Kondisi Perekonomian Indonesia

Kabinet Indonesia Bersatu

Personalia Kelompok Dachlia Dessi Fiyya Indra Rukmana Nurul Hilaliyah .

Pada tahun 1998. Pertumbuhan ekonomi.2 persen. pada tahun 1998 minus 13. Pada SBY tampil sebagai Presiden. Pada masa awal Presiden SBY. Selengkapnya. angka kemiskinan mencapai 24. tahun 2004. Tingkat kemiskinan juga terus berkurang. . pembangunan di Indonesia mengalami kemajuan signifikan.4 persen.8 miliar dolar AS.7 persen. pertumbuhan ekonomi naik pesat menjadi 5. misalnya. Pemerintah berhasil melunasi seluruh utang kita sebesar 7. Utang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dipangkas habis pada masa pemerintahan SBY. lihat data-data laju pembangunan Indonesia 10 tahun terakhir berikut. Hal ini bias kita lihat. dua tahun setelah memimpin Indonesia.1 persen. pada tahun 1998. Dan tahun 2008 diproyeksikan sebesar 6.1 persen. Dan pada 2008 tinggal 15.1 persen.Pendahuluan Dalam 10 tahun terakhir (1998-2008). tingkat kemiskinan ini turun menjadi 16. Pada tahun 2006. utang Indonesia kepada IMF sebesar 9. Data-data ini berasal dari BPS.4 persen dari total penduduk Indonesia. Cadangan devisa yang semula 33.8 miliar dolar AS.1 miliar dolar AS. pada tahun 2008 naik menjadi 69.

.

Investor 1. Hutang luar negeri Bab II Mikro 2. Export-import 1. Pengangguran 2.1.2.1. Pertumbuhan perbankan 1.2. Pertumbuhan Perekonomian Rakyat Bab III Penutup 3.3. Kesimpulan .4.1.Daftar Isi Pendahuluan Daftar Isi Bab I Makro 1.

Implementation of a Business Contingency Plan procedure. Di Indonesia. Didirikannya PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Founding of the Indonesian Central Securities Depository (KSEI). The enactment of the Law of the Republic of Indonesia No. • Perdagangan saham di BEJ memasuki era otomasi. • Swastanisasi Bursa Efek Jakarta. Reactivation of the Capital Market in Indonesia. Berikut data rangkuman dari BEI dari tahun 1977 sd 2010: Diaktifkannya kembali Pasar Modal di Indonesia. Founding of the Indonesian Clearing and Guarantee Corporation (KPEI). . beralih dari sistem manual menjadi menggunakan Jakarta Automated Trading System (JATS). October Package 1988. 8 Year 1995 on the Capital Market as a legal basis for implementation of the Capital Market in Indonesia. permasalahan mengenai stabilitas dan keamanan Negara akhir-akhir ini sering bermunculan yang menyebabkannya para investor asing maupun investor domestik pun lari ke Negara lain yang berimbas pada pemasukan Negara semakin berkurang. Paket Oktober 1988. Peluncuran Kontrak Opsi Saham. Berdirinya BES. Pengoperasian fasilitas Disaster Recovery Center Sertifikasi ISO 9001:2000. Investor Tingkat perekonomian suatu Negara salah satunya bias kita ukur dengan jumlah dan besarnya investor pada Negara tersebut. Implementasi prosedur Business Contingency Plan. • Diberlakukannya Undang-Undang Republik Indonesia No. Establishment of the SSX. The merger of Indonesia Parallel Exchange into SSX. Privatization of the Jakarta Stock Exchange. switching from a manual system to the Jakarta Automated Trading System (JATS). Share Trading at the IDX entered the era of automation. Implementation of Scripless Trading System (the process completed in August 2002). BAPEPAM was put in place as the Capital Market Supervisory Agency. Putting in place the Disaster Recovery Center ISO 9001:2000.Bab I Kondisi Ekonomi Makro Indonesia Bersatu 1. • Perubahan penyelesaian transaksi dari T+4 ke T+3. Expedited settlement from T+4 to T+3. Penerapan Scripless Trading System dimulai (proses selesai pada bulan Agustus 2002). Implementation of Remote Trading System. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal sebagai landasan hukum penyelenggaraan Pasar Modal Indonesia. • Bursa Paralel Indonesia bergabung ke dalam BES. • Penerapan Remote Trading System. Didirikannya PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). • BAPEPAM menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Launching of Stock Option.1.

