Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM LABORATORIUM LINGKUNGAN


BERAT JENIS DAN KOMPOSISI SAMPAH
OLEH :
NAMA : LISTARI HUSNA FITRI
NO. BP : 1010942019
HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : SABTU / 31 MARET 2012
KELOMPOK : III B(TIGA B)
REKAN KERJA : OKTAFERIZAL LUBIS (1010941002)


ASISTEN :
AJENG YANAROSANTI










LABORATORIUM BUANGAN PADAT
JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Berat Jenis Sampah
1.1.1 Tujuan Percobaan
Mengetahui berat jenis sampah dari suatu sumber domestik, komersil, dan
institusi.
1.1.2 Prinsip Percobaan
Sampah diukur berat dan volumenya dalam suatu wadah yang diketahui
volumenya.
1.2 Komposisi Sampah
1.2.1 Tujuan Percobaan
Mengetahui komposisi sampel sampah dari sumber domestik, komersil, dan
institusi.
1.2.2 Prinsip Percobaan
Sampah dipilah-pilah berdasarkan komponennya.













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Sampah menurut SNI 19-2454-1991 tentang Tata Cara Pengelolaan Teknik
Sampah Perkotaan didefenisikan sebagai limbah yang bersifat padat terdiri atas
zat organik dan zat anorganik yang tidak berguna lagi dan harus dikelola agar
tidak mengganggu lingkungan dan melindungi investasi pembangunan. Sampah
umumnya dalam bentuk sisa makanan (sampah dapur), daun-daunan, ranting,
karton/kertas, plastik, kain bekas, kaleng-kaleng, debu sisa penyapuan dan
sebagainya.
Sampah merupakan buangan padat atau setengah padat terdiri dari zat organik dan
zat an organik yang kehadirannya tidak diinginkan atau tidak berguna oleh
masyarakat. Setiap aktivitas manusia menghasilkan sampah, dengan
bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan sampah yang dihasilkan semakin
besar. Hal ini menyebabkan masalah sampah mulai mengganggu baik terhadap
kesehatan manusia maupun terhadap lingkungan yang menyebabkan tercemarnya
tanah, air dan udara. Maka dari itu sampah tersebut perlu pengelolaan khusus agar
tidak membahayakan kesehatan manusia, lingkungan dan melindungi investasi
pembangunan (Tchobanoglous, 1993).
Timbulan sampah adalah volume sampah atau berat sampah yang dihasilkan dari
jenis sumber sampah di wilayah tertentu per satuan waktu (Departemen PU,
2004). Timbulan sampah sangat diperlukan untuk menentukan dan mendesain
peralatan yang digunakan dalam transportasi sampah, fasilitas recovery material,
dan fasilitas Lokasi Pembuangan Akhir (LPA) sampah (Anonim A, 2010).
Timbulan sampah biasanya dinyatakan dalam (Anonim A, 2010):
1. Satuan berat : kilogram per orang per hari (kg/o/h), kilogram per meter-persegi
bangunan per hari (kg/m
2
/h) atau kilogram per tempat tidur per hari (kg/bed/h);
2. Satuan volume : liter per orang per hari (l/o/h), liter per meter-persegi
bangunan per hari (l/m
2
/h) atau liter per tempat tidur per hari (kg/bed/h).
Rata- rata timbulan sampah tidak akan sama antara satu daerah dengan daerah
lainnya, atau suatu negara dengan negara lainnya. Hal ini disebabkan oleh
beberapa faktor, antara lain (Damanhuri, 2004):
1. Jumlah penduduk dan tingkat pertumbuhannya;
2. Tingkat hidup;
3. Perbedaan musim;
4. Cara hidup dan mobilitas penduduk;
5. Iklim;
6. Cara penanganan makanannya.
Karakteristik sampah adalah sifat-sifat sampah yang meliputi sifat fisik, kimia,
dan biologi. Karakteristik sampah sangat penting dalam pengembangan dan
desain sistem manajemen persampahan. Karakteristik sampah dipengaruhi oleh
beberapa faktor diantaranya yaitu pendapatan masyarakat (low, medium dan high
income), pertumbuhan penduduk, produksi pertanian, pertumbuhan industri dan
konsumsi serta perubahan musim (Tchobanoglous, 1993).
1. Karakteristik Fisika
a. Berat jenis
Berat jenis merupakan berat material per unit volume (satuan lb/ft
3
, lb/yd
3
atau
kg/m
3
). Data ini diperlukan untuk menghitung beban massa dan volume total
sampah yang harus dikelola.
b. Kelembapan
Menentukan kelembapan dalam sampah dapat digunakan dua cara yaitu
dengan ukuran berat basah dan berat kering. Ukuran kelembapan yang umum
digunakan dalam manajemen persampahan adalah % berat basah (wet weight).
Data kelembapan sampah berguna dalam perencanaan bahan wadah,
periodisasi pengumpulan, dan desain sistem pengolahan.
c. Ukuran dan distribusi partikel
Penentuan ukuran dan distribusi partikel sampah digunakan untuk menentukan
jenis fasilitas pengolahan sampah, terutama untuk memisahkan partikel besar
dengan partikel kecil. Ukuran komponen rata-rata yang ditemukan dalam
sampah kota berkisar antara 7-8 inchi.

d. Field capacity
Field capacity adalah jumlah kelembapan yang dapat ditahan dalam sampah
akibat gaya gravitasi. Field capacity sangat penting dalam menentukan aliran
leachate dalam landfill. Biasanya field capacity sebesar 30% dari volume
sampah total.
e. Permeabilitas sampah yang dipadatkan
Permeabilitas sampah yang dipadatkan diperlukan untuk mengetahui gerakan
cairan dan gas dalam landfill.
2. Karakteristik Kimia
Karakteristik kimia sampah diperlukan untuk mengevaluasi alternatif suatu proses
dan sistem recovery pengolahan sampah. Karakteristik kimia meliputi
(Tchobanoglous, 1993):
a. Proximate analysis
b. Titik lebur abu
c. Ultimate analysis
d. Kandungan energi komponen sampah
3. Karakteristik Biologi
Penentuan karakteristik biologi digunakan untuk menentukan karakteristik
sampah organik di luar plastik, karet dan kulit. Parameter-parameter yang
umumnya dianalisis untuk menentukan karakteristik biologi sampah organik
terdiri atas (Tchobanoglous, 1993):
a. Parameter yang larut dalam air terdiri atas gula, zat tepung, asam amino, dan
lain-lain;
b. Hemiselulosa yaitu hasil kondensasi gula dan karbon;
c. Selulosa yaitu hasil kondensasi gula dan karbon;
d. Lemak, minyak, lilin;
e. Lignin yaitu senyawa polimer dengan cincin aromatic;
f. Lignoselulosa merupakan kombinasi lignin dengan selulosa;
g. Protein terdiri atas rantai asam amino.
Komposisi sampah merupakan penggambaran dari masing-masing komponen
yang terdapat pada sampah dan distribusinya. Data ini penting untuk
mengevaluasi peralatan yang diperlukan, sistem, pengolahan sampah dan rencana
manajemen persampahan suatu kota. Pengelompokkan sampah yang paling sering
dilakukan adalah berdasarkan komposisinya, misalnya dinyatakan sebagai % berat
atau % volume dari kertas, kayu, kulit, karet, plastik, logam, kaca, kain, makanan,
dan sampah lain-lain (Anonim A, 2010).
Komposisi sampah dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut
(Tchobanoglous, 1993):
1. Frekuensi pengumpulan
Semakin sering sampah dikumpulkan, semakin tinggi tumpukan sampah
terbentuk. Sampah kertas dan sampah kering lainnya akan tetap bertambah,
tetapi sampah organik akan berkurang karena terdekomposisi.
2. Musim
Jenis sampah akan ditentukan oleh musim buah-buahan yang sedang
berlangsung.
3. Kondisi Ekonomi.
Kondisi ekonomi yang berbeda menghasilkan sampah dengan komponen yang
berbeda pula. Semakin tinggi tingkat ekonomi suatu masyarakat, produksi
sampah kering seperti kertas, plastik, dan kaleng cenderung tinggi, sedangkan
sampah makanannya lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh pola hidup
masyarakat ekonomi tinggi yang lebih praktis dan bersih.
4. Cuaca
Di daerah yang kandungan airnya cukup tinggi, kelembaban sampahnya juga
akan cukup tinggi.
5. Kemasan produk
Kemasan produk bahan kebutuhan sehari-hari juga akan mempengaruhi
komposisi sampah. Negara maju seperti Amerika banyak menggunakan kertas
sebagai pengemas, sedangkan negara berkembang seperti Indonesia banyak
menggunakan plastik sebagai pengemas.



BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN
3.1 Berat Jenis Sampah
3.1.1 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah:
1. Sampel sampah basah;
2. Wadah yang sudah diketahui volumenya;
3. Timbangan;
4. Sekop;
5. Penggaris;
6. Sarung tangan;
7. Masker.
3.1.2 Cara Kerja
Langkah-langkah kerja pada praktikum ini adalah:
1. Sampel sampah diambil pada lokasi yang telah ditetapkan atau lokasi sampling
dan dicatat kondisi lingkungan dan cuaca;
2. Dihitung volume wadah yang ada;
3. Sampel tersebut diaduk, kemudian dimasukkan dalam wadah yang ada sampai
penuh (tanpa pemadatan);
4. Wadah tersebuk diketuk sebanyak tiga kali ke lantai;
5. Volume sampah tersebut dihitung setelah diketuk (dalam satuan liter)
6. Ditimbang berat sampel dalam wadah (dalam satuan kg).
3.1.3 Rumus
1. Berat Jenis Sampah
Berat Jenis
massa sampel
volume setelah kompaksi




2. Timbulan Sampah
Timbulan sampah
volume sampah
jumlah orang per rumah

3. Komposisi Sampah
Komponen Sampah
Berat Komponen Sampah
Berat Total Sampah
x 100%
3.2 Komposisi Sampah
3.2.1 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah:
1. Sampel sampah yang sudah diketahui berat jenisnya;
2. Timbangan.
3.2.2 Cara Kerja
Langkah-langkah kerja pada praktikum ini adalah:
1. Sampel sampah dari penetapan berat jenis sampah dipilah-pilah berdasarkan
komponennya (misal: plastik, bahan organik, karet, kayu, logam, dsb);
2. Setiap komponen hasil pemilahan ditimbang.
3.2.2 Perhitungan
% Plastik
Berat Komponen Sampah (kg)
Berat Sampel
x 100%

















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Data
Diameter kompaktor = 30 cm
Jari-jari = 15 cm
Tinggi = 34 cm
Berat jenis sampah
No. Sampel Tinggi Sampah (cm) Volume Sampah (L) Berat Sampah (Kg)
HI 1 10 3,54 0,4
MI 1 27 3,32 1,18
L1 1 20 2,35 0,8
LI 2 12 1,13 0,48
LI 3 29 2,73 0,74
L1 4 28 3,21 1,6
W1 31 0,67 0,62
W2 33 0,73 0,5
W3 25 0,57 1,72
W4 46 1,15 1,84
W5 26 0,36 1,2
W6 37 1,01 0,3
TK 1 45 0,23 1,62
KO 1 42 0,12 0,5
I1 41 0,05 1,28
I2 35 0,27 0,48
I3 14 0,03 0,26
I4 51 0,07 2,48
I5 55 0,05 0,46
IND1 28 0,01 0,24
Komposisi Sampah
No Komposisi Domestik (%) Komersil (%) Institusi (%) Industri (%)
1 Organik (kompos) 60,47 48,58 29,91 -
2 Organik (non
kompos)
1,86 4,72 - -
3 Plastik 16,45 16,51 23,66 59,09
4 Kertas 9,02 16,03 43,30 36,36
5 B3 12,20 - 2,68 -
6 Logam - 0,01 0,45 -
7 Kaca - 14,15 - -
8 Karet - 0,01 - -
9 Kayu - - 4,55
Total 100 100 100 100






1. Perumahan
a. High Income
T sebelum kompaksi = 20 cm
T setelah kompaksi = 10 cm
Massa sampel = 0,4 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x20
= 14130 cm
3
= 14,13 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x10
= 7065 cm
3
= 7,07 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
7,07
14,13

= 0,5004
Volume Sampah = Volume sesudah kompaksi x Faktor Kompaksi
=
= 3,54 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
0,4 kg
3,54 L

= 0,11 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Jumlah Orang Per Rumah

=
3,54 L
5 orang
= 0,71 L/o/h
b. Medium Income
T sebelum kompaksi = 31 cm
T setelah kompaksi = 27 cm
Massa sampel = 1,18 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x31
= 21901,5 cm
3
= 21,90 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x27
= 19075,5 cm
3
= 19,08 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
19,08
21,90

= 0,8712
Volume Sampah = Volume sesudah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 19,08 L0,8712
= 16,62 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
1,18 kg
16,62 L

= 0,07 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Jumlah Orang Per Rumah

=
16,62 L
5 orang
= 3,32 L/o/h
c. Low Income 1
T sebelum kompaksi = 24 cm
T setelah kompaksi = 20 cm
Massa sampel = 0,8 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x24
= 16956 cm
3
= 16,96 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x20
= 14130 cm
3
= 14,13 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
14,13
16,96

= 0,8331
Volume Sampah = Volume sesudah kompaksi x Faktor Kompaks
= 14,13 L0,8331
= 11,77 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
0,8 kg
11,77 L

= 0,07 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Jumlah Orang Per Rumah

=


= 2,35 L/o/h
d. Low Income 2
T sebelum kompaksi = 18 cm
T setelah kompaksi = 12 cm
Massa sampel = 0,48 kg
Volume sebelum kompaksi = a


= 3,14x15
2
x18
= 12717 cm
3
= 12,72 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x12
= 8478 cm
3
= 8,48 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
8,48
12,72

= 0,6667
Volume Sampah = Volume sesudah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 8,48 L0,6667
= 5,65 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
0,48 kg
5,65 L

= 0,08 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Jumlah Orang Per Rumah

=
5,65 L
5 orang
= 1,13 L/o/h
e. Low Income 3
T sebelum kompaksi = 32 cm
T setelah kompaksi = 29 cm
Massa sampel = 0,74 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x32
= 22608 cm
3
= 22,61 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x29
= 20488,5 cm
3
= 20,49 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=


= 0,9062
Volume Sampah = Volume sesudah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 20,49 L0,9062
= 18,57 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
0,74 kg
18,57 L

= 0,05 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Jumlah Orang Per Rumah

=
18,57 L
5 orang
= 3,71 L/o/h
f. Low Income 4
T sebelum kompaksi = 34,5 cm
T setelah kompaksi = 28 cm
Massa sampel = 1,6 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x34,5
= 24374,25 cm
3
= 24,37 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x28
= 19782 cm
3
= 19,78 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
19,78
24,37

= 0,8117
Volume Sampah = Volume sesudah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 19,78 L0,8117
= 16,06 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
1,6 kg
16,06 L

= 0,1 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Jumlah Orang Per Rumah

=
16,06 L
5 orang
= 3,21 L/o/h
Timbulan rata-rata =
( )


= 2,405 L/o/h
Laju timbulan domestik = q x P
= 2,405 L/o/h x 3145 orang
= 7563,73 L/h
2. Komersil
a. Warung 1
T sebelum kompaksi = 42 cm
T setelah kompaksi = 31 cm
Massa sampel = 0,62 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x42
= 29673 cm
3
= 29,67 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x31
= 21901,5 cm
3
= 21,90 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
21,90
29,67

= 0,7381
Volume Sampah = Volume sesudah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 21,90 L0,7381
= 16,16 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
0,62 kg
16,16 L

= 0,04 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Luas Lahan

=
16,16 L
24 m
2
= 0,67 L/m
2
/h
b. Warung 2
T sebelum kompaksi = 44 cm
T setelah kompaksi = 33 cm
Massa sampel = 0,5 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x44
= 31086 cm
3
= 31,09 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x33
= 23314,5 cm
3
= 23,31 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
23,31
31,09

= 0,7496
Volume Sampah = Volume sesudah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 23,31 L0,7496
= 17,47 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
0,5 kg
17,47 L

= 0,03 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Luas Lahan

=
17,47 L
24 m
2
= 0,73 L/m
2
/h
c. Warung 3
T sebelum kompaksi = 32 cm
T setelah kompaksi = 25 cm
Massa sampel = 1,72 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x32
= 22608 cm
3
= 22,61 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x25
= 17662,5 cm
3
= 17,66 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
17,66
22,61

= 0,7811
Volume Sampah = Volume sesudah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 17,66 L0,7811
= 13,79 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
1,72 kg
13,79 L

= 0,12 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Luas Lahan

=
13,79 L
24 m
2
= 0,57 L/m
2
/h
d. Warung 4
T sebelum kompaksi = 54 cm
T setelah kompaksi = 46 cm
Massa sampel = 1,84 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x54
= 38151 cm
3
= 38,15 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x46
= 32499 cm
3
= 32,50 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
32,50
38,15

= 0,8519
Volume Sampah = Volume setelah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 32,50 L0,8519
= 27,69 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
1,84 kg
27,69 L

= 0,06 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Luas Lahan

=
27,69 L
24 m
2
= 1,15 L/m
2
/h
e. Warung 5
T sebelum kompaksi = 56 cm
T setelah kompaksi = 26 cm
Massa sampel = 1,2 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x56
= 39564 cm
3
= 39.56 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x26
= 18369 cm
3
= 18,37 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
18,37
39,56

= 0,4644
Volume Sampah = Volume setelah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 18,37 L0,4644
= 8,53 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
1,2 kg
8,53 L

= 0,14 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Luas Lahan

=
8.53 L
24 m
2
= 0,36 L/m
2
/h
f. Warung 6
T sebelum kompaksi = 40 cm
T setelah kompaksi = 37 cm
Massa sampel = 0,3 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x40
= 28260 cm
3
= 28,26 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x37
= 26140,5 cm
3
= 26,14 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
26,14
28,26

= 0,9250
Volume Sampah = Volume setelah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 26,14 L0,9250
= 24,18 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
0,3 kg
24,18 L

= 0,01 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Luas Lahan

=
24,18L
24 m
2
= 1,01 L/m
2
/h
g. Toko
T sebelum kompaksi = 57 cm
T setelah kompaksi = 45 cm
Massa sampel = 1,62 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x57
= 40270,5 cm
3
= 40,27 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x45
= 31792,5 cm
3
= 31,79 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
31,79
40,27

= 0,7894
Volume Sampah = Volume setelah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 31,79 L0,7894
= 25,10 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
1,62 kg
25,10 L

= 0,06 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Luas Lahan

=
25,10 L
108 m
2
= 0,23 L/m
2
/h
h. Koperasi
T sebelum kompaksi = 60 cm
T setelah kompaksi = 42 cm
Massa sampel = 0,5 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x60
= 42390 cm
3
= 42,39 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x42
= 29673 cm
3
= 29,67 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
29,67
42,39

= 0,6999
Volume Sampah = Volume setelah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 29,67 L0,6999
= 20,77 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
0,5 kg
20,77 L

= 0,02 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Luas Lahan

=
20,77 L
180 m
2
= 0,12 L/m
2
/h
Timbulan rata-rata =
(0,670,730,571,150,361,010,230,12) kg
8

= 0,61 L/m
2
/h
Laju timbulan komersil = q x A
= 0,61 L/m
2
/h x 2052 m
2
= 1251,72 L/h
3. Institusi
a. Institusi 1 (Kantor Camat)
T sebelum kompaksi = 49 cm
T setelah kompaksi = 41 cm
Massa sampel = 1,28 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x49
= 34618,5 cm
3
= 34,62 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x41
= 28966,5 cm
3
= 28,97 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
28,97
34,62

= 0,8368
Volume Sampah = Volume setelah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 28,97 L0,8368
= 24,24 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
1,28 kg
24,24 L

= 0,05 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Luas Lahan

=
24,24 L
500 m
2
= 0,05 L/m
2
/h
b. Institusi 2 (Kantor Pos)
T sebelum kompaksi = 44 cm
T setelah kompaksi = 35 cm
Massa sampel = 0,48 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x44
= 31086 cm
3
= 31,09 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x35
= 24727,5 cm
3
= 24,73 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
24,73
31,09

= 0,7954
Volume Sampah = Volume setelah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 24,73
= 19,67 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
0,48 kg
19,67 L

= 0,02 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Luas Lahan

=
19,67 L
72 m
2
= 0,27 L/m
2
/h
c. Institusi 3 (Kantor Lurah)
T sebelum kompaksi = 19 cm
T setelah kompaksi = 14 cm
Massa sampel = 0,26 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x19
= 13423,5 cm
3
= 13,42 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x14
= 9891 cm
3
= 9,89 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
9,89
13,42

= 0,7370
Volume Sampah = Volume setelah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 9,89
= 7,29 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
0,26 kg
7,29 L

= 0,04 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Luas Lahan

=
7,29 L
216 m
2
= 0,03 L/m
2
/h
d. Institusi 4 (Puskesmas)
T sebelum kompaksi = 54 cm
T setelah kompaksi = 51 cm
Massa sampel = 2,48 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x54
= 38151 cm
3
=38,15 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x51
= 36031 cm
3
= 36,03 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
36,03
38,15

= 0,9444
Volume Sampah = Volume setelah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 36,03 L0,9444
= 34,03 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=



= 0,07 kg/L
Timbulan sampah =



=

= 0,07 L/m
2
/h
e. Institusi 5 (Sekolah)
T sebelum kompaksi = 74 cm
T setelah kompaksi = 55 cm
Massa sampel = 0,46 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x74
= 52281 cm
3
=52,28 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x55
= 38857,5 cm
3
= 38,86 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
38,86
52,28

= 0,7433
Volume Sampah = Volume setelah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 38,86 L0,7433
= 28,88 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
0,46 kg
28,88 L

= 0,02 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Luas Lahan

=
28,88 L
640 m
2
= 0,05 L/m
2
/h
Timbulan rata-rata =
(0,050,270,030,070,05) kg
5

= 0,09 L/m
2
/h
Laju timbulan institusi = q x A
= 0,09 L/m
2
/h x 90.000 m
2
= 8100 L/h
4. Industri
T sebelum kompaksi` = 39 cm
T setelah kompaksi = 28 cm
Massa sampel = 0,24 kg
Volume sebelum kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x39
= 27553,5 cm
3
=27,55 L
Volume setelah kompaksi = ar
2
x t
= 3,14x15
2
x28
= 19782 cm
3
= 19,78 L
Faktor Kompaksi =
Volume Setelah Kompaksi
Volume Sebelum Kompaksi

=
19,78
27,55

= 0,7180
Volume Sampah = Volume setelah kompaksi x Faktor Kompaksi
= 19,78 L0,7180
= 14,20 L
Berat Jenis =
Massa Sampel
Volume Sampah

=
0,24 kg
14,20 L

= 0,02 kg/L
Timbulan sampah =
Volume Sampah
Luas Lahan

=
14,20 L
1000 m
2

= 0,01 L/m
2
/h
Laju timbulan industri = q x A
= 0,01 L/m
2
/h

x 1000 m
2

= 10 L/h
























4.2 Pembahasan
Dari hasil praktikum telah didapatkan bahwa timbulan sampah rata-rata terbanyak
per harinya berasal dari sampah domestik yaitu 2,405 L/o/hari. Sedangkan
timbulan sampah komersil sebesar 0,06 L/m
2
/hari, institusi sebanyak 0,09 L/ m
2/
h
dan yang paling sedikit menghasilkan timbulan sampah adalah sampah industri
yaitu sebesar 0,01 L/ m
2/
hari. Sampah dari domestik adalah sampah yang paling
banyak dihasilkan dikarenakan di Kelurahan Bungus Selatan didominasi oleh
perumahan penduduk dibandingkan daerah untuk komersil, sehingga sampah
domestik pun lebih banyak dihasilkan. Sampah yang dihasilkan juga cukup
homogen, hal ini dikarenakan tingkat perekonomian di daerah ini yang belum
terlalu tinggi. Selain itu, sampah yang berasal dari daerah komersil merupakan
sampah dari warung-warung kecil yang berjualan kebutuhan harian yang tidak
menghasilkan sampah terlalu banyak. Sedangkan sampah institusinya lebih
sedikit menghasilkan timbulan karena di Kelurahan Bungus Selatan sendiri cukup
sedikit memiliki wilayah yang digunakan sebagai pusat institusi, adapun institusi
yang ada di Kelurahan Bungus Selatan adalah sekolah, kantor instansi pemerintah,
puskesmas dan lain sebagainya.
Sedangkan komposisi yang didapatkan berbeda-beda sesuai dengan sumber
sampahnya. Sampah domestik banyak mengasilkan sampah organik dengan
presentase mencapai 60,47%, hal ini dikarenakan sampah domestik kebanyakan
berupa sampah sisa makanan atau sayuran yang sudah tidak terpakai lagi atau
membusuk. Pada sampah institusi komposisi yang paling banyak adalah sampah
kertas dengan presentase 43,30 %. Hal ini dikarenakan institusi lebih banyak
menggunakan kertas dalam kegiatan hariannya, sedangkan pada sampah komersil
yang paling banyak ditemukan adalah sampah organik karena daerah komersil
yang diambil sebagai sampel lebih banyak kepada warung kecil yang berjualan
kebutuhan harian, presentasenya sebesar 48,58 % dan jenis sampah yang paling
banyak di industri adalah plastik dengan persentase 59,09 %. Sampah yang ada di
daerah Kelurahan Bungus lebih sering dibakar oleh masyarakat daripada
dikumpulkan oleh petugas dari DKP sehingga timbulan sampah yang terlihat tidak
terlalu banyak.
Untuk meminimalkan atau mengurangi timbulan sampah yang banyak maka
sampah-sampah yang dihasilkan dari masing-masing sumber dapat diolah atau
digunakan kembali menjadi barang yang lebih bermanfaat. Sampah organik yang
dihasilkan dapat diolah menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk
sedangkan sampah plastik yang banyak dihasilkan dari kegiatan komersil dapat di
daur pakai menjadi barang-barang bermanfaat seperti kerajinan tangan dan
lainnya. Sedangkan sampah yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi dapat
langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir.

















BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil praktikum telah didapatkan bahwa timbulan sampah rata-rata terbanyak
per harinya berasal dari sampah domestik yaitu 2,405 L/o/hari. Sedangkan
timbulan sampah komersil sebesar 0,06 L/m
2
/hari, institusi sebanyak 0,09 L/ m
2
/h
dan dan yang paling sedikit menghasilkan timbulan sampah adalah sampah
industri yaitu sebesar 0,01 L/ m
2
/hari. Komposisi sampah dari Kelurahan Bungus
Selatan dapat dilihat dalam tabel berikut:
No Komposisi Domestik (%) Komersil (%) Institusi (%) Industri (%)
1 Organik (kompos) 60,47 48,58 29,91 -
2 Organik (non
kompos)
1,86 4,72 - -
3 Plastik 16,45 16,51 23,66 59,09
4 Kertas 9,02 16,03 43,30 36,36
5 B3 12,20 - 2,68 -
6 Logam - 0,01 0,45 -
7 Kaca - 14,15 - -
8 Karet - 0,01 - -
9 Kayu - - 4,55
Total 100 100 100 100
5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan pada praktikum ini adalah:
1. Pada saat sampling, kantong plastik sebaiknya diberi label menurut sumber
sampah agar pada saat praktikum membingungkan;
2. Sebaiknya meminta penduduk untuk langsung memisahkan sampah agar pada
saat penentuan komposisi lebih mudah;
3. Teliti saat melakukan penimbangan.






DAFTAR PUSTAKA
Damanhuri, E., et, all, 2004. Diktat Kuliah Pengelolaan Sampah TL-3150. Teknik
Lingkungan ITB Edisi Semester I 2004/2005
Tchobanoglous, George, 1993. Integrated Solid Waste Management. New York:
Mc Graw Hill, Inc
Anonim A. 2010. Timbulan, Komposisi dan Karakteristik Sampah.
(http://my.opera.com/MaRph0amat0nte/blog/timbulan-komposisi-dan-
karakteristik-sampah). Tanggal akses 30 April 2011