Anda di halaman 1dari 6

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah kita rasakan sekarang ini. Tidak hanya dalam hal kebutuhan hidup sehari-hari, teknologi telah banyak membantu manusia dalam melakukan aktivitasnya setiap hari. Semua jadi serba mudah jika kita mampu memanfaatkan teknologi tersebut. Selain itu, teknologi juga telah merambat sampai pada hal-hal yang bersifat dasar, yakni pada sistem reproduksi atau pada proses memperbanyak dan mengubah organisme. Kemampuan untuk beregenerasi, struktur yang hilang terdapat pada hamper semua makhluk paling tidak dalam suatu derajat tertentu. Kemampuan regenerasi yang sangat jelas dijumpai pada spons, coeenterata, cacing, bahkan banyak diantaranya yang mampu membentuk organisme baru yang dari fragmen-fragmen tubuhnya saja. Pada vertebrata kemampuan meregenerasi struktur-struktur utaman tubuhnya terbatas pada urodella yang dapat mengganti anggota badan atau ekor, mata, insang yang hilang dan juga pada beberapa licertilia yang dapat meregenerasi bagian ekor yang hilang, seperti halnya kecebong. Pada vertebrata yang lebih tinggi tingkatannya sama sekali tidak terdapat kemampuan meregenerasi anggota badannya. Regenerasi hanya terjadi secara fisiologi seperti sel-sel darah, kulit dan turunan-turunan integumen yang berlangsung selama hidupnya. Dalam pengamatan yang dilakukan pada unit ini mengenai regenerasi, maka kita akan mengenal lebih jauh mengenai konsep-konsep perkembangan pada hewan dewasa, regenerasi dan proses regenerasi melalui praktikum yang tidak hanya dapat didapatkan dari bangku kuliah.

B. Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk memperoleh konsep-konsep perkembangan hewan dewasa, regenerasi dan proses regenerasi.

II. TINJAUAN PUSTAKA


Regenerasi ialah memperbaiki bagian tubuh yang rusak atau lepas kembali seperti semula. Kerusakan itu bervariasi. Ada yang ringan, seperti luka dan memar; ada yang sedang, yang menyebabkan ujung sebagian tubuh terbuang; dan yang berat, yang menyebabkan suatu bagian besar tubuh terbuang. Daya regenerasi tak sama pada berbagai organisme, ada yang tinggi ada yang rendah daya regenerasinya (Yatim, 1984). Kemampuan untuk beregenerasi, struktur yang hilang terdapat pada hamper semua makhluk paling tidak dalam suatu derajat tertentu. Kemampuan regenerasi yang sangat jelas dijumpai pada spons, coeenterata, cacing, bahkan banyak diantaranya yang mampu membentuk organisme baru yang dari fragmen-fragmen tubuhnya saja. Pada vertebrata kemampuan meregenerasi struktur-struktur utaman tubuhnya terbatas pada urodella yang dapat mengganti anggota badan atau ekor, mata, insang yang hilang dan juga pada beberapa lacertilia yang dapat meregenerasi bagian ekor yang hilang, seperti halnya kecebong (Adnan, 2008). Menurut Adnan (2008), bahwa regenerasi merupakan suatu proses yang terjadi atas beberapa tahap yaitu: 1. Penyembuhan luka

2. Perombakan jaringan (histolisasi) 3. Pembentukan blastema 4. Morfologi dan redefferensiasi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi regenerasi, antara lain: a. Temperatur b. Makanan c. System saraf

III. METODE PRAKTIKUM


A. Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal Waktu Tempat : : Pukul 13.20-15.00 WITA : Laboratorium Biologi Lantai III Timur FMIPA UNM

B. Alat dan Bahan


1. Alat : a. Toples 4 buah b. Mistar c. Gunting d. Kamera e. Kertas 2. Bahan : a. Ikan 4 ekor b. Hydrilla c. Air bersih d. Pakan ikan

C. Prosedur Kerja
1. Mengambil ikan dari ember dan meletakkan toples yang berisi air dan Hydrilla. 2. Meletakkan diatas kertas. 3. Mengukur panjang ekor ikan (dari pangkal ekor sampai ujung) kemudian melakukan pemotongan yaitu 1 ekor dipotong secara tegak lurus/vertical, 1 ekor dipotong secara miring yang dilakukan tepat pada pangkal ekor ikan, 1 ekor dipotong segitiga, dan I ekor ikan tanpa dipotong sebagai control. 4. Memasukkan ikan tersebut kedalam toples masing-masing 1 ekor diisi air beserta hydrilla dan pakan ikan, kemudian memberi label untuk setiap perlakuan. 5. Mengamati setiap hari terhadap proses regenerasi dari ekor yang dipotong, kemudian mengukur pertambahan panjang dari ekor ikan setiap minggu sampai akhir pengamatan dan menuliskan pada tabel pengamatan.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan
1. Tabel Pengamatan a. Tabel I
Jenis ikan Kontrol Miring Tegak lurus Segitiga Potongan awal (cm) 1,8 0,7 1,9 1,5 Panjang pemotongan (cm) 0,2 0,9 1,0 Panjang setelah pemotongan (cm) 1,8 0,5 1,0 0,5

b. Tabel II Perlakuan Ikan I: Kontrol


Hari/Tanggal Pengamatan ke0 1 2 3 4 5 6 7 Panjang Setelah Pemotongan (cm) 1,8 1,8 1,8 1,9 1,9 2,0 2,0 2,0

Perlakuan Ikan II: Tegak Lurus


Hari/Tanggal Pengamatan ke0 1 2 3 4 5 6 7 Panjang Setelah Pemotongan (cm) 0,5 0,6 0,8 0,8 0,9 1,0 1,1 1,2

Perlakuan Ikan III: Miring


Hari/Tanggal Pengamatan ke0 1 2 3 4 5 6 7 Panjang Setelah Pemotongan (cm) 1,0 1,1 1,1 1,1 1,2 1,2 1,3 1,4

Perlakuan Ikan III: Segitiga


Hari/Tanggal Pengamatan ke0 1 2 3 4 5 6 7 Panjang Setelah Pemotongan (cm) 0,5 0,8 0,8 0,9 1,0 1,0 1,3 1,4

A. Analisis Data Rumus: 1. Pertambahan panjang adalah selisih antara panjang awal dan panjang akhir, dimana: L = Lt Lo Keterangan: L = Pertambahan panjang Lt = Panjang akhir Lo = Panjang awal 2. Rata-rata pertambahan panjang ekor (L)
L = I + II + III + IV + V + VI + VII 7

3.

Laju regenerasi (v)


v= L t (hari)

Analisis Data a) Pengamatan panjang ekor ikan kontrol I. Pengamatan: Pengamatan ke-1 ke-0 = 1,8 1,8 = 0 cm Pengamatan ke-2 ke-1 = 1,8 1,8 = 0 cm Pengamatan ke-3 ke-2 = 1,9 1,8 = 0,1 cm Pengamatan ke-4 ke-3 = 1,9 1,9 = 0 cm Pengamatan ke-5 ke-4 = 2,0 1,9 = 0,1 cm Pengamatan ke-6 ke-5 = 2,0 2,0 = 0 cm Pengamatan ke-7 ke-6 = 2,0 2,0 = 0 cm
Rata - rata pertambahan panjang ekor ikan kontrol

Pertambaha n panjang ekor ikan

7 0 0 0,1 0 0,1 0 0 7 0,02 cm/pengama tan

0,02 0,0009 cm/hari 21 b) Pengamatan panjang ekor ikan tegak lurus I. Pengamatan Pengamatan ke-1 ke-0 = 0,6 0,5 = 0,1 cm Pengamatan ke-2 ke-1 = 0,8 0,6 = 0,2 cm Pengamatan ke-3 ke-2 = 0,8 0,8 = 0 cm Pengamatan ke-4 ke-3 = 0,9 0,8 = 0,1 cm Pengamatan ke-5 ke-4 = 1,0 0,9 = 0,1 cm Pengamatan ke-6 ke-5 = 1,1 1,0 = 0,1 cm Pengamatan ke-7 ke-6 = 1,2 1,1 = 0,1 cm Rata - rata pertambaha n panjang Pertambaha n panjang ekor ikan ekor ikan tegak lurus 7

II. Laju regenerasi:

0, ,1 0,2 0 0,1 0,1 0,1 0,1 7 0,7 0,1 cm/pengama tan 7

0,1 0,0047 cm/hari 21 c). Pengamatan panjang ekor ikan miring I. Pengamatan Pengamatan ke-1 ke-0 = 1,1 1,0 = 0,1 cm Pengamatan ke-2 ke-1 = 1,1 1,1 = 0 cm Pengamatan ke-3 ke-2 = 1,1 1,1 = 0 mm Pengamatan ke-4 ke-3 = 1,2 1,1 = 0,1 mm

II. Laju regenerasi:

Pengamatan ke-5 ke-4 = 1,2 1,2 = 0 mm Pengamatan ke-6 ke-5 = 1,3 1,2 = 0,1 mm Pengamatan ke-7 ke-6 = 1,4 1,3 = 0,1 mm Rata - rata pertambaha n panjang Pertambaha n panjang ekor ikan ekor ikan segitiga 7 0,1 0 0 0,1 0 0,1 0,1 7 0,4 0,057 cm/pengama tan 7
0,057 0,002 cm/hari 21 d) Pengamatan panjang ekor ikan segitiga I. Pengamatan Pengamatan ke-1 ke-0 = 0,8 0,5 = 0,2 cm Pengamatan ke-2 ke-1 = 0,8 0,8 = 0 cm Pengamatan ke-3 ke-2 = 0,9 0,8 = 0,1 cm Pengamatan ke-4 ke-3 = 1,0 0,9 = 0,1 cm Pengamatan ke-5 ke-4 = 1,0 1,0 = 0 cm Pengamatan ke-6 ke-5 = 1,3 1,0 = 0,3 cm Pengamatan ke-7 ke-6 = 1,4 1,3 = 0,1 cm Rata - rata pertambaha n panjang Pertambaha n panjang ekor ikan ekor ikan segitiga 7 0,2 0 0,1 0,1 0 0,3 0,1 7 0,8 0,114cm/pengama tan 7

II. Laju regenerasi:

II. Laju regenerasi:

0,114 0,005cm/hari 21