Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Metode Inkuiri | Kelebihan dan Kekurangan

Posted by Muhammad Taufan on January 6, 2012

Pengertian Metode Inkuiri


Dalam memberikan pengertian yang tepat tentang inkuiri secara gramatikal tidaklah mudah. Setiap ahli memberikan pengertian yang berbeda-beda. Namun, mempunyai tujuan yang sama sehingga dikatakan bahwa definisi atau pengertian inkuiri sifatnya relatif. Secara leksikal, kata inkuiri berasal dari bahasa Inggris yaitu inkuiri yang artinya penyelidikan, pertanyaan dan permintaan keterangan sesuatu, Taufik (1985/1986:74) mengemukakan bahwa Inkuiri adalah suatu kegiatan atau cara belajar yang bersifat mencari secara logis, kritis, dan analisis menuju suatu kesimpulan yang meyakinkan. Berdasarkan pendapat tersebut dapatlah dikatakan bahwa pada dasarnya metode inkuiri memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mengembangkan potensi intelektualnya dan mendorong siswa untuk bertindak aktif mencari jawaban atas masalah-masalah yang dihadapinya. Pengertian lain dari inkuiri adalah suatu teknik mengajar atau cara yang digunakan guru untuk mengajar di depan kelas dengan cara membagi-bagi tugas meneliti suatu masalah, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian kelompok membahas tugasnya dan mendiskusikan serta membuat laporan. Hal ini sejalan dengan pendapat Kourilsky yang dikutip oleh Hamalik (221:220) bahwa pengajaran berdasarkan inkuiri yaitu: Suatu strategi yang berpusat pada siswa di mana kelompok siswa inkuiri mencari jawaban-jawaban terhadap isi pertanyaan melalui suatu prosedur yang digariskan secara jelas dan struktural kelompok Guru menggunakan teknik ini sewaktu mengajar agar siswa terangsang oleh tugas dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah itu. Inkuiri ini mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya karena siswa dapat merumuskan masalah, merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa data dan menarik kesimpulan. Inkuiri sebagai metode mengajar dalam dunia pendidikan yang dapat dilakukan secara kelompok, agar siswa dapat bekerjasama dengan temannya dan saling bertukar pendapat dalam memecahkan suatu masalah. Misalnya dalam mengajarkan IPA Biologi ini merupakan kegiatan mengajar agar peserta didik belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan alam yaitu kemampuan, keterampilan, dan sikap yang dipilih pengajar harus relevan dengan tujuan belajar yang disesuaikan dengan struktur kognitif yang dimiliki peserta didik. Ini dimaksud agar terjadi interaksi antara pengajar dan peserta didik. Interaksi akan terjadi jika menggunakan cara yang cocok yang disebut dengan metode mengajar.

Mempelajari ilmu pengetahuan alam harus didasari dengan pengalaman, artinya siswa hendaknya secara langsung mengalami sendiri proses ilmiah seperti pengamatan, penyajian membandingkan, menyimpulkan dan sebagainya. Setiap pengalaman harus menerbitkan struktur kognitif karena mengalami rangsangan dari luar berintegrasi dengan lingkungannya. Oleh karena itu, faktor kesiapan merupakan kondisi yang sangat penting dalam belajar IPA (Ali, 1991198). Menurut Roestiyah dalam Suryosubroto bahwa: agar guru dapat mengajar secara efektif hendaknya syarat-syarat sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Membelajarkan siswa secara aktif. Mempergunakan banyak metode mengajar (variasi metode). Memberi motivasi belajar siswa yang tepat. Materi yang diajarkan disesuaikan dengan kurikulum dan kebutuhan masyarakat. Mempertimbangkan perbedaan individual siswa. Selalu membuat perencanaan sebelum mengajar. Memberikan pengaruh yang sugestif kepada siswa. Memilih keberanian dalam menghadapi siswanya dan masalah-masalah yang timbul sewaktu PBM berlangsung. Mampu menciptakan situasi yang demokratis di sekolah. berpikir. 11. Mengintegrasikan semua pelajaran yang diberikan kepada siswa 12. Menghubungkan mata pelajaran di sekolah dengan kebutuhan nyata di masyarakat. 13. Memberikan kebebasan kepada siswa untuk dapat menyelidiki, mengamati sendiri, belajar sendiri dan mencari pemecahan masalah sendiri. 14. Menyusun perencanaan pengajaran remedial dan diberikan kepada siswa yang memerlukan.