“The Best Stock Exchange of the Year 2010 in S.go. Sedangkan dari sisi nilai tukar.E. Pencatatan dan Manajemen Keuangan. 2010.Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke dalam Bursa Efek Jakarta (BEJ) menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).991 per dolar AS.A” dari Alpha Southeast Asia Magazine. • Sertifikasi ISO 9001:2000 untuk fungsi Perdagangan.id Meskipun perekonomian nasional dibayangi laju inflasi dimana Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun 2010 tercatat 6. Consolidation of the Surabaya Stock Exchange (SSX) into Jakarta Stock Exchange (JSX) to become the Indonesia Stock Exchange (IDX). lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 2. Grafik peningkatan BEI dari tahun 1992 sd 2010 Sumber grafik: http//www.6%.097 on December 9.78%.E.097 pada tanggal 9 Desember 2010. Pada 2010.bei. namun hal ini mampu diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi. atau terapresiasi sebesar 4. Jakarta Composite Index (JCI) posted a new record of 3.786. yaitu 3. .786.A” organized by Alpha Southeast Asia Magazine. • Penghentian sementara perdagangan di BEI (8-10 Oktober 2008).E.400 per dolar AS.96%. Implementation of JATS-NextG. ISO 9001:2008 Certification. • Penerapan JATS-NextG.35% dibandingkan dengan kurs Rupiah akhir tahun 2009 yang berada di posisi Rp9. kurs Rupiah pada akhir tahun 2010 mencapai Rp8. Listing and Financial Management.1%. • Penghargaan “The Best Stock Exchange of the Year 2009 in S. pertumbuhan ekonomi mencapai 6. • Penghargaan “The Best Stock Exchange of the Year 2010 in S.A” organized by Alpha Southeast Asia Magazine. • IHSG menyentuh rekor level baru. IDX Trading Suspension (8-10 October 2008).A” dari Alpha Southeast Asia Magazine. • Sertifikasi ISO 9001:2008. ISO 9001:2000 Certification for the functions of Trading. lebih tinggi dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 4. “The Best Stock Exchange of the Year 2009 in S.E.

Ekspor tekstil lainnya yang mencapai US$ 4.7 miliar. bisa dipahami jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI selama 2010 mencatat kenaikan tertinggi di kawasan Asia Pasifik setelah Bursa Efek Colombo (Srilanka). Kondisi yang sama juga terjadi pada instrumen surat utang baik surat utang Negara maupun surat utang korporasi. Ekspor bahan makanan olahan mengalami sedikit peningkatan yaitu dari US$ 0. Disamping itu. Keseluruhan faktor pendukung di atas juga mendorong tumbuhnya kepercayaan investor baik investor domestic maupun investor asing untuk tetap menginvestasikan uangnya di Pasar Modal Indonesia. Sedangkan ekspor alat-alat listrik yang pada tahun 2000 mencapai US$ 3. Adapun ekspor untuk kertas dan bahan kertas lainnya dan bahan kimia cenderung untuk stabil.2.2 miliar. antusiasme investor asing untuk investasi di Pasar Modal Indonesia masih sangat besar yang tercermin dari meningkatnya nilai investasi bersih (net buying) investor asing sebesar 57.Kondisi fundamental ekonomi yang kuat dan stabil menjadi salah satu faktor dominan terhadap pencapaian kinerja pasar modal secara keseluruhan dan BEI khususnya. Pemerintah mampu menjaga stabilitas social dan politik sehingga menciptakan rasa nyaman dan aman bagi pelaku pasar. Ekspor Hasil Industri Ekspor kayu lapis masih terus menunjukkan penurunan.7 miliar pada tahun 1998 menurun menjadi sekitar US$ 3.87% dari Rp13. Export Import a. 1. Meskipun ada dinamika masyarakat di bidang sosial dan politik.1 miliar tahun 2002. pada tahun 2002 menurun menjadi sekitar US$ 2.9 miliar.2 miliar pada tahun 2002. .7 miliar terus menurun dan pada tahun 2002 hanya mencapai US$ 3. Oleh sebab itu. Hal ini turut bisa dilihat pada kinerja keuangan Perusahaan Tercatat di BEI dimana mayoritas mampu meningkatkan kinerjanya dibandingkan tahun sebelumnya. akan tetapi Pemerintah sanggup menanganinya dengan baik.98 triliun per 31 Desember 2010. Penurunan ekspor kayu lapis bahkan sudah terjadi sejak sebelum terjadinya krisis. Bahkan.8 miliar pada tahun 1997 menjadi US$ 1.29 triliun di akhir 2009 menjadi Rp20. Ekspor pakaian jadi yang pada tahun 2000 mencapai US$ 4.

