Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN Dimensia adalah penyakit penuaan, diantaranya orang Amerika yang berusia 65 tahun, kira-kira 5% menderita demensia

berat dan ringan. Di antara orang Amerika yang berusia 80 tahun, kira-kira 20% menderita demensia berat. Dari semua pasien dengan demensia, 50-60% menderita demensia tipe Alzheimer yang merupakan tipe demensia yang paling sering. Kira-kira 5% dari semua orang yang mencapai usia 65 tahun menderita demensia tipe Alzheimer, dibandingkan dengan 15-25% dari semua orang yang berusia 85 tahun atau lebih. Tujuan penulisan dari pembuatan makalah ini adalah agar mahasiswa sebagai calon perawat dapat mengetahui dan memahami konsep dasar tentang DEMENSIA dan dapat memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan demensia.

BAB II TINJAUAN TEORI A. Definisi Demensia merupakan sindrom yang ditandai oleh berbagai gangguan fungsi kognitif tanpa gangguan kesadaran. Fungsi kognitif yang dapat dipengaruhi pada demensia adalah intelegensia umum, belajar dan ingatan, bahasa, memecahkan masalah, orientasi, persepsi, perhatian dan konsentrasi, pertimbangan dan kemampuan sosial (Harold I. Kaplan, MD, dkk, 1997). Demensia mengharuskan bahwa gejala menyebabkan gangguan fungsi sosial atau pekerjaan yang berat dan merupakan suatu penurunan dari tingkat fungsi sebelumnya (Harold I. Kaplan, MD, dkk, 1997). Butir klinis penting dari demensia adalah identifikasi sindroma dan pemeriksaan klinis tentang penyebabnya. Kemungkinan pemulihan demensia adalah berhubungan dengan patologi dasar dan ketersediaan serta penerapan pengobatan yang efektif. B. Etiologi Sebagian besar disebabkan oleh penyakit Alzheimer dan Vaskular. Faktor penyebab lain meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. HIV. Trauma kepala. Parkinson. Henti jantung. Hipoksia otak. Ensefalitis muncul tiba-tiba.

C.

Manifestasi Klinis Pada stadium awal, pasien menunjukkan kesulitan untuk mempertahan-

kan kinerja mental dan cenderung gagal bila diberi suatu tugas baru atau kompleks. Dan biasanya sebagian pasien depresi. Gejala-gejala demensia : a. b. c. d. D. Kejang. Kebingungan. Ataksia. Jatuh tiba-tiba. Patofisiologi Demensia muncul biasanya pada usia sekitar 50-60 tahun. Usia timbul pada tipe demensianya. Perjalanan penyakit dimulai dengan timbulnya gejalagejala yang tidak disadari, baik oleh pasien maupun oleh orang-orang yang dekat dengan pasien. Tipe demensia yang muncul adalah : 1. 2. Tipe Alzheimer Menekankan adanya gangguan ingatan dan penurunan kognitif. Tipe Vaskuler Adalah penyakit vaskuler serebral yang multipel, yang menyebabkan suatu pola gejala demensia. 3. Penyakit Creutzfeldt Jakob Adalah penyakit degeneratif otak yang jarang disebabkan oleh agen yang progresif secara lambat dan dapat ditransmisikan. Pada fase terminal E. Pasien mengalami disorientasi yang sangat berat. Amnesia. Inkontinensia urine dan feses. Penatalaksanaan Medis Demensia dapat disembuhkan bila tidak terlambat, secara umum.

Terapi pada demensia adalah : keluarganya. insomnia. F. a. b. c. Anti depresan untuk depresi. Anti psikotik untuk gejala waham dan halusinasi. Pemeriksaan Diagnostik Foto rontgen kepala. CT Scan kepala. MRI (Magnetic Resonance Imaging) kepala. Farmakologi untuk gejala yang spesifik. Diet. Latihan fisik yang sesuai. Terapi rekreasional dan aktivitas. Benzodiazepin diberikan untuk ansietas dan Terapi simptomatik, meliputi : Perawatan medis yang mendukung. Memberikan dukungan emosional pada pasien dan

Pengobatan dapat digunakan dengan sebagai farmakoterapi :

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN A. 1. 2. 3. 4. B. 1. 2. 3. kehilangan memori. NO DIAGNOSA TUJUAN RENCANA EVALUASI 1. Kurang pera- Pasien dapat Bantu dalam keber- Melakukan watan diri merawat dirinya sendiri. sihan tubuh. aktivitas berhubungan dengan faktor kelemahan status mental. Libatkan pasien da- merawat diri lam program latihan sepanjang harian. Berikan kesempatan untuk aktivitas sebanyak Menjaga higiene. melakukan sendiri mungkin personal waktu. Pengkajian Melalaikan perawatan diri. Kaji kehilangan memori. Apatis, kehilangan inisiatif. Kesulitan dalam membuat keputusan atau rencana. Diagnosa yang Mungkin Muncul Kurang perawatan diri berhubungan dengan faktor Koping keluarga tidak efektif menurun berhubungan Perubahan proses pikir berhubungan dengan kelemahan status mental. dengan kesulitan menangani kemunduran fisik dan mental pasien.

dengan supervisi.

NO DIAGNOSA 2. Koping efektif berhubungan dengan kesulitan menangani kemunduran fisik dan mental pasien.

TUJUAN RENCANA EVALUASI Keluarga/orang- Beri kesempatan Mengungterdekoping pada keluarga/orangorang kapkan pengertianterdekatnya nya tentang pasien, katnya menunjukkan positif.

keluarga tidak orang

untuk mengungkap- kondisi kan perasaannya. Bantu untuk sipasi masalah Berikan keluarga mengungmenganti- kapkan tidak masalah- lagi frustasi. dalam informasi

merawat pasien. tentang penyakitnya. Bila keluarga tidak merawat di rumah, rujuk kepada badan 3. Perubahan proses dengan langan memori. berhubungan kehiDaya membaik. sosial. ingat Jelaskan pada pasien Ajari pasien mulai dan keluarga tentang untuk mengsifat dari kelalaian ingat ini. Bantu pada realitas. Berbicara dalam intonasi tenang. Berikan tugas-tugas yang sederhana. BAB IV PENUTUP dengan mengorientasikan keluarga.

pikir pasien

A.

Kesimpulan Demensia merupakan sindrom yang ditandai oleh berbagai gangguan

fungsi kognitif tanpa gangguan kesadaran. Demensia mengharuskan bahwa gejala menyebabkan gangguan fungsi sosial atau kejadian yang berat dan merupakan suatu penurunan dari tingkat fungsi sebelumnya. B. Kritik dan Saran Kami sadar akan keterbatasan pengetahuan kami dalam menyusun makalah ini. Besar harapan kami agar pembaca memberikan kritik dan saran yang mengacu pada perbaikan makalah ini.

Penyusun

Kelompok I

DAFTAR PUSTAKA Kaplan, Sadock. 1997. Sinopsis Psikiatri. Jakarta : Bina Rupa Aksara. Marcia, Stanhope. 1987. Keperawatan Komunitas dan Kesehatan Rumah. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Mansjoer, Arif. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: FKUI.