10. Sewaktu menyajikan bahan pengajaran, guru memberikan masalah-masalah yang merangsang siswa untuk

Karakteristik Umum Metode Inkuiri


Meskipun terdapat bermacam-macam variasi model mengajar inkuiri, namun pada dasarnya pelaksanaannya menunjukkan karakteristik yang sama Nuta (1985) mengemukakan bahwa: 1. Guru berusaha menstimulir siswa untuk berpikir aktif, dengan cara antara lain : 1. 2. 3. 4. 2. 1. 2. 3. 4. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan pikiran. Mendorong siswa untuk membuat interprestasi, penjelasan atau pendapat Mendorong siswa untuk mengolah data dan informasi. Meminta siswa untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam berbagai situasi.

Guru berusaha menjaga berkembangnya suasana bebas dan mendorong siswa untuk berani memecahkan buah pikirannya sendiri dengan cara antara lain : Bersikap membantu dan terbuka menerima pendapat. Mengarahkan pada hal-hal yang positif. Bersedia menerima dan memeriksa semua usaha yang diajukan oleh siswa. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk kreatif dan mandiri.

Metode inkuiri membutuhkan partisipasi aktif dalam penyelidikan secara ilmiah, Suchman (1962:35) mengemukakan bahwa tujuan umum dari metode inkuiri yaitu: Menolong siswa mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan yang dibutuhkan dengan memberikan pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar ingin tahu mereka Latihan inkuiri dapat diberikan pada setiap tingkatan umur mulai dari taman kanak-kanak dan seterusnya. Namun, tentunya dengan tingkat kesulitan masalah yang berbeda. Pada tingkat taman kanak-kanak dapat diberikan masalah yang sederhana seperti: Apa yang ada dalam kotak ini? Atau mengapa bulatan telur yang satu berbeda dengan yang

lainnya? Demikian juga makin tinggi tingkatan kelas, makin tinggi pula tingkat kesulitan permasalahan yang dapat diberikan. Latihan inkuiri dapat dilakukan beberapa hari, dan hasil-hasil penyelidikan dari siswa yang lain digabung bersama. Siswa dapat menggunakan sumber-sumber yang sesuai, dan boleh bekerjasama dalam kelompok, atau siswa dapat mengembangkan peristiwa yang bermasalah dan dapat memimpin diskusi inkuiri dalam kelompok. Misalnya, guru menunjukkan suatu benda yang asing kepada siswa di kelas, siswa disuruh mengamati, meraba, melihat dengan memberikan masalah yang sifatnya teka-teki kepada seluruh siswa yang siap dengan jawabannya. Jawaban atau pendapat yang sudah dikemukakan oleh temannya terdahulu tidak bisa diulang lagi. Jadi masalah itu akan berkembang seperti apa yang diarahkan, tidak menyeleweng pada garis pelajaran yang telah direncanakan. Berarti siswa menerima banyak masukan untuk dijadikan kesimpulan.

Kelebihan dan Kelemahan Metode Inkuiri


Adapun teknik penggunaan metode inkuiri memiliki kelebihan sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide lebih baik. Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersikap objektif, jujur, dan terbuka. Memberikan kepuasan yang bersifat instrinsik Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu Memberi kesempatan siswa untuk belajar sendiri. Siswa dapat menghindari cara-cara belajar yang tradisional. Dapat memberikan waktu pada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi. Selain mempunyai kelebihan metode inkuiri yang memiliki kelemahan atau kekurangan adalah 1. 2. 3. 4. Metode inkuiri terlalu menekankan pada proses/aspek intelektual atau kognitif dan kurang memperhatikan dominan afektif atau aspek emosional dari proses belajar mengajar. Metode ini tidak efektif bagi kelas bersiswa banyak karena setiap siswa mungkin membutuhkan waktu banyak dari guru untuk menuntunnya. Harapan akan hasil penyelidikan mungkin tidak terpenuhi atau mengecewakan terutama bagi guru yang sudah terbiasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional. Sarana untuk mengetes penyelidikan belum cukup tersedia.

Jadi Metode inkuiri ini bertujuan untuk menolong siswa dalam mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan yang dibutuhkan serta mengajak siswa untuk aktif dalam memecahkan satu masalah. Penggunaan metode inkuiri dalam pembelajaran Biologi besar manfaatnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, karena dengan penggunaan metode inkuiri dalam proses pembelajaran dapat mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersifat objektif, jujur, dan terbuka, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sendiri dan dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individunya. Dengan pelaksanaan metode inkuiri diharapkan bagi siswa termotivasi dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar yang maksimal.