menurun pada tahun 1998 dan tahun 1999.0% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2002. sedangkan penerimaan ekspor non-migas hanya meningkat sebesar 3.8 juta ton justru meningkat pada tahun 1998 yaitu mencapai 3. Pada tahun-tahun selanjutnya volume ekspor hasil industri berfluktuasi dalam rentang yang tidak terlalu besar. 2.9 ton untuk tahun-tahun 1999. dapat disimpulkan telah terjadi penurunan tingkat harga ekspor rata-rata yang cukup besar dalam 5 tahun terakhir ini (lebih dari 25%). 2. melampaui nilai ekspor sebelum krisis.1 miliar.4%. Salah satu penyebab penurunan harga ekspor rata-rata hasil industri tersebut diantaranya adalah meningkatnya suplai dunia dari negara-negara pesaing.0%.5 juta ton.8 juta ton kemudian meningkat tajam pada tahun 1998 mencapai 47.5%. Pada tahun 1997 volume ekspor industri hanya mencapai 33.4% dengan kenaikan volume ekspor hasil industri sekitar 34.4 juta ton. Ekspor Hasil Pertanian Setelah mencapai puncaknya pada tahun 1998.6 miliar. EKSPOR HASIL PERTAMBANGAN (DI LUAR MIGAS) Ekspor hasil pertambangan (di luar migas) yang pada tahun 1997 mencapai US$ 3.Apabila diamati volume ekspor industri setelah krisis jauh lebih tinggi dibandingkan dengan volume ekspor industri sebelum krisis. Dilihat dari volumenya.7 miliar. yaitu berturut-turut 2. Dengan demikian volume ekspor hasil industri dari tahun 1997 hingga tahun 2002 naik sebesar 34. Pada tahun 2002 ekspor hasil pertanian hanya mencapai US$ 2.6 juta ton. Dengan membandingkan nilai ekspor hasil industri pada kurun waktu tersebut yang meningkat sekitar 10. 2001. c. Pada tahun-tahun berikutnya volume ekspor hasil pertanian ini berflluktuasi. Dalam tahun 2000 dan sesudahnya.2 juta ton. ekspor hasil pertambangan menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2002 volume ekspor sektor industri mencapai 45. yaitu sebesar US$ 3. dan tahun 2002. Pada tahun 2002 ekspor hasil pertambangan mencapai US$ 3. nilai ekspor meningkat sekitar 6. Peningkatan .5%. Sampai dengan 10 bulan pertama tahun 2003. Namun peningkatannya terutama didorong oleh ekspor migas yang naik sekitar 16. b.2 juta ton dan 1.7 miliar.0 juta ton. 2000. nilai ekspor hasil pertanian berfluktuasi dengan kecenderungan menurun. ekspor hasil pertanian yang pada tahun 1997 berjumlah 1. Dalam tahun 2003 nilai total ekspor (migas dan non-migas) mengalami peningkatan yang relatif tinggi.

