KEBUTUHAN ELIMINASI KEBUTUHAN ELIMINASI

• Kebutuhan eliminasi terdiri atas dua
yaitu eliminasi urine (buang air kecil)
dan eliminasi alvi (buang air besar), yang dan eliminasi alvi (buang air besar), yang
merupakan bagian dari kebutuhan
fisiologi dan bertujuan untuk
mengeluarkan bahan sisa.
ANATOMI GINJAL ANATOMI GINJAL

• •


FAKTOR YANG FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI MEMPENGARUHI
ELIMINASI URINE ELIMINASI URINE
• Diet dan asupan
• Respon keinginan awal untuk berkemih
• Gaya hidup
• Stress psikologis
• Tingkat aktivitas
• Tingkat perkembangan
• Kondisi penyakit
FAKTOR YANG FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI MEMPENGARUHI
ELIMINASI URINE ELIMINASI URINE
• Sosiokultural
• Kebiasaan seseorang
• Tonus otot • Tonus otot
• Pembedahan
• Pengobatan
PERUBAHAN DALAM ELIMINASI PERUBAHAN DALAM ELIMINASI
URINE URINE
•Retensi urine
•Inkontinensia Urine •Inkontinensia Urine
•Enuresis
•Ureterotomi
Tanda Tanda- -tanda klinis pada tanda klinis pada
retensi urine retensi urine
• Ketidaknyamanan daerah pubis
• Distensi vesika urinaria
• Ketidaksanggupan untuk berkemih
• Sering berkemih saat vesika urinaria
berisi sedikit urine berisi sedikit urine
• ketidak seimbangan jumlah urine yang
dikeluarkan dengan asupannya
• Meningkatnya keresahan dan
keiinginan berkemih
• Adanya urine sebanyak 3000-4000 ml
dalam kandung kemih
INKONTINENSIA URINE INKONTINENSIA URINE
Inkontinensia Urine terdiri atas:
1. 1. 1. 1. FUNGSIONAL FUNGSIONAL FUNGSIONAL FUNGSIONAL
2. 2. 2. 2. OVERFLOW (REFLEKS) OVERFLOW (REFLEKS) OVERFLOW (REFLEKS) OVERFLOW (REFLEKS)
3. 3. 3. 3. STRES STRES STRES STRES
4. 4. 4. 4. URGE (Desakan) URGE (Desakan) URGE (Desakan) URGE (Desakan)
5. 5. 5. 5. TOTAL TOTAL TOTAL TOTAL
PROSES KEPERAWATAN UNTUK PROSES KEPERAWATAN UNTUK
MASALAH URINARIUS MASALAH URINARIUS
PENGKAJIAN
1.Kebiasaan berkemih
2.Pola berkemih meliputi
3.Volume urine 3.Volume urine
4.kebiasaan buang air
5.Keadaan urine
6.Tanda klinis gangguan eliminsi urine
Diagnosis keperawatan Diagnosis keperawatan
1. Perubahan pola eliminasi urine
2. Inkontinensia fungsional
3. Inkontinensia Refleks
4. Inkontinensia stress
5. Inkontensia total 5. Inkontensia total
6. Inkontinensia dorongan
7. Retensi urine
8. Perubahan body image
9. Resiko terjadinya infeksi saluran kemih
10.Risiko perubahan keseimbangan cairan dan
elektrolit
Perencanaan Perencanaan
Keperawatan Keperawatan
• Monitor/observasi perubahan factor, tanda gejala
terhadap masalah perubahan eliminasi urine,
retensi dan inkontinensia.
• Kurangi factor yang mempengaruhi / penyebab • Kurangi factor yang mempengaruhi / penyebab
masalah.
• Monitor terus perubahan retensi urine.
• Lakukan kateterisasi urine.
D. PELAKSANAAN (TINDAKAN) D. PELAKSANAAN (TINDAKAN)
KEPERAWATAN KEPERAWATAN
Pengumpulan Urine Untuk Bahan
Pemeriksaan
• Mengingat bahan pemeriksaan dengan
bahan urine berbeda-beda maka bahan urine berbeda-beda maka
pengambilan atau pengumpulan urine
juga dibedakan sesuai dengan tujuannya.
Cara pengambilan urine tersebut antara
lain: pengambilan urine biasa,
pengambilan urine steril, dan
pengumpulan selama 24 jam
Melakukan kateterisasi Melakukan kateterisasi
Kateterisasi merupakan
tindakan keperawatan
dengan cara memasukkan
kateter ke dalam kandun
kedalam uretra yang
bertujuan membantu
memenuhi kebutuhan
eliminasi dan sebagai eliminasi dan sebagai
pengambilan bahan
pemeriksaan . Pelaksanaan
kateterisasi dapat dilakukan
melalui dua cara: intermiten
(straight kateter) dan
indwelling(folley kateter)
Menggunakan Menggunakan
kondom kondom
kateter kateter
Menggunakan kondom
kateter merupakan
tindakan keperawatan
dengan cara
memberikan kondom
kateter yang tidak kateter yang tidak
mampu mengontrol
berkemih.
Cara ini bertujuan agar
pasien dapat berkemih
dan
mempertahankanya
E.EVALUASI KEPERAWATAN E.EVALUASI KEPERAWATAN
• Miksi secara normal
• Mengosongkan kandung kemih
• Mencegah infeksi
• Mempertahankan integtitas kulit, • Mempertahankan integtitas kulit,
• Memberiakn rasa nyaman,
• Melakukan bladder training,

