Anda di halaman 1dari 13

TUGAS INDIVIDU MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Tentang CORONG BERHITUNG (MENGENAL PERKALIAN SEBAGAI PENJUMLAHAN BERULANG)

Oleh:

FITRI YENNI 09.105.008

Dosen: M. Imammuddin, M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN TARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) BATUSANGKAR 2011

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Media (merupakan jamak dari kata medium) adalah suatu saluran untuk komunikasi. Diturunkan dari bahasa Latin yang berarti antara. Istilah ini merujuk kepada sesuatu yang membawa informasi dari pengirim informasi ke pernerima informasi. Media pembelajaran dibuat agar mempermudah

siswa dalam pembelajaran khususnya matematika yang merupakan pelajaran yang dianggap paling rumit oleh sebagian siswa. Untuk itu diciptakanlah media atau alat peraga pembelajaran. Membuat alat peraga untuk digunakan dalam pembelajaran tidaklah rumit. Modal niat yang tulus atau keinginan yang mulia memajukan anak bangsa melalui pendidikan di bangku SD sejak awal menjadi spirit berharga menciptakan karya nyata agar murid-murid menjadi betah dan tertarik bahkan menyenangkan mempelajari pelajaran seperti Matematika yang selama ini menjadi momok bagi sebagian siswa. Corong berhitung sebagai alat yang dapat digunakan dalam pembelajaran tematik di kelas awal terutama memperkenalkan sejak dini kepada anak-anak pelajaran Matematika yang bermakna. Media ini digunakan pada siswa kelas 2 SD. Corong berhitung digunakan untuk mengenal konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang. Untuk lebih jelasnya akan kita bahas selanjutnya. B. Rumusan Masalah Adapun permasalahan yang akan kita bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Apa alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan corong berhitung? 2. Bagaimana langkah kerja pembuatan media pembelajaran matematika corong berhitung?

3. Bagaimana cara penggunaan media pembelajaran matematika corong berhitung? 4. Apa kelebihan dan kekurangan media pembelajaran corong berhitung?

C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan corong berhitung 2. Untuk mengetahui cara pembuatan media pembelajaran matematika corong berhitung 3. Untuk mengetahui cara penggunaan media pembelajaran matematika corong berhitung 4. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan media pembelajaran corong berhitung

D. Manfaat Penulisan Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Memenuhi tugas kelompok mata kuliah madia pembelajaran matematika 2. Untuk mengetahui cara menghitung perkalian sebagai penjumlahan berulang

E. Indikator yang Ingin Dicapai Dapat mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang dengan menggunakan corong.

BAB II PEMBAHASAN

A. Alat dan Bahan Adapun alat yang digunakan adalah sebagai berikut: Gunting mistar cutter

Spidol

twin pen dan pena

Bahan-bahan yang digunakan yaitu:

Karton bekas

kertas manila

lem kayu

Lem kertas

Botol yakult 10 buah

paku mading

Angka dari kertas

cat minyak

kelereng/biji-bijian

B. Cara Pembuatan Media 1. Sediakan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pembuatan media ini (seperti yang tertera sebelumnya. 2. Guntinglah karton bekas sehingga membentuk sebuah balok yang memiliki panjang 50 cm, lebar 17 cm dan tinggi 18 cm (tutup balok belum dipasang pada baloknya).

3. Ambil tutup balok. Bagilah bagian permukaan atas karton menjadi 10 buah persegi panjang yang sama besar. Buat lingkaran pada persegi panjang tersebut. Lubangi lingkaran yang telah dibuat tersebut dengan

menggunakan cutter/pisau, sehingga terbentuklah 10 buah lubang di bagian permukaan atas balok yang ukurannya sama dengan mulut botol.

4. Lubangi bagian depan balok sebesar ukuran laci.

5. Buatlah laci pada sisi depan permukaan balok tersebut.

6. Sampul permukaan balok tadi dengan menggunakan kertas manila, sehingga seluruh permukaan tertutupi secara rapi.

7. Buatlah dinding pada balok sebagai tempat untuk melekatkan angkaangka.

8. Pasangkan paku mading pada dinding balok yang dibentuk.

9. Ambil kesepuluh botol yakult tadi kemudian potong bagian atasnya saja. Kemudian beri cat permukaannya.

10. Pasangkan mulut botol tadi pada lubang yang ada pada tutup balok sehingga botol yang dipasangkan tersebut tidak bergeser.

11. Buat penarik laci dari paku madding sehingga laci mudah ditarik.

12. Beri hiasan pada corong berhitung agar terlihat menarik.

13. Alat peraga siap untuk digunakan.

C. Cara Kerja Media Media ini digunakan untuk menghitung hasil perkalian sebagai penjumlahan berulang. Contoh soal 1

23
Langkah kerja: a. Tempelkan angka 3 pada botol 1 dan 2. Untuk menentukan perkalian sebagai penjumlahan berulang

b. Ambil kelereng yang akan kita masukkkan ke dalam corong

c. Masukkan tiga buah biji pada corong pertama dan tiga buah biji pada corong kedua

d. Tarik laci, dan hitung jumlah biji pada laci tersebut. Ternyata setelah dihitung jumlah biji pada laci tersebut adalah 6 buah.