Stabilitas neraca transaksi berjalan dan ketersediaan devisa ini menjadi penting pada tahun 2004 dan sesudahnya dengan keinginan untuk mengurangi utang luar negeri dan ketatnya persaingan untuk menarik PMA. Namun harus direncanakan secara strategis dan mulai diupayakan. ekspor masih belum dapat diandalkan sebagai sumber penggerak pertumbuhan ekonomi.6%.6%. nilai tukar rupiah cenderung menguat. 1.3.537.-/US$ menguat sekitar 4. Upaya untuk mengurangi ketergantungan impor ini memang membutuhkan waktu yang cukup panjang. dan ekspor hasil pertanian menurun sebesar 1. Pada bulan November 2003 nilai tukar rupiah mencapai Rp 8. pasar komoditi ekspor nasional hanya mengarah pada pasar-pasar tradisional seperti Amerika Serikat. yaitu menurunnya . Jepang. Pertumbuhan Perbankan Selama 11 bulan pertama tahun 2003. ketergantungan akan impor ini harus dapat dikurangi dengan memanfaatkan bahan baku/penolong dari dalam negeri. Untuk itu. Disamping itu untuk meningkatkan kinerja ekspor non-migas perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas komoditi. pertumbuhan ini masih sangat jauh dari yang diharapkan. Berbagai permasalahan yang menghambat peningkatan ekspor non-migas harus dapat dihapuskan. kinerja ekspor non-migas harus dapat ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam tahun 2004. pasar komoditi ekspor Indonesia perlu mengarah pada pasar regional di kawasan Asia. Ini mengindikasikan bahwa berbagai bahan baku/penolong yang digunakan untuk mengolah komoditi ekspor masih berasal dari impor sehingga akan menekan surplus neraca transaksi berjalan dan mempengaruhi cadangan devisa. Dengan dinamika kawasan Asia yang tumbuh paling tinggi sejak dekade 70an. Kecenderungan menguatnya nilai tukar rupiah juga terlihat dari membaiknya indikator resiko jangka pendek. Selama ini. Selain itu perkembangan impor menunjukkan pola pergerakan yang sama dengan ekspor. Pergeseran terjadi sejak tahun 2002 dengan RRC sebagai negara tujuan ekspor keempat Indonesia menggantikan Malaysia. Dengan pertumbuhan sebesar ini.5%.ekspor non-migas ini sebagian merupakan sumbangan dari sektor pertambangan (di luar migas) yang meningkat sebesar 15. Dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor non-migas pada masa sebelum krisis yang mencapai lebih dari 15% per tahun.5% dibandingkan dengan akhir tahun 2002. dan Singapura sebagai negara tujuan ekspor terbesar. dan perluasan pasar ekspor. Adapun penerimaan ekspor hasil industri hanya meningkat sebesar 2. diversifikasi produk.

10% pada bulan Oktober 2003 dibandingkan dengan akhir tahun 2002 yang masing-masing mencapai 12.72%. Pada akhir September 2003 jumlah kredit yang disalurkan meningkat .55% dan 12. Menurunnya suku bunga kredit ini mendorong penyaluran kredit kepada masyarakat. Dalam periode yang sama. Penurunan suku bunga ini kemudian diikuti oleh penurunan suku bunga kredit perbankan.1 triliun atau naik 12.25% pada akhir tahun 2002 menjadi 16. Kecenderungan menurunnya laju inflasi selama 11 bulan pertama tahun 2003 memberikan ruang yang lebih luas bagi penurunan tingkat bunga. posisi uang primer mencapai Rp 140. rencana divestasi Bank Lippo dan BII.05% dan 7. pertumbuhan uang primer relatif terkendali dengan rata-rata tertimbang sekitar 9. jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 8.1 atau naik sekitar 45. sedangkan suku bunga kredit investasi menurun dari 17. Pada akhir bulan Oktober 2003.45%. Sejalan dengan menguatnya nilai tukar rupiah.6%. Rata-rata tertimbang suku bunga kredit modal kerja menurun dari 18. Sampai akhir Oktober 2003.48% pada akhir bulan Oktober 2003. Meningkatnya kinerja pasar saham dalam negeri didorong oleh berbagai sentimen positif seperti membaiknya kinerja pasar saham internasional.7 triliun atau naik 53.33%. IPO Bank Mandiri.53% pada periode yang sama. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) meningkat menjadi 617. serta rencana IPO Bank BRI. nilai kapitalisasi pasar juga meningkat menjadi Rp 411.3% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.82% menjadi 16. divestasi Bank Danamon.48%. divestasi Bank Niaga.8% dibandingkan akhir tahun 2002. Secara bertahap suku bunga rata-rata tertimbang SBI 1 bulan menurun dari 13. kinerja pasar modal juga meningkat. Sedangkan laju inflasi setahun (akhir November 2003 terhadap akhir November 2002) menurun menjadi 5. lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar 10.9% dibandingkan akhir tahun 2002. Dengan menguatnya nilai tukar rupiah dan terkendalinya pertumbuhan uang primer.07% pada bulan September 2003. Pada bulan November 2003. selama 11 bulan pertama tahun 2003 laju inflasi menurun menjadi 4.08%.02% pada akhir tahun 2002 menjadi 8.tingkat premi swap 3 dan 6 bulan hingga masing-masing menjadi 7.

