Anda di halaman 1dari 9

1.

Evaporasi tanaman tomat

Evaporasi media tanam vs pengamatan ke1 Laju evaporasi 2 3 4 5 6

Pengamatan ke-

Dari grafik diatas menunjukkan bahwa laju evaporasi senatiasa naik turun titik laju terendah sekaligus stabil pada pengamatan ke-3, 4, dan 5, kemudian naik lagi pada pengamatan ke-6 sedangkan titik laju tertinggi dicapai pada pengamatan ke-1. Naik turunnya laju evaporasi ini karena dipengaruhi oleh radiasi cahaya matahari yang selalu berubah-ubah tiap waktu. Selain itu, suhu udara dalam rumah kaca tidak menentu akibatnya laju evaporasi selalu naik turun. 2. Evapotranspirasi tanaman tomat

Evapotranspirasi media tanam vs pengamatan keLaju evapotanspirasi 1 2 3 4 5 6

Pengamatan ke-

Grafik tersebut memperlihatkan laju evapotranspirasi pada tanaman tomat. Titik terendah dicapai pada pengamatan ke-5. Ini bisa diakibatkan karena pada pengamatan ke-2 intensitas radiasi cahaya matahari sangat tinggi, kecepatan angin dan suhu di dalam rumah kaca sangat tidak stabil. Dan hal ini pula yang mengakibatkan grafik tersebut naik turun.

3. Transpirasi tanaman tomat

Transpirasi media tanam vs pengamaan ke1 Laju transpirasi 2 3 4 5 6

Pengamatan ke-

Terlihat grafik di atas menunjukkan naik turunnya laju transpirasi. Seperti kita ketahui bahwa laju evaporasi merupakan selisih dari evapotranspirasi dan evaporasi. Grafik tersebut mengalami penurunan karena evapotranspirasi nilainya lebih rendah dari pada evaporasi, pada saat evapotranspirasi ada dua faktor yang menyebabkan hilangnya lebih banyak. Pertama, dipengaruhi oleh proses transpirasi-nya sendiri melalui daun. Kedua, kehilangan air melalui tanah (evaporasi) karena evapotranspirasi merupakan gabungan dari evaporasi dan transpirasi. Sehingga berat yang didapat lebih rendah dari evaporasi, akibatnya penurunan berat terus terjadi menurun setiap hari. Selain itu juga dipengaruhi oleh luas permukaan daun.

4. Kebutuhan air tanaman tomat

Kebutuhan air tanaman vs pengamatan ke1 2 3 4 5 6

Pengamatan ke-

Dari grafik diatas menunjukkan adanya perbedaan kebutuhan air pada tanaman tomat tiap harinya. Ini ditunjukkan dengan naik turunnya grafik, hai ini disebabkan oleh perbedaan laju evaporasi, laju evapotranspirasi, dan laju transpirasi tiap harinya. B. Pembahasan Evaporasi merupakan proses fisis perubahan cairan menjadi uap, hal ini terjadi apabila air cair berhubungan dengan atmosfer yang tidak jenuh, baik secara internal pada daun (transpirasi) maupun secara eksternal pada permukaan-permukaan yang basah. Suatu tajuk hutan yang lebat menaungi permukaan di bawahnya dari pengaruh radiasi matahari dan angin yang secara drastis akan mengurangi evaporasi pada tingkat yang lebih rendah. Transpirasi pada dasarnya merupakan salah satu proses evaporasi yang dikendalikan oleh proses fotosintesis pada permukaan daun (tajuk). Pengaruh evaporasi pada tanaman yaitu ketersediaan air dalam tanah menurun dan kelembaban tanah akan menurun. Transpirasi adalah penguapan air dari daun dan cabang tanaman melalui pori-pori daun oleh proses fisiologi. Daun dan cabang umumnya dibalut lapisan mati yang disebut kulit air (cuticle) yang kedap uap air. Sel-sel hidup daun dan cabang terletak di bawah permukaan tanaman, dibelakang pori-pori daun dan cabang. Besar kecilnya laju transpirasi secara tidak

langsung ditentukan oleh radiasi matahari melalui membuka dan menutupnya pori-pori tersebut. Transpirasi dapat membahayakan tanaman jika lengas tanah terbats ketersediaannya, penyerapan air tidak mampu mengimbangi laju transpirasi, turgor sel turun tanaman layu, layu permanen, mati dan hasil tanaman menurun. Evapotranspirasi merupakan gabungan dua istilah yang menggambarkan proses fisika transfer air ke dalam atmosfer, yakni evaporasi air dari permukaan tanah, dan transpirasi melalui tumbuhan. Evapotranspirasi merupakan komponen penting dalam keseimbangan hidrologi. Di lingkungan terestrial, evapotranspirasi merupakan komponen tunggal terbesar siklus air. Air tanah dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu air kapiler, air gravitasi dan air higroskopis. Dari ketiga jenis air tanah tersebut air kapilerlah yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Air kapiler adalah air yang mengisi pori-pori mikro tanah yang berasal dari air rembesan (lateral seepage). Air ini dapat tersimpan lama di dalam tanah sehingga dapat dimanfaatkan tanaman. Air kapiler terletak diantara kapasitas lapang dan koefisien higroskopis, tegangan lapisan air berkisar antara 0,1-31 atm, bergerak dari lapisan tebal ke lapisan tipis dan berfungsi sebagai larutan tanah. Efisiensi penggunaan air (WUE) adalah hasil tanaman yang diperoleh dari setiap unit penggunaan air irigasi (water use), dan diperoleh dari perbandingan biomassa dengan air yang dibutuhkan. Hasil tanaman dapat dinyatakan dalam berat kering atau dalam bentuk biomassa dalam gram. Dari perhitungan diperoleh nilai efisiensi penggunaan air pada tanaman tomat adalah 0,675 %. Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi penggunaan air pada tanaman adalah iklim, tanah dan unsur hara. Pengaruh iklim yang mempengaruhi efisiensi penggunaan air adalah apabila kelembaban udara di sekitar tanaman rendah maka evapotranspirasi akan meningkat atau lancar. Transpirasi tanaman sangat erat hubungannya dengan penyerapan unsur hara dari dalam tanah. Apabila transpirasi cepat, penyerapan unsur hara juga akan cepat. Sebaliknya, apabila kelembaban udara tinggi yang menyebabkan transpirasi menjadi lambat maka penyerapan unsure hara akan lambat.

Pada praktikum ini digunakan metode phytometer yang dimodifikasi. Evaporasi dan evapotranspirasi diketahui dari penimbangan untuk mengetahui pengurangan berat polybag dari berat awal 1.100 gram. Sedangkan banyaknya air yang hilang oleh proses transpirasi diperoleh dari selisih antara evapotranspirasi dengan evaporasi. Air yang hilang karena evapotranspirasi lebih besar daripada evaporasi karena pada evapotranspirasi air yang hilang merupakan penguapan dari tanah dan tanaman. Sedangkan pada evaporasi air hilang dari permukaan tanah saja. Sebagian besar tubuh tanaman tersusun oleh air. Oleh karena itu, semakin banyak tajuk yang dimiliki tanaman maka jumlah air yang menguap akan semakin besar.

II. KESIMPULAN

1. Jumlah air yang hilang karena evaporasi dan transpirasi adalah sebesar 90 dan 187,75 2. Jumlah air yang dibutuhkan tanaman selama periode waktu tertentu (21 hari) adalah sebesar 555,5 gr 3. Efisiensi penggunaan air tanaman (WUE) adalah sebesar 0.675% 4. Laju transpirasi tanaman adalah sebesar 194,425 gr/cm2/hari.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, A.,T.G. Ismail, U. Yusuf and C. Belgin. 2004. Effect of mulch and irrigation water amounts on lettuces yield, evapotranspiration. Journal of Biological Sciences IV:751-755. Anonim, 2009. Evaporation. <http://en.wikipedia.org/wiki/Evaporation>. Diakses tanggal 1 Mei 2009 Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan. Kanisius, Yogyakarta. Lestari, G. 2008. Galeria Tanaman Hias Lanskap. Niaga Swadaya, Jakarta. Nanmar, A. 2002. Analisa ketersediaan air danau meninjau ditinjau dari data curah hujan. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia 4 : 42-48. Thompson, R. 2008. Atmosphere Prosses and Systems. Routledge, London. Usman. 2004. Analisis kepekaan beberapa metode pendugaan evapotranspirasi potensial terhadap perubahan iklim. Jurnal Natur Indonesia 2 : 91-98.

LAMPIRAN Data Golongan Kode a b c d Perlakuan evaporasi (1100+bobot 2) evapotranspirasi (1100 + bobot 2) transpirasi (b - a) keb. air tanaman (a + b + c) Pengamatan ke3 4 10 10 35 47,5 25 37,5 70 95 Jumlah 90 277,75 187,75 555,5

1 25 59 34 118

2 20 53,75 33,75 107,5

5 10 32,5 22,5 65

6 15 50 35 100