Anda di halaman 1dari 6

REFLEKSI KASUS ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN

Nama NIM Judul Kasus Tanggal Tempat Rotasi Laras Prabandini Sasongko 07/250479/KU/12169 Pomfoliks 28 Maret 2012 RSUD Tidar, Magelang Konsulen

dr. Endang T.S., Sp.KK

Identitas Pasien Nama Usia Alamat Pekerjaan : Bapak K : 38 tahun : : Mungkit

: Pegawai swasta di taman bunga

Anamnesis Keluhan utama RPS : gatal pada luka lecet yang mengering di jari telunjuk kanan :

1 bulan sebelum pasien periksa ke RS, pasien mengaku digigit serangga di jari telunjuk kanan. Pada tempat gigitan pasien merasa gatal (+), panas (+), perih (+). Kulit pasien kemudian mengering dan sempat membengkak, dari bengkakannya juga dapat keluar air kalau dipencet. Pasien mengobati sendiri dengan minum obat gatel dari warung (tidak tahu namanya) dan sale poles 88. Pasien merasa bengkak menghilang, tapi keluhan lain masih menetap. RPD RPK : Keluhan serupa sebelumnya disangkal Riwayat alergi dan atopic disangkal : Keluhan serupa disangkal

Riwayat alergi dan atopic disangkal

Pemeriksaan Fisik STDV: Pada jari telunjuk kanan pasien tampak deep vesicle yang tertutup skuama, berbentuk ireguler, berbatas tidak tegas

Diagnosis Banding Pomfoliks Dermatitis atopic Dermatitis kontak iritan Insect bite

Pemeriksaan Penunjang KOH 30% Kultur bakteri Skin prick test

Diagnosis Pomfoliks Terapi R/ hydrocortisone cr. 1% tube I s.2.d.d.u.e R/ CTM tab mg 4 no. XV s.2.d.d.tab I Saran Dapat digunakan kompres dingin untuk mengurangi rasa gatal Hindari factor predisposisi, seperti kondisi lembab/berkeringat, stress, emosi, dll

Jaga kebersihan diri dan lingkungan

POMFOLIKS
Dermatitis adalah suatu reaksi peradangan kulit terhadap berbagai rangsangan endogen ataupun eksogen. Dermatitis menggambarkan kelompok penyakit dengan gambaran histologik dan klinis yang bervariasi tergantung dari stadium penyakitnya. Dermatitis menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik seperti eritema, edema, papul, vesikel, skuama, likenifikasi, dan keluhan gatal. Pomfoliks atau disebut juga dermatitis dishidrosis adalah suatu dermatitis endogen yang ditandai dengan vesikula yang kemudian menjadi erupsi vesikula menonjol hingga fisura dan likenifikasi di telapak tangan atau telapak kaki. Penderita dermatitis dishirotik biasanya memiliki riwayat kecenderungan atopik. Kondisi ini tidak menular. Factor predisposisi: allergen, stress, perubahan musim Symptom: Lepuhan kecil dengan karakteristik:
-

Diameter 3 mm, biasanya muncul di ujung dan sisi jari dan telapak Bentuknya opak dan letaknya dalam, dapat terbenam dalam kulit atau sedikit terelevasi Tidak mudah pecah Biasanya lepuhan-lepuhan kecil membentuk lepuhan yang lebih besar Dapat terasa gatal, nyeri, atau asimptomatik. Keluhan memberat setelah kontak dengan sabun, air, atau substansi yang iritatif Menggaruk lepuhan akan membuat lepuhan pecah cairan lepuhan keluar membentuk krusta pada kulit dan kulit rusak

Kerusakan kulit dapat terjadi selama berminggu-minggu atau berbulanbulan baru dapat sembuh, selama itu kulit menjadi kering dan bersisik Cairan yang keluar adalah serum yang terakumulasi di antara sel kulit yang teriritasi Pada beberapa kasus, jika lepuhan terletak di jari atau telapak tangan, dapat juga terjadi pecahnya nodus limfatikus yang ditandai dengan rasa tingling pada lengan dan muncul benjolan di ketiak

Etiologi: Dapat dikaitkan dengan riwayat berkeringat berlebih akibat cemas, stress, frustasi Erupsi vesicular pada tangan juga dapat disebabkan oleh infeksi local seperti infeksi bakteri Reaksi alergi Konsumsi alcohol menyebabkan efek dehidrasi mengekserbasi beratnya fisura dan kerusakan kulit yang dapat

Dapat merupakn efek sekunder dari masalah pencernaan, seperti IBS, infeksi jamur intestinal, ulcerative colitis, crohns disease Pemakaian perban/plester dapat menambah iritasi dan menimbulkan maserasi kulit Multiple chemical sensitivity

Diagnosis: -

Anamnesis Pemeriksaan fisik: vesikula erupsi vesikula fisura dan likenifikasi Tes alergi: skin prick test, tes tempel KOH 30% Kultur bakteri dan sensitivitas Tes laboratorium: IgE, hitung eosinofil

Histopatologi: adanya spongiosis disertai infiltrasi limfosit atau bula serta vesikel intraepidermal

Manajemen:
-

Steroid topical Potassium permanganate dilute solution soaks, dapat mengeringkan vesikel dan membunuh staphylococcus aureus superficial Dapson, merupakan pomfoliks kronis Anti-histamines toctino alitretinoin 9-cis-retinoic acid Antibiotic sistemik, pada infeksi sekunder Diet rendah nickel (untuk kasus alergi/sensitive nickel), menghindari makanan tinggi nickel seperti oatmeal, cokelat, makanan kalengan, dan menggunakan vitamin tanpa kandungan nickel. Juga menghindari eksposure nickel seperti tidak menggunakan bahan stainless steel dan silverware antibacterial sulfonamide, terutama untuk

vesikel kecil multiple pada pomfoliks st.awal

kulit terkelupas dan rusak pada pomfoliks st.lanjut

pomfoliks st.lanjut pada kaki

pomfoliks st.lanjut pada telapak kaki

proses penyembuhan pomfoliks