Disamping itu.7%.7% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. 1.menjadi Rp 411. pada akhir September 2003 meningkat menjadi 23. Hutang luar negeri . lebih tinggi dari bulan Desember tahun 2002 (sekitar 4. Walaupun meningkat.0% dari total kredit pada kurun waktu yang sama. Apabila pada akhir tahun 1996.4.6% pada akhir bulan September 2003 dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2002 yaitu sekitar 10. spread antara suku bunga pinjaman dan simpanan masih tetap tinggi.3% dari total kredit.1%.9%. jauh lebih rendah dibandingkan pencapaian sebelum krisis (sekitar 70 – 80%).7 triliun atau naik 20. Rasio kredit macet yang ditunjukkan dengan tingkat NPL terhadap total kredit membaik dan mencapai 6.0% menjadi 22. peranan kredit konsumsi hanya sekitar 10. LDR mencapai 41. penyaluran kredit relatif lebih banyak dalam bentuk kredit konsumsi. relatif sama dibandingkan dengan akhir tahun 2002. Sedangkan peranan kredit investasi menurun dari 24.6%). Selisih antara suku bunga kredit modal kerja dengan suku bunga deposito 3 bulan pada bulan September 2003 mencapai sekitar 7. Pada bulan Agustus 2003. Lebih lanjut rasio penyaluran dana masyarakat terhadap penghimpunan dana pihak ketiga (loan to deposit ratio – LDR) masih relatif rendah. Hingga akhir bulan Agustus 2003 rasio kecukupan modal (CAR) perbankan nasional mencapai 22.5%.1%.

dengan melihat data grafik di atas menunjukan pertumbuhan ekonomi makro yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bagaimanapun. .Grafik utang Pemerintah Grafik utang pemerintah terhadap IMF Hutang Indonesia kepada pihak asing dan juga PBB semakin menunjukan kemajuan yang sangatadrastis dimulai dari tahun 2005. Hal ini bisa kita simpulkan bahwa semakin besar pengeluaran pemerintah maka semakin besar pula pemasukan yang didapat oleh pemerintah.

