Anda di halaman 1dari 6

ANTASIDA

Zat pengikat asam atau antasida (anti = lawan, acidus = asam) adalah basa-basa lemah yang digunakan untuk menetralisir atau mengikat asam lambung yang berlebihan, sebagaimanaterdapat pada keadaan sekresi asam lambung berlebihan (hiperklorida) dan penyakit borok-borok lambung dan usus. Borok-lambung dan borok-usus (ulcus ventriculi, ulcus duodeni) adalah pemborokanpemborokan di selaput-lendir lambung atau usus duabelas jari, yang berciri rasa nyeri hebat yang berkala. Sebabnya ialah berkurangnya daya- tangkis selaput-lendir dinding lambung, yang dalam keadaan sehat sangat tahan terhadap asam klorida dan pepsin. Daya-tangkis ini berdasarkan keutuhan dan daya-tegenerasi dari sel-sel mukosa dan dapat diperlemah oleh beberapa faktor misalnya sekresi HCl berlebihan, emosi dan stress, alcohol dan obat-obatseperti asetosal, indometasin dan kortison. Akibatnya ialah luka-luka mikro di mukosa, sehingga getah lambung dapat meresap ke jaringan-jaringan dalam. Histamine dilepaskan, yang memperkuat lagi sekresi asam dan lambat laun lesi bertambah besar sehingga akhirnya menjadi pemborokan. Borok-usus lebih sering terjadi dari pada borok-lambung, tetapi pada sepuluh tahun terakhir dilaporkan penurunan yang agak drastis dinegara-negara barat dari penyakit ini.

Tindakan-tindakan umum
Ada beberapa tindakan umum yang pasien-pasien borok lambung-usus harus menaati dan yang terpenting adalah makan tiga kali sehari pada waktu tertentu, agar obat (antasida) dapat digunakan secara tertentu pula. Alkohol dan kofein (kopi dan teh) tidak boleh diminum, kecuali kopi yang bebas-kofein; merokok sama sekali tidak diizinkan. Disamping itu cara hidup pasien harus tenang dengan menjauhkan kesibukan, kegelisahan dan factor-faktor stress lainnya sebanyak mungkin, serta memperhatikan cukup istirahat dan hiburan.

Pengobatan
Pengobatan borok lambung-usus hanya berupa simtomatis, yaitu ditunjukkan pada menghilangkan gejala-gejalanya saja, terutama rasa nyeri yang diakibatkan peristaltic lambung dan terbentuknya asam lambung dan pepsin.

Antasida digunakan untuk mengaktivasi zat-zat tersebut, bahkan beberapa diantaranya mampu membentuk suatu lapisan pelindung dipermukaan borok, sehingga penyembuhan dapat berlangsung lebih mudah. Dikenal pula obat-obat yang dapat mengurangi reproduksi asam lambung dan pepsin, yaitu zat-zat anti kolinergik dan anti histaminika perintang-reseptor hydrogen. Pada obat-obat utama tersebut sering kali ditambah obat-obat pembantu misalnya sedativa dan adsorbensia, juga anti-emetika domperidom dan metoklopramida bermanfaat pada borok-lambun g guna mencegah reflux (pengaliran kembali) empedu dari usus ke lambung. Pengobatan dari fasa akut perlu dilanjutkan selama 4-8, walaupun keluhan-keluhan pasien sudah dapat lenyap dalam waktu satu minggu. Hal ini penting sekali untuk mencegah kambuhnya pemborokan. Bila tindakan-tindakan umum dan kur-kur yang berulang kali dengan antasida tidak atau kurang menghasilkan efek, serta terdapat risiko akan pendarah, perforasi atau penyumbatan lambung, maka perlu sekali dilakukan pembedahan.Kini biasanya diadakan vagotomi selektif, pada manah cabang-cabang syaraf-vagus (syaraf-otak ke 10) dibagian atas lambung yang memberikan rengsangan untuk sekresi asam, diputuskan secara selektif. Pada operasi tersebut kerapkali diubah tak usah dilakukan reseksi lambung, sebagaimana halnya dengan pembedahanpembedahan klisik.

Penggolongan
Berdasarkan mekanisme kerjanya obat-obat borok lambung-usus dapat digolongkan sebagai berikut: a. Antasida : senyawa-senyawa magnesium, alumunium dan bismuth, natrium bikarbonat dan kalsium karbonat, hidrotalsit,.

Zat-zat ini mengikat secara kimiawi asam klorida yang berada pada jumlah yang berlebihan dalam lambung. Pilihan pertama adalah persenyawaan-persenyawaan magnesium dan alumunium dengan sifat netralisasi baik tanpa diresopsi usus. Karena persenyawaan-persenyawaan magnesium bersifat mencahar, maka biasanya dikombinasi dengan persenyawaan-persenyawaan alumunium (atau kalsium karbonat) yang justru

bersifat obstipasi; perbandingannya adalah 1:5. Persenyawaan molekuler Mg dan Al adalah hidrotalsit yang juga sangat efektif. Natriumbikarbonat dan kalsiumkarbonat bekerja kuat dan pesat tetapi dapat resorpsi usus dan mengakibatkan alkalosis; yakni adanya berlebihan alkali dalam darah dan jaringan-jaringan dengan bermacam-macam gejala mengganggu seperti mual, muntah, anorexia, nyeri kepala dan gangguan-gangguan kelakuan. Di samping itu kerjanya hanya singkat dan terbentuknya karbondioksida, seringkali justru

mengakibatkan hipersekresi asam lambung (rebound-effect). Oleh karena hal-hal ini, maka kedua obat tersebut sebaiknya jangan digunakan. Paersenyawaan-persenyawaan bismuth dapat membentuk lapisan-pelindung di atas borok, tetapi efektivitasnya seringkali masih disangsikan. Pada dosis tinggi dapat diresorpsi dan mengakibatkan encefalopatia, yakni kerusakkan otak dengan kejangkejang, ataxia dan kekacauan, maka kini tidak banyak digunakan lagi. Obat baru bismutsubsitrat dikatakan efektif sekali tanpa memberikan efek samping tersebut. Waktu makan obat. Telah dibuktikan, bahwa keasaman di lambung menurun segera setelah makan dan mulai naik lagi satu jam kemudian sampai mencapai dataran tinggi tiga jam sesudah makan. Berhubung dengan data ini, maka antasida harus digunakan lebih kurang satu jam setelah makan , dan sebaiknya dalam bentuk suspense. Telah dibuktikan bahwa tablet-tablet bekerja kurang efektif dan lebih perlahan, mungkin karena proses-pengeringan selama pembuataan mengurangi daya netralisasinya. Antasida yang mengandung logam-logam bervalensi-2 dan 3 tidak dapat dikombinasi dengan tetrasiklin karena terbentuknya kompleks yang tidak larut dielakkan, tetrasiklin sebaiknya digunakan dua jam setelah menelan antasidum.

b. Antikolinergika: ekstrak belladonna, propantelin, fentonium, pirenzepin Zat-zat ini selain menekan produksi getah-lambung, juga berdaya melawan kejang-kejang dan mengurangi peristaltik, sehingga antasida yang diberikan bersamaan dapat bekerja lebih lama. Tatapi berkurangnya pergerakan lambung ini dapat berbahaya bagi pasien borok-usus, yang tak jarang menderita pula obstruksi lambung (penyumbatan). Pentakarannya harus ditentukan secara individual guna menghindarkan efek-efek samping seperti mulut kering. Midriasis, (pupil melebar), tachyceardia dan retensi kemih. Keberatan-keberatan tersebut

telah membatasi penggunaan antkolinergika sebagai atropin dan propantelin.(probantin); obat-obat baru fentonium dan pirenzepin dikatakan bekerja selektif terhadap perintangan sekresi asam tanpa efek-efek samping lainnya. c. Perintang reseptor hydrogen atau hydrogen-blockers: simetidin dan ranitidine.

Antihistaminika ini merintangi secara selektif efek antihistamin terhadap reseproereseptor-hidrogen dalam mukosa-lambung dengan jalan persaingan, sehingga sekresi asamlambung dan pepsin sangat dikurangi. Antihistaminika lainnya tidak memiliki khasiat ini. Efektivitas obat-obat ini pada penyembuhab borok-borok lambung dan usus berjumlah lebih dari 80% dari pasien-pasien yanag diobati.

d. Obat-obat penenang:meprobamat, diazepam dan fenobarbital.

Sudah lama diketahui bahwa stress emosional membuat penyakit borok-lambung bertambah parah, sedangkan selama serangan akut biasanya terdapat kegelisahan dan kecemasan pada pasien. Guna melawan hal-hal tersebut, maka seringkali terapi dengan antasida disertai pula suatu obat penenang misalnya fenobarbital, atau lebih disukai suatu tranqulizer (meprobamat atau diazepam)

e. Obat-obat-pembantu: adsorbensia (kaolin, bentonit, asam alginate, silica-gel, spasmolitika (papaverin), succus liquiritae dan dimethicon) Kadang-kadang pada formulasi antasida ditambahkan pula suatu adsorbens yang dapat menyerap secar fisik zat-zat aktif dari getah-lambung. Ataupula suatu zat yang dapat meniadakan kejang-kejang dilambung maupun suatu zat yang dapat melindungi mukosa dengan lapisan hidrofob. Kegunaan zat-zat tambahan ini tidak selalu dibuktikan dengan pasti. Sejak tahun 1984 qntiemetrik domperidom (motilium, J & J) juga digunakan pada boroklambung berdasarkan daya stimulasinya terhadap peristaltic lambung. Dengan demikian pengaliran kembali (refluks) empedu dan enzim-enzim pencernaan dari duodenum ke

jurusan lambung tercegah, hingga borok tidak dirangsang lebih lanjut dan dapat sembuh dengan lebih cepat.

Zat-zat tersendiri
1. Persenyawaan-persenyawaan magnesium: magnesiumoksida , magnesiumkarbonat, dan magnesiumtrisilikat.

Dalam dosis yang sama (1 g), magnesiumoksida adalah lebih efektif untuk mengikat asam dari pada natriumbikarbonat, tetapi memiliki sifat pencahar sebagai efek samping. Untuk mengatasi hal ini, maka dapat diberikan dalam kombinasi dengan

aluminiumhidroksida atau kalsiumkarbonat yang memiliki sifat sembelit. Berhubung magnesiumoksida tidak diresorbsi maka tidak menyebabkan alkalosis. Magnesiumtrisilikat, suatu antasid nonsistemik lainnya, bekerja lebih lambat dan lebih lama dari pada natriumbikarbonat. Obat ini dalam lambung melepaskan sisiliumoksida, yang menutupi borok-borok lambung dengan suatu lapisan pelindung yang berbentuk gelatin. Karena magnesiumtrisilikat adalah suatu adsorber yang baik, maka hal ini perlu diperhitungkan dalam rangka bioavailability obat-obat yang diberikan bersamaan waktunya dengan antacid ini. Perlu juga diketahui bahwa penggunaan kronis dari zat ini dapat menimbulkan pembentukan batu ginjal yang terdiri dari silika. Dosis magnesiumtrisilikat: 1-4 g, sebelum makan.

2. Persenyawaan aluminium: aluminiumhidroksida Zat koloida ini sebagian terdiri dari aluminiumhidroksida dan sebagian lagi sebagai aluminiumoksida terikat pada molekul-molekul air (hydrated). Sifat ion aluminium untuk membentuk kompleks dengan antara lain zat putih telur menyebabkan sifatnya yang menciutkan (adstringens) selaput lender dari lambung dan usus. Efek samping sembelit mungkin disebabkan oleh sifat adstringens ini dan dapat diatasi dengan penggunaan antacid yang mengandung magnesium pada waktu bersamaan atau dalam kombinasi (Gelusil, Warner-Lambert; Mylanta, Parke-Davis). Aluminiumhidroksida juga diperkirakan

berkhasiat dapat menutupi borok lambung dengan suatu lapisan pelindung. Dosis: dalam bentuk gel 3 kali sehari 0,5-1 g.