Anda di halaman 1dari 6

PERKEMBANGAN KONSTITUSI DAN NILAI KONSTITUSI DI INDONESIA PASCA KEMERDEKAAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

Konstitusi berasal dari bahasa Perancis Constitueryang berarti membentuk. Maksud dari istilah tersebut adalah pembentukan, penyusunan atau pernyataan akan suatu negara. Dalam bahasa Latin, konstitusi merupakan gabungan dua kata Cume berarti bersama dengan . dan Statuere berarti: membuat sesuatu agar berdiri atau mendirikan, menetapkan sesuatu. Sedangkan Undang-Undang Dasar merupakan terjemahan dari istilah Belanda Grondwet. Grond berarti tanah atau dasar, dan Wet berarti Undang-Undang. Menurut K.C. Wheare Konstitusi adalah keseluruhan sistem ketatanegaraan dari suatu negara berupa kumpulan peraturan-peraturan yang membentuk, mengatur atau memerintah dalam pemerintahan suatu Negara. Dan Karl Loewenstein dalam bukunya Reflection on the Value of Constitutions membedakan 3 macam nilai atau the values of the constitution : 1. Normative value 2. Nominal value 3. Semantical value Karl Loewenstein membedakan 3 nilai konstitusi tersebut dengan didasarkan pada realitas kekuasaan dan norma konstitusi.

Suatu konstitusi dikatakan memiliki nilai normatif apabila konstitusi tersebut resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka konstitusi itu tidak hanya berlaku dalam arti hukum (legal), tetapi juga nyata berlaku dalam masyarakat dalam arti berlaku efektif dan dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Norma-norma konstitusi itulah yang mengatur dan mejadi guideline pada proses-proses politik yang terjadi di masyarakat.

Konstitusi dikatakan memiliki nilai nominal apabila konstitusi tersebut secara hukum jelas berlaku, dan memiliki daya berlaku, namun dalam prakteknya tidak memiliki kenyataan eksistensi. Pasal-pasal yang ada dalam konstitusi tersebut hanya menjadi dokumen hukum semata, dan ketundukan politiknya tidak berdasarkan pada nilai-nilai yang ada dalam konstitusi itu sendiri.

Dalam Praktiknya dapat pula terjadi percampuran antara nilai nominal dan normatif. Hanya sebagian saja dari ketentuan undang-undang dasar yang dilaksanakan, sedangkan sebagian lainnya tidak dilaksanakan dalam praktik, sehingga dapat dikatakan bahwa yang berlaku normatif hanya sebagian, sedangkan sebagaian lainnya hanya bernilai nominal Suatu konstitusi disebut konstitusi yang bernilai semantik jika norma-norma yang terkandung didalamnya secara hukum tetap berlaku, namun dalam kenyataannya adalah sekedar untuk memberikan bentuk untuk melaksanakan kekuasaan politik semata. Sehingga banyak kalangan yang menilai konstitusi hanya sebagai jargon atau semboyan pembenaran sebagai alat pelanggenagan kekuasaan saja. Pada intinya keberlakuan dan penerapan konstitusinya hanya untuk kepentingan bagaimana mempertahankan kekuasaaan yang ada.

Menurut Brian Thompson, secara sederhana pertanyaan: what is a constitution dapat dijawab bahwa a constitution is a document which contains the rules for the the operation of an organization. Organisasi dimaksud beragam bentuk dan kompleksitas strukturnya. Negara sebagai salah satu bentuk organisasi, pada umumnya selalu memiliki naskah yang disebut sebagai konstitusi atau Undang-Undang Dasar. Hanya Inggris dan Israel saja yang sampai sekarang dikenal tidak memiliki satu naskah tertulis yang disebut Undang-Undang Dasar. Undang-Undang Dasar di kedua negara ini tidak pernah dibuat, tetapi tumbuh menjadi konstitusi dalam pengalaman praktek ketatanegaraan. Namun para ahli tetap dapat menyebut adanya konstitusi dalam konteks hukum tata negara Inggris.

Indonesia memiliki satu naskah konstitusi tertulis yakni Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dan perubahan konstitusi telah terjadi beberapa kali dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Sejak Proklamasi hingga sekarang telah berlaku tiga macam Undang-undang Dasar dalam delapan periode yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Periode 18 Agustus 1945 27 desember 1949 Periode 27 Desember 1949 17 Agustus 1950 Periode 17 Agustus 1950 5 Juli 1959 Periode 5 Juli 1959 19 Oktober Periode 19 Oktober 1999 18 Agustus 2000

6. Periode 18 Agustus 2000 9 November 2001 7. Periode 9 November 2001 10 Agustus 2002 8. Periode 10 Agustus 2002 sampai sekarang

KONSTITUSI YANG PERNAHDIGUNAKAN DI INDONESIA Peta Konsep UUD 1945 (1945 -1949) Konstitusi RIS (1949 -1950) UUDS1950 (1950 -1959) UUD 1945 (1959 - 1999) Konstitusiyang pernah digunakan diIndonesia Penyimpangan UUD 1945 Hasil Amandemen (1999 sekarang)Sikap positif terhadap pelaksanaan UUD 1945 Hasil Amandemen. Kata Kunci : Konstitusi/UUD, UUD 1945, Konstitusi RIS 1949, UUDS 1950, Amandemen, Bentuk Negara, Bentuk Pemerintahan, Sistem Pemerintahan,d a n P e n y i m p a n g a n t e r h a d a p U U D . D a l a m b a b i n i k a l i a n a k a n m e m p e l a j a r i konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. Setelah pembelajaran ini kaliandiharapkan mampu untuk: menjelaskan berbagai konstitusi yang pernah berlaku diIndonesia; menganalisis penyimpanganpenyimpangan terhadap konstit usi yang b e r l a k u d i I n d o n e s i a ; m e n u n j u k k a n h a s i l h a s i l a m a n d e m e n U 9 4 5 ; d a n menampilkan p positif terhadap pelaksanaan UUD1945 hasil amandemen.A. KONSTITUSIK O N S T I T U S I Y A N G P E R N A H B E R L A K U D I INDONESIA Sebelum membahas tentang konstitusi-konstitusi yang pernah berlakudi Indonesia, perlu kalian ketahui terlebih dahulu pengertian, fungsi, dan kedudukan konstitusi.

Pemahaman terhadap hal ini sangat perlu mengingat pentingnya konstitusi dalam mengatur kehidupan bernegara.A p a k a h k o n s t i t u s i i t u ? C o b a l a h k a l i a n l i h a t d a l a m kamus BahasaInggris-Indonesia. Konstitusi (constitution) diartikan dengan undang-undangdasar. Benarkah pengertian konstitusi sama dengan Undang-Undang Dasar (UUD)? Memang, tidak sedikit para ahli yang mengidentikkan konstitusid e n g a n U U D . N a m u n b e b e r a p a a h l i y a n g l a i n m e n g a t a k a n b a h w a a r t i konstitusi yang lebih tepat adalah hukum dasar. Menurut Kusnardi dan Ibrahim (1983), UUD merupakan konstitusiyang tertulis. Selain konstitusi yang tertulis, terdapat pula konstitusi yangtidak tertulis atau disebut konvensi. Konvensi adalah kebiasaan-kebiasaanyang timbul dan terpelihara dalam praktik ketatanegaraan. Meskipun tidak t e r t u l i s , k o n v e n s i m e m p u n y a i k e k u a t a n h u k u m y a n g k u a t d a l a m ketatanegaraan. Dalam uraian bab ini, konstitusi yang dimaksudkan adalahkonstitusi yang tertulis atau Undang-Undang Dasar. Suasana Sidang MPR yang berwenang mengubah dan menetapkan UUD. Konstitusi atau Undang-Undang Dasar berisi ketentuan

yang mengatur h a l - h a l y a n g m e n d a s a r d a l a m b e r n e g a r a . H a l - h a l y a n g m e n d a s a r i t u misalnya tentang b a t a s - b a t a s k e k u a s a a n p e n y e l e n g g a r a p e m e r i n t a h a n negara, hak-hak dan kewajiban warga negara dan lain -lain. Menurut SriSoemantri (1987), suatu konstitusi biasanya memuat atau mengatur hal-hal pokok sebagai berikut.1 . j a m i n a n terhadap hak-hak asasi manusria dan waga Negara2 . s u s u n a n k e t a t a n e g a r a a n s u a t u N e g a r a 3.pembagian dan pembatasan t u g a s k e t a t a n e g a r a a n Konstitusi yang memuat seperangkat ketentuan atau aturan dasar suatunegara tersebut mempunyai fungsi yang sangat penting dalam suatu negara UUD 1945

TUGAS KLIPING PKN

KONSTITUSI NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Nama: Eneng Novia Dewi Kelas: X-5