5 juta orang (37. masalah TKI kembali timbul dengan banyaknya permasalahan yang terjadi pada TKI yang bekerja di luar negeri yang memerlukan pembenahan agar tidak terus berlanjut.9 juta orang).1 juta orang (41.0 juta orang (55. maka jumlah pengangguran terbuka diperkirakan meningkat menjadi 10.8 juta orang dari pengangguran terbuka merupakan penganggur usia muda (15 . kondisi ketenagakerjaan masih belum mengalami perbaikan yang berarti.3 juta orang.2%) berada di pedesaan dan 42.03% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu dalam tahun 2003.8 juta orang (dibanding peningkatan angkatan kerja tahun 2002 yang sebesar 1.19 tahun).1%). Sebanyak 2.2%) berada di perkotaan. Oleh karena itu perlu kiranya pemerintah melakukan upaya-upaya cermat guna mengurangi penganggur terbuka terutama yang pada tahun 2004. Tingkat Pengangguran Data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) sampai dengan bulan Agustus 2002 menunjukkan jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 100. Angka pengangguran terbuka tahun 2003 diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya disebabkan oleh penciptaan lapangan kerja masih relatif kecil dan cenderung tidak meningkat. Sejumlah 4.0 juta orang (8. Dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2002 sekitar 3. Dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2003 yang hanya mencapai 3.1.7 juta orang (58.2%) perempuan.Bab II Kondisi Ekonomi Mikro Indonesia Bersatu 2.1 juta orang.8 juta orang atau naik 1. atau penciptaan lapangan kerja hanya mencapai sekitar 200 ribu tenaga kerja per 1% pertumbuhan ekonomi. Dari keseluruhan angkatan kerja tersebut.8%) berada di perkotaan.3 juta orang (62.1% ) naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 8.8%) laki-laki dan 37. Sedangkan angkatan kerja yang termasuk dalam kategori pengangguran terbuka berjumlah 9. dengan komposisi 63.1 juta orang (9. perekonomian . Sepanjang tahun 2003. meningkat dibandingkan tahun 2001 yang berjumlah 2. tingkat penyerapan angkatan kerja hanya mencapai sekitar 0.7%.1 juta orang (44. sekitar 58.8%) pengangguran terbuka berada di pedesaan dan 5.9% dan peningkatan angkatan kerja sebesar lebih dari 2 juta orang. Jumlah penganggur terbuka diperkirakan terus meningkat pada tahun 2004.

aman. . tingkat pengangguran pun semakin memperlihatkan pennurunan yang signifikan. Sehingga dengan di tunjang oleh perkembangan sector perekonomian makro yang semakin meningkat dan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja perusahaan.nasional akan menghadapi dua peristiwa penting yaitu pelaksanaan pemilihan umum yang diharapkan berlangsung secara demokratis. dan tertib. Yang mana hal ini berimbas pada kebutuhan perusahaan-perusahan terhadap tenaga kerja. Grafik pertumbuhan pengangguran tahun 1998-2008 Penguatan perekonomian pada sector investasi menyebabkan banyaknya industry-industri besar memadati Negara Indonesia. serta diawalinya program pembangunan tanpa kerjasama dengan IMF.

Pertumbuhan perekonomian pun dipastikan akan ikut meningkat seiring dengan perkembangan perekonomian makro di Indonesia. Pertumbuhan Perekonomian Rakyat Dengan kondisi lapangan pekerjaan yang semakin tahun semakin membutuhkan tenaga kerja. serta ditunjang dengan mudahnya para pengusaha mendapatkan permodalan dari perbankan. namun peningkatan pada tahun 2000 tidak melebihi kenaikan perekonomian dari tahun 2002 sd tahun 2008. .2.2. Grafik pertumbuhan perekonomian mikro Indonesia Pada data di atas menunjukan bahwa pada tahun 2000 pertumbuhan perekonomian mikro meningkat secara signifikan.

Peningkatan perekonomian yang diraih pada saat ini seyogyanya bisa jadi acuan bagi para pemegang pemerintahan dan masarakat Indonesia untuk bersatu membangun perekonomian Indonesia.1. menurunnya laju inflasi dan suku bunga. Tantangan yang harus di lalui masih begitu banyak untuk mencapai tujuan kata maksimal. Ditambah dengan permasalahan yang akan dihadapi oleh Indonesia pada perekonomian makro antar Negara dengan perdagangan bebas internasionalnya. serta meningkatnya cadangan devisa. Tujuan peningkatan perekonomian masih jauh dari kata puas dan maksimal. tercermin dari relatif stabilnya rupiah dengan kecenderungan menguat.Bab III PENUTUP 3. Kesimpulan Meskipun secara umum stabilitas moneter dalam keseluruhan perekonomian Indonesia masih tetap terkendali. . tantangan pokok yang dihadapi oleh perekonomian Indonesia terbilang masih cukup besar.

bei.go.go.id http://www.bappenas.Daftar Pustaka http://www.com .id http://www.antarnews.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful