepala-Sedang&id=pt> scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd.