PENYAJIAN DATA STATISTIK

Abdul Hadi Kadarusno, SKM, MPH
http://pbm-alhiko.blogspot.com http://alhiko.blogspot.com

Out line
• Pengantar: Kegiatan Statistik. • Penyajian Data Statistik. • Bentuk penyajian Uraian Tertulis, Tabel, Grafik, Peta GIS • Prosedur Penggunaan Tabel & Grafik • Tugas

KEGIATAN STATISTIK
PENGOLAHAN DATA PENYAJIAN DATA

PENGUMPULAN DATA

ANALISIS DATA

KESIMPULAN

Penyajian Data Statistik
Dapat berbentuk :
• Uraian tertulis : koran/ majalah/ running text. • Tabel Distribusi Frekuensi (dari yg sederhana komplek), dan Tabel Silang. • Grafik (dgn berbagai chart type-nya), juga peta GIS (Geographical Info.System) / SIG. • Ukuran2 statistik: Mean, Mo, Md, Range, nilai minimum & maksimum, Stdrt Dev., %, dll.

PENYAJIAN URAIAN TERTULIS / Tekstual
• Data disajikan dengan cara narasi • Data yang ditampilkan yang menonjol • Apabila narasi melengkapi sebuah tabel, hanya ditekankan pada data yang menjadi point interest, tidak semua data yang ada diuraikan • Contoh : Penderita gizi buruk meningkat dari 1,8 juta menjadi 2,3 juta anak, (% ; rata-rata)

Contoh Uraian Tertulis :
• “Xinhua melaporkan, 20 pekerja berhasil menyelamatkan diri dan 31 lainnya sudah diselamatkan setelah ledakan tambang di Cina”, • “Rp. 109 Triliun total penerimaan pajak yg dibukukan Ditjen Pajak dari Januari hingga 30 Maret 2010”. • “Berdasarkan data 2009, di Sleman sekurangnya terdapat 500 anak berkebutuhan khusus (ABK) yg belum dapat mengakses pendidikan. Jumlah tsb bagian dari 2.003 ABK usia sekolah yg ada di DIY yg belum mendpt hak pendidikan”.

TABEL :
• Terdiri : Baris & Kolom • Lebih Mampu Memberikan Gambaran ttg Perbandingan dan Perbedaan dari pd Penyajian Bentuk Tulisan.

UNSUR TABEL :
1. No. Tabel Menunjang Posisi. 2. Judul Tabel, Letaknya Diatas Apa, Kapan, Dimana. 3. Stub, Body, Box Head Letaknya Pd Tabel. 4. Sumber Letaknya Dibawah Tabel.
…(1)… .……(2)……. BOX HEAD

STUB

BODY

…(4)…

BENTUK PENYAJIAN TABEL :
1. TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI :
Hanya Melibatkan 1 Variabel Variabel Pd Kolom Stub. Frekwensi Pd Kolom Berikutnya.
TABEL X. ………………….judul…………………..

No
1. 2. 3. 4. 5.

TINGKAT PENDIDIKAN TIDAK TMT SD LULUS SD LULUS SMP LULUS SMU LULUS AKADEMI/ PT JUMLAH

TALLY IIII IIII IIII IIII IIII I IIII IIII IIII

FREK. 4 10 11 9 4

38

38

Sumber : Data Primer Terolah.

X X

Tabel Distribusi Frekuensi
VPD=Vaccine Preventable Disease

TABEL 16. PENDIDIKAN SEKOLAH PEMERINTAH 2009 DIPERINCI MENURUT JUMLAH SEKOLAH, GURU, MURID DAN PENGELUARAN
PENGELUARAN *) PROPINSI (1) 1. NAD 2. SUMUT 3. …. …dst… 33. PAPUA JUMLAH SEKOLAH (2) GURU (3) MURID (4) GAJI (5) HONOR (6) JUMLAH (7)

Tabel Distribusi Frekuensi (agak complex) complex)

KETERANGAN : 1) 1-1-2009 – 31-12-2009 2) Termasuk Guru Honorer SUMBER : DEPDIKNAS, 2009

*) Dalam ratusan ribu

Tabel Distribusi Frekuensi (complex) (complex)

Lanjutan… BENTUK PENYAJIAN TABEL :

2. TABEL SILANG :
Melibatkan 2 Variabel :
Var. 1 pd Stub Var. 2 pd Box Head Var. Bebas Var. Terikat

Variabel Mempunyai Hubungan. 1 Responden Mempunyai 2 Sifat / Lebih.

CONTOH TABEL SILANG
TABEL IV.4 … judul …
TINGKAT SANITASI Buruk Baik JUMLAH DIARE Sakit Tidak Sakit JUMLAH

5 10 15

15 8 23

20 18 38

Sumber : Puskesmas Jokarto

CARA MEMBUAT JUDUL TABEL :
1. TABEL DISTRIBUSI FREKWENSI : • “DISTRIBUSI …………………….. MENURUT ….. (PARAMETER)…. LOKASI ………….., WAKTU………”
TABEL 1. …. Judul ….
(PARAMETER)

No.
1. 2. 3.

………… … … … JUMLAH

Σ

%

TABEL 1. PENDIDIKAN ORANG TUA/ WALI MHS TK.II JKL POLTEKKES YOGYAKARTA THN 2009 No 1. 2. 3. 4. 5. TINGKAT PENDIDIKAN Tidak Tamat SD Lulus SD Lulus SMP Lulus SMA Lulus Akademi/ PT JUMLAH
Sumber : Bag. Akademik JKL Poltekkes Yk

FREK. 4 10 11 9 4 38

Lanjutan … CARA MEMBUAT JUDUL TABEL : 2. TABEL SILANG : “Var. 1 – Var. 2 – Tempat – Waktu”
Var. 2 Var. 1 JUMLAH

.. .. .. ..

.. .. .. ..

.. ..
JUMLAH

.. .. ..

TABEL IV.4 JUMLAH PENDERITA DIARE MENURUT TINGKAT SANITASINYA DI ‘JOKARTO’ THN 2009 DIARE Sakit Tidak Sakit JUMLAH

TINGKAT SANITASI Buruk Baik JUMLAH

5 10 15

15 8 23

20 18 38

Sumber : Puskesmas Jokarto

GRAFIK / GRAPH / DIAGRAM
• Dpt Menggambarkan Situasi yg Telah Terjadi Melalui Agregat dari Data. • Dpt Menggambarkan : Perkembangan, Perbandingan, dan Peramalan (Secara Kasar).

UNSUR-UNSUR GRAFIK :
• • • • Judul Catatan Sumber Keterangan Grafiknya Sendiri.

1. GRAFIK BATANG / BAR CHART : • Untuk perbandingan/pertumbuhan • Menggambarkan Data Nominal / Ordinal • Vertikal Axis : Dimulai dari 0, Berisi Frekwensi / % dari Kategori • Horizontal Axis : Macam2 Katagori

Contoh Grafik Batang (Tunggal):
50 40
Jumlah Pengunjung 30

20 10 0 <10 10_19 20_29 >30
Kelp. Umur JUMLAH KUNJUNGAN MENURUT KELOMPOK UMUR DI PUSKESMAS DEPOK II SLEMAN TAHUN 2009

DHF

Contoh Grafik Batang (Berganda):
70

Jumlah 60 Penderita 50
40 30 20 10 0 1 2 3 4 SLEMAN KOTA BANTUL

Bulan JUMLAH PENDERITA DHF YG DIRAWAT DI RSUD PROP. DIY BULAN JAN-APRIL 2009

Grafik Batang (Clustered Column)

Grafik Batang (100% Stacked Column)

Sumber : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Sumber : www.depkes.go.id/downloads/chart_pidato_menkes/RS.jpg

Grafik 3-D clustered column chart with data table

Contoh Cara membuat Grafik
(Versi MS Word)
90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ISPA TBC HIV/Aids DB

PR!

2006 20,4 30,6 45,9 80

2007 27,4 38,6 46,9 45

2008 90 34,6 45 85

2009 20,4 31,6 43,9 76

2. GRAFIK GARIS / LINE CHART :
(untuk melihat pertumbuhan)
160 140 120 Jumlah Kasus 100 80 60 40 20 0 1 2
BULAN

BANTUL KOTA SLEMAN

3

4

JUMLAH PENDERITA TBC YG DIRAWAT DI RSUD PROP. DIY BULAN JAN-APRIL 2009

DIAGRAM GARIS (Kurva Sederhana) (Kurva Sederhana)
Trends in HIV prevalence among pregnant women in Kampala, Uganda: 1991-2000
40

30 Percentage

20

10

0 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000
Source: STD/AIDS Control Programme, Uganda (2001) HIV/AIDS Surveillance Report

Ketentuan Diagram Garis
• Untuk menampilkan kecenderungan (trend) • Untuk menampilkan hubungan (relationship) antara dua variabel, dimana bukan merupakan waktu sebagai salah satu variabelnya. • Bila dua atau lebih kurva dilukis secara bersamaan, maka tiap kurva harus berbeda atau tiap garis diberi simbol yang berbeda. • Kurva terutama bertujuan untuk memberikan gambaran umum bukan nilai atau observasi tiap individu. • Tidak disarankan untuk melukis lebih dari tiga kurva bila banyak titik potong menyulitkan pembacaan

3. GRAFIK LINGKAR / PIE CHART :
• • • • Utk melihat perbandingan (dlm % atau proporsi) proporsi) Menggbrkan Data Katagorikal / Nominal Lingkaran Dibagi Dlm 100% / 360° Frekwensi Menunjukkan besarnya masing-masing komponen dari suatu totalitas, biasanya dalam ukuran relatif (persentase) tiap komponen

Contoh Diagram Pie
KANKER JANTUNG STROKE TBC

PENYEBAB KEMATIAN DI PROPINSI D.I.Y. TAHUN 2009

Data Kualitatif
– Tamu yang menginap di Hotel Marada Inn ditanya pendapat mereka tentang akomodasi yang tersedia. Jawaban dikategorikan menjadi baik sekali (E), diatas rata-rata (AA), rata-rata (A), di rataratabawah rata-rata (BA), dan buruk (P). Data dari 20 ratatamu yang menginap diperoleh sebagai berikut: BA A AA AA AA AA AA BA BA A P P AA E AA A AA A AA A

GRAFIK LINGKARAN (Contoh: Hotel Marada Inn)
Baik Sekali 5% Di atas Rata-rata Buruk 10% 15% Di bawah Rata-rata

45%

25% Rata-rata

Kategori Rating Pendapat

Contoh PIE DIAGRAM
K om posisi S ta tus P ekerjaan Ibu di K ota S em arang, D esem ber 19 99
W irasw asta (6,7%) PNS (14,8% )

K aryaw an S w asta (13,3%)

Ibu R T (54,2%) P ed ag ang (8,1% ) B u ru h (2,9% )

Sumber : Bondan P., et al. Laporan Survei Cepat: Praktek Pemberi an ASI -Eksklusif pada Bayi di Kota Semarang Bulan D esember 1999, Semarang: FK M U N D I P, 2000.

4. GRAFIK HISTOGRAM :
• • • • • • Gambaran Utk Tabel Frekwensi Terdiri dr Absis/ Horiz. Axis & Ordinat/ Verti. Axis Ukuran Vertikal : Horizontal = 3 : 4 Vertikal : Dimulai dr 0, Berisi Frekwensi / % Horizontal : Class Frequency Data Diskrit : Dibuat Kontinu Dlm Rangka (Batas Nyata) Menggbrkan Grafik Supaya Angkanya Berimpitan.

Lanjutan … 4. GRAFIK HISTOGRAM
• Data Kontinu : Dibuat Interval Tentukan Batas Nyata. • Data: Diskrit Kontinu Frek.
70 – 89 90 – 109 110 – 129 130 – 149 150 – 169 69,5 – 89,5 89,5 – 109,5 109,5 – 129,5 129,5 – 149,5 149,5 – 169,5 11 16 20 -

NT
79,5 99,5 119,5 139,5 159,5

5. GRAFIK FREKWENSI POLIGON :
Gambaran dari Tabel Frekwensi Vertikal Axis : Dimulai dari 0, Berisi Frekwensi / % Horizontal Axis : Nilai Tengah dari Klas Interval

Histogram dan Poligon
20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7
20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7

Histogram
Batang Berdempetan !

Poligon

Contoh Data Kuantitatif
• Manajer Bengkel Hudson Auto berkeinginan melihat gambaran yang lebih jelas tentang distribusi biaya perbaikan mesin mobil. Untuk itu diambil 50 pelanggan sebagai sampel, kemudian sampel, dicatat data tentang biaya perbaikan mesin mobilnya ($). Berikut hasilnya:

Jumlah kelas & Lebar kelas
• Petunjuk Penentuan Jumlah Kelas: Kelas:
– Gunakan ukuran banyaknya kelas (k) antara 5 s.d. 20, s.d. atau menggunakan formula k = 1 + 3,3 log n. n = banyaknya sampel – Data dengan jumlah besar memerlukan kelas yang lebih banyak, banyak, dan sebaliknya. sebaliknya.

• Petunjuk Penentuan Lebar Kelas: Kelas:
– Gunakan kelas dengan lebar sama. sama. – Lebar kelas dapat didekati dengan rumus berikut: berikut:
=

Nilai data terbesar - nilai data terkecil Banyaknya kelas

CONTOH DISTRIBUSI FREKUENSI (L)
• Contoh: Bengkel Hudson Auto
– Jika banyaknya kelas 6, maka lebar kelas = 9,5 ≈ 10 – Tabel distribusi frekuensi diperoleh:
Biaya ($) 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 100 – 109 Total Frekuensi 2 13 16 7 7 5 50 Frekuensi Frekuensi Frek. Relatif relatif kumulatif Kumulatif 0,04 0,26 0,32 0,14 0,14 0,10 1,00 2 15 31 38 45 50 0,04 0,30 0,62 0,76 0,90 1,00
44

ANALISIS TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI
• Contoh: Bengkel Hudson Auto

– Hanya 4% pelanggan bengkel dengan biaya perbaikan mesin $50-59. $50– 30% biaya perbaikan mesin berada di bawah $70. – Persentase terbesar biaya perbaikan mesin berkisar pada $70-79. $70– 10% biaya perbaikan mesin adalah $100 atau lebih.
45

HISTOGRAM
Contoh: Data Bengkel Hudson Auto
18 16 14

Frekuensi Frekuensi

12 10 8 6 4 2 50 60 70 80 90 100 110

Biaya Biaya ($) ($) Biaya
($)
46

6. OGIVE
Merupakan grafik dari distribusi frekuensi kumulatif. kumulatif. Nilai data disajikan pada garis horisontal (sumbu-x). sumbuPada sumbu vertikal dapat disajikan: disajikan: – Frekuensi kumulatif, atau kumulatif, – Frekuensi relatif kumulatif, atau kumulatif, – Persen frekuensi kumulatif Frekuensi yang digunakan (salah satu diatas) diatas) masingmasing-masing kelas digambarkan sebagai titik. titik. Setiap titik dihubungkan oleh garis lurus. lurus.
47

OGIVE
Contoh: Bengkel Hudson Auto
100
Persen Frekuensi kumulatif Persen frekuensi kumulatif

80 60 40 20

Biaya Biaya ($)
50 60 70 80 90 100 110
48

7. DIAGRAM BATANG-DAUN BATANG(Steam and Leaf) Contoh: Contoh: Bengkel Hudson Auto
5 6 7 8 9 10 2 2 1 0 1 1 7 2 1 0 3 4 2 2 2 7 5 2 2 3 7 5 5 3 5 7 9 6 4 8 8 7 8 8 8 9 9 9 4 5 5 5 6 7 8 9 9 9 9 9

Kegunaan:
– Data tersusun secara berurutan – Dapat menunjukkan bentuk distribusi data – Seperti Histogram, namun sekaligus menunjukkan data sebenarnya

49

8. DIAGRAM SCATTER
• Diagram scatter (scatter diagram) merupakan (scatter diagram) metode presentasi secara grafis untuk menggambarkan hubungan antara dua variabel kuantitatif. kuantitatif. • Salah satu variabel digambarkan pada sumbu horisontal dan variabel lainnya digambarkan pada sumbu vertikal. vertikal. • Pola yang ditunjukkan oleh titik-titik yang ada titikmenggambarkan hubungan yang terjadi antar variabel. variabel.
50

DIAGRAM SCATTER PLOT

POLA HUBUNGAN PADA DIAGRAM SCATTER
y

y

y

x

x

x

Hubungan Positif Jika X naik, maka Y juga naik dan jika X turun, maka Y juga turun

Hubungan Negatif Jika X naik, maka Y akan turun dan jika X turun, maka Y akan naik

Tidak ada hubungan antara X dan Y

52

PENGELUARAN PER BULAN

UANG KIRIMAN DARI ORTU

TINGKAT DEPRESI

DUKUNGAN KELUARGA

9. GRAFIK GAMBAR / PICTOGRAM
• Di Media2: lebih komunikatif. • Data jumlah buku Gambar Buku • Data produksi kendaraan Gambar jenis2 kendaraan, • Dst.

Grafik Biaya Masuk Pendidikan
(Sumber: Situs Bank Permata Syariah)

Pictograph
• Pictograph – visual presentation of data using icons, pictures, symbols, etc., in place of or in addition to common graph elements (bars, lines, points). • Pictographs use relative sizes or repetitions of the same icon, picture, or symbol to show comparison. • Also called pictogram, pictorial chart, pictorial graph, or picture graph.

Pictograph

Contoh Grafik Gambar:

Grafik Produksi Padi, Singkong dan Jagung (dlm ton)
(Sumber: Situs infografer.blog.nationalgeographic.co.id)

Grafik Persentase Jumlah Blogger berdasarkan Negara asal

CONTOH GRAFIK GAMBAR / PICTOGRAM
Distribusi Asal Propinsi Mahasiswa Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia TA 2009/2010

10. GRAFIK PETA / KARTOGRAM
• untuk melihat/menunjukkan lokasi

Software ?

Data apa ?

Propinsi ?

Grafik Peta

Grafik Pie

Kenapa hanya 1 warna !?

Kesimpulan apa saja yg dpt ditarik !?

Kenapa Banyak warna merah !?

PROSEDUR PENGGUNAAN TABEL & GRAFIK
Data
Data Kualitatif Metode Tabel
Distr. Frekuensi Distr. Frek. Relatif % Distr. Frek. Tabulasi silang

Data Kuantitatif Metode Tabel
Distr. Frekuensi Distr. Frek. Relatif Frek. Distr. Frek. Kum. Frek. Kum. Distr. Frek. Relatif Kum. Frek. Kum. Diagram Batang-Daun BatangTabulasi silang

Metode Grafik
Grafik Batang Grafik Lingkaran

Metode Grafik
Plot Titik Histogram Ogive Diagram Scatter Peta GIS
68

Tugas
1. Buat Grafik dari Data Tugas 1 : utk Variabel Agama, Sex = Grafik Pie utk Variabel Kepuasan kuliah di JKL (2 Variable) = Grafik Batang 2. Buatlah tabel distribusi frekuensi bergolong dan grafik histogram dari data sbb:

Contoh Kasus “Data Berkelompok”
Data Gaji 50 Pegawai Taman Wisata Candi Prambanan Yogyakarta Tahun 2009 (000 rupiah) 60 71 80 41 94 33 81 41 78 66 85 35 61 55 98 52 50 91 48 66 65 35 55 69 73 77 64 73 85 42 84 74 59 67 65 65 47 53 39 94 57 68 45 76 89 74 54 77 60 88

• SEKIAN DAN • TERIMA KASIH • SELAMAT BELAJAR

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful