Anda di halaman 1dari 4

Mimba (Azadirachta indica A. Juss.

)
23:30 LANSIDA No comments

Perawakan pohon mimba

Kandungan kimia Metabolit yang ditemukan dari Azadirachta indica antara lain disetil vilasinin, nimbandiol, 3desasetil salanin, salanol, azadirachtin. Dalam biji mimba terkandung azadirahtin, azadiron, azadiradion, epoksi-azadiradion, gedunin, 17-epiazadiradion, 17-b-hidroksi azadiradion dan alkaloid.9,12) Metabolit yang ditemukan dalam ekstrak ranting segar yang larut dalam diklorometana antara lain desasetil nimbinolid, desasetil nimbin, desasetil isonimbinolid. 10) Kulit batang dan kulit akar mengandung nimbin, nimbinin, nimbidin, nimbosterol, nimbosterin, sugiol, nimbiol, margosin (suatu senyawa alkaloid). 5)

Bunga : hasil hidrolisis ekstrak bunga ditemukan kuersetin, kaemferol, dan sedikit mirisetin.5) Kayu : dari bagian kayu ditemukan nimaton, C24H30O5, 15% zat samak terkondensasi. Buah : alkaloid (azaridin). Daun : Paraisin, suatu alkaloid dan komponen minyak atsiri mengandung senyawa sulfida.5) Tangkai dan ranting hijau: 2 tetranortriterpenoid-hidroksibutenolida yaitu desasetilnimbinolida dan desasetilisonimbinolida yang berhasil diisolasi bersama dengan desasetilnimbin.10)

Di samping itu terdapat pula senyawa 17-epiazadi-radion, 17-b-hidroksiazadiradion, azadirahtin, azadiron, azadiradion, epoksiazadiradion, dan gedunin. 10)

Efek Biologi dan Farmakologi Tumbuhan : mimba memiliki efek antiserangga dengan azadirachtin sebagai komponen yang paling poten.9) Daun : ekstrak daun dapat berefek sebagai fungisida alami pada pengendalian penyakit antraknosa pada apel pasca panen11) berefek insektisida terhadap larva Aedes aegypti.7) Biji : ekstrak biji berpengaruh sublethal terhadap struktur mikroanatomi ventrikulus 13) dan penghambatan pertumbuhan Plasmodium berghei pada mencit.12) Toksisitas Dapat menyebabkan iritasi mata dan jaringan lunak, serta kemungkinan sebagai penyebab konjugtivitas dan inflamasi.1) Kegunaan di masyarakat Daun : digunakan untuk penambah nafsu makan, untuk menanggulangi disentri, borok, malaria, anti bakteri. Minyak : untuk mengatasi eksim, kepala yang kotor, kudis, cacing, menghambat perkembangan dan pertumbuhan kuman. Kulit batang : digunakan untuk mengatasi nyeri lambung, penguat, penurun demam. Buah dan getah : digunakan sebagai penguat.1,3,7) Cara pemakaian di masyarakat Untuk mengatasi disentri: Sepertiga genggam daun mimba, 2 jari batang mimba dicuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian direbus dengan 3 gelas air bersih sampai air tinggal nya; setelah dingin, disaring dan diminum dengan gula seperlunya (2 kali sehari gelas).8)

Untuk mengatasi eksim: 20 lembar daun mimba dicuci dan digiling halus, diremas dengan air kapur sirih seperlunya, kemudian ditempelkan pada kulit yang terkena eksim dan dibalut (2 kali sehari sebanyak yang diperlukan).8) Deskripsi Tumbuhan

Sinonim : Antelaea azadirachta (L.) Adelb. Suku : Meliaceae Perawakan : pohon, tinggi 8-15 m, bunga banci. Batang : simpodial, kulit batang mengandung gum, pahit. Daun : menyirip gasal berpasangan. Anak daun : helaian berbentuk memanjang-lanset-bengkok, panjang 3-10 cm, lebar 0,5-3,5 cm, pangkal runcing tidak simetri, ujung runcing sampai mendekati meruncing, gundul tepi daun bergerigi kasar, remasan berasa pahit, warna hijau muda. Bunga: susunan malai, terletak di ketiak daun paling ujung, 5-30 cm, gundul atau berambut halus pada pangkal tangkai karangan, tangkai bunga 1-2 mm. Kelopak : kekuningan, bersilia, rata-rata 1 mm. Mahkota : putih kekuningan, bersilia, panjang 5-7 mm. Benang sari : membentuk tabung benang sari, sebelah luar gundul atau berambut pendek halus, sebelah dalam berambut rapat. Putik: panjang rata-rata 3 mm, gundul. Buah : bulat, hijau kekuningan 1,5 - 2 cm.4)

Biji mimba kering

Asal usul : tidak jelas Waktu berbunga : Maret - Desember.4) Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya Tumbuh di daerah tropis, pada dataran rendah. Tanaman ini tumbuh di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Madura pada ketinggian sampai dengan 300 m dpl, tumbuh di tempat kering berkala, sering ditemukan di tepi jalan atau di hutan terang. 4) Pustaka 1. Anonim., 1985. Medicinal Herbs Index in Indonesia, Jilid I, PT.Eisai Indonesia, Jakarta, 219

Daun mimba

2. Anonim., 1989. Materia Medika Indonesia, Jilid V, Departemen Kesehatan RI, Jakarta, 67 3. Anonim., 1995. Medicinal Herbs Index in Indonesia, Jilid II, PT.Eisai Indonesia, Jakarta, 168 4. Backer, C.A., and Bakhuizen v.d. Brink, R.C., 1965. Flora of Java, Volume II, NVP Noordhoff, Groningen, 120 5. Hegnauer, R., 1986. Chemotaxonomie der Pflanzen, Birkhauser Verlag, Stuttgart. 6. Heyne., 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, Jilid I-IV, Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta, 1119 7. Lestari, S., 1995. Efikasi Daun Mimba (Azadirachta indica) terhadap Larva Aedes Aegypti, Skripsi, Fak. Kedokteran Umum UGM, Yogyakarta 8. Mardisiswoyo, S., dan Rajakmangunsudarso, H., 1985. Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang II, PN Balai Pustaka, Jakarta, 96,103 9. Schmutterer., Ascher, K.R.S., Rembold, H., 1980. Natural Pesticides from The Neem Tree (Azadirachta indica A. Juss.), Proceedings of The First International Neem Comference Rottachegern, Federal Republic of Germany, German Agency for Technical Cooperation (GTZ), German, 36,53-56,292 10. Siddiqui, S., Mahmood, T., Siddiqui, B.S., Faizi, S., 1986. Two New Tetranortriterpenoid from Azadirachta indica, Journal of Natural Products, 49, (6) 1068-1073 11. Tambunan, I.R., 1997. Pengendalian Penyakit Antraknosa (Collecotrichum gloeosporioides) pada Apel Pasca Panen dengan Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta indica Juss.), Skripsi, Fak. Pertanian UGM, Yogyakarta 12. Wibowo, S., 1990. Efektifitas Anti malaria Ekstrak Biji Mimba (Azadirachta indica Juss.) pada Mencit (Swiss mice), Skripsi, Fak. Farmasi UGM, Yogyakarta 13. Wulandari, E.A., 1997. Toksisitas Ekstrak Biji Mimba (Azadirachta indica Juss) dan Pengaruh Sublethalnya terhadap Struktur Mikroanatomi Duodenum dan Ventriculus Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Jantan, Skripsi, Fak. Biologi UGM, Yogyakarta.