Anda di halaman 1dari 16

UNSUR GOLONGAN IA NATRIUM (Na) DAN KALUM (K)

TUGAS UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH KIMIA UNSUR

OLEH : VANESSA TANTOWIDJOJO 0910920020 AHMAD NAUFAL 0910920022 ARIS WIJANARKO 0910920026 DEVIS RESITA DEWI 0910920028

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN KIMIA UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena oleh rahmat dan karuniaNyalah, penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bpk. Darjito dan Ibu Sri Wardhani selaku dosen pembimbing matakuliah Kimia Unsur, yang telah membantu dalam memahami materi ini. Makalah ini dibuat karena penulis melihat bahwa ada begitu banyaknya unsur yang ada di alam ini. Unsur-unsur yang ada ini terdiri dari 2 golongan, yaitu golongan utama dan golongan transisi. Pada materi sebelumnya telah dibahas tentang unsur-unsur golongan transisi, sehingga pada materi selanjutnya perlu bahas tentang unsur golongan utama. Khususnya untuk unsur golongan IA, dimana unsur-unsur golongan ini juga banyak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya Natrium (Na) dan Kalium (K). Oleh karena itulah makalah ini disusun. Makalah ini tentu tidak lepas dari kesalahan-kesalahan yang tidak di sengaja. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan atau kritik terhadap makalah ini. Penulis juga mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat menambah pengetahuan pembaca dan masyarakat.

Malang, 22 Maret 2012

Penulis

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Unsur golongan IA biasa disebut sebagai unsur Alkali atau logam Alkali. Unsur Alkali mempunyai elektron valensi ns1. Kecuali litium, atom unsur ini mempunyai konfigurasi electron np6 (n + 1)s1 . Diantara unsure-unsur dalam satu periode, unsur Alkali adalah unsur dengan ukuran terbesar. Unsure-unsur logam Alkali ini terdiri dari Hidrogen, Litium, Natrium, Kalium, Rubidium, Caesium, dan Fransium. Secara umum, unsur Alkali memiliki titik leleh yang cukup rendah dan lunak, sehingga logam Alkali dapat diiris dengan pisau. Unsur Alkali sangat reaktif, karena mudah melepaskan elektron (teroksidasi) agar mencapai kestabilan (konfigurasi elektron ion Alkali menyerupai konfigurasi elektron Gas Mulia). Dengan demikian, unsur Alkali jarang ditemukan bebas di alam. Unsur Alkali sering dijumpai dalam bentuk senyawanya. Unsur Alkali umumnya bereaksi dengan unsur lain membentuk senyawa halida, sulfat, karbonat, dan silikat. Natrium dan Kalium terdapat dalam jumlah yang melimpah di alam. Keduanya terdapat dalam mineral seperti albite (NaAlSi3O8) dan ortoklas (KAlSi3O8). Selain itu, mineral lain yang mengandung Natrium dan Kalium adalah halite (NaCl), Chile saltpeter (NaNO3), dan silvit (KCl). Unsur Natrium dan Kalium berperan penting dalam mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Ion Natrium dan ion Kalium terdapat dalam cairan intraseluler dan ekstraseluler. Keduanya berperan penting dalam menjaga tekanan osmosis cairan tubuh serta mempertahankan fungsi enzim dalam mengkatalisis reaksi biokimia dalam tubuh. Berdasarkan wacana diatas, maka akan lebih baik jika banyak orang yang mengetahui unsur Natrium (Na) dan Kalium (K) mengingat banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari aplikasi unsur-unsur tersebut. Oleh karena itu, pada makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai Natrium (Na) dan Kalium (K) khususnya kereaktifitasannya serta beberapa informasi yang berkaitan dengan kedua unsur tersebut.

1.2 Rumusan Masalah Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu : 1.2.1 Bagaimana kereaktifitasan logam Natrium dan Kalium ? 1.2.2 Reaksi apa saja yang dapat terjadi pada logam Natrium dan Kalium ? 1.2.3 Mengapa logam Natrium dan Kalium meledak jika direaksikan dengan air?

1.2.4 Bagaimana cara ekstraksi logam Alkali Natrium dan Kalium ? 1.2.5 Bagaimana aplikasi logam Natrium dan Kalium dalam kehidupan sehari-hari ?

1.3 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu: 1.3.1 Mengetahui kereaktifitasan logam Natrium dan Kalium. 1.3.2 Mengatahui reaksi apa saja yang dapat terjadi pada logam Natrium dan Kalium. 1.3.3 Mengetahui alasan mengapa logam Natrium dan Kalium meledak jika direaksikan dengan air. 1.3.4 Mengetahui cara ekstraksi logam Alkali Natrium dan Kalium. 1.3.5 Mengetahui aplikasi logam Natrium dan Kalium dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Penggolongan Unsur-unsur dalam Sistem Periodik Unsur-unsur dalam sistem periodik dapat dikelompokkan dalam perioda dan golongan. Pengelompokan secara horizontal disebut dengan periode yang terdiri dari 7 periode, sedangkan pengelompokan secara vertical disebut golongan yang terdiri atas 2 golongan, yaitu golongan A dan B. Unsur-unsur golongan A disebut unsure-unsur representatif (unsur-unsur utama) yang terdiri dari 8 golongan, yaitu golongan IAVIIIA. Unsur-unsur golongan B disebut unsur-unsur transisi yang terdiri dari 8 golongan, yaitu golongan IB-VIIIB. Pengelompokan system periodic dapat dilihat pada gambar berikut (Anonymous, 2009) :

Gambar 1. Golongan dalam Tabel Periodik

2.2

Unsur Golongan IA (Alkali) Unsur alkali adalah unsur-unsur golongan 1A dalam tabel unsur, yaitu Li (litium), Na(natrium), K ( kalium), Rb (rubidium), Cs ( sesium), dan Fr ( fransium ). Disebut logam alkali karena oksidanya mudah larut dalam air dan menghasilkan larutan yang bersifat basa (alkalis) (Harefa, 2010). L2O(s) + H2O(l) 2LOH(aq) LOH(aq) 2L+(aq) + 2 OH-

Sifat-sifat fisik dari unsur-unsur golongan IA dapat dilihat pada tabel berikut (Harefa, 2010) : Tabel 1. Sifat Fisik Unsur Golongan IA

Unsur-unsur alkali merupakan logam yang sangat reaktif. Kereaktifan unsur alkali disebabkan kemudahan melepaskan elektron valensi pada kulit ns1 membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +1. Oleh sebab itu, unsur-unsur logam alkali tidak ditemukan sebagai logam bebas di alam, melainkan berada dalam bentuk senyawa. Sumber utama logam alkali adalah air laut. Air laut merupakan larutan garam-garam alkali dan alkali tanah dengan NaCl sebagai zat terlarut utamanya. Jika air laut diuapkan, garam-garam yang terlarut akan membentuk kristal. Selain air laut, sumber utama logam natrium dan kalium adalah deposit mineral yang ditambang dari dalam tanah, seperti halit (NaCl), silvit (KCl), dan karnalit (KCl.MgCl.H2O). Mineralmineral ini banyak ditemukan di berbagai belahan bumi. Sumber utama unsur golongan IA dapat dilihat pada tabel dibawah ini (Budianto, 2011) : Tabel 2. Mineral Utama Logam Alkali

2.3

Natrium (Na) Natrium banyak ditemukan di bintang-bintang. Garis D pada spektrum matahari sangat jelas. Natrium juga merupakan elemen terbanyak keempat di bumi, terkandung sebanyak 2.6% di kerak bumi. Unsur ini merupakan unsur terbanyak dalam grup logam alkali (Mohsin, 2006). Natrium, seperti unsur radioaktif lainnya, tidak pernah ditemukan tersendiri di alam. Natrium adalah logam keperak-perakan yang lembut dan mengapung di atas air. Tergantung pada jumlah oksida dan logam yang terkekspos pada air, natrium dapat terbakar secara spontanitas. Lazimnya unsur ini tidak terbakar pada suhu dibawah 115oC. Senyawa yang paling banyak ditemukan adalah natrium klorida (garam dapur), tapi juga terkandung di dalam mineral-mineral lainnya seperti soda niter, amphibole, zeolite, dsb (Mohsin, 2006). Logam natrium sangat penting dalam fabrikasi senyawa ester dan dalam persiapan senyawa-senyawa organik. Logam ini dapat di gunakan untuk memperbaiki struktur beberapa campuran logam, dan untuk memurnikan logam cair. Campuran logam natrium dan kalium, NaK, juga merupakan agen heat transfer (transfusi panas) yang penting. Senyawa natrium juga penting untuk industri-industri kertas, kaca, sabun, tekstil, minyak, kimia dan logam. Sabun biasanya merupakan garam natrium yang mengandung asam lemak tertentu. Di antara banyak senyawa-senyawa natrium yang memiliki kepentingan industrial adalah garam dapur (NaCl), soda abu (Na2CO3), baking soda (NaHCO3), caustic soda (NaOH), Chile salpeter(NaNO3), di- dan trinatrium fosfat, natrium tiosulfat (hypo, Na2S2O3 . 5H20) and borax (Na2B4O7. 10H2O) (Mohsin, 2006).

2.4

Kalium (K) Logam ini merupakan logam ketujuh paling banyak dan terkandung sebanyak 2.4% (berat) di dalam kerak bumi. Kebanyakan mineral kalium tidak terlarut dalam air dan unsur kalium sangat sulit diambil dari mineral-mineral tersebut. Mineral-mineral tertentu, seperti sylvite, carnalite, langbeinite, dan polyhalite ditemukan di danau purba dan dasar laut yang membentuk deposit dimana kalium dan garam-garamnya dengan mudah dapat diambil. Kalium ditambang di Jerman, negara bagian-negara bagian New Mexico, California, dan Utah. Kalium tidak ditemukan tersendiri di alam, tetapi diambil melalui proses elektrolisis hidroksida. Metoda panas juga lazim digunakan untuk memproduksi kalium dari senyawa-senyawa kalium dengan CaC2, C, Si, atau Na (Mohsin, 2006).

Unsur ini sangat reaktif dan yang paling elektropositif di antara logam-logam. Kecuali litium, kalium juga logam yang sangat ringan. Kalium sangat lunak, dan mudah dipotong dengan pisau dan tampak keperak-perakan pada permukaan barunya. Elemen ini cepat sekali teroksida dengan udara dan harus disimpan

dalam kerosene (minyak tanah). Seperti halnya dengan logam-logam lain dalam grup alkali, kalium mendekomposisi air dan menghasilkan gas hidrogen. Unsur ini juga mudah terbakar pada air. Kalium dan garam-garamnya memberikan warna ungu pada lidah api (Mohsin, 2006). Permintaan terbanyak untuk kalium adalah untuk pupuk. Kalium merupakan bahan penting untuk pertumbuhan tanaman dan ditemukan di banyak tanah. Campuran logam natrium dan kalium (NaK) digunakan sebagai media perpindahan panas. Banyak garam-garam kalium seperti hidroksida, nitrat, karbonat, klorida, klorat, bromida, ioda, sianida, sulfat, kromat dan dikromat sangat penting untuk banyak kegunaan (Mohsin, 2006).

BAB III PEMBAHASAN

3.1

Reaktifitasan Logam Natrium dan Kalium Unsur-unsur logam alkali semuanya logam yang sangat reaktif dengan sifatsifat fisika ditunjukkan pada Tabel dibawah. Logam alkali sangat reaktif dalam air. Oleh karena tangan kita mengandung air, logam alkali tidak boleh disentuh langsung oleh tangan.

Dari

data

diatas,

logam

Natrium

dan

Kalium

mempunyai

nilai

elektronegativitasa yang rendah sehingga kedua logam ini memiliki nilai elektropositif yang tinggi. Logam Kalium merupakan logam yang plaing elektroposistif diantara logam logam yang lain. Nilai elektronegtifitas yang rendah ini dipengaruhi oleh energy ionisasi yang rendah dari logam Natrium dan logam Kalium sehingga logam ini mudah membentuk kationnya dari pada anion. Dari atas kebawah harga kelektronegatifan menjadi semakin kecil karena bertambahnya jari jari atom. Dengan demikian maka Logam Kalium lebih mudah membentuk kation dari pada logam Natrium sehingga logam Kalium lebih reaktif dibandingakan dengan logam Natrium.

Logam Natrium dan logam Kalium juga merupakan reduktor kuat yang ditunjukkan dengan nilai potendial reduksi yang negatif. Nilai potensial reduksi

logam alkali dari atas kebawah umumnya semakin negatif sehingga logam Kalium merupakan reduktor yang lebih kuat dari pada logam Natrium. Logam Natrium dan logam Kalium juga dapat beraksi dengan udara menghasilkan oksida, Natrium membentuk Na2O, tetapi produk yang dominan adalah Natrium peroksida (Na2O2). Jika Kalium dibakar dengan oksigen, produk dominan adalah Kalium superoksida (K2O), suatu senyawa berwarna kuning-jingga. Oksida ini

merupakan senyawa ion dari ion K+ dan ion O2. Maka dari itu logam Natrium dan logam Kalium harus disimpan dalam media yang tidak dapat kontak lagsung dengan air dan udara, media yang digunakan dalam penyimpanan logm Natrium dan Kalium adalah minyak.

3.2

Reaksi yang Terjadi pada Logam Natrium dan Kalium Logam Natrium: a) Reaksi dengan air Reaksi logam natrium denga air menghasilkan natrium hidroksida dan gas H2. Reaksi ini berlangsung cepat dan bersifat eksotermis sehingga menimbulkan ledakan. 2Na(s) + 2H2O(l) 2NaOH(aq) + H2(g) b) Reaksi dengan oksigen Reaksi natrium dengan oksigen menghasilkan senyawa natrium peroksida. 2Na(s) + O2(g) Na2O2(s) c) Reaksi dengan hidrogen Reaksi logam natrium dengan hydrogen akan membentuk natrium hidrida dengan melalui pemanasan, dimana untuk senyawa ini bilangan oksidasi dari hydrogen bernilai -1. 2Na(s) + H2(g) 2NaH(s) d) Reaksi dengan unsur-unsur halogen Reaksi natrium dengan unsur-unsur halogen akan membentuk garam halide. 2Na(s) + X2(g) 2NaX(s) e) Reaksi dengan etanol Reaksi antara natrium dengan etanol membentuk natrium etoksida 2CH3CH2OH(l) + 2Na(s) 2CH3CH2ONa(l) + H2(g) X = halogen (F,Cl,Br,I)

Logam Kalium : a. Reaksi dengan air Kalium sangat cepat bereaksi dengan air menghasilkan larutan tidak berwarna potassium hidroksida. Reaksi ini bersifat eksotermis dan berlangsung lebih cepat daripada natrium. 2K(s) + 2H2O(l) 2KOH(aq) + H2(g)

b. Reaksi dengan oksigen Kalium permukaannya akan menjadi buram jika bereaksi dengan oksigen dan uap air di udara dengan pembakaran di udara produk utama dari kalium adalah superoksida KO2. 2K(s) + O2(g) KO2(s) c. Reaksi dengan halogen Kalium bereaksi dengan halogen membentuk halida dan reaksi pembentukan garam halida ini lebih cepat daripada natrium. 2K(s) + X2(g) KX(s) d. Reaksi kalium dengan asam Reaksi kalium dengan asam sulfat menghasilkan ion-ion K+ dan SO42- dan gas hydrogen. 2K(s) + H2SO4(aq) 2K+(aq) + SO42-(aq) + H2(g) X = halogen (F,Cl,Br,I)

3.3

Alasan Logam Natrium dan Kalium Meledak jika Direaksikan dengan Air Dalam air, logam Natrium dan logam Kalium akan bereaksi dengan hebat karena terbentuknya basa kuat dengan cepat, terbentuknya basa kuat ini akan menghasilkan gas hidrogen dengan cepat. Seiring dengan bertambahnya jumlah gas hydrogen serta sifat gas hidrogen yang mudah terbakar, maka jika logam Natrium dan Kalium direaksikan dengan air dalam jumlah yang banyak maka akan terjadi ledakan yang diakibatkan oleh terbakarnya gas hidrogen di udara.

3.4

Cara Ekstraksi Logam Alkali Natrium dan Kalium Logam-logam alkali sangat stabil terhadap pemanasan, sehingga logam-logam alkali tidak dapat diperoleh dari oksidanya melalui proses pemanasan. Logam alkali tidak dapat dihasilkan dengan mereduksi oksidanya, hal ini disebabkan logam-logam alkali merupakan pereduksi yang kuat. Keberadaan natrium dan kalium telah dikenali sejak lama, namun untuk mereduksi logam-logam alkali dalam air tidak dapat dilakukan karena logam-logam alkali dapat bereaksi dengan air membentuk basa kuat. Pada abad ke-19 H. Davy akahirnya dapat mengisolasi natrium dan kalium dengan melakukan elektrolisis terhadap lelehan garam KOH atau NaOH. Dengan metode yang sama Davy berhasil mengisolasi Li dari Li2O. Kemudian Rb dan Cs ditemukan sebagai unsur baru dengan teknik spektroskopi pada tahun 1860-1861 oleh Bunsen dan Kirchhoff. Sedangkan fransium ditemukan oleh Perey dengan menggunakan teknik radiokimia tahun 1939.

Semua logam alkali hanya dapat diisolasi dari leburan garam halidanya melalui proses elektrolisis. Garam-garam halida mempunyai titik lebur yang sangat tinggi, oleh karena itu umumnya ditambahkan garam halida yang lain untuk menurunkan titik lebur garam halidanya.

Ekstraksi Natrium Metode yang dilakukan untuk mengekstraksi natrium adalah dengan

menggunakan metode elektrolisis. Sumber utama logam natrium berasal dari garam batu dan air laut. Natrium dapat diperoleh dari elektrolisis leburan NaCl dengan menambahkan CaCl2 menggunakan proses downs cell. Penambahan CaCl2 bertujuan menurunkan titih leleh NaCl dari 801C menjadi 580 C. Proses ini dilakukan dalam sel silinder meggunakan anoda dari grafit dan katoda dari besi atau tembaga. Selama proses elektrolisis berlangsung, ion-ion Na+ bergerak menuju katoda kemudian mengendap dan menempel pada katoda, sedangkan ion Cl membentuk gas Cl2 pada anoda. Reaksi yang terjadi pada proses elektrolisis natrium dari lelehan NaCl: Peleburan NaCl Na+ + Cl Katoda Anoda Reaksi elektrolisis : Na+ + e : 2Cl : Na+ + Cl Na Cl2 + 2e Na + Cl2

Ekstraksi Kalium Kalium, rubidium, dan sesium tidak dapat diperoleh dengan proses elektrolis karena logam-logam yang terbentuk pada anoda akan segera larut kembali dalam larutan garam yang digunakan. Oleh sebab itu untuk memperoleh Kalium, rubidium, dan sesium dilakukan melalui metode reduksi. Sumber utama logam kalium adalah silvit atau biasa disebut KCl. Proses yang dilakukan untuk memperoleh ketiga logam ini serupa yaitu dengan mereaksikan lelehan garamnya dengan natrium. Na + LCl L + NaCl (L= kalium, rubidium dan sesium)

Dari reaksi di atas L dalam bentuk gas yang dialirkan keluar. Gas yang keluar kemudian dipadatkan dengan menurunkan tekanan atau suhu sehingga terbentuk padatan logam L. Karena jumlah produk berkurang maka reaksi akan bergeser ke arah produk. Demikian seterusnya hingga semua logam L habis bereaksi. Jadi reaksi yang terjadi untuk memperoleh logam Kalium adalah : Na + KCl K + NaCl

Reaksi ini berada dalam kesetimbangan. Karena kalium yang terbentuk mudah menguap, maka kalium dapat dikeluarkan dari sistem dan kesetimbangan akan bergeser ke kanan untuk memproduksi logam kalium.

3.5

Aplikasi Logam Natrium dan Kalium dalam Kehidupan Sehari-hari Logam Natrium : Sebagai pendingin pada reaktor nuklir Karena memiliki titik leleh yang rendah, logam Na digunakan sebagai pendingin dalam reaktor nulkir, dimana Na menyerap panas dari reaktor nuklir kemudian Na panas mengalir melalui saluran menuju reservoar yang berisi air. Selanjutnya air dalam reservoar menguap dan uapnya dialirkan pada pembangkit listrik tenaga uap. Natrium digunakan pada pengolahan logam-logam tertentu Natrium berguna untuk pengolahan logam-logam yang lebih berat dikarenakan natrium adalah reduktor kuat sehingga sulit teroksidasi. Dengan demikian logam natrium dapat membantu mempertahankan dan melindungi logam-logam tertentu dari korosi. Natrium digunakan pada industri pembuatan bahan anti ketukan pada bensin yaitu TEL (tetraetillead). Pb +4Na +4C2H5Cl Pb(C2H5)4 + 4NaCl Di dalam bensin, terdapat Alkana rantai lurus seperti n-heptana, n-oktana, dan n-nonana Hal ini menyebabkan pembakaran terjadi terlalu awal sebelum piston mencapai posisi yang tepat. Akibatnya timbul bunyi ledakan yang dikenal sebagai ketukan (knocking). Pembakaran terlalu awal juga berarti ada sisa komponen bensin yang belum terbakar sehingga energi yang ditransfer ke piston tidak maksimum. Uap natrium digunakan untuk lampu natrium yang dapat menembus kabut Na dipakai sebagai lampu penerangan dijalan-jalan raya atau pada kendaraan. sinar kuning natrium ini mempunyai kemampuan untuk menembus kabut. Lampu natrium ini mempunyai warna khas yang dipijarkan yaitu berwarna kuning mencorong, sehingga benda yang diterangi kehilangan warna aslinya. Bahkan warna kulit manusia cenderung menjadi keabuan, memunculkan pemandangan seakan mayat-mayat gentayangan di bawah lampu. . Pada lampu natrium, yang sorotan kuningnya menerangi jalan besar dan pelataran ramai di pusat kota. Cahaya kuning terbit karena sesaat sebelumnya energi gas natrium

dinaikkan oleh loncatan listrik.Sangat efisien, sebagian besar energi listrik beralih menjadi cahaya. Ini berbeda dari lampu pijar yang tenaga setrumnya banyak terpakai untuk memanaskan kawat. Sebagian saja yang menjadi terang, sebagian besar lainnya membuat gerah wilayah di sekeliling lampu. Natrium klorida atau yang dikenal dengan garam dapur Merupakan garam Natrium yang biasa digunakan sebagai bumbu dan pengawet makanan. Selain itu garam dapur juga dapat digunakan sebagai inhibitor pada proses metabolisme benih recalsitran. Kemampuan tingkat osmotik yang tinggi mengakibatkan NaCl yang terlarut dalam air mengimbibisi kandungan air dalam benih sehingga akan terjadi kesetimbangan kadar air dalam benih dan menyebabkan kadar air dalam benih berkurang sehingga benih tidak cepat mengalami perkecambahan dan berjamur. Natrium klorida dapat dibuat dari eir laut atau batu garam.

Logam Kalium: Unsur kalium sangat penting bagi pertumbuhan. Tumbuhan membutuhkan garamgaram kalium, tidak sebagai ion K+sendiri, tetapi bersama-sama dengan ion Ca2+ dalam perbandingan tertentu. Unsur kalium digunakan untuk pembuatan kalium superoksida (KO2) yang dapat bereaksi dengan air membentuk oksigen. Persamaan reaksinya: 4KO2(S) + H2O(l) 4KOH(aq) + 3O2(g) Senyawa KO2 digunakan sebagai bahan cadangan oksigen dalam tambang (bawah tanah), kapal selam, dan digunakan untuk memulihkan seseorang yang keracunan gas. Kalium klorida digunakan sebagai pengganti garam biasa dan digunakan juga untuk memberhentikan jantung, contohnya dalampembedahan jantung dan pelaksanaan hukuman mati melalui suntik maut.

BAB IV PENUTUP

4.1

Kesimpulan Logam Kalium lebih reaktif dibandingkan dengan logam Natrium kareana logam Kalium memiliki energi ionisasi yang lebih rendah dikarenakan jari jari atom Kalium lebih besar dari Natrium. Logam Natrium dan Kalium merupakan reduktor kuat karena memiliki nilai posential reduksi yang negatif. Logam Natrium dan

Kalium bereaksi hebat dengan air yang dapat menyebabkan ledakan akibat terbentuknya gas Hidrogen. Logam Natrium dan Kalium juga dapat berekasi langsung dengan udara terbuka sehingga harus disimpan dalam media yang inert yaitu minyak. Logam Natrium dan Kalium sama-sama bisa bereaksi dengan air, oksigen, dan halogen. Metode yang dilakukan untuk mengekstraksi natrium adalah dengan menggunakan metode elektrolisis, sedangkan untuk mengekstraksi kalium digunakan metode reduksi. Dalam aplikasinya secara umum, logam Na dan K banyak digunkan dalam industri, bahan makanan, kesehatan, dan peralatan elektronik.

4.2

Saran Setelah pembaca membaca makalah tentang Unsur Golongan IA, Na dan K ini, pembaca diharapkan lebih mengetahui dan mengerti tentang reaktifitas, reaksireaksi yang terjadi dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2009, Tabel Periodik Unsur, http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ pengantar_kimia/Bab_3.pdf, diakses 22 Maret 2012 Budianto, 2011, Unsur-unsur Logam Alkali, http://budisma.web.id/materi/sma/kimia-kelasxii/unsur-unsur-logam-alkali/, diakses 22 Maret 2012 Harefa, A., 2010, Makalah Golongan IA dan IIA, http://www.scribd.com/doc/29662498/ Makalah-Golongan-IA-Dan-IIA, diakses 22 Maret 2012 Mohsin, Y., 2006, Natrium, http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/natrium/, diakses 22 Maret 2012 Mohsin, Y., 2006, Kalium, http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/kalium/, diakses 22 Maret 2012