KEBUTUHAN ELIMINASI • Kebutuhan eliminasi terdiri atas dua yaitu eliminasi urine (buang air kecil) dan eliminasi alvi (buang air besar). yang merupakan bagian dari kebutuhan fisiologi dan bertujuan untuk mengeluarkan bahan sisa. .

ANATOMI GINJAL • • • • GINJAL URETR KANDUNG KEMIH URETRA .

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ELIMINASI URINE • • • • • • • Diet dan asupan Respon keinginan awal untuk berkemih Gaya hidup Stress psikologis Tingkat aktivitas Tingkat perkembangan Kondisi penyakit .

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ELIMINASI URINE • Sosiokultural • Kebiasaan seseorang • Tonus otot • Pembedahan • Pengobatan .

PERUBAHAN DALAM ELIMINASI URINE • Retensi urine • Inkontinensia Urine • Enuresis • Ureterotomi .

TandaTanda-tanda klinis pada retensi urine • • • • Ketidaknyamanan daerah pubis Distensi vesika urinaria Ketidaksanggupan untuk berkemih Sering berkemih saat vesika urinaria berisi sedikit urine • ketidak seimbangan jumlah urine yang dikeluarkan dengan asupannya • Meningkatnya keresahan dan keiinginan berkemih • Adanya urine sebanyak 3000-4000 ml dalam kandung kemih .

5.INKONTINENSIA URINE Inkontinensia Urine terdiri atas: 1. FUNGSIONAL OVERFLOW (REFLEKS) STRES URGE (Desakan) TOTAL . 3. 2. 4.

Kebiasaan berkemih 2.Pola berkemih meliputi 3.PROSES KEPERAWATAN UNTUK MASALAH URINARIUS PENGKAJIAN 1.Tanda klinis gangguan eliminsi urine .kebiasaan buang air 5.Keadaan urine 6.Volume urine 4.

Inkontinensia fungsional 3.Diagnosis keperawatan 1. Inkontinensia Refleks 4. Inkontinensia dorongan 7. Inkontensia total 6. Perubahan pola eliminasi urine 2. Perubahan body image 9.Risiko perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit . Resiko terjadinya infeksi saluran kemih 10. Retensi urine 8. Inkontinensia stress 5.

• Lakukan kateterisasi urine.Perencanaan Keperawatan • Monitor/observasi perubahan factor. retensi dan inkontinensia. tanda gejala terhadap masalah perubahan eliminasi urine. • Monitor terus perubahan retensi urine. • Kurangi factor yang mempengaruhi / penyebab masalah. .

D. Cara pengambilan urine tersebut antara lain: pengambilan urine biasa. PELAKSANAAN (TINDAKAN) KEPERAWATAN Pengumpulan Urine Untuk Bahan Pemeriksaan • Mengingat bahan pemeriksaan dengan bahan urine berbeda-beda maka pengambilan atau pengumpulan urine juga dibedakan sesuai dengan tujuannya. pengambilan urine steril. dan pengumpulan selama 24 jam .

Melakukan kateterisasi Kateterisasi merupakan tindakan keperawatan dengan cara memasukkan kateter ke dalam kandun kedalam uretra yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan eliminasi dan sebagai pengambilan bahan pemeriksaan . Pelaksanaan kateterisasi dapat dilakukan melalui dua cara: intermiten (straight kateter) dan indwelling(folley kateter) .

Menggunakan kondom kateter Menggunakan kondom kateter merupakan tindakan keperawatan dengan cara memberikan kondom kateter yang tidak mampu mengontrol berkemih. Cara ini bertujuan agar pasien dapat berkemih dan mempertahankanya .

Melakukan bladder training. Memberiakn rasa nyaman.E. .EVALUASI KEPERAWATAN • • • • • • Miksi secara normal Mengosongkan kandung kemih Mencegah infeksi Mempertahankan integtitas kulit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful