Anda di halaman 1dari 9

Kimchi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Kimchi

[[File: |frameless|alt=]] Hangeul Hanja Alih Aksara yang Disempurnakan McCuneReischauer


Gimchi Kimch'i

Kimchi adalah makanan tradisional Korea, salah satu jenis asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas. Setelah digarami dan dicuci, sayuran dicampur dengan bumbu yang dibuat dari udang krill, kecap ikan, bawang putih, jahe dan bubuk cabai merah. Sayuran yang paling umum dibuat kimchi adalah sawi putih dan lobak. Di zaman dulu, kimchi diucapkan sebagai chim-chae (Hangul: ; Hanja: ) yang berarti "sayuran yang direndam." Di Korea, kimchi selalu dihidangkan di waktu makan sebagai salah satu jenis banchan yang paling umum. Kimchi juga digunakan sebagai bumbu sewaktu memasak sup kimchi (kimchi jjigae), nasi goreng kimchi (kimchi bokkeumbap), dan berbagai masakan lain.

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Sejarah 2 Bahan-bahan 3 Manfaat 4 Kimjang 5 Budaya

6 Referensi 7 Pranala luar

[sunting] Sejarah

Kimchi zaman kuno Literatur tertua yang memuat tentang kimchi adalah buku puisi Tiongkok berjudul Sikyeong (hangul: hanja:). Pada waktu itu, kimchi disebut "Ji" sebelum nantinya dikenal sebagai "chimchae".[1] Asinan berwarna hijau merupakan bentuk awal kimchi sewaktu cabai belum dikenal di Korea. Setelah dicampur dengan garam, sayuran seperti kubis dimasukkan ke dalam guci tanah liat setelah diberi garam, dan dipendam di dalam tanah sebagai persediaan makanan sewaktu sayuran segar tidak tersedia di musim dingin. Orang Korea baru mengenal cabai berkat jasa pedagang Portugis dari Jepang yang datang ke Korea di abad ke-16.[2] Pedagang Portugis menyebarluaskan cabai ke seluruh dunia. Kapal-kapal Portugis berlayar melewati Tanjung Harapan di Afrika hingga sampai di India di tahun 1498. Selanjutnya, cabai asal Amerika Selatan dibawa ke Asia melalui berbagai pelabuhan di Afrika atau langsung menyeberangi Samudra Pasifik. Pada tahun 1540, pedagang Portugis sudah berdagang di Indonesia dan cabai dibawa ke Tiongkok beberapa lama kemudian. Pedagang Portugis baru sampai di Jepang dan Korea pada tahun 1549. Filipina mendapat giliran mengenal cabai di tahun 1564 sewaktu dilewati jalur perdagangan kapal Spanyol yang membawa cabai ke kepulauan Melanesia dan kawasan Mikronesia. Resep asinan sayuran dan labu sudah dimuat dalam buku resep terbitan tahun 1670, tapi tidak menggunakan cabai. Di dalam catatan sejarah abad ke-17 ditulis tentang 11 jenis kimchi, sedangkan cabai sebagai bahan kimchi mungkin baru populer bertahun-tahun kemudian (menurut perkiraan 200 tahun kemudian)[3]. Sebelum abad ke-19, kimchi hanya dibuat dari sayuran asli Korea karena sawi putih kemungkinan besar tidak dikenal di Korea sampai abad ke19.[4]

[sunting] Bahan-bahan

Kimchi difermentasi di dalam tempayan dok Kimchi dibuat dari beraneka ragam bahan sesuai dengan jenis kimchi dan selera orang yang membuatnya. Kimchi yang paling dikenal di luar Korea adalah baechu kimchi yang dibuat dari sawi putih (, baechu) dan lobak (, mu) dicampur bawang putih (, maneul), cabai merah (, ppalgangochu), daun bawang (, pa), cumi-cumi ( ojingeo), tiram (, gul) atau makanan laut lain, jahe (, saenggang), garam (, sogeum), dan gula (, seoltang). Museum Kimchi Pulmuone yang ada di Seoul mencatat 187 jenis kimchi, mulai dari kimchi zaman dulu hingga kimchi zaman sekarang. Variasi kimchi yang mudah dikenali, misalnya: ggakdugi () dengan bahan utama lobak dipotong berbentuk kubus, kimchi ketimun yang disebut oisobaegi (), dan kkaennip () berupa susunan daun perilla yang direndam dengan kecap asin, cabai merah, bawang putih, dan daun bawang. Bakteri laktobasilus yang berperan dalam proses fermentasi kimchi menghasilkan asam laktat dengan kadar yang lebih tinggi daripada yogurt.

[sunting] Manfaat
Kimchi dibuat dari berbagai jenis sayuran sehingga mengandung kadar serat makanan yang tinggi, namun rendah kalori. Sebagian besar kimchi dibuat dari sayuran seperti bawang bombay, bawang putih, dan cabai yang baik untuk kesehatan. Kimchi kaya dengan vitamin A, thiamine (B1), riboflavin (B2), kalsium, zat besi[5][6], dan bakteri asam laktat yang baik untuk pencernaan. Pada tahun 2000, strain bakteri asam laktat (strain MT-1077T) penghasil bakteriosin yang diisolasi dari kimchi diberi nama Lactobacillus kimchi.[7][8][9] Kimchi disebut sebagai salah satu dari lima "makanan tersehat di dunia" menurut majalah Health Magazine. Kimchi kaya dengan vitamin, membantu pencernaan, dan kemungkinan dapat mencegah kanker.[10] Sayuran yang sudah lama diketahui baik untuk kesehatan, apalagi ditambah kultur bakteri hidup pada kimchi yang lebih banyak dari yogurt. Pemakaian cabai merah dalam jumlah banyak pada kimchi juga sering disebut-sebut baik untuk kesehatan.

[sunting] Kimjang

Kimjang (hangul: ) adalah tradisi orang Korea membuat kimchi, ggakdugi, dan dongchimi dalam jumlah besar di hari-hari musim dingin. Tradisi ini dilakukan pada hari cerah ketika angin dingin bertiup (awal November hingga pertengahan Desember). Setelah hari kimjang ditentukan oleh anggota keluarga, kerabat, dan tetangga, mereka berkumpul di satu tempat untuk beramai-ramai membuat kimchi. Satu keluarga yang terdiri dari empat orang biasanya memerlukan sawi berukuran besar antara 40-50 buah.[11] Setelah dicuci, ditaburi garam, dan direndam di dalam air pada hari sebelumnya, lembar demi lembar daun sawi diolesi dengan bumbu kimchi hingga merata oleh para wanita dalam keluarga. Kimjang juga merupakan kesempatan untuk meneruskan resep keluarga, dari nenek ke ibu, dari ibu ke anak perempuan, dan dari mertua ke menantu. Kimchi yang dibuat diperkirakan cukup untuk dimakan hingga musim semi tahun berikutnya (sekitar Mei-April). Tradisi ini tidak hanya berarti menyiapkan makanan untuk musim dingin, melainkan juga ucapan bersyukur orang Korea telah melewatkan satu tahun dengan selamat, dan awal memulai kehidupan di tahun yang baru.

[sunting] Budaya
Di Korea dikenal lemari es khusus untuk kimchi. Sebagian besar orang Korea membuat kimchi dalam jumlah banyak sewaktu panen sawi putih di musim dingin sehingga perlu lemari es khusus untuk menyimpan persediaan kimchi selama setahun. Orang Korea sering mengucapkan "kimchi" sewaktu berfoto agar terlihat sedang tersenyum sebagai pengganti kata "cheese" yang sering diucapkan penutur bahasa Inggris.

[sunting] Referensi

Lee, Iksop (2000). The Korean Language. Albany, NJ: State University of New York Press. ISBN 0-7914-4831-2.

^ () from Hankyorei21 ^ =46 "". Encyclopedia of Korean national culture. Diakses pada 9 Desember 2006. ^ Introduction to Korean Food, Kimchi: History ^ Kimchi Origin ^ "Food in Korea". Asianinfo.com. Diakses pada 30 Januari 2007. ^ "Kimchi". Tour2korea.com. Diakses pada 30 Januari 2007. ^ http://ijs.sgmjournals.org/cgi/reprint/50/5/1789.pdf ^ Jung-Sook Leea, Gun-Young Heoa, Jun Won Leea, Yun-Jung Oha, Jeong A Parka, Yong-Ha Parka, Yu-Ryang Pyunb and Jong Seog Ahn; Analysis of kimchi microflora using denaturing gradient gel electrophoresis. International Journal of Food Microbiology Volume 102, Issue 2, 15 Juli 2005, hlm. 143-150 9. ^ Myungjin Kim and Jongsik Chun; Bacterial community structure in kimchi, a Korean fermented vegetable food, as revealed by 16S rRNA gene analysis. International Journal of Food Microbiology, Volume 103, Issue 1, 15 Agustus 2005, hlm. 91-96 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

10. ^ "World's Healthiest Foods: kimchi". Health Magazine. Diakses pada 30 Maret 2006. 11. ^ "part". Konest. Diakses pada 15 November 2009.

[sunting] Pranala luar

Kimchi bokkeumbap
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Kimchi bokkeumbap

[[File: |frameless|alt=]] Hangeul Alih Aksara yang Disempurnakan McCuneReischauer

Gimchi Bokkeumbap Kimch'i Pokmbap

Kimchi bokkeumbap (nasi goreng kimchi) adalah makanan Korea berupa nasi yang digoreng dengan kimchi. Makanan ini mudah dibuat karena hanya memerlukan nasi, kimchi, sedikit minyak goreng atau minyak wijen. Di Korea Selatan juga terdapat warung-warung yang menjual nasi goreng kimchi. Sebagai bumbu, ke dalam nasi goreng ini bisa ditambahkan merica, bawang putih, bawang bombay, irisan cabai, atau daun bawang. Bukan hanya nasi dan kimchi, berbagai bahan lain dapat ditambahkan sesuai selera. Bahan-bahan sebagai pencampur nasi goreng kimchi, misalnya: daging babi, ham, spam, sosis, tuna dalam kaleng, dan telur mata sapi.

[sunting] Pranala luar

(Korea) Resep nasi goreng kimchi

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Kimchi bokkeumbap
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Kimchi bokkeumbap

[[File: |frameless|alt=]] Hangeul Alih Aksara yang Disempurnakan McCuneReischauer

Gimchi Bokkeumbap Kimch'i Pokmbap

Kimchi bokkeumbap (nasi goreng kimchi) adalah makanan Korea berupa nasi yang digoreng dengan kimchi. Makanan ini mudah dibuat karena hanya memerlukan nasi, kimchi, sedikit minyak goreng atau minyak wijen. Di Korea Selatan juga terdapat warung-warung yang menjual nasi goreng kimchi. Sebagai bumbu, ke dalam nasi goreng ini bisa ditambahkan merica, bawang putih, bawang bombay, irisan cabai, atau daun bawang. Bukan hanya nasi dan kimchi, berbagai bahan lain dapat ditambahkan sesuai selera. Bahan-bahan sebagai pencampur nasi goreng kimchi, misalnya: daging babi, ham, spam, sosis, tuna dalam kaleng, dan telur mata sapi.

[sunting] Pranala luar

(Korea) Resep nasi goreng kimchi

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Kimchi jjigae
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

Langsung ke: navigasi, cari

Kimchi jjigae

[[File: |frameless|alt=]] Hangeul Alih Aksara yang Disempurnakan McCuneReischauer

Gimchi Jjigae Kimch'i Tchigae

Kimchi jjigae adalah makanan Korea berupa sup pedas yang direbus di dalam panci bersama kimchi dan air cabai dari kimchi. Sup ini berisi sayuran (sawi putih, daun bawang), tahu, dan makanan laut atau daging babi. Kimchi jjigae merupakan masakan yang sering dibuat orang Korea di rumah sebagai lauk teman makan nasi. Bahan-bahan untuk sup mudah didapat, dan membuatnya tidak sulit. Kimchi yang sudah masam menghasilkan sup dengan aroma yang kuat dan biasanya menjadi lebih enak. Penjual kimchi umumnya membedakan antara kimchi baru dan kimchi masam yang sudah lebih lama terfermentasi. Sup ini dihidangkan di tengah-tengah meja bersama pancinya dengan pelengkap sejumlah banchan. Panci biasanya berukuran cukup besar untuk memuat sup yang cukup untuk dimakan bersama oleh dua orang atau lebih. Di rumah makan, sup ini juga disajikan dalam panci keramik berukuran kecil (ttukbaegi, ) untuk porsi satu orang.

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Variasi 2 Lihat pula 3 Referensi 4 Pranala luar

[sunting] Variasi
Kimch'i

Kimch'i adalah hidangan sayur fermentasi tradisional yang merupakan lauk yang paling dasar di setiap makan Korea. Fermentasi dari sayuran yang berbeda digunakan, dilengkapi dengan ikan asin dan bumbu lainnya, memberikan rasa yang unik. Kimch'i dapat disimpan untuk waktu yang lama dan pada awalnya dimasukkan ke dalam guci dari tanah liat dan dikubur di musim gugur untuk memungkinkan fermentasi untuk digunakan di seluruh bulan-bulan musim dingin. rasanya pedas dan berbumbu dimaksudkan untuk merangsang nafsu makan. Ini adalah hidangan bergizi, memberikan vitamin, asam laktat dan mineral, yang kurang dalam makanan musim dingin. Ada lebih dari 100 jenis kimch'i. Beberapa jenis yang lebih umum adalah sebagai berikut.

Daging babi bisa diganti dengan ikan tuna dalam kaleng. Bila memakai ikan tuna, sup ini disebut "chamchi kimchi jjigae" (,chamchi berarti ikan tuna).

[sunting] Lihat pula

Jjigae

[sunting] Referensi

"Kimchi jjigae" (dalam bahasa bahasa Korean). empas EncyKorea.

[sunting] Pranala luar