Anda di halaman 1dari 6

Site ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah : Berada di pusat kota, dimana kemudahan akses site ini

i dapat dilalui

jalur-jalur jalan utama di Surabaya. Sehingga site ini mempunyai nilai lebih untuk pecapaian akses pada obyek yang akan dirancang pada site ini. *Dapat dilihat di gambar. Banyak angkutan kota yang melalui area site ini, terkecuali pada Jl.

Tunjungan, dikarenakan pada jalan tersebut tidak dibolehkan dilintasi oleh kendaraan angkutan kota kecuali Taxi. Tersedianya jaringan-jaringan utilitas kota di aera obyek yang

memadai sebagai sarana penunjang untuk perancanaan. Letak sangat strategis untuk perencaan sebuah komplek hunian,

bisnis, dan perbelanjaan di pusat kota, dengan adanya pusat perbelanjaan pertama di Surabaya yang sekarang menjadi Landmark yaitu SIOLA / TC.

Jalan masuk dapat ditempuh dari Jl. Baluran, Praban, Genteng Kali, Embong Malang, dan Tunjungan. Tetapi akses masuk hanya dapat ditempuh dari Jl. Praban dimana dari arah Jl. Blauran, kemudian dapat keluar melalui Jl. Tunjungan.

Dengan demikian sirkulasi aksesbilitas dapat lancar, mengingat pada jam-jam tertentu pada Jl. Praban sering terjadi kemacetan.

Selain ada faktor kelebihan ada beberapa faktor kekurangan yang dimiliki site ini, yaitu : Pada area site yang terletak pada pusat kota dapat disimpulkan apabila terdapatnya kebisingan lalu-lintas kota yang mengitari area site. Pada Jl. Praban sering terjadi kemacetan lalu-lintas di jam-jam tertentu. Site terdiri dari beberapa perancangan gedung, sehingga membuat sirkulasi ramai dan padat, mengingat pengunjung tidak hanya berkepentingan untuk salah satu fasilitas yang akan dirancang. Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan pada area site, dapat disimpulkan site juga harus dianalisa dengan skala yang lebih sempit lagi, karena ada beberapa hal dari luar area site yang dapat mempengaruhi bentuk desain sehingga dapat dipertimbangkan dengan lebih baik lagi, seperti : panas matahari (iklim), aksesbilitas, view yang bisa terlihat dari luar maupun dari dalam.

AKSESBILITAS
Aksesbilitas ke area site adalah pencapaian melalui jalan yang terdapat di sisi-sisi area site. Adapun alat transportasi yang digunakan untuk mencapai lokasi antara lain dengan angkutan kota (angkot), kendaraan pribadi, kendaraan roda dua. Untuk mencapai lokasi site sudah ada fasiltas jalan akses yaitu Jl. Praban, karena lahan terdapat pada sebelah jalan primer, sehingga untuk masuk ke lokasi cukup dengan masuk ke lokasi secara langsung. Selain itu, akses dari penduduk sekitar yang melakukan rutinitas berjualan sepatu di area site. Area site terletak pada kawasan pusat kota, dan dikhawatirkan nantinya akan dapat menimbulkan masalah kemacetan, oleh karena itu diperlukan perhatian terhadap sistem pengaturan sirkulasi

kendaraan dalam disain sehingga tidak menambah kepadatan yang akan menimbulkan kemacetan. Dalam disain, sirkulasi kendaraan pada entrance utama ke dalam area site akan dipisahkan dengan sirkulasi kendaraan yang keluar. Hal ini berdasarkan pada

pertimbangan atas area site yang masih terbuka dan juga untuk memberikan ruang yang cukup terhadap sirkulasi kendaraan keluarmasuk area site.

Dapat diketahui bahwa akses masuk ke area site hanya melalui Jl. Praban yang berada di sebelah utara dari area site. Jl. Praban sendiri merupakan jenis jalan yang unik untuk lalu-lintas di Indonesia dikarenakan jalur ini digunakan di jalur kanan. Maka dari itu, untuk memudahkan akses ke area site dapat ditentukan oleh pola sirkulasi dalam area site dan sirkulasi di sekitar area site dan sesuatu yang unik untuk sebuah perencanan. Berdasarkan fungsinya, pencapaian ke area site dibagi menjadi dua jenis yaitu main enterance, yang merupakan pencapaian utama dan pintu keluar utama. Sedangkan yang kedua adalah side enterance, yaitu pencapaian kedua dan bersifat servis, serta dapat digunakan sebagai pintu keluar. Tanggapan perletakan model pencapaian dalam perancangan adalah antara main enterance dan side enterance tidak diletakkan sejajar dengan pintu masuk dan keluar utama. Meskipun demikian, jarak antaranya tidak terlampau jauh dan cukup memberikan kesan bahwa jalur pencapaian tersebut adalah jalur pencapaian khusus. Berbeda dengan jalur pencapaian utama baik masuk ataupun keluar.

PERGERAKAN MATAHARI
Kondisi area site yang berada di pinggir jalan dan ketinggian bangunan disekitar area site yang rata-rata hanya 2 sampai 4 lantai, menyebabkan gedung hunian apartemen yang direncanakan terkena s inar matahari langsung dari barat dan timur. Walaupun pada bulan-bulan tertentu kecondongan arah pergerakan matahari cenderung tidak selalu terbit dari timur dan terbenam di barat. Untuk perlindungan bangunan terhadap sinar matahari langsung adalah : Facade terbuka menghadap ke selatan atau utara, agar

meniadakan radiasi langsung dari cahaya matahari rendah dan konsentrasi tertentu yang menimbulkan pertambahan panas. Diperlukan pelindung untuk semua lubang bangunan terhadap

cahaya langsung dan tidak langsung, bahkan bila perlu seluruh bangunan karena bila langit tertutup awan maka semua bidang langit merupakan sumber cahaya.

Selain itu, alternatif lain untuk mengurangi cahaya yang mengenai bangunan dan ruang-ruang di dalamnya adalah dengan memberikan penghalang baik berupa vegetasi maupun shading device pada muka bangunan yang berhadapan langsung dengan matahari. Juga dengan penerapan bentukan atap bukan datar yang memungkinkan untuk memberikan kenyamanan dalam ruang.

PERGERAKAN ARAH ANGIN


Berdasarkan hasil survei langsung pada lokasi perancangan, pada saat dilakukan survei diperoleh data bahwa angin paling banyak adalah berasal dari arah utara dan timur. Maka dari itu, perlu sebuah upaya penanggulan angin supaya angin tidak masuk secara drastis ke bangunan, salah satu upayanya adalah dengan memecah angin keluar dan sebagian kedalam lokasi. Hal ini dilakukan karena angin merupakan bagian penting penyelesaian arsitektur secara alami untuk masalah pendinginan ruang. Untuk perencanaan angin sendiri adalah memainkan vegetasi, vegetasi yang dimaksud adalah pohon yang mempunyai daun lebat. Selain sebagai tanggapan terhadap penyinaran langsung matahari juga berguna untuk penyelesaian terhadap permasalahan angin. Adapun untuk perencanaan vegetasinya adalah dengan memainkan ketinggian dari pohon tersebut. Di antara vegetasi yang digunakan adalah vegetasi yang mempunyai nilai selain keindahan secara arsitektural, namun juga dapat diambil manfaat dari keberadaan vegetasi tersebut serta merupakan bagian dari unsur kesetempatan.

Selain penyelesaian secara alami seperti yang tersebut pada paparan, sebagai penyelesaian secara arsitektural yaitu dengan permainan permukaan bangunan (facade). Dalam penerapan pada perancangan, facade bangunan lebih diarahkan pada upaya untuk mengarahkan angin sekaligus membatasi jumlah angin yang masuk bukan untuk menahan angin.

KEBISINGAN

Anda mungkin juga menyukai