Jadi bisa kita ketahui bahwa 23=3+3 artinya kita menjumlahkan 3 sebanyak 2 kali dan diperoleh hasil 6

Contoh soal 2

54
Langkah kerja: a. Tempelkan angka 4 pada botol 1,2,3,4 dan 5. Untuk menentukan perkalian sebagai penjumlahan yang berulang

b.

Ambil kelereng yang akan kita masukkkan ke dalam corong

c.

Masukkan empat buah kelereng pada botol pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima

d.

Tarik laci, dan hitung jumlah biji pada laci tersebut. Ternyata setelah dihitung jumlah biji pada laci tersebut adalah 20 buah. Jadi bisa kita ketahui bahwa 54=4+4+4+4+4 artinya kita

menjumlahkan 4 sebanyak 5 kali dan diperoleh hasil 20

Untuk perkalian dengan puluhan kita bisa mengganti biji tersebut dengan biji yang lain misalnya biji yang lebih besar yang berfungsi sebagai puluhan. Contoh soal

225
Langkah kerja a. Tempelkan angka 25 pada botol 1 dan 2

b. Ambil kelereng dan biji-bijian yang akan kita masukkkan ke dalam corong c. Masukkan dua kelereng yang berfungsi sebagai puluhan dan 5 buah biji-bijian sehingga berjumlah 25 pada corong pertama, kemudian pada corong kedua

d.

Tarik laci, dan hitung jumlah biji-bijian dan kelereng pada laci tersebut. Ternyata setelah dihitung jumlah kelereng ada 4 buah dan biji-bijian berjumlah 10 buah. Sehingga diperoleh 410 ditambah 10.

e. Untuk mencari 410 kita gunakan cara yang sama dengan langkah di atas. Sehingga kita peroleh 410=40 ditambah 10. Jadi bisa kita ketahui bahwa 225=25+25 artinya kita

menjumlahkan 25 sebanyak 2 kali dan diperoleh hasil 50.

D. Kelebihan dan Kelemahan Media Adapun kelebihan dari media ini adalah: a. Alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan media cukup mudah untuk diperoleh b. Dapat membantu guru dalam menjelaskan materi tentang konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang Adapun kekurangan dari media ini adalah sebagai berikut: 1. Tidak bisa digunakan untuk angka yang sangat besar. Contohnya: 100100 1111 2. Tidak bisa langsung dipakai untuk angka yang pengalinya lebih besar dari 10 karena corongnya hanya berjumlah 10 buah. Contoh: 153 (bilangan harus dibalik menjadi 315 terlebih dahulu dan kita harus menjelaskan konsep 153=315 terlebih dahulu kepada siswa bahwa )

10

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan Dari pembahasan sebelumya dapat kita ketahui bahwa pembuatan media corong berhitung cukup mudah. Alat dan bahan yang digunakan yaitu; cutter, gunting, rol, spidol, pensil, lem kayu, lem kertas, karton bekas, kertas manila berwarna, botol yakult yang bekas, gantungan gorden, biji jagung, kelereng. Cara pembuatannya yaitu pertama buat balok dengan ukuran panjang 50 cm, lebar 18 cm dan tinggi 17 cm. Kemudian buat laci pada sisi depan dari balok tersebut. Lubangi bagian atas permukaan balok sebanyak 10 buah. Besar lubang sama dengan mulut botol. Bungkus balok dengan kertas manila dan beri hiasan agar menarik. Terakhir masukkan molut botol pada lubang tadi sehingga botol-botol tersebut tersusun rapi. B. Saran Penulis menyarankan kepada kita sebagai calon guru kita harus mampu menciptakan media yang mendorong semangat belajar siswa serta mempermudah siswa dalam pembelajaran matematika. Sebagaimana kita ketahui baahwa matematika merupakan pelajaran yang cukup sulit bagi siswa. Kita harus menciptakan agar konsep matematika tersebut menjadi nyata bagi siswa. Sehingga siswa tidak hanya mengetahui angka tanpa makna saja.

11

DAFTAR KEPUSTAKAAN
Yusmawati. (2011) http://yusmawatie.blogspot.com/2011/01/manfaat-barangbekas-corong-berhitung.html

Ade Novia Rahma. (2010). (http://adenoviarahma1771.blogspot.com/2010/06/seperti-apakah-corongitu.html

http://apakabarpsbg.wordpress.com/2009/03/20/apm-corong-dari-